Perubahan Suhu Ruangan Secara Mendadak Berisiko Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Temperatur normal yang dimiliki tubuh adalah sekitar 36,5 hingga 37,5 derajat celcius. Banyak hal yang mempengaruhi perubahan suhu pada tubuh, salah satunya adalah lingkungan. Lingkungan yang bersuhu ekstrem, seperti terlalu dingin atau terlalu panas dapat menimbulkan berbagai dampak bagi tubuh.

Perubahan suhu sekitar beberapa derajat saja dapat mempengaruhi fungsi tubuh. Misalnya, suhu tubuh Anda menurun 3 derajat celcius menjadi 35 derajat celcius akibat suhu lingkungan yang rendah, maka Anda akan mengalami hipotermia ringan. Hipotermia yang berat bahkan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kematian. Sedangkan pada suhu yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak. Oleh karena itu, ketika tubuh merasakan perbedaan suhu antara suhu di lingkungan dengan suhu yang ada di dalam tubuh, maka tubuh akan secara otomatis melakukan termoregulasi, yaitu sebuah proses adaptasi tubuh dalam menerima perubahan suhu yang terjadi di sekitarnya.

Apa termoregulasi?

Termoregulasi dilakukan tubuh agar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Ketika tubuh merasakan suhu di ruangan sekitar, maka rangsangan pertama diterima oleh kulit. Kulit merasakan apakah suhu tersebut terlalu dingin atau terlalu panas. Setelah itu, ia memberikan sinyal kepada hipotalamus yang kemudian akan melakukan aksi sesuai dengan lingkungan yang ada di sekitar. Sinyal akan diberikan ke otot, organ, kelenjar, dan sistem saraf yang lain, untuk merespon perubahan suhu tersebut. Suhu tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti musim dan cuaca dan aktivitas fisik. Seperti halnya ketika Anda makan atau minum, kegiatan ini akan membuat suhu tubuh meningkat karena sedang terjadi proses produksi energi dan pembakaran kalori dalam tubuh.

Apa yang terjadi jika suhu lingkungan berubah tiba-tiba?

Perubahan suhu lingkungan yang tiba-tiba dapat menyebabkan berbagai dampak bagi tubuh, seperti:

1. Hipotiroidisme

Ketika Anda merasa dingin dan kemudian merasa panas karena suhu lingkungan, mungkin Anda memiliki masalah dengan tiroid. Tiroid merupakan salah satu kelenjar yang ada di tubuh yang berfungsi untuk mengatur berbagai metabolisme, mengatur detak jantuk, dan suhu tubuh. Saat kelenjar ini menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, maka suhu tubuh akan meningkat. Di lain sisi, kelenjar ini juga memproduksi hormon T3 dan T4 yang  jika produksi hormon tersebut menurun maka suhu tubuh akan menurun. Hormon T3 dan T4 juga bertanggung jawab untuk mengatur penggunaan energi dalam tubuh dan mempengaruhi produksi hormon tiroid.

Penurunan kadar hormon tiroid dalam tubuh dapat mengakibatkan suhu tubuh menurun dan memperlambat metabolisme dalam tubuh. Jika proses metabolisme melambat, gejala lain akan muncul seperti, kelelahan dan kelemahan, depresi, sembelit, dan kuku rapuh.  Jika tidak diobati, hipertirodisme dapat menyebabkan bengkak di bagian wajah, tangan, dan kaki, penurunan indera perasa dan penciuman, muncul masalah reproduksi, nyeri sendi, bahkan penyakit jantung.

2. Gangguan kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal dan berfungsi untuk menghasilkan  hormon kortisol yang merupakan hormon utama dalam manajemen stress dan metabolisme. Gangguan pada kelenjar adrenal merupakan hal yang sering terjadi akibat penurunan hormon tiroid. Perubahan suhu akan mempengaruhi hormon tiroid yang kemudian berdampak pada gangguan kelenjar adrenal.

Akibat yang timbul karena gangguan kelenjar adrenal adalah emosi tidak stabil, susah bangun pagi walaupun sudah tidur cukup, selalu merasa lelah dan kelaparan, serta penurunan sistem kekebalan tubuh. Gejala lainnya yang dapat muncul adalah kadar gula darah rendah, mati rasa pada jari-jari, dorongan seksual menurun, dan berat badan menurun.

3. Gangguan sensitivitas insulin

Insulin merupakan hormon yang memiliki tugas utama dalam mengatur kadar gula dalam darah dan mengubah gula dalam darah menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, homon ini terlibat dalam proses metabolisme energi yang dapat menyebabkan suhu tubuh berubah. Pada keadaan normal, tubuh meningkatkan produksi insulin ketika suhu tubuh meningkat dan penelitian mengatakan bahwa menyuntikkan hormon ini pada bagian tertentu di otak dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat metabolisme tubuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Minyak Kutus Kutus Baik untuk Kesehatan? Cek Faktanya di Sini!

Salah satu minyak herbal yang sedang populer adalah minyak kutus kutus. Namun sebelum beli, yuk cek klaim manfaat minyak kutus-kutus di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Pengobatan Herbal dan Alternatif, Herbal A-Z 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

3 Fakta Tentang Hati (Liver) Manusia yang Ternyata Menakjubkan

Sebagai organ vital manusia, hati (liver) berperan penting dalam menjaga kesehatan. Cari tahu fakta tentang hati manusia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Anda tidak bisa berhenti makan junk food? Tenang, ada siasat khusus untuk menghindari godaan makan makanan tak sehat. Intip caranya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Tips Makan Sehat, Nutrisi 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
radiasi wi-fi

Benarkah Radiasi dari Wi-Fi Bisa Memicu Kanker Anak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit