CRP (C-Reactive Protein)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu CRP (c-reactive protein)?

Tes C-Reaktif Protein (CRP) adalah tes darah yang mengukur jumlah protein (yang disebut protein C-reaktif) dalam darah. Protein C-reaktif  mengukur keseluruhan kadar peradangan dalam tubuh. Kadar CRP yang tinggi disebabkan oleh infeksi dan berbagai penyakit jangka panjang lain. Akan tetapi tes CRP tidak dapat menunjukkan lokasi terjadinya peradangan atau penyebabnya. Tes lain dibutuhkan untuk mengetahui penyebab dan lokasi peradangan.

Kapan saya harus menjalani CRP (c-reactive protein)?

Tes CRP adalah tes untuk memeriksa peradangan dalam tubuh. Ini bukanlah tes spesifik. Artinya, tes ini dapat menunjukkan adanya peradangan pada tubuh tetapi tidak dapat memberi tahu dengan pasti di mana lokasinya.

Dokter Anda akan melakukan tes ini untuk :

  • mendeteksi penyakit peradangan seperti rheumatoid arthritis, lupus, atau vaskulitis
  • memastikan obat anti-peradangan bekerja dalam menyembuhkan penyakit atau kondisi

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani CRP (c-reactive protein)?

Kadar CRP rendah tak selalu berarti tidak ada peradangan. Kadar CPR mungkin tidak akan meningkat pada penderita rheumatoid arthritis serta lupus, dan penyebabnya tidak diketahui.

Tes CRP yang lebih sensitif disebut high-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) assay, bisa dilakukan untuk menentukan risiko seseorang terkena penyakit jantung. Banyak yang mempertimbangkan kadar tinggi CRP merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung. Namun, tidak diketahui apakah CRP hanya tanda dari penyakit kardiovaskular atau jika ini berperan penting dalam menyebabkan masalah jantung.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani CRP (c-reactive protein)?

Tidak ada persiapan khusus baik untuk tes standar CRP atau tes hs-CRP. Namun, jika darah Anda diambil untuk tes lainnya, Anda mungkin harus berpuasa atau mengikuti petunjuk lainnya. Tanyakan kepada dokter Anda jika Anda menjalani tes lain pada waktu yang sama. Beberapa obat dapat mempengaruhi tingkat CRP Anda. Beri tahu dokter Anda terkait obat-obatan yang Anda gunakan.

Bagaimana proses CRP (c-reactive protein)?

Tenaga medis yang bertugas mengambil darah Anda akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  • melilitkan ikatan elastis di sekitar lengan bagian atas Anda untuk menghentikan aliran darah. Hal ini membuat pembuluh darah di bawah ikatan membesar sehingga memudahkan untuk menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh
  • membersihkan bagian yang akan disuntikkan dengan alkohol
  • menyuntikkan jarum ke dalam pembuluh darah. Mungkin diperlukan lebih dari satu jarum.
  • memasangkan tabung ke jarum suntik untuk diisi dengan darah
  • melepaskan ikatan dari lengan Anda ketika pengambilan darah dirasa sudah cukup
  • menempelkan kain kasa atau kapas pada bagian yang disuntik, setelah selesai disuntik
  • memberi tekanan pada bagian tersebut dan kemudian memasang perban

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani CRP (c-reactive protein)?

Ikatan elastis dililitkan di sekitar lengan bagian atas Anda dan akan terasa ketat. Anda mungkin tidak akan merasakan apa-apa saat disuntik, atau Anda mungkin merasa seperti tersengat atau dicubit. Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Penjelasan dari Hasil Tes

Apa arti hasil tes yang saya dapat?

Skor normal yang ada pada daftar ini (disebut referensi range) hanya berfungsi sebagai panduan. Range ini bervariasi dari satu laboratorium dengan laboratorium lainnya, dan laboratorium Anda mungkin memiliki skor normal yang berbeda. Laporan laboratorium Anda biasanya akan memuat berapa range yang mereka gunakan. Dokter Anda juga akan memeriksa hasil tes Anda berdasarkan kondisi kesehatan Anda dan faktor lainnya. Hal ini berarti jika hasil tes Anda masuk ke range abnormal dalam panduan ini, bisa saja di laboratorium Anda atau untuk kondisi Anda skor tersebut termasuk ke range normal.

Hasil tes biasanya tersedia dalam kurun waktu 24 jam.

C-reaktif protein (CRP)
Normal:Kurang dari 1.0 miligram per desiliter (mg/dL) atau kurang dari 10 miligrams per liter (mg/L)

Setiap kondisi yang menyebabkan peradangan mendadak atau berat dapat meningkatkan kadar CRP Anda. Beberapa obat dapat menurunkan tingkat CRP Anda. Dokter akan berdiskusi dengan Anda mengenai hasil yang tidak normal terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan Anda.

High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) levels

High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP) mengukur jumlah rendah CRP dalam darah. Tes ini membantu Anda menemukan risiko masalah jantung, khususnya yang bersamaan dengan faktor risiko lain seperti kolesterol, usia, tekanan darah, dan merokok. Tes ini dilakukan untuk mengetahui bila Anda memiliki peningkatan risiko terkena masalah jantung dadakan, seperti serangan jantung atau stroke. Tetapi hubungan antara kadar CRP tinggi dan risiko penyakit jantung tidak dipahami dengan baik.

Tingkat High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP)
Normal:Kurang dari 0.1 mg/dL or kurang dari 1 mg/L
Tingkat hs-CRP dan risiko penyakit jantung
Kurang dari 1.0 mg/LRisiko rendah
1.0 sampai dengan 3.0 mg/LRisiko sedang
Lebih dari 3.0 mg/LRisiko tinggi

Tergantung pada laboratorium pilihan Anda, jangkauan normal tes C-Reaktif Protein (CRP) dapat bervariasi. Diskusikan pertanyaan yang Anda miliki seputar hasil tes kesehatan Anda kepada dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pilihan Beras dan Sumber Karbohidrat Sehat Pengganti Nasi untuk Diabetes

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti beras dapat memengaruhi kadar gula darah diabetes. Lantas, pengganti beras untuk diabetes apa yang sehat?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Batuk Makin Parah? Hindari Makanan yang Dilarang dan Pantangannya Berikut Ini

Batuk yang tidak kunjung sembuh pasti menyiksa. Agar kondisi cepat membaik, hindari beberapa makanan dan minuman pantangan yang dilarang saat batuk ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Batuk, Kesehatan Pernapasan 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pertolongan Pertama Saat Penis Terjepit Ritsleting

Saat penis terjepit ritsleting Anda sudah pasti merasakan sakit yang teramat sangat. Namun jangan panik, berikut pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 15 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Pilihan Obat Gusi Bengkak yang Aman dan Efektif untuk Anak-Anak

Masalah gusi bengkak pada anak tentu bikin mereka rewel hingga tak nafsu makan. Penting untuk memberikan obat gusi bengkak anak yang aman. Apa sajakah itu?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Aji Purwoko
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 15 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
efek samping IUD

8 Efek Samping dari KB IUD yang Harus Dipertimbangkan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
buah untuk penambah darah

12 Buah-buahan Penambah Darah untuk Bantu Atasi Anemia

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
tenggorokan sakit

Yakin Tenggorokan Anda Sehat? Coba Cari Tahu di Sini!

Ditulis oleh: Luthfiya Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 1 menit