Mengulik Fungsi dan Organ Penting Dalam Sistem Reproduksi Manusia

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 November 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Manusia bisa punya keturunan karena tubuhnya memiliki organ dan sistem reproduksi. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak tahu bagian dan fungsi-fungsi dari sistem reproduksinya sendiri. Padahal dengan mengenal sistem reproduksi, Anda dapat mengetahui dengan pasti bagaimana cara menjaga kesehatan tubuh Anda sendiri. Yuk, cari tahu lebih rinci mengenai sistem reproduksi manusia dalam artikel ini.

Mengenal sistem reproduksi wanita

Sistem reproduksi wanita memiliki beberapa bagian dengan fungsinya masing-masing. Berikut penjelasan sistem reproduksi wanita yang perlu Anda ketahui:

1. Vagina

Banyak orang mengira bahwa vagina bisa diamati dengan mata telanjang. Hal tersebut salah kaprah. Vagina berada di dalam tubuh sehingga Anda tidak bisa melihatnya secara langsung. Bagian yang bisa Anda lihat ketika menghadap ke alat genital dinamakan vulva.

Vagina sendiri merupakan saluran yang menghubungkan serviks (leher rahim) ke bagian luar tubuh. Letak vagina tepatnya di belakang kandung kemih, agak lebih rendah dari rahim.

Fungsi organ satu ini adalah sebagai jalan lahir bayi saat persalinan serta tempat keluarnya darah saat menstruasi. Vagina juga menjadi jalur akses sperma untuk menuju rahim.

2. Rahim (uterus)

Rahim adalah sebuah organ kecil yang berongga dan berbentuk seperti buah pir. Organ ini berada di antara kandung kemih dan dubur. Bagian bawah rahim merupakan sebuah saluran yang disebut leher rahim. Leher rahim ini menghubungkan vagina dengan rahim.

Rahim memiliki banyak fungsi penting dalam proses reproduksi. Selama siklus menstruasi normal, lapisan rahim (endometrium), akan diselimuti dengan gumpalan darah yang menebal. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan kehamilan. Apabila tidak ada pembuahan, maka gumpalan darah tersebut akan luruh dan keluar melalui vagina. Nah, proses luruhnya darah inilah yang disebut dengan menstruasi.

Sebaliknya, jika terjadi pembuahan, maka rahim akan menjadi rumah bagi embrio untuk tumbuh dan berkembang sebelum akhirnya dilahirkan.

3. Ovarium

Ovarium adalah kelenjar kecil berbentuk oval yang berada di sisi kanan dan kiri rongga panggul, tepatnya bersebelahan dengan bagian rahim atas. Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur dan hormon seks wanita, seperti estrogen dan progesteron.

4. Tuba falopi

Tuba falopi adalah dua tabung panjang dan tipis yang membentang dari ujung kanan dan kiri pada pada bagian atas rahim ke ujung ovarium.

Organ ini berfungsi sebagai saluran untuk sel telur (ovum) bergerak dari ovarium menuju rahim. Konsepsi, alias pembuahan sel telur oleh sperma, terjadi di saluran tuba falopi.

Nantinya, sel telur yang berhasil dibuahi di saluran tuba falopi akan bergerak menuju rahim.

5. Vulva

ilustrasi vulva (tampak luar vagina)

Vulva adalah bagian luar dari anatomi vagina yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Bagian ini terdiri dari:

  • Labia majora. Labira majora disebut juga sebagai “bibir besar”. Bagian ini mengandung banyak kelenjar keringat dan minyak. Setelah pubertas, labia majora akan ditutupi rambut-rambut halus.
  • Labia minora. Labia minora disebut sebagai “bibir kecil” Disebut demikian karena bagian ini berukuran sangat kecil, yaitu sekitar 5 cm. Labia minora berada di dalam labia majora, dan mengelilingi lubang vagina dan uretra (lubang tempat Anda buang air kecil). Jadi, lubang tempat urin keluar dari tubuh berbeda dengan lubang keluarnya darah saat Anda menstruasi.
  • Klitoris. Klitoris merupakan tonjolan kecil yang berada di dalam labia minora. Klitoris ditutupi dengan lipatan kulit, yang disebut preputium, mirip dengan kulup di ujung di penis. Sama halnya dengan penis, klitoris dikelilingi banyak saraf sehingga sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa menegang (ereksi).

Mengenal sistem reproduksi pria

Sama halnya dengan wanita, sistem reproduksi pria juga terdiri dari banyak bagian. Setiap bagiannya tentu memiliki fungsi masing-masing yang sangat vital. Berikut bagian-bagian dari sistem reporoduksi pria yang perlu Anda ketahui:

1. Penis

ilustrasi penis dan buah zakar (testis)

Penis adalah organ seks pria. Biasanya, organ ini akan mencapai ukuran maksimalnya selama masa puber. Penis terdiri dari tiga bagian utama, pangkal (radix), batang (corpus), dan kepala (glans).

Di ujung kepala penis terdapat lubang saluran uretra untuk mengeluarkan urin dari dalam tubuh. Lubang ini juga berfungsi untuk mengeluarkan cairan mani ketika pria mencapai klimaks (orgasme).

Di sepanjang batang penis, tepatnya pada sisi kiri dan kanannya, terdapat jaringan yang dinamakan korpus kavernosum. Jaringan ini akan dipenuhi darah ketika pria terangsang secara seksual. Saat jaringan ini dipenuhi darah, penis akan menjadi kaku dan ereksi sehingga memungkinkan pria melakukan penetrasi selama hubungan seksual.

2. Skrotum

Skrotum adalah sebuah kantong kulit yang longgar dan menggantung di belakang penis. Bagian tubuh satu ini juga dikenal dengan nama buah zakar dan sangat erat kaitannya dengan testis. Selain berfungsi untuk membungkus testis, skrotum juga berperan untuk mendukung testis memproduksi sperma normal.

Agar pria dapat menghasilkan sperma berkulitas, testis harus berada pada suhu yang tepat, yaitu sedikit lebih dingin ketimbang suhu tubuh. Adanya otot-otot khusus di dinding skrotum memungkinkannya testis untuk menjaga suhu optimal bagi produksi sperma.

3. Testis

Testis atau biasa disebut sebagai buah zakar, pelir, atau biji kemaluan adalah organ berbentuk oval. Organ ini berada di dalam kantung di sebelah kanan dan kiri bagian belakang penis.

Fungsi utama testis adalah untuk memproduksi dan menyimpan sperma serta memproduksi testosteron. Testosteron adalah hormon pria yang bertanggung jawab untuk menghasilkan sperma dan memberikan perubahan pada tubuh selama masa pubertas.

Biasanya, testis pria akan mulai tumbuh sekitar umur 10-13 tahun. Ketika testis tumbuh, kulit di sekitar skrotum akan berwarna lebih gelap, menggantung ke bawah, dan memiliki rambut. Ukuran testis setiap pria berbeda-beda, namun rata-rata testis memiliki ukuran panjang antara 5-7,5cm dengan lebar 2,5cm.

Cara merawat sistem reproduksi manusia

Setelah mengetahui anatomi berserta fungsi dari sistem reproduksi manusia, Anda juga perlu memahami cara merawat organ satu ini. Mengingat, sistem reproduksi manusia sangat sensitif sehingga perawatan yang dibutuhkan pun tak boleh sembarangan. Berikut panduan sederhana untuk merawat sistem reproduksi manusia:

  • Setelah selesai urusan berkemih, pastikan penis dan vagina dibersihkan serta dikeringkan dengan baik dan menyeluruh.
  • Hindari pemakaian bedak, sabun wangi, gel, dan antiseptik karena ini akan dapat memengaruhi keseimbangan yang sehat dari bakteri dan tingkat pH di dalam area genital yang akan menyebabkan iritasi.
  • Rutinlah ganti celana dalam setiap hari.
  • Ada banyak jenis celana dalam untuk pria dan wanita. Secara umum, pilihlah celana dalam yang berbahan katun untuk digunakan sehari-hari.
  • Pilihlah baju atau celana yang longgar baik karena hal tersebut baik untuk organ reproduksi Anda. Penggunaan baju dan celana yang terlalu ketat dapat membuat area genital lembap, sehingga memungkinkan terjadinya infeksi.
  • Ketika Anda dan pasangan berencana untuk berhubungan seks, sebaiknya bersihkan dulu area genital sebelum naik ke ranjang. Membersihkan area genital setelah seks juga tak kalah pentingnya.
  • Gunakan kondom untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Undescended Testis (Testis Tidak Turun)

Undescended testis adalah kondisi testis yang belum pindah ke skrotum. Apakah testis tidak turun berkaitan dengan kesuburan pria? Bagaimana pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Fungsi testis sangat penting sebagai salah satu bagian organ reproduksi pria. Kenali anatomi testis normal dan risiko penyakit yang menyertai berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi atau timbulnya komplikasi setelah sunat. Perhatikan panduannya berikut ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menguji keperawanan wanita

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
tanda hamil ciri hamil

20 Tanda-Tanda Hamil yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit