home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perubahan Suhu Ruangan Secara Mendadak Berisiko Bagi Kesehatan

Perubahan Suhu Ruangan Secara Mendadak Berisiko Bagi Kesehatan

Temperatur normal yang dimiliki tubuh adalah sekitar 36,5 hingga 37,5 derajat celcius. Banyak hal yang mempengaruhi perubahan suhu pada tubuh, salah satunya adalah lingkungan. Lingkungan yang bersuhu ekstrem, seperti terlalu dingin atau terlalu panas dapat menimbulkan berbagai dampak bagi tubuh.

Perubahan suhu sekitar beberapa derajat saja dapat mempengaruhi fungsi tubuh. Misalnya, suhu tubuh Anda menurun 3 derajat celcius menjadi 35 derajat celcius akibat suhu lingkungan yang rendah, maka Anda akan mengalami hipotermia ringan. Hipotermia yang berat bahkan dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan kematian. Sedangkan pada suhu yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan kerusakan otak. Oleh karena itu, ketika tubuh merasakan perbedaan suhu antara suhu di lingkungan dengan suhu yang ada di dalam tubuh, maka tubuh akan secara otomatis melakukan termoregulasi, yaitu sebuah proses adaptasi tubuh dalam menerima perubahan suhu yang terjadi di sekitarnya.

Apa termoregulasi?

Termoregulasi dilakukan tubuh agar keseimbangan tubuh tetap terjaga. Ketika tubuh merasakan suhu di ruangan sekitar, maka rangsangan pertama diterima oleh kulit. Kulit merasakan apakah suhu tersebut terlalu dingin atau terlalu panas. Setelah itu, ia memberikan sinyal kepada hipotalamus yang kemudian akan melakukan aksi sesuai dengan lingkungan yang ada di sekitar. Sinyal akan diberikan ke otot, organ, kelenjar, dan sistem saraf yang lain, untuk merespon perubahan suhu tersebut. Suhu tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti musim dan cuaca dan aktivitas fisik. Seperti halnya ketika Anda makan atau minum, kegiatan ini akan membuat suhu tubuh meningkat karena sedang terjadi proses produksi energi dan pembakaran kalori dalam tubuh.

Apa yang terjadi jika suhu lingkungan berubah tiba-tiba?

Perubahan suhu lingkungan yang tiba-tiba dapat menyebabkan berbagai dampak bagi tubuh, seperti:

1. Hipotiroidisme

Ketika Anda merasa dingin dan kemudian merasa panas karena suhu lingkungan, mungkin Anda memiliki masalah dengan tiroid. Tiroid merupakan salah satu kelenjar yang ada di tubuh yang berfungsi untuk mengatur berbagai metabolisme, mengatur detak jantuk, dan suhu tubuh. Saat kelenjar ini menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, maka suhu tubuh akan meningkat. Di lain sisi, kelenjar ini juga memproduksi hormon T3 dan T4 yang jika produksi hormon tersebut menurun maka suhu tubuh akan menurun. Hormon T3 dan T4 juga bertanggung jawab untuk mengatur penggunaan energi dalam tubuh dan mempengaruhi produksi hormon tiroid.

Penurunan kadar hormon tiroid dalam tubuh dapat mengakibatkan suhu tubuh menurun dan memperlambat metabolisme dalam tubuh. Jika proses metabolisme melambat, gejala lain akan muncul seperti, kelelahan dan kelemahan, depresi, sembelit, dan kuku rapuh. Jika tidak diobati, hipertirodisme dapat menyebabkan bengkak di bagian wajah, tangan, dan kaki, penurunan indera perasa dan penciuman, muncul masalah reproduksi, nyeri sendi, bahkan penyakit jantung.

2. Gangguan kelenjar adrenal

Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal dan berfungsi untuk menghasilkan hormon kortisol yang merupakan hormon utama dalam manajemen stress dan metabolisme. Gangguan pada kelenjar adrenal merupakan hal yang sering terjadi akibat penurunan hormon tiroid. Perubahan suhu akan mempengaruhi hormon tiroid yang kemudian berdampak pada gangguan kelenjar adrenal.

Akibat yang timbul karena gangguan kelenjar adrenal adalah emosi tidak stabil, susah bangun pagi walaupun sudah tidur cukup, selalu merasa lelah dan kelaparan, serta penurunan sistem kekebalan tubuh. Gejala lainnya yang dapat muncul adalah kadar gula darah rendah, mati rasa pada jari-jari, dorongan seksual menurun, dan berat badan menurun.

3. Gangguan sensitivitas insulin

Insulin merupakan hormon yang memiliki tugas utama dalam mengatur kadar gula dalam darah dan mengubah gula dalam darah menjadi energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu, homon ini terlibat dalam proses metabolisme energi yang dapat menyebabkan suhu tubuh berubah. Pada keadaan normal, tubuh meningkatkan produksi insulin ketika suhu tubuh meningkat dan penelitian mengatakan bahwa menyuntikkan hormon ini pada bagian tertentu di otak dapat meningkatkan suhu tubuh dan mempercepat metabolisme tubuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Thermoregulation. Retrieved from http://www.healthline.com/health/thermoregulation#Overview1 Accessed September 19, 2016

Are you cold, then hot? These 4 conditions may affect body temperature. Retrieved from https://www.hypervibe.com/au/blog/are-you-cold-then-hot-these-4-conditions-may-affect-body-temperature/  Accessed September 19, 2016

10 Fascinating Facts About Body Temperature. Retrieved from http://www.everydayhealth.com/healthy-living/fascinating-facts-about-body-temperature.aspx Accessed September 19, 2016

 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M Diperbarui 08/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x