home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

6 Penyebab Mata Gatal dan Bagaimana Cara Mengatasinya

6 Penyebab Mata Gatal dan Bagaimana Cara Mengatasinya

Mengucek mata adalah kebiasaan yang sering dilakukan ketika mata terasa gatal. Mulai dari anak kecil maupun lansia kalau mata gatal pasti refleks mengucek mata. Namun, apa sebenarnya penyebab mata gatal yang membuat orang jadi ingin mengucek mata terus? Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk mengatasinya? Simak ulasan di bawah ini.

Apa saja penyebab mata gatal?

Mata gatal adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Penyebabnya pun bervariasi, mulai dari alergi, infeksi, hingga gaya hidup Anda.

Nah, berikut adalah berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab mata terasa gatal:

1. Alergi mata

alergi konjungtivitis mata merah

Alergi mata atau konjungtivitis alergi adalah peradangan mata yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap zat-zat seperti debu di rumah, serbuk sari, spora jamur, bulu bintang, atau aroma zat-zat kimia.

Konjungtiva sendiri adalah lapisan yang membungkus bola mata. Konjungtiva rentan terhadap iritasi dan cukup umum terjadi.

Ada dua jenis konjungtivitis alergi yang bisa terjadi, yakni konjungtivitis alergi akut dan kronis. Konjungtivitis alergi akut adalah kondisi yang paling umum.

Gejalanya kelopak mata tiba-tiba terasa gatal dan perih seperti terbakar. Namun, terkadang diikuti dengan hidung berair seperti saat Anda akan pilek. Reaksi alergi ini terjadi hanya sebentar.

Sementara itu, konjungtivitis kronis lebih jarang terjadi.

Alergi jenis ini bisa terjadi sepanjang tahun terus-terusan. Alergi kronis merupakan respons tubuh terhadap alergen seperti makanan, debu, bulu binatang.

Kondisi ini yang menjadi penyebab mata terasa seperti terbakar dan gatal terus menerus.

Ketika masuk dalam tubuh, pemicu tersebut langsung dilawan sistem imun.

Sistem imun mengeluarkan histamin, zat kimia yang bertugas melawan zat asing. Alhasil, salah satu efeknya di mata menjadi gatal.

2. Mata kering

vitamin untuk mata kering

Mata kering adalah kondisi saat mata tidak memproduksi cukup air mata.

Jika mata tidak cukup menghasilkan air mata, ini akan sangat mengganggu penglihatan, mata terasa perih, merah, gatal dan seperti ada yang mengganjal.

Anda perlu mengatasi mata kering ini jika ingin menghilangkan mata yang gatal. Sebenarnya mata kering ini bukan hanya karena sedikitnya jumlah air mata yang diproduksi.

Mata kering bisa juga terjadi karena kualitas air mata yang dihasilkan kurang baik.

Seharusnya komponen campuran dalam air mata yaitu air, minyak, dan mukus (lendir) yang seimbang.

Namun, karena ada masalah di kelenjar penghasil minyak sehingga kualitas air mata yang dihasilkan berbeda.

Beberapa obat juga bisa memicu terjadinya mata kering, yang lama-lama bisa membuat kondisi Anda semakin parah.

Dari kebiasaan juga bisa membuat mata jadi kering, contohnya kebiasaan merokok. Kebiasaan ini bukan hanya berdampak pada sistem pernapasan, tetapi juga pada mata.

Mata kering yang semakin sakit, memerah, dan tidak kunjung sembuh sebaiknya segera dibawa ke dokter.

3. Infeksi mata

sakit mata menular

Karena mata termasuk organ tubuh manusia yang sensitif, hal tersebut menyebabkan mata lebih rentan terkena infeksi. Infeksi pada mata bisa disebabkan oleh virus, bakteri, maupun jamur.

Beberapa jenis infeksi mata yang umum terjadi adalah konjungtivitis dan uveitis. Berbeda dengan konjungtivitis alergi, konjungtivitis biasa disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Sementara itu, uveitis adalah peradangan pada uvea mata yang juga dipicu oleh infeksi.

Infeksi mata dapat menimbulkan gejala-gejala seperti mata merah, gatal, sensitif terhadap cahaya, serta penglihatan buram.

Kondisi ini harus segera ditangani karena berisiko menimbulkan gangguan mata yang lebih parah, seperti luka pada retina, katarak, atau kehilangan penglihatan permanen.

4. Peradangan kelopak mata (blefaritis)

blefaritis

Blefaritis adalah kondisi meradangnya kelopak mata. Peradangan kelopak mata ini bisa terjadi ketika kelenjar minyak kecil yang ada di dasar bulu mata tersumbat.

Kondisi ini membuat mata jadi mudah teriritasi dan kelopak mata membengkak.

Gejala yang akan muncul pada kondisi ini adalah mata gatal, mulai dari area kelopak mata dan mata secara keseluruhan, mata beair, mata memerah, dan mata jadi sensitif terhadap cahaya silau.

5. Penggunaan lensa kontak

tidur memakai lensa kontak

Menggunakan lensa kontak juga bisa jadi penyebab mata gatal yang yang menyiksa.

Jika Anda menggunakan lensa kontak terlalu lama atau terlalu jarang mengganti lensa tersebut, nantinya akan menimbulkan rasa gatal.

Beberapa orang juga ada yang merasa alergi terhadap cairan lensa kontak sehingga Anda harus memahami kandungan mana saja yang aman untuk mata Anda dan yang berbahaya.

6. Terlalu lama menatap layar gadget

kacamata anti radiasi komputer

Kebiasaan terlalu lama melihat layar gawai elektronik, seperti telepon seluler, tablet, komputer, laptop, atau TV ternyata dapat berpengaruh pada kesehatan mata.

Ketika Anda berfokus pada layar gadget dalam waktu lama, Anda cenderung berkedip lebih jarang dari biasanya. Hal tersebut menyebabkan mata Anda lebih cepat lelah, kering, dan teriritasi.

Akibatnya, rasa gatal pada mata pun tidak dapat dihindari.

Bagaimana cara mengatasi mata gatal?

Untungnya, mata gatal adalah kondisi yang mudah untuk diatasi.

Sebagian besar kasus mata gatal tergolong ringan, sehingga Anda bisa mengatasinya dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan obat-obatan hingga mengikuti tips-tips sederhana yang bisa dicoba di rumah.

Berikut adalah beberapa cara mengobati rasa gatal pada mata.

1. Gunakan obat-obatan

Obat untuk mengatasi mata gatal biasanya tergantung dari apa penyebabnya.

Jika kondisi Anda dipicu oleh alergi, Anda bisa menggunakan obat minum dan obat tetes mata yang mengandung antihistamin.

Selain itu, menurut situs American Academy of Ophthalmology, Anda juga bisa menggunakan obat dekongestan untuk mengurangi kemerahan pada mata.

Ada pula obat yang menggabungkan dekongestan dan antihistamin dalam satu produk.

Lain halnya jika kondisi Anda disebabkan oleh infeksi. Dokter mungkin akan meresepkan pemakaian obat tetes yang mengandung antibiotik.

Namun, pastikan Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan obat-obatan tersebut untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.

2. Pakai kompres hangat atau dingin

Tersiksa karena rasa gatal tak kunjung hilang?

Anda bisa menempelkan kompres hangat di bagian mata yang gatal guna mengalihkan rasa gatal, terutama jika gatal yang Anda alami disebabkan oleh bintitan alias stye.

Namun, apabila rasa gatal disebabkan oleh konjungtivitis, cara lain untuk mengobatinya yaitu dengan kompres dingin.

Langkah ini biasanya ditempuh ketika gejala-gejala yang Anda alami disertai mata merah.

3. Selalu menjaga kebersihan mata

Coba ingat-ingat kembali, apakah Anda meluangkan waktu untuk rutin membersihkan dan menjaga kesehatan mata? Jika tidak, mulailah terapkan hal ini dari sekarang.

Pasalnya, bahan kimia, debu, polusi, kotoran, serta riasan pada mata yang menumpuk bisa membuat mata terasa gatal.

Itu sebabnya, menjaga mata tetap bersih akan membantu meredakan gejala-gejala yang mengganggu. Pertama, hapus riasan mata terlebih dahulu bila Anda menggunakannya.

Selanjutnya, basuh mata dengan air lalu lap hingga kering. Lanjutkan dengan meneteskan tetes mata yang bisa menghilangkan kotoran pada mata dan membuatnya tetap segar.

Jangan lupa untuk melepaskan kontak lensa yang sudah Anda digunakan seharian sebelum Anda tidur.

4. Hindari penyebab alergi

Langkah paling mudah untuk mengatasi mata gatal, terutama jika dipicu oleh alergi, tentunya dengan menghindari sumber alergennya.

Jika alergi mata disebabkan oleh debu, pastikan Anda rutin membersihkan setiap sudut rumah Anda.

Jangan lupa untuk rutin mengganti seprai dan membersihkan tempat tidur Anda, karena dapat menjadi sarang berkumpulnya kotoran dan debu penyebab alergi.

5. Terapkan aturan 20-20-20

Mata yang terlalu lelah akibat terlalu lama di depan komputer bisa memicu rasa gatal. Oleh karena itu, Anda perlu mencegah kondisi ini dengan mengikuti aturan 20-20-20 untuk mengurangi risiko kelelahan pada mata.

Aturan 20-20-20 artinya setiap 20 menit menatap komputer atau layar gawai, Anda harus memalingkan muka dari layar dan melihat objek lain yang berjarak 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Cara ini akan membuat mata menjadi jauh lebih rileks.

6. Gunakan humidifier

Selain dengan memakai obat-obatan dan menerapkan kebersihan mata, penggunaan humidifier dapat membantu menambahkan kelembapan udara.

Lambat laun, rasa gatal pun berangsur-angsur akan berkurang karena mata Anda tak lagi terpapar udara yang terlalu kering.

Humidifier bisa dipakai kapan pun, terlebih saat cuaca sedang dingin dan kering di mana kelembapan udara menurun.

Jika tips-tips di atas tidak bekerja secara efektif dan kondisi mata gatal Anda sudah sangat mengganggu aktivitas Anda, jangan tunda waktu untuk menjalani pemeriksaan mata ke dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Turbert, D. (2019). What Are Eye Allergies – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 23, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/allergies 

Turbert, D. (2019). Eye Allergy Diagnosis and Treatment – American Academy of Ophthalmology. Retrieved September 23, 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/allergies-diagnosis 

Eye Allergy – American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology. (n.d.). Retrieved September 23, 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/allergies/eye-allergy 

Eye Infections – Johns Hopkins Medicine. (n.d.). Retrieved September 23, 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/wilmer/conditions/infections.html 

Dry eyes – Mayo Clinic. (2019). Retrieved September 23, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dry-eyes/symptoms-causes/syc-20371863 

Seasonal allergies: Nip them in the bud – Mayo Clinic. (2020). Retrieved September 23, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hay-fever/in-depth/seasonal-allergies/art-20048343 

Uveitis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved September 23, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uveitis/symptoms-causes/syc-20378734#:~:text=Uveitis%20is%20a%20form%20of,redness%2C%20pain%20and%20blurred%20vision

Pink eye (conjunctivitis) – Mayo Clinic. (2019). Retrieved September 23, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pink-eye/symptoms-causes/syc-20376355#:~:text=Pink%20eye%20(conjunctivitis)%20is%20an,to%20appear%20reddish%20or%20pink

Blepharitis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved September 23, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blepharitis/symptoms-causes/syc-20370141 

Itchy eyes – Health Direct. (2018). Retrieved September 23, 2020, from https://www.healthdirect.gov.au/itchy-eyes 

Eye burning – itching and discharge – MedlinePlus. (2019). Retrieved September 23, 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003034.htm 

Itchy, Red Eyes? How to Tell If It’s Allergy or Infection – Cleveland Clinic. (2016). Retrieved September 23, 2020, from https://health.clevelandclinic.org/itchy-red-eyes-how-to-tell-if-its-allergy-or-infection/ 

Is Screen Time Really Bad for Our Eyes? – UPMC. (2020). Retrieved September 23, 2020, from https://www.susquehannahealth.org/in-the-community/blog/is-screen-time-really-bad-for-our-eyes#:~:text=Potential%20effects%20of%20screen%20time,can%20become%20dry%20and%20irritated.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 03/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x