Mengenal Sakit Kepala Tegang dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Anda tentu pernah merasakan sakit kepala yang memberikan sensasi seperti kepala sedang ditekan atau diikat erat-erat dengan pengikat kepala, sehingga kepala rasanya tegang. Rasa sakit ini disebut dengan sakit kepala tegang. Tapi, apa sih sebenarnya sakit kepala ini? Simak penjelasan berikut.

Apa yang dimaksud dengan sakit kepala tegang?

Sakit kepala tegang atau tension headache adalah rasa nyeri, sesak, atau terdapat tekanan di sekitar dahi atau belakang kepala dan leher. Beberapa orang mengatakan bahwa sensasinya terasa seperti tengkorak kepala yang diremas.

Sakit kepala tegang bisa juga disebut sebagai sakit kepala stres, dan ini merupakan sakit kepala yang paling umum terjadi pada orang dewasa. Ketika Anda memiliki kondisi ini kurang dari lima hari per bulan, maka ia disebut sebagai sakit kepala tegang episodik. Namun, jika terjadi lebih sering, maka kondisi ini bisa disebut sebagai sakit kepala tegang kronis.

Sakit kepala ini dapat berlangsung dari 30 menit hingga beberapa hari. Jenis episodik ini biasanya hanya bertahan kurang dari 15 hari. Rasa sakit yang muncul akan mulai secara bertahap, seringnya di pertengahan hari. Sakit kepala tegang mulai dikategorikan sebagai kondisi yang kronis jika berlangsung lebih dari 15 hari.

Rasa sakit yang muncul mungkin lebih kuat atau justru mereda sepanjang hari, tapi hampir selalu ada. Meskipun kepala Anda sakit, namun kondisi ini tidak akan membuat Anda berhenti melakukan kegiatan sehari-hari Anda, dan ia juga tidak mempengaruhi penglihatan, keseimbangan, atau kekuatan Anda.

Apa penyebab sakit kepala tegang?

Tidak ada satu penyebab khusus yang bisa menyebabkan rasa sakit kepala tegang muncul. Namun, sebagian besar orang mengalami kondisi ini akibat  stres, baik dari pekerjaan, sekolah, keluarga, teman, atau hubungan lainnya.

Kondisi episodik biasanya dipicu oleh sebuah situasi tegang atau yang menyebabkan stres. Ketegangan yang terjadi sehari-hari dapat menyebabkan jenis kronis.

Sakit kepala jenis ini tidak diturunkan dalam keluarga. Beberapa orang lainnya mengalami sakit kepala tegang karena otot yang menegang di belakang leher dan kulit kepala. Ketegangan otot ini bisa berasal dari:

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol
  • Mata bekerja terlalu keras hingga terasa lelah
  • Mata kering
  • Tubuh terlalu lelah
  • Kebiasan merokok
  • Demam atau flu yang sedang Anda alami
  • Infeksi sinus
  • Kafein
  • Kebiasaan mempraktikkan postur tubuh yang buruk
  • Kurangnya asupan air mineral
  • Kurang tidur
  • Kebiasaan melewatkan kewajiban untuk makan

Namun, bagi beberapa orang, otot yang menegang bukanlah penyebab sakit kepala tegang, dan penyebab dari kondisi yang dialami sering kali tidak jelas. Jika Anda ingin mencari tahu lebih jauh mengenai penyebab sakit kepala tegang yang Anda alami, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter.

Apa tanda dan gejala sakit kepala tegang?

Beberapa gejala umum yang sering terjadi saat mengalami sakit kepala tegang adalah:

  • Nyeri ringan hingga sedang, atau tekanan di depan, atas, atau sisi kepala
  • Sakit kepala yang baru muncul di sore hari
  • Sulit untuk tidur
  • Kelelahan
  • Jadi lebih cepat marah
  • Kesulitan untuk fokus
  • Terasa lebih sakit di area-area tertentu, seperti kulit kepala, pelipis, di leher bagian belakang, dan mungkin terasa hingga di pundak
  • Rasa sakit yang muncul mungkin hanya sekali, terus-menerus, atau berhari-hari. Rasa sakit yang Anda alami saat mengalami sakit kepala tegang adalah 30 menit saja atau bisa juga bertahan hingga tujuh hari lamanya.
  • Nyeri otot

Berbeda dengan sakit kepala migrain, Anda tidak akan memiliki gejala saraf lainnya, seperti kelemahan otot atau penglihatan kabur. Dan sakit kepala biasanya tidak menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya dan suara, nyeri perut, mual, maupun muntah.

Bagaimana cara mengobati sakit kepala tegang?

Pengobatan untuk sakit kepala tegang termasuk penggunaan obat resep, obat bebas penghilang rasa sakit, obat kombinasi yang mengandung aspirin, acetaminophen, kafein, teknik pengelolaan stres, dan pengobatan rumah.

1. Pengobatan akut

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sakit kepala tegang adalah menggunakan obat-obatan. Anda mungkin akan diresepkan oleh dokter untuk menggunakan obat-obatan tertentu. Namun, Anda mungkin juga membeli obat secara bebas di apotek.

Ada beberapa obat yang bisa Anda gunakan untuk meredakan rasa sakit di kepala.

Obat pereda nyeri

Anda bisa membeli obat-obatan pereda nyeri secara bebas di apotek. Biasanya, obat-obatan ini adalah obat yang bisa Anda gunakan untuk mengurangi rasa sakit. Obat-obatan ini termasuk aspirin, ibuprofen, dan naproxen.

Namun, jika Anda pergi ke dokter, dokter biasanya akan meresepkan Anda obat-obatan pereda rasa sakit seperti naproxen, indomethacin, dan ketorolac.

Obat kombinasi

Tidak hanya obat pereda rasa sakit, ada pula obat kombinasi yang bisa Anda gunakan untuk menyelamatkan Anda dari sakit kepala tegang yang mengganggu. Misalnya, perpaduan antara aspirin, acetaminophen, dengan kafein atau sedatif di dalam satu kali penggunaan obat.

Biasanya, obat-obatan kombinasi cenderung lebih efektif dibanding obat-obatan tunggal untuk meredakan rasa sakit. Jika Anda ingin menggunakan obat kombinasi, Anda bisa membelinya secara bebas di apotek.

Triptan dan narkotik

Untuk pengobatan sakit kepala tegang bersamaan dengan migrain, obat triptan mungkin dapat secara efektif meredakan rasa sakit dari kedua sakit di kepala. Namun, opiat atau narkotik termasuk obat yang jarang digunakan karena efek ketergantungannya.

2. Obat pencegahan

Tidak hanya obat untuk mengatasi, ada pula obat yang bisa Anda gunakan sebagai obat-obatan yang dapat mencegah terjadinya sakit kepala tegang. Biasanya obat ini digunakan untuk mengurangi frekuensi serta tingkat keparahan dari serangan sakit kepala, khususnya jika sakit kepala sudah tergolong kronis.

Berikut adalah beberapa obat pencegahan yang bisa Anda gunakan.

Antidepresan

Obat antidepresan trisiklik adalah salah satu jenis obat antidepresan yang bisa Anda gunakan untuk mencegah sakit kepala tegang. Namun, biasanya penggunaan obat dapat memberikan efek samping. Efek sampingnya termasuk sembelit, mudah mengantuk, dan mulut kering.

Ada pula obat antidepresan lainnya yang dapat digunakan untuk mencegah rasa sakit di kepala, misalnya venlafaxine dan mirtazapine.

Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, Anda mungkin harus menggunakannya setiap hari, Bahkan, sekalipun Anda tidak merasa sakit. Hal ini lambat laun dapat membantu Anda mengurangi penggunaan obat-obatan seiring berjalannya waktu.

Obat yang membuat otot rileks

Jika obat-obatan yang Anda gunakan untuk mengatasi sakit kepala tegang tidak mempan digunakan, Anda mungkin bisa menggunakan obat-obatan seperti topiramate untuk mencegah terjadinya sakit kepala tegang. Meski begitu, masih dibutuhkan penelitian yang lebih banyak lagi untuk menentukan apakah penggunaan obat ini efektif.

Anda mungkin membutuhkan waktu selama beberapa minggu untuk merasakah manfaat dari obat-obatan yang digunakan untuk mencegah sakit kepala tegang.  Oleh sebab itu, jangan mudah putus asa jika Anda belum melihat perubahan yang terlalu besar saat baru memulai menggunakan obat.

3. Teknik pengelolaan stres

Bagi orang-orang yang mengalami sakit kepala tegang yang muncul berulang kali, teknik pengelolaan stres telah menjadi cara yang efektif untuk membantu menurunkan frekuensi sakit kepala dan tingkat keparahan.

Hal ini dapat mencakup olahraga teratur, teknik pernapasan dalam, dan latihan relaksasi. Pendekatan non obat lainnya dapat termasuk terapi pijat, panas, es, atau akupuntur.

Belajarlah untuk mengidentifikasi situasi stres yang memicu sakit kepala dan ketahui apa saja langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghindarinya juga termasuk bagian dari strategi yang berguna bagi banyak orang yang mengalami kondisi ini.

4. Pengobatan alami

Tidak hanya penggunaan obat-obatan saja, Anda juga bisa mengatasi sakit kepala tegang dengan melakukan pengobatan alami. Berikut adalah beberapa pengobatan yang bisa Anda pilih:

  • Terapi alternatif seperti kompres panas atau kompres es dapat memberikan manfaat besar bagi beberapa individu.
  • Mnum beberapa jenis minuman non-kafein atau makanan apapun yang dapat membantu Anda tidak dehidrasi.
  • Mengonsumsi biji rami (flaxseed) yang kaya akan omega-3 mungkin dapat mengurangi rasa nyeri.
  • Menghirup aroma minyak lavender dapat membantu mengurangi rasa nyeri sakit kepala.
  • Pijat kulit kepala adalah salah satu pilihan pengobatan yang sangat mudah dilakukan dan dapat memberikan bantuan yang signifikan.
  • Berolahraga seperti melakukan gerakan tertentu yang dapat memperbaiki postur tubuh telah terbukti cukup efektif dalam mengurangi frekuensi sakit kepala akibat stres.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca