Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Kulit Kusam, Begini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

    Kulit Kusam, Begini Ciri-Ciri, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

    Kulit kusam menjadi masalah bagi banyak orang, baik yang memiliki kulit kering, berminyak, hingga kombinasi sekalipun. Guna mencerahkan kulit, Anda tentu perlu memahami ciri-ciri dan penyebab kulit kusam untuk membasmi masalah ini hingga ke akarnya.

    Ciri-ciri kulit kusam

    Kulit sehat pada dasarnya adalah kulit yang memiliki cukup kelembaban. Saat Anda sentuh, kulit akan memiliki tekstur kenyal, padat, dan lembut.

    Nah, berbanding terbalik dengan kulit kusam tidak mendapatkan cukup kelembapan sehingga penampilannya tersamarkan oleh warna yang lebih gelap.

    Warna gelap pada kulit kusam berbeda dengan warna kulit gelap secara alami. Orang dengan kulit gelap memiliki lebih banyak pigmen melanin pada kulitnya.

    Kulit yang gelap akan tetap tampak bercahaya asalkan kondisinya sehat dan cukup lembap.

    Sementara itu, kulit yang kusam terlihat rata dan tidak cerah. Jenis kulit ini pada dasarnya merupakan kebalikan dari kulit yang muda, cerah, dan sehat.

    Beragam penyebab kulit kusam

    kulit wajah kusam saat hamil

    Kulit adalah organ terbesar tubuh sehingga akan sangat terlihat bila kondisinya kurang sehat.

    Nah, nyatanya terdapat banyak hal yang dapat menyebabkan kulit kusam. Berikut ini adalah sejumlah faktor yang paling umum untuk Anda alami.

    1. Pertambahan usia

    Seiring dengan bertambahnya usia, tentu penuaan kulit tidak bisa Anda hindari. Lambat laun, produksi protein penyokong kulit yang disebut kolagen akan terus menurun.

    Kondisi alamiah ini dapat membuat kulit Anda tampak lebih kering, tidak bercahaya, dan mulai dipenuhi keriput serta garis halus.

    Meski Anda tidak bisa mencegah penuaan, rutinitas perawatan yang tepat bisa membuat kulit tampak tetap sehat dan cerah.

    2. Kurang asupan air

    Menurut sebuah studi dalam jurnal Clinical Cosmetic and Investigational Dermatology (2015), minum cukup air terbukti membuat kulit lebih sehat.

    Air menjaga kelembapan dan kelenturan kulit sehingga kulit akan lebih tahan terhadap iritasi, keretakan, dan kerusakan.

    Minum cukup air setiap harinya juga menghidrasi kulit. Tanpa asupan cairan yang cukup, tentu akan menyebabkan kulit kering dan tampak kurang bercahaya.

    Selain itu, pori-pori kulit Anda juga akan makin terlihat dan garis keriput muncul lebih cepat.

    3. Panas dan udara kering

    Kendati bisa terjadi pada siapa saja, masalah kulit kusam lebih banyak dialami oleh orang yang bermukim di wilayah yang panas.

    Kulit kering bisa dengan cepat membuat penampilan Anda lebih kusam dan kurang bercahaya.

    Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada musim kemarau, musim dingin, atau cuaca tertentu dengan udara kering dan tingkat kelembapan sangat rendah.

    4. Kurangnya pelembap

    Selain melalui asupan air, kulit Anda juga membutuhkan kelembapan dari luar yang berasal dari pelembap atau moisturizer.

    Itulahn sebabnya pemakaian pelembap tak boleh terlewatkan, apalagi bagi Anda yang memiliki kulit cenderung kering dan mudah kudam.

    Pemakaian pelembap secara rutin dua kali sehari dapat melindungi kulit dari risiko kerusakan.

    5. Penumpukan sel kulit mati

    kulit kering

    Kulit secara alamiah akan melepaskan sel-sel mati (prosedur eksfoliasi) untuk memberikan tempat bagi sel baru yang sehat untuk tumbuh.

    Namun, terkadang sel-sel kulit mati tidak terlepas sebagaimana mestinya sehingga menumpuk pada permukaan kulit Anda.

    Kondisi inilah yang pada akhirnya bisa menyebabkan kulit tampak kering, kusam, bersisik, dan pecah-pecah.

    6. Kebiasaan begadang

    Sistem kekebalan tubuh membentuk kolagen dan keratin saat tidur. Kedua zat ini berguna untuk mengencangkan dan menyehatkan kulit.

    Jika Anda terbiasa begadang, tubuh tidak bisa memproduksi kolagen dan keratin dengan baik.

    Alhasil, kulit tidak mampu beregenerasi dengan optimal sehingga Anda akan tampak tidak segar dan kantung mata terlihat menebal.

    7. Stres yang tidak terkelola

    Stres sebenarnya adalah hal yang wajar. Namun, stres kronis yang berlarut-larut justru dapat mengganggu kesehatan kulit Anda.

    Kondisi ini menyebabkan peningkatan kortisol dalam tubuh dan kulit yang bisa memperparah penyakit kulit yang sudah ada, seperti rosacea dan jerawat.

    Hal ini pun juga berkontribusi menjadi penyebab kulit kusam dan tampak tidak bercahaya.

    8. Terlalu banyak makan makanan manis

    Asupan makanan yang Anda peroleh akan memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

    Tingginya gula pada makanan manis dapat menyebabkan obesitas. Kondisi ini akan memicu peradangan pada seluruh tubuh yang merusak kolagen pada kulit.

    Kerusakan kolagen ini membuat kulit jadi kusam serta tampak lebih tua dan banyak kerutan.

    9. Kebiasaan merokok

    Kebiasaan merokok dapat merusak dinding pembuluh darah sehingga mengurangi aliran darah kaya nutrisi untuk kulit.

    Bahkan, pasokan oksigen ke kulit akan berkurang selama satu jam hanya dengan merokok selama 10 menit. Hal ini tentu akan membuat kulit keriput, rapuh, dan sulit diperbaiki.

    Sementara itu, perokok berat juga memiliki risiko hingga lima kali lipat lebih besar terkena masalah kulit lain, termasuk kanker kulit.

    10. Minum alkohol berlebihan

    Minuman beralkohol membuat tubuh mengalami dehidrasi. Ini disebabkan karena sifat alami alkohol yang menarik air dari dalam tubuh Anda.

    Jika terlalu sering minum alkohol tanpa diimbangi kebiasaan minum air, tentunya membuat Anda akan lebih rentan mengalami dehidrasi.

    Nah, tubuh kekurangan air ini pada akhirnya menyebab kulit kering, kusam, dan kurang bercahaya saat Anda perhatikan.

    Kulit kusam

    Cara mengatasi kulit kusam

    Seperti bagian tubuh lain, kulit bisa menjadi sehat atau sakit. Umumnya, ketika kulit kekurangan kelembapan dan nutrisi, inilah yang menjadi cikal-bakal masalah kulit kusam.

    Untuk mencerahkan kembali kulit kusam, terdapat beberapa cara perawatan kulit yang bisa Anda lakukan.

    • Hindari mencuci wajah dengan scrub yang keras atau sabun mandi yang bisa menyebabkan iritasi, kulit kemerahan, dan meradang.
    • Jangan menggunakan air panas untuk membersihkan wajah karena bisa menarik minyak alami yang melembapkan kulit.
    • Pilih dan gunakan produk skincare yang sesuai dengan jenis dan sensitivitas kulit.
    • Lakukan eksfoliasi kulit secara rutin minimal dua kali seminggu untuk mengangkat sel-sel kulit mati, menghaluskan kulit, dan mengurangi garis-garis halus.
    • Gunakan pelembap dua kali sehari dengan produk yang tepat sesuai dengan jenis kulit Anda setiap hari.
    • Tambahkan serum wajah untuk membantu melembapkan, mencerahkan kulit wajah, dan mengurangi tanda-tanda penuaan.
    • Rutin memakai masker wajah dengan kandungan antioksidan dan pelembap sebanyak 1–3 kali per minggu.
    • Lakukan perawatan dengan retinol dua kali dalam seminggu untuk merangsang pertumbuhan kolagen dan menormalkan pergantian sel kulit mati.
    • Oleskan tabir surya setiap hari untuk mencegah kerusakan kulit akibat sinar UV.
    • Konsumsi makanan sehat dan olahraga rutin untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh sekaligus mengelola stres yang Anda alami.
    • Cukupi kebutuhan tidur selama 7–9 jam setiap harinya.
    • Berhenti atau hindari paparan asap rokok.

    Jika Anda wajah Anda memperlihatkan ciri-ciri kulit kusam, cobalah telisik penyebabnya. Ini bisa berkaitan dengan usia, kebiasaan buruk, atau kesalahan perawatan kulit.

    Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar kondisi ini, lebih baik konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan solusi terbaik.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    How to safely exfoliate at home. American Academy of Dermatology Association. Retrieved 11 January 2022, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-secrets/routine/safely-exfoliate-at-home

    Wu, H., & Ballantyne, C. (2020). Metabolic Inflammation and Insulin Resistance in Obesity. Circulation Research, 126(11), 1549-1564. https://doi.org/10.1161/circresaha.119.315896

    Purnamawati, S., Indrastuti, N., Danarti, R., & Saefudin, T. (2017). The Role of Moisturizers in Addressing Various Kinds of Dermatitis: A Review. Clinical medicine & research, 15(3-4), 75–87. https://doi.org/10.3121/cmr.2017.1363

    Palma, L., Marques, L. T., Bujan, J., & Rodrigues, L. M. (2015). Dietary water affects human skin hydration and biomechanics. Clinical, cosmetic and investigational dermatology, 8, 413–421. https://doi.org/10.2147/CCID.S86822

    Nolan, K., & Marmur, E. (2012). Moisturizers: reality and the skin benefits. Dermatologic therapy, 25(3), 229–233. https://doi.org/10.1111/j.1529-8019.2012.01504.x

    Asakura, K., Nishiwaki, Y., Milojevic, A., Michikawa, T., Kikuchi, Y., Nakano, M., Iwasawa, S., Hillebrand, G., Miyamoto, K., Ono, M., Kinjo, Y., Akiba, S., & Takebayashi, T. (2009). Lifestyle factors and visible skin aging in a population of Japanese elders. Journal of epidemiology, 19(5), 251–259. https://doi.org/10.2188/jea.je20090031

    Morita A. (2007). Tobacco smoke causes premature skin aging. Journal of dermatological science, 48(3), 169–175. https://doi.org/10.1016/j.jdermsci.2007.06.015

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 3 weeks ago
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan