6 Perubahan yang Akan Terjadi Pada Penis Ketika Anda Tua Nanti

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bagaimana kondisi penis ketika tua nanti? Bukan cuma wanita saja yang takut payudara atau vaginanya kendur seiring bertambahnya usia. Nyatanya, pria juga khawatir akan kondisi perubahan drastis pada penis di usia tua. Konon, saat tua nanti, simbol “kegagahan” pria itu hanya akan menjadi alat untuk mengeluarkan urin saja.

Tapi benarkah seperti itu? Simak perubahan nyata apa saja yang akan terjadi pada penis ketika tua nanti.

6 perubahan yang akan terjadi pada penis di usia tua

1. Kulit penis akan kendor

Kondisi penis ketika tua akan mengalami kendur pada bagian kulit batang penis dan testisnya. Volume penis juga akan berkurang seiring penambahan usia pria. Biasanya perubahan awal ini akan terjadi ketika pria memasuki usia di pertengahan 40-an.

Tapi yang mungkin melegakan Anda para pria adalah, Anda masih bisa memproduksi sperma dan air mani di usia yang tergolong lanjut tersebut. Meski demikian, tetap saja kualitas sperma Anda tidak sebaik pada saat dahulu usia subur.

2. Ukuran penis akan berubah

Ukuran penis ketika tua nanti akan berkurang menjadi sedikit mengecil. Pada usia tua, metabolisme pria akan berubah menjadi agak lambat, dengan begitu berat badannya juga akan naik dan lemaknya paling sering bertumpuk pada bagian perut mereka.

Nah, kondisi ini akan berhubungan dengan ukuran penis pria. Berat badan yang bertambah ini akan menciptakan tampilan visual dari penis Anda menjadi lebih pendek. Selain itu, semakin tua seorang pria, stamina yang diciptakan juga menjadi berkurang saat berhubungan seksual. Wajar dan sulit untuk diperbaiki mengenai kondisi penis Anda yang menyusut ketika tua nanti.

3. Warna penis akan berubah dan jadi kurang sensitif

Semakin bertambah usia, semakin pula berubah sirkulasi darah pada penis ketika tua nanti. Hal itu tidak hanya memengaruhi tekanan darah dan kesehatan jantung saja, tapi akan memengaruhi penampilan penis pria untuk ereksi.

Akibat kurangnya aliran darah yang mengalir ke ujung penis, saat ereksi warnanya tidak akan muncul ungu kemerahan seperti kala muda dahulu. Warna kepala penis akan menjadi sedikit pucat dan sensitivitasnya juga akan berkurang. Jadi ketika usia tua nanti, pria akan membutuhkan lebih banyak foreplay untuk bisa ereksi dan penetrasi dengan mantap.

4. Rambut kemaluan makin botak

Ketika memasuki usia 50 ke atas, rambut pada kemaluan tidak akan selebat dahulu. Kondisi ini disebabkan sebagai perubahan sirkulasi udara dan kadar testosteron pada pria yang berkurang seiring bertambahnya umur.

5. Penis akan bengkok

Semakin tua, otot pada penis pria juga akan berubah. Perubahan yang dialami adalah bengkok atau cenderung berbelok ke bagian tertentu, bisa ke kiri atau kanan. Penis pria yang bengkok ini disebabkan oleh aktivitas seksual yang telah dilakukan. Tapi jika bengkoknya si penis pria ini disertai rasa sakit, baiknya Anda periksakan kondisi kesehatan ke dokter.

6. Risiko disfungsi ereksi

Anda lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi seiring bertambahnya usia. Pembuluh darah yang membawa darah masuk ke area penis, tidak akan bekerja dengan baik seperti dahulu Anda berusia subur. Kondisi ini disebabkan oleh penis yang memang organ tubuh yang penuh pembuluh darah isinya. Dengan hilangnya aliran darah, ini dapat memengaruhi kemampuan pria utnuk mempertahankan ereksi yang lama dan kuat.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Impotensi atau impoten adalah kondisi ketika penis tidak bisa ereksi optimal saat berhubungan seks. Berikut gejala, penyebab, dan cara mengatasi impotensi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit