Kenapa Diabetes Sering Menyebabkan Gagal Ginjal?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/07/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Penyebab gagal ginjal sebenarnya cukup bervariasi. Namun, kebanyakan kasus gagal ginjal menunjukkan penyakit ini disebabkan oleh masalah kesehatan tertentu dan menjalani pola hidup yang tidak sehat. Lantas, apa saja yang menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal?

Penyebab umum gagal ginjal

Penyakit gagal ginjal tidak terjadi tiba-tiba, melainkan hasil dari fungsi ginjal yang menurun secara bertahap. Bahkan, beberapa orang tidak menyadari tengah mengalami penyakit ginjal karena tidak menunjukkan gejala yang spesifik. Hal ini dikarenakan kebanyakan gejala muncul setelah penyakit sudah semakin parah.

Oleh sebab itu, mengenali apa saja yang menjadi penyebab gagal ginjal ternyata penting untuk membantu Anda menghindari penyakit ini.

1. Diabetes

manfaat cek gula untuk neuropati diabetesi saat puasa

Diabetes adalah salah satu penyebab utama penyakit gagal ginjal. Hal ini dikarenakan ketika seseorang mengalami diabetes, pembuluh darah kecil dalam tubuh akan terluka. Jika pembuluh darah di ginjal terluka, organ ini tidak mampu membersihkan darah dengan benar.

Tubuh mungkin akan mempertahankan lebih banyak air dan garam dari yang seharusnya. Akibatnya, kenaikan berat badan dan pembengkakan pada lengan dan kaki pun terjadi. Pembuluh darah yang rusak juga dapat mengakibatkan adanya protein dalam urine dan penumpukan limbah dalam darah.

Penyakit diabetes juga bisa menimbulkan kerusakan saraf di dalam tubuh. Kondisi ini akhirnya membuat tubuh kesulitan mengosongkan kandung kemih. Tekanan yang dihasilkan dari kandung kemih yang penuh kemudian dapat melukai ginjal dan berisiko mengembangkan infeksi.

2. Hipertensi

penyebab hipertensi

Selain diabetes, hipertensi juga disebut sebagai penyakit yang menjadi penyebab gagal ginjal. Ginjal yang bekerja dengan baik akan memakai pembuluh darah untuk membersihkan darah dari limbah, racun, dan kelebihan cairan. Apabila seseorang mengalami tekanan darah tinggi, artinya ada tekanan yang diberikan secara konsisten pada dinding arteri di seluruh tubuh.

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, hipertensi dapat mempersempit pembuluh darah. Kondisi ini akhirnya merusak dan melemahkan pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk ginjal. Akibatnya, aliran darah menuju ginjal pun berkurang.

Jika hal ini terjadi, ginjal tidak dapat menyaring limbah dan cairan berlebih dari tubuh. Penumpukan yang terjadi dalam pembuluh darah juga dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan lebih banyak kerusakan yang berujung pada gagal ginjal.

Pada umumnya, penyakit gagal ginjal yang disebabkan oleh hipertensi mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Maka dari itu, ketika Anda didiagnosis menderita penyakit ginjal, kenali hal-hal yang perlu dilakukan untuk merawat kesehatan ginjal yang rusak.

3. Kerusakan ginjal akibat obat dan infeksi

obat radang sendi terbaru

Bagi Anda yang tidak memiliki penyakit diabetes maupun hipertensi mungkin bertanya-tanya dari mana asalnya gagal ginjal yang mereka alami. Faktanya, penyebab gagal ginjal bisa terjadi akibat infeksi dari obat dan racun yang merusak ginjal.

Kebanyakan orang memang tidak memiliki penyakit ginjal karena minum obat. Namun, tidak sedikit dari mereka yang menderita masalah kesehatan jangka panjang dan serius berisiko terkena gagal ginjal akibat obat-obatan. Hal ini dapat terjadi, baik secara langsung maupun tidak langsung karena dehidrasi, suhu tubuh meningkat drastis, dan kerusakan otot.

Berikut ini ada beberapa jenis obat yang berpotensi merusak ginjal dan membuat seseorang mengalami cedera ginjal akut.

  • Antibiotik, seperti gentamisin dan streptomisin
  • Obat penghilang rasa sakit, seperti naproxen dan ibuprofen
  • Obat pengendali tekanan darah, seperti ACE inhibitors
  • Paparan pewarna yang digunakan pada tes X-ray tertentu

4. Penyakit genetik

Sejauh ini telah diketahui lebih dari 60 penyakit genetik dapat memengaruhi kesehatan ginjal, baik secara langsung atau tidak langsung. Salah satunya adalah penyakit ginjal polikistik (PKD) yang juga bisa menjadi penyebab seseorang terkena gagal ginjal.

Penyakit ginjal polikistik adalah gangguan genetik yang ditandai dengan adanya kista (tumor jinak) dalam ginjal. Kista dalam ginjal dapat menyebabkan ginjal membesar dan kehilangan fungsinya secara bertahap. Apabila tidak ditangani sedini mungkin, PKD dapat berkembang menjadi gagal ginjal permanen dan memengaruhi organ hati.

5. Masalah pada saluran kemih

bahaya isk

Salah satu masalah pada saluran kemih yang menjadi penyebab gagal ginjal adalah infeksi pada saluran kemih. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah kondisi ketika bakteri atau kuman masuk ke saluran kemih dan berkembang biak. Bakteri tersebut dapat menyebabkan kemerahan, bengkak dan nyeri.

Jika tidak segera diobati, bakteri dapat menjalar hingga ke ginjal dan menimbulkan infeksi yang lebih serius. Namun, kasus gagal ginjal akibat ISK cukup jarang terjadi karena dapat diobati dengan baik.

Walaupun demikian, infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh pembesaran prostat pada pria atau batu ginjal dapat merusak fungsi ginjal ketika terlambat diobati. ISK pada anak kecil yang mengalami demam tinggi terkadang dapat menyebabkan penyakit ginjal jika tidak segera diobati.

6. Refluks nefropati

Refluks nefropati merupakan penyakit yang disebabkan oleh zat yang telah melewati proses penyaringan di ginjal dan keluar bersama urine, kembali masuk ke ginjal. Kondisi ini dapat terjadi akibat kandung kemih yang mengalami masalah, sehingga katup yang seharusnya menuju ureter tidak berfungsi.

Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit ini bisa menjadi penyebab gagal ginjal secara perlahan. Kelainan pada kandung kemih ini juga sering menjadi salah satu kondisi bawaan sejak lahir dan kerap terjadi pada anak-anak.

6. Rabdomiolisis yang tidak diobati

olahraga gym covid-19

Tahukah Anda bahwa ternyata berolahraga terlalu berat bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami gagal ginjal? Faktanya, olahraga dengan intensitas tinggi berisiko membuat otot rangka pecah. Akibatnya, komponen otot masuk ke dalam aliran darah dan kondis ini disebut sebagai rabdiomiolisis.

Rabdomiolisis terjadi ketika otot sudah sangat lelah bekerja, sehingga menyebabkan jaringan di dalamnya mulah menghancurkan diri. Hal ini ternyata bisa membuat enzim mioglobin dan produk pada serat otot ikut terlepas ke dalam aliran darah. Komponen yang terlepas ini kemudian menyebabkan komplikasi hingga menyebabkan gagal ginjal akut.

Masalah gagal ginjal yang disebabkan rabdiomiolosis biasanya ditandai dengan perubahan warna urine menjadi cokelat atau hitam. Perubahan warna urine tersebut terjadi akibat komponen otot yang tercampur dalam darah.

7. Lupus nefritis

Lupus adalah penyakit autoimun yang dapat berdampak pada hampir semua bagian tubuh, termasuk ginjal. Sementara itu, lupus nefritis adalah istilah yang digunakan saat lupus menyebabkan peradangan pada ginjal. Akibatnya, ginjal tidak dapat bekerja menyaring limbah dari darah dan mengendalikan jumlah cairan di tubuh Anda.

Peradangan yang terjadi pada nefron, yaitu bagian ginjal yang bertugas menyaring darah, adalah sebab mengapa filtrasi ginjal tidak berfungsi. Penumpukan kadar limbah yang berlebihan pun akhirnya menimbulkan pembengkakan.

Apabila tidak segera diatasi, kondisi ini bisa berakhir pada jaringan parut dan kerusakan permanen pada ginjal yang meningkatkan risiko penyakit ginjal stadium akhir. Pasien gagal ginjal stadium akhir memerlukan perawatan dialisis atau transplantasi ginjal untuk bertahan hidup.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Pneumonia dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mengancam jiwa. Meskipun begitu, pneumonia merupakan kondisi yang bisa dirawat hingga sembuh.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Pneumonia 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
perawatan setelah transplantasi ginjal

Perawatan untuk Pasien Setelah Menjalani Transplantasi Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 6 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit