Begini Cara Kerokan yang Benar dan Aman

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Istilah “pengobatan” kerokan mungkin cuma ada di Indonesia. Cara ini adalah sebuah solusi yang katanya ampuh mengatasi “masuk angin”. Ketika badan kita dikerok (biasanya dari leher ke pinggang) akan ada warna merah yang terlihat sebagai tanda kalau “anginnya keluar”.

Dilansir Kompas.com, makin pekat warna merahnya, tandanya angin yang masuk ke dalam tubuh itu jumlahnya banyak. Sayangnya menurut dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, warna merah yang timbul adalah tanda pembuluh darah halus (kapiler) di bawah permukaan kulit yang pecah akibat kerokan. Maka itulah terlihat jejak merah di tempat yang dikerok.

Sayangnya sampai saat ini, banyak kalangan dari dunia pendidikan medis tidak meyakini bahwa kerokan itu mujarab bagi kesehatan.

“Di negara-negara barat, kerokan sama sekali tidak dikenal,” tutur Saptawati.

Namun, menurut Mulyadi, dokter dari Klinik Medizone, secara medis, kerokan adalah salah satu metode memperlebar pembuluh darah tepi yang menutup (vasokonstriksi) menjadi lebih lebar.

“Ini tidak berbahaya, asal tidak menjadi kebutuhan primer. Jika terus-terusan kerokan, pembuluh darah kecil dan halus yang akan pecah jadi banyak,” kata Mulyadi.

Masih menurut Mulyadi, kerokan membuat penderita masuk angin merasa nyaman karena tubuh melepas hormon endofin dalam taraf normal. Secara ilmiah, menurutnya, kerokan terbukti mampu mengobati gejala masuk angin atau sindroma angin yang memiliki gejala nyeri otot atau mialga.

“Prinsip kerokan tidak jauh beda dengan akunpunktur yang menancapkan jarum ke dalam tubuh. Prinsip kerokan adalah meningkatkan temperatur dan energi pada tubuh yang dikerok. Peningkatan energi ini dilakukan melalui perangsangan kulit tubuh bagian luar,” paparnya.

Teknik kerokan yang benar

Masih berdasarkan laporan Kompas.com, bila kerokan diterapkan dengan benar, tubuh akan terasa segar dan fit setelah kerokan.

“Kerokan itu masih digunakan sampai sekarang, karena mau tidak mau ada beberapa penyakit ringan yang memang bisa disembuhkan hanya dengan pengobatan tradisional,” tutur Mien Rogi, Treatment Developer Martha Tilaar Day Spa.

Akan tetapi, menurutnya kerokan tidak bisa dilakukan sembarangan. Harus dengan benar, ada cara, dan tekniknya sendiri. Tentu saja Anda bisa meminta teman, ibu, bapak, kakak, adik, tukang pijat, atau bahkan pasangan Anda untuk membantu Anda kerokan. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Siapkan koin atau uang logam yang ujungnya tidak tajam, seperti uang koin Rp1.000,-.
  2. Gunakan minyak zaitun sebagai dasar untuk pengerokan di tubuh.
  3. Lakukan kerokan di samping tulang, tepatnya di sendi-sendi dekat tulang. Tidak dianjurkan mengerok tepat di atas tulang.
  4. Lakukan kerokan dari atas ke bawah.
  5. Jangan pernah mengerok bagian tulang punggung, karena bisa membahayakan kesehatan Anda.
  6. Setelah selesai kerokan, usapkan bagian punggung dengan minyak angin agar badan lebih hangat.
  7. Mandi esok harinya setelah suhu badan kembali normal, jangan langsung mandi setelah kerokan.

Bila Anda merasa lebih baik setelah kerokan, berarti Anda sudah kerokan dengan benar. Akan tetapi, kalau kondisi Anda memburuk atau Anda masih sakit, ada baiknya Anda periksakan diri ke dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Lemas habis makan mungkin masih wajar. Tapi kalau Anda gemetaran atau berkeringat, bisa jadi tanda gula darah turun. Hal ini disebut hipoglikemia reaktif.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Penyakit Diabetes, Gula Darah Normal 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Cacingan, toksoplasmosis, dan malaria adalah contoh penyakit infeksi parasit yang cukup umum di Indonesia. Bagaimana cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gatal setelah mandi

Gatal Setelah Mandi? Beberapa Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 28 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tremor bisa sembuh

Apakah Tremor Bisa Disembuhkan? Apa Saja Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit kaki pada lansia

7 Masalah Pada Kaki yang Umum Terjadi Seiring Bertambahnya Usia

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
berhenti makan junk food

7 Trik Jitu Agar Tak Mudah Tergoda Makan Junk Food

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit