home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Sakit Kepala Setelah Merokok? Ternyata Ini Penyebabnya!

Sakit Kepala Setelah Merokok? Ternyata Ini Penyebabnya!

Merokok ternyata dapat menyebabkan sakit kepala. Buktinya, tidak jarang orang merasa sakit kepala sebelah atau migrain setelah merokok. Bahkan, hal ini tidak hanya dirasakan oleh orang yang baru saja merokok, tetapi orang yang hanya menghirup asap rokok pun dapat merasakannya. Tetapi, apa ya, penyebab sakit kepala setelah merokok?

Nikotin tinggi penyebab sakit kepala setelah merokok

Saat merokok, Anda otomatis akan mengisap nikotin, yaitu bahan aktif utama yang terdapat di dalam berbagai produk tembakau, termasuk rokok.

Nah, saat masuk ke dalam tubuh nikotin menyebabkan pembuluh darah menyempit. Kondisi tersebut akhirnya membuat aliran darah tidak lancar, termasuk darah untuk otak.

Nikotin juga bekerja sebagai stimulan dan hal ini dapat menyebabkan kepala terasa sakit setelah merokok. Zat tersebut dapat merangsang rasa candu pada otak terhadap rokok, sehingga kepala akan terasa sakit setelah Anda berhenti merokok.

Di sisi lain, sebagai stimulan, nikotin juga dapat meningkatkan fungsi tubuh menjadi lebih cepat. Oleh karena itu, saat nikotin terserap ke dalam aliran darah, ia hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 detik untuk sampai di otak.

Selanjutnya, nikotin yang berada di dalam otak menyebabkan reaksi kimia yang melepaskan hormon adrenaline. Hormon ini meningkatkan kerja liver, membuat pembuluh darah menyempit, dan meningkatkan tekanan darah.

Setelah berhenti merokok, nikotin tidak akan memicu hormon adrenalin untuk mempersempit pembuluh darah. Perubahan kondisi ini diduga menjadi salah satu penyebab sakit kepala.

Hal ini semakin diperparah dengan kemampuan nikotin memengaruhi kerja liver dalam menguraikan obat yang Anda konsumsi. Jadi, saat Anda minum obat pereda nyeri agar sakit kepala hilang, justru obat tidak bekerja dengan maksimal.

Penyebab lain dari rokok yang menimbulkan sakit kepala

Tidak hanya nikotin yang dapat menyebabkan sakit kepala setelah merokok. Asap yang dihasilkan dari rokok, yaitu karbon monoksida, juga dapat menyebabkan sakit kepala. Pasalnya, saat menghirup asap rokok, volume oksigen yang terdapat di dalam darah pun berkurang.

Saat ‘asupan’ karbon monoksida meningkat dan oksigen menurun, aliran darah menuju otak yang membawa oksigen pun menurun. Tetapi setelah Anda selesai merokok, Anda juga berhenti menghirup karbon monoksida, dan kadar oksigen di dalam darah pun meningkat.

Hal ini disebut-sebut menjadi penyebab lain dari sakit kepala setelah merokok. Selain itu, pada kasus-kasus tertentu, alergi terhadap asap atau bau rokok juga dapat menjadi pemicu timbulnya sakit kepala.

Mengatasi sakit kepala setelah merokok

Salah satu hal yang paling tepat agar tidak merasakan sakit kepala setelah merokok adalah berhenti merokok.

Berhenti merokok memang bukan hal yang mudah dilakukan baik secara fisik maupun mental. Padahal, ada banyak cara yang bisa dilakukan jika memang benar-benar memiliki niatan untuk berhenti. Salah satunya adalah terapi pengganti nikotin atau biasanya disebut sebagai nicotine replacement therapy (NRT).

NRT biasanya dilakukan dengan cara mengganti rokok dengan hal lain yang memiliki kandungan nikotin lebih sedikit, seperti permen karet, inhalator, tablet, atau penyemprot mulut atau hidung.

Upaya-upaya ini memang belum dapat diketahui dengan pasti apakah akan efektif mengatasi keinginan berhenti merokok. Tetapi, sebuah penelitian yang dimuat dalam Cochrane Library menyebutkan bahwa terapi ini dapat meningkatkan 50-60 persen kesempatan orang untuk berhenti merokok.

Dengan berhenti merokok, Anda juga akan berhenti merasakan sakit kepala setelah merokok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Westphalen, D. (2019). Nicotine withdrawal: Symptoms, timeline, and how to cope. Retrieved 21 August 2019, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/323012.php

CROSWELL, J. Smoking & Dizziness | Livestrong.com. Retrieved 21 August 2019, from https://www.livestrong.com/article/278833-smoking-dizziness/

Martin, T. (2019). Is It Normal to Feel Dizzy After Quitting Smoking?. Retrieved 21 August 2019, from https://www.verywellmind.com/is-dizziness-normal-after-quitting-smoking-2824759

How can smoke cause headaches?. Retrieved 21 August 2019, from https://www.webmd.com/migraines-headaches/qa/how-can-smoke-cause-headaches

Hartmann‐Boyce, J., Lancaster, T., Chepkin, S., Bullen, C., & Ye, W. (2018). Nicotine replacement therapy versus control for smoking cessationCochrane Systematic Review – Intervention. doi: 10.1002/14651858.CD000146.pub5

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 26/03/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x