Tak Perlu Panik, Lakukan Langkah Pertolongan Pertama Ini Saat Stroke Menyerang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Stroke menyerang secara tiba-tiba dengan cepat. Dalam seketika stroke dapat mematikan sel-sel otak sehingga tidak lagi berfungsi. Pertolongan pertama stroke diperlukan guna  meminimalkan kerusakan otak dan komplikasi potensial, sekalipun gejalanya telah mereda. Menyegerakan penanganan darurat juga dapat meningkatkan peluang hidup penderita stroke.

Langkah pertolongan pertama stroke

Serangan stroke dapat terjadi kapanpun dan pada siapapun. Penyakiy ini terjadi akibat berkurangnya pasokan darah yang mengalir ke otak.

Orang yang mengalami serangan stroke biasanya akan kesulitan untuk mencari pertolongan. Oleh sebab itu, penting bagi keluarga dan orang-orang terdekat untuk lebih peka, siaga, dan bertindak cepat dalam melakukan portolongan pertama stroke.

1. Memperhatikan kondisi penderita

Serangan stroke dapat menyebabkan seseorang kehilangan keseimbangan atau kesadaran hingga jatuh. Penanganan darurat pada orang yang telah kehilangan kesadaran tentunya berbeda. Oleh karena itu, dalam pertolongan pertama stroke pastikan terlebih dahulu apakah penderita berada dalam kondisi sadar atau tidak.

Pada orang yang hilang kesadaran, Anda perlu memeriksa detak jantung dan pernapasannya. Jika tidak terdapat suara napas dan detak jantung pun tidak terasa, Anda perlu memberikan CPR (cardiopulmonary resuscitation) dan segera menghubungi nomor pertolongan darurat di 112 atau ambulan. Pastikan Anda melakukannya dalam keadaan tenang.

2. Memastikan stroke dengan FAST

Ketika penderita masih dalam keadaan sadar, bagaimana Anda mengetahui seseorang terserang stroke? Akan sulit untuk mendeteksi stroke ketika gejala yang nampak tidak terlalu spesifik, seperti mengalami kebingungan, disorientasi, atau sakit kepala.

Banyak tanda stroke yang mirip dengan tanda neurologis darurat lainnya. Beberapa kondisi yang kerap disalahartikan seperti stroke di antaranya kejang-kejang, tumor otak, penggunaan obat, efek samping obat, serangan jantung, detak jantung tidak teratur, dan tekanan darah yang sangat rendah.

Pun demikian, kondisi medis yang bisa disalahartikan sebagai stroke ini juga memerlukan perawatan darurat. Tidak ada gunanya bagi Anda untuk mencoba mengidentifikasi apakah itu stroke atau kondisi darurat kesehatan lainnya sebelum Anda menghubungi tenaga medis.

Maka dari itu, penting untuk segera mendapatkan pertolongan pertama stroke.

Untuk memastikan apakah seseorang benar-benar terserang stroke atau tidak, Anda harus bisa melakukan empat langkah pendeteksian stroke lewat FAST, yang merupakan kepanjangan dari:

  • Face: Periksa apakan wajahnya bisa digerakan dengan normal, mengalami rasa kebas, atau salah satu sisi wajahnya menurun.
  • Arms: Cobalah meminta orang tersebut untuk mengangkat kedua tangannya. Periksa apakah salah satu tangan terangkat lebih rendah dari yang lain.
  • Speech: Ajaklah orang tersebut berkomunikasi, ajukan pertanyaan dan perhatikan cara ia berbicara dan seperti apa reaksinya. Orang yang terserang stroke sulit mengucapkan kata dengan jelas dan kesulitan memahami maksud yang dibicarakan orang lain.
  • Time: Ketika setiap langkah pemeriksaan menujukkan tanda stroke maka segerakan mencari pertolongan medis darurat.

2. Mengenali gejala stroke

Akan tetapi, pertolongan pertama stroke tidak bisa dilakukan tanpa mengenali terlebih dahulu seperti apa gejala stroke. Gejala stroke terutama yang terjadi dalam waktu sementara, seperti stroke ringan, kerap luput dari perhatian orang-orang di sekitar.

Sering orang yang mengalami pusing, mati rasa, kesemutan, lemas, atau perubahan pada penglihatan mencoba mengabaikan atau menundanya karena tidak merasa sakit, padahal nyeri bukan sifat utama dari stroke.

Gejala stroke bisa termasuk salah satu atau kombinasi dari melemahnya pergerakan salah satu sisi tubuh, penglihatan yang berubah kabur, atau kesulitan berbicara dengan jelas. Beberapa gejala yang secara umum di alami oleh penderita stroke di antaranya adalah:

  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi anggota gerak
  • Salah satu sisi tubuh mengalami pelemahan atau kelumpuhan
  • Mengalami rasa kebas pada bagian wajah, tangan, dan kaki juga merupakan beberapa gejala stroke.
  • Kesulitan untuk menggerakan wajah, tangan, dan kaki
  • Kesulitan berbicara sehingga ucapan menjadi tidak jelas
  • Mengalami sakit kepala yang berlebihan
  • Kebingungan atau kesulitan memahami perkataan orang lain
  • Mengalami gangguan penglihatan seperti rabun, penglihatan ganda, atau kebutaan pada salah satu atau kedua mata
  • Kesulitan menelan makanan

4. Menghubungi nomor darurat atau ambulan

Ketika berhasil mengidentifikasi serangan stroke yang terjadi pada diri sendiri atau orang lain, Anda sebaiknya segera mencari bantuan medis dengan menghubungi nomor darurat.

Membawa pasien stroke langsung ke rumah sakit memang sangat dianjurkan dalam pertolongan pertama stroke. Akan tetapi kalau dilakukan secara mandiri tanpa bantuan petugas medis, justru Anda bisa membahayakan kesehatan pasien stroke.

Pasalnya, membawa pasien stroke langsung ke rumah sakit tanpa bantuan petugas medis dapat meningkatkan risiko cacat dan kematian pada pasien. Penanganan stroke yang paling tepat justru dengan menelepon ambulans sesegera mungkin.

Hal ini juga berlaku sekalipun gejala stroke menghilang dengan sendirinya seperti yang terjadi pada stroke ringan. Konsekuensi dari stroke sangat signifikan sehingga lebih baik bagi Anda untuk berhati-hati dan meminta bantuan medis segera daripada mengabaikannya.

5. Memperoleh perawatan dan pengobatan

Umumnya, tanda vital seperti denyut nadi dan napas akan segera diperiksa begitu bantuan medis tiba.

Banyak pasien stroke tidak dapat mendeskripsikan gejala yang mereka alami. Oleh karena itu, seseorang yang mengetahui perubahan gejala bisa menjelaskan informasi tersebut ke tenaga medis. Informasi atau laporan medis apapun yang menyangkut kondisi kesehatan dan obat-obatan juga akan sangat membantu.

Selain itu, informasi ini akan sangat berguna bagi dokter dalam menentukan pengobatan stroke yang ketika pasien sampai di rumah sakit. Kerusakan pada sel-sel otak dapat terjadi dalam waktu yang cepat.

Berdasarkan American Heart Association, pengobatan dalam pertolongan pertama stroke perlu diberikan dalam waktu kurang dari 4,5 jam setelah serangan stroke berlangsung. Jika kondisi pasien sangat parah, tindakan yang dilakukan dokter bisa meliputi operasi pengangkatan gumpalan darah yang dilakukan dalam 24 jam gejala stroke berlangsung.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca