Pilihan Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Menjadi penyakit yang bisa dialami oleh siapa saja, sakit kepala tentunya juga bisa dialami oleh ibu menyusui. Apabila tidak tahan dengan rasa sakitnya, penting untuk mengetahui obat sakit kepala untuk ibu menyusui yang aman. Hal ini karena tidak semua obat yang digunakan boleh dikonsumsi saat menyusui.

Pasalnya, beberapa obat tertentu kemungkinan memiliki risiko efek samping untuk bayi. Lalu, apa saja obat yang boleh digunakan oleh para ibu menyusui saat sakit kepala melanda? Temukan jawabannya di dalam penjelasan berikut ini.

Jenis-jenis obat sakit kepala untuk ibu menyusui

Anda harus berhati-hati memilih obat untuk ibu menyusui yang tepat dan aman untuk dikonsumsi. Berikut adalah beberapa jenis obat yang bisa Anda pilih demi meredakan rasa sakit di kepala.

1. Acetaminophen

Salah satu pilihan obat sakit kepala untuk ibu menyusui yang aman adalah acetaminophen. Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan sakit kepala yang masih tergolong ringan hingga sedang. Obat ini termasuk ke dalam kelas obat analgesik, yaitu obat-obatan yang digunakan untuk meredakan rasa sakit.

Obat ini bekerja dengan mengubah cara tubuh menerima rasa sakit. Selain berfungsi sebagai obat sakit kepala untuk ibu menyusui, obat ini juga dapat membantu mengatasi otot yang terasa sakit, rasa sakit yang disebabkan oleh menstruasi, flu, sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit punggung, hingga untuk menurunkan suhu tubuh saat demam.

Dalam mengatasi sakit kepala, acetaminophen bekerja dengan cara berinteraksi dengan prostaglandin, yaitu hormon yang menyebabkan peradangan rasa sakit di dalam tubuh. Obat ini juga dipercaya bisa bekerja lebih efektif dibanding ibuprofen dalam mengatasi rasa sakit.

Obat sakit kepala yang satu ini tergolong aman untuk digunakan oleh ibu menyusui. Pasalnya, obat ini biasanya diberikan kepada bayi untuk mengatasi demam dan meredakan rasa sakit yang dialami. Obat ini memiliki berbagai sediaan, yaitu tablet, kapsul, kapsul gel, supositoria, obat cair, dan tablet yang bisa dikunyah.

Biasanya, dosis yang direkomendasikan untuk dewasa adalah 325 mg kapsul yang digunakan setiap enam jam sekali. Tetapi, jangan menggunakan obat ini lebih dari 10 tablet dalam kurun waktu 24 jam. Dosis maksimum acetaminophen yang boleh digunakan adalah 4000 miligram (mg).

Meski begitu, Anda juga harus berhati-hati dalam menggunakan acetaminophen untuk mengobati sakit kepala saat menyusui. Pasalnya, obat ini kemungkinan bisa menimbulkan rebound headache atau sakit kepala akibat terlalu banyak mengonsumsi obat pereda rasa sakit.

2. Ibuprofen

Obat lain yang bisa dimanfaatkan sebagai obat untuk ibu menyusui adalah ibuprofen. Obat ini termasuk ke dalam kelas non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). Obat-obatan ini sebenarnya digunakan untuk mengatasi gangguan muskuloskeletal, salah satunya meredakan gejala nyeri atau sakit.

Dalam mengatasi rasa sakit kepala, obat ini bekerja dengan cara menghentikan tubuh memproduksi zat alami yang dapat menyebabkan rasa sakit, peradangan, hingga demam. Obat ini biasanya digunakan untuk meredakan rasa sakit kepala yang tergolong ringan hingga sedang.

Selain meredakan rasa sakit, obat ini bisa juga digunakan untuk mengatasi flu, sakit gigi, sakit punggung, otot terasa sakit, perut sakit akibat menstruasi, hingga arthritis. Obat ini juga bisa diresepkan untuk meredakan pembengkakan atau kekakuan sendi yang termasuk gejala dari osteoarthritis.

Obat sakit kepala ini dianggap aman untuk mengatasi rasa sakit yang dialami oleh ibu menyusui. Bahkan, obat ini disebut-sebut pilihan obat terbaik untuk ibu menyusui. Pasalnya, meski obat ini bisa masuk ke dalam Air Susu Ibu (ASI), jumlahnya tidak terlalu banyak dan justru tergolong sedikit sehingga hampir tidak bisa terdeteksi.

Selain itu, ibuprofen tidak akan memberi pengaruh buruk untuk bayi Anda jika tidak sengaja terkonsumsi, sebab obat ini juga bisa diberikan untuk mengatasi demam pada bayi. Ditambah lagi, obat ini tidak memiliki efek samping yang dapat membuat Anda dan bayi mengantuk.

Dosis yang direkomendasikan dari obat ini adalah 200-400 miligram (mg) setiap empat hingga enam jam sekali. Meski begitu, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

3. Naproxen

Selain dua obat sakit kepala ibu menyusui yang telah disebutkan sebelumnya, naproxen adalah alternatif lain yang bisa digunakan untuk membantu meredakan sakit kepala pada saat menyusui. Sama halnya dengan ibuprofen, naproxen termasuk ke dalam golongan obat  non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs).

Obat ini juga bekerja dengan cara menghentikan produksi zat alami dalam tubuh yang bisa menyebabkan rasa sakit, peradangan, dan demam. Selain dapat digunakan sebagai obat sakit kepala untuk ibu menyusui, Anda juga bisa menggunakan obat ini untuk meredakan demam, peradangan di sekujur tubuh, mengatasi otot yang terasa sakit, hingga mengobati rasa sakit.

Obat ini tergolong aman digunakan karena obat ini hanya masuk ke dalam Air Susu Ibu (ASI) dalam jumlah sedikit. Sehingga, kemungkinan obat ini dikonsumsi oleh bayi amatlah kecil.

Namun, perlu diingat jika obat ini hanya boleh digunakan dalam kondisi tertentu dan dalam jangka waktu singkat.

Mengapa demikian? Sebab naproxen memiliki risiko efek samping pada bayi jika digunakan secara rutin oleh ibu yang sedang menyusui. Oleh karenanya, obat ini tidak sebaiknya digunakan sebagai pilihan utama jika hendak mengatasi rasa sakit di kepala.

Selain itu, pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter dan mencari tahu apa manfaat dan risiko dari penggunaan obat ini untuk Anda.

4. Sumatriptan

Sumatriptan merupakan obat dengan resep yang telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati sakit kepala jenis migrain baik dengan aura atau tidak. Migrain menyebabkan pembuluh darah yang ada di otak mengembang.

Hal ini menyebabkan adanya pelepasan bahan kimia di otak yang dapat menyebabkan peradangan. Maka dari itu, obat sakit kepala untuk ibu menyusui ini mampu bekerja untuk mengembalikan pembuluh darah kembali ke ukuran normal serta mencegah terjadinya peradangan.

Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah satu tablet (25 mg, 50 mg, atau 100 mg) dan dikonsumsi ketika migrain datang.

Berkonsultasi ke dokter sebelum memilih obat sakit kepala untuk ibu menyusui

Meski obat-obatan yang disebutkan di atas tergolong aman dan baik untuk meredakan sakit di kepala bagi ibu menyusui, namun akan lebih baik jika Anda berkonsultasi ke dokter. Hal ini disebabkan, kondisi masing-masing dari ibu menyusui berbeda-beda. Kondisi seorang ibu menyusui belum tentu sama dengan ibu lainnya.

Saat berkonsultasi ke dokter, beri tahu segala riwayat kondisi kesehatan serta masalah kesehatan yang Anda alami saat ini. Hal ini akan memudahkan dokter untuk menentukan obat sakit kepala yang tepat untuk Anda.

Selain itu, lebih baik Anda juga mengetahui potensi risiko dan manfaat dari masing-masing obat untuk memutuskan mana obat pereda rasa sakit kepala yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 22, 2019 | Terakhir Diedit: Februari 27, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca