home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Hal yang Menyebabkan Rejime Skincare Anda Tidak Efektif

5 Hal yang Menyebabkan Rejime Skincare Anda Tidak Efektif

Sudah teratur memakai deretan skin care mahal nan canggih, tapi belum kelihatan juga hasilnya? Mungkin masalahnya bukan di produk tersebut, tapi pada bagaimana cara Anda menggunakannnya; apakah sudah benar dan maksimal, atau belum? Sebab jika Anda teledor, keliru, atau asal-asalan pakai skin care, hasilnya tidak akan terlihat efektif meskipun produk sudah digunakan berbulan-bulan.

Penyebab skin care tidak memunculkan hasil yang efektif

1. Hampir atau mau kedaluwarsa

Efek skin care Anda mungkin tidak efektif sebagaimana mestinya diharapkan karena produknya sudah kedaluwarsa.

Jika suatu produk perawatan digunakan pada waktu 6 sampai 12 bulan setelah masa kedaluwarsanya, ini bisa membuat khasiatnya jadi kurang ampuh.

2. Belum teruji secara klinis

Produk skin care bisa menjadi tidak ampuh bekerja dengan baik di kulit apabila belum teruji secara klinis. Sebelum diedarkan di pasaran, produk harus sudah menjalani uji stabilitas, keamanan, dan juga keampuhan di kulit manusia.

Sayangnya, beberapa produk skin care terkadang ada yang tidak melalui proses uji tersebut. Kebanyakan ini sering terjadi pada produk perawatan kulit wajah yang dijual bebas tanpa label kemasan dan bahan-bahan pembuat yang jelas informasinya.

3. Skin care disimpan di tempat yang salah

Menyimpan produk skin care juga tidak boleh sembarangan, harus pada suhu kamar yang normal. Apabila Anda menyimpan produk perawatan kulit jelas-jelas di bawah sinar matahari atau di tempat yang lembab, skin care kemungkinan tidak akan bekerja baik.

Misalnya, menyimpan skin care di kamar mandi kemungkinan dapat membuat produk tersebut tidak bekerja dengan baik.

Kamar mandi yang punya shower air panas bisa menyebabkan temperatur suhu ruangan berubah. Inilah yang dapat mengubah efektivitas beberapa bahan di dalam skin care, menurut Debra Jaliman, dokter kulit di New York, dikutip dari Healthline.

Temperatur suhu yang ekstrim secara langsung dapat memengaruhi keampuhan dan kemanjuran produk. Bahkan, skin care yang habis terkena paparan suhu ekstrim, dapat membuat produk bereaksi dan efeknya bisa berbeda di kulit Anda.

Contoh lagi misalnya, produk sunscreen yang diletakkan di dalam mobil tidak nyala atau mati, yang mana suhu di dalamnya panas, kemungkinan tidak lagi ampuh melawan bahaya sinar UV. Sunscreen yang lama berada di suhu panas kemungkinan juga dapat menyebabkan iritasi kulit setelah dipakai.

4. Bahan aktif skin care kurang banyak

Masih dikutip dari Healthline, menurut dokter kulit di Los Angeles, dr. Tsippora Shainhouse, skin care bisa tidak bekerja akibat konsentrasi zat di dalam produk terlalu rendah.

Ada beberapa skin care yang targetnya mencapai lapisan kulit tertentu, namun karena terlalu rendah atau sedikit kandungan zat nya, maka tidak akan bekerja dengan baik hasilnya di kulit.

Tips, nih, untuk Anda yang mau tau cara melihat kandungan bahan aktif skin care banyak atau tidak. Anda harus lihat dulu kandungan bahan atau zat aktif yang ada di label kemasan.

Misalnya, Anda mau pakai produk skin care mengandung retinol untuk menyamarkan kerutan halus di wajah. Jika bahan atau zat retinol tidak ada di dalam urutan 5 besar di atas, artinya konsentrasi zat cukup rendah.

Namun jika kandungan retinol ada di urutan nomor 1 atau nomor 2 paling banyak, Anda boleh mencoba produk tersebut untuk mendapatkan khasiat skin care.

5. Kualitas produk buruk

Menurut dr. Shainhouse, skin care bisa tidak efektif apabila kualitasnya buruk. Meski begitu, menilai bagus atau tidaknya kualitas suatu produk tidak selalu bisa dilihat dari banderol harganya. Skin care yang murah belum tentu kualitasnya pasti jelek.

Dr. Shainhouse menjelaskan bahwa kualitas skin care yang buruk mengacu pada bahan aktif yang sedikit kandungannya, molekul zat di dalam tidak stabil, atau kemasan yang terlalu terbuka.

Misalnya, kemasan tabung skin care yang terbuka dapat membuat banyak oksigen masuk, menyebabkan penguapan bahan atau zat aktif di dalamnya.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Myth about skin care products https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/myths-about-products#7 diakses pada 14 November 2019.

Does your skin care stop working overtime? https://www.telegraph.co.uk/beauty/skin/does-skincare-stop-working-time/ diakses pada 14 November 2019.

4 reasons your skin care not weking https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/ingredient-product-not-working#salicylic-acid diakses pada 14 November 2019.

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 27/11/2019
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x