Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Vitamin C dikenal sebagai salah satu nutrisi yang penting bagi kesehatan, begitu pula bagi kulit. Saat ini, ada lebih banyak produk yang diiklankan yang mengandung vitamin C yang membantu melindungi, meremajakan, dan terutama memutihkan kulit. Namun, apakah vitamin C benar-benar bekerja seajaib itu? Artikel ini akan memberikan lebih banyak informasi mengenai penggunaan vitamin C.

Manfaat vitamin C pada kulit kita

Vitamin C membantu menjaga kecantikan dan meningkatkan sirkulasi darah. Vitamin ini menyingkirkan oksigen aktif dan mencegah penuaan kulit, serta menyamarkan bercak hitam dan coklat pada kulit. Vitamin C juga mengurangi produksi melanin dan mencegah tindakan enzim tirosinase. Ini berarti membatasi metabolisme melanin dan mencegah pembentukan dan penodaan melanin.

Vitamin C akan membantu kulit melawan radikal bebas yang menyebabkan kulit menua dan menjadi lebih gelap. Selain itu, vitamin ini juga membantu meningkatkan jumlah glutathione dan vitamin E dalam tubuh. Kedua zat ini juga dikenal sebagai antioksidan. Glutathione juga membantu kulit memproduksi pheomelanin dan bukannya eumelanin. Hasilnya, kulit Anda akan menjadi lebih cerah.

Vitamin C membantu menyembuhkan luka atau membentuk kembali kulit setelah jerawat, mendukung kolagen, membentuk elastisitas dan kekencangan pada kulit, dan meningkatkan sekresi sebum, pori-pori kecil.

Saat kekurangan vitamin C, Anda akan rentan terkena masalah kulit. Contohnya adalah pitted horn, kulit rentan terhadap memar, perdarahan, dan berkurangnya kemampuan bekas luka.

Apakah vitamin C bisa memutihkan kulit?

Anda perlu memahami kulit untuk memahami mekanisme tindakan vitamin C. Struktur kulit terdiri dari tiga lapisan: epitelium, mesoderm, hipodermis. Epidermis adalah lapisan terluar kulit, yang terdiri dari empat lapisan utama: permukaan terluar yang disebut sel tanduk, lapisan malphigi, lapisan spinosum, dan lapisan basal. Pada lapisan basal inilah melanin dihasilkan, yaitu penyebab terbentuknya lingkaran hitam.

Vitamin C bekerja untuk mencegah pembentukan dan penodaan melanin. Namun, vitamin C harus dimasukkan jauh ke dalam bagian bawah epitelium untuk bekerja dengan efektif.

Bagaimana cara menambahkan vitamin C pada kulit?

1. Aplikasikan vitamin C secara langsung pada kulit

Anda harus memilih produk yang mengandung vitamin C dengan konsentrasi yang tinggi dan bentuk yang stabil dengan pH menengah karena pH yang tinggi akan menyebabkan iritasi kulit. Selain itu, kerugian cara ini adalah bahwa vitamin C hanya memengaruhi permukaan kulit, tidak menyerap ke pori-pori kulit, dan mudah teruraikan.

2. Pasok vitamin C dari makanan

Vitamin C biasa terdapat dalam buah-buahan dan sayuran. Metode ini telah digunakan secara luas dan bersifat aman, tetapi harus digunakan secara teratur untuk waktu yang lama demi mendapatkan efek terbaiknya.

3. Suntikkan vitamin C secara langsung ke dalam kulit

Cara ini lebih berbahaya karena mudah menimbulkan syok. Jika Anda mengalami syok atau keracunan vitamin, ini bisa menjadi sangat mengkhawatirkan karena vitamin C adalah toksin vitamin yang paling berbahaya daripada syok keracunan lainnya.

4. Minum suplemen vitamin C

Vitamin C sangat mudah berinteraksi dengan zat lainnya, apalagi tidak memiliki efek lokal pada kulit yang harus diobati. Cara ini nyaman dan efektif.

Semua hal memiliki dua aspek. Anda juga tidak boleh menyalahgunakan vitamin C untuk mencegah kondisi lain seperti masalah lambung. Semoga, Anda dapat menggunakan vitamin C untuk efek terbaiknya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengungkap Serba-serbi Micellar Water, Amankah Bagi Wajah?

Micellar water populer di kalangan makeup artist dan pencinta produk skincare. Namun, apakah produk ini aman dan bermanfaat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Vitamin E untuk Kesuburan, Benarkah Bisa Bikin Cepat Hamil?

Ingin mencoba suplemen vitamin E supaya cepat hamil? Eits, simak dulu penjelasan lengkap dari berbagai penelitian soal manfaat vitamin E untuk kesuburan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesuburan, Kehamilan 22 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Cara Mencerahkan Kulit Siku dan Lutut yang Menghitam

Lutut hitam yang berbeda warna dengan bagian kaki lainnya bisa terasa mengganggu penampilan. Bagaimana cara mencerahkannya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 20 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Skincare yang Dapat Membantu Mengecilkan Pori-Pori?

Pori-pori wajah yang besar memang bisa menganggu penampilan. Lantas, apa saja daftar skincare yang bisa membantu mengecilkan pori-pori besar?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 19 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat dan kandungan nutrisi buah matoa

Kenalan dengan Buah Matoa, Si Manis yang Punya Segudang Manfaat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. William
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
jenis jerawat umum

Jenis Jerawat dan Berbagai Macam Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
operasi memperbesar payudara

Operasi Memperbesar Payudara: Biaya, Risiko, dan Prosesnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
tidak tumbuh jenggot dan kumis

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit