Obat Resep dan Nonresep di Apotek untuk Meredakan Asam Lambung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 April 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Tubuh Anda memproduksi asam lambung untuk mencerna makanan sekaligus mencegah infeksi bakteri di saluran cerna. Sayangnya, produksi asam lambung dapat berlebihan sehingga menimbulkan gejala maag. Ini bisa disebabkan oleh kebiasaan yang kurang tepat, maupun masalah kesehatan tertentu, seperti gastritis atau GERD. Untungnya, asam lambung yang naik bisa diredakan dengan minum obat. Lantas, apa saja pilihan obat di apotek maupun toko obat yang ampuh mengatasi asam lambung naik?

Kenali jenis obat untuk asam lambung naik

perut kram setelah berhubungan

Walaupun dibutuhkan, asam lambung juga bisa membawa masalah ketika jumlahnya terlalu banyak. Cairan yang bersifat asam ini bila terus- menerus berlebihan bisa melukai lapisan perut, lambung, bahkan kerongkongan.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala maag, mulai dari perut mulas, kembung, mual, panas di dada (heartburn), hingga mulut terasa pahit. Banyaknya gejala sekaligus penyebab yang mendasarinya, tentu membuat pilihan obat untuk asam lambung naik jadi sangat beragam.

Biasanya, pemberian obat-obatan akan disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinya dan tingkat keparahan keluhannya. Secara garis besar, obat asam lambung untuk meredakan maag terdiri dari dua jenis. Pertama yaitu over the counter (OTC) atau tanpa resep, dan kedua yakni obat yang memerlukan resep khusus dari dokter di apotek.

Namun bagaimanapun, tetap konsultasikan dulu dengan apoteker atau dokter untuk mendapatkan obat asam lambung yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Pilihan obat asam lambung naik tanpa resep di apotek

mengobati asam lambung apotek

Obat maag biasanya memang diandalkan untuk mengurangi gejala seperti rasa mulas dan mengobati iritasi pada kerongkongan. Obat OTC (over the counter) atau yang dikenal dengan sebutan obat bebas adalah jenis obat-obatan yang dijual tanpa resep khusus dari dokter.

Jenis obat asam lambung ini biasanya mudah ditemukan di apotek atau bahkan di warung. Ada tiga jenis obat bebas yang dapat digunakan untuk mengobati asam lambung, di antaranya:

1. Antasida

Antasida adalah salah satu obat bebas yang digunakan untuk menetralisasi asam lambung. Beberapa antasida mengandung simetikon, yaitu suatu bahan yang membantu menyingkirkan gas berlebih dalam tubuh.

Contoh obat antasida adalah Mylanta®, Malox®, Rolaids®, Gaviscon®, Gelusil®, dan Tums®. Akan tetapi, konsumsi obat antasida saja tidak mampu menyembuhkan tenggorokan yang meradang akibat naiknya asam lambung.

Terlalu sering menggunakan obat antasida dapat menimbulkan efek samping seperti sembelit, diare, kram perut, dan terkadang masalah ginjal. Ini sebabnya, pastikan untuk selalu mengikuti petunjuk konsumsi yang tertera pada label obat.

2. H-2 receptor blockers

Obat histamin-2 (H-2) receptor blockers bekerja secara khusus untuk mengurangi peningkatan produksi asam lambung, yang bisa berujung pada maag. Contoh obat jenis ini adalah cimetidine (Tagamet®), nizatidine (Axid AR®), ranitidine (Zantac®), dan famotidine (Pepcid®).

Jika dibandingkan, kerja obat H-2 receptor blockers memang tidak secepat obat antasida. Namun sisi baiknya, obat H-2 receptor blockers ini bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh untuk membantu meredakan keluhan akibat maag.

Penurunan produksi asam lambung di dalam tubuh bisa bertahan hingga sekitar 12 jam setelah minum obat ini. Ada dua jenis dosis obat H-2 receptor blockers, yakni dengan dosisi rendah yang bisa dibeli dengan bebas dan dosis tinggi yang memerlukan resep dokter.

3. Proton pump inhibitors (PPIs)

Proton pump inhibitors (PPIs) adalah salah satu obat yang bisa dibeli bebas di apotek, dengan dosis yang lebih kuat untuk mengatasi asam lambung ketimbang antasida dan H2 receptor blockers. Contoh obat jenis ini adalah omeprazole (Prilosec®, Zegerid®) dan lansoprazole (Prevacid 24 HR®).

Obat PPI bekerja sangat efektif untuk menurunkan kenaikan asam lambung, terutama memulihkan penyakit GERD yang merupakan salah satu penyebab maag.

Menurut Food and Drug Administration, aturan minum masing-masing obat tersebut bisa Anda tanyakan kepada apoteker. Hindari minum obat-obatan ini di luar dari anjuran yang diberikan.

Bila gejala asam lambung tidak kunjung mengalami perubahan setelah dua minggu mengonsumsi obat bebas, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Obat asam lambung resep dokter di apotek

obat untuk asam lambung apotek

Bila penyakit asam lambung Anda tak kunjung sembuh dengan obat bebas, dokter mungkin akan meresepkan obat yang lebih manjur mengobati asam lambung. Obat asam lambung dari dokter biasanya tak jauh berbeda dengan obat yang dijual di apotek.

Hanya saja, dosis yang terkandung dalam obat resep ini biasanya lebih kuat ketimbang obat yang bisa dibeli dengan bebas. Contoh obat asam lambung di apotek yang memerlukan resep dokter, meliputi:

1. H-2 receptor blockers dengan resep

H-2 receptor blockers yang menggunakan resep umumnya dapat meredakan mulas dan mengobati asam lambung naik. Contohnya adalah famotidine (Pepcid®), nizatidine (Axid®), cimetidine (Tagamet HB200®), dan ranitidine (Zantac®).

Kandungan pada obat dapat menekan produksi asam, terutama setelah makan. Oleh karena itu, obat ini sebaiknya diminum 30 menit sebelum makan. Anda juga bisa mengonsumsi obat ini sebelum tidur guna menekan produksi asam di malam hari.

Obat-obatan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun hati-hati, bila dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan adanya peningkatan risiko defisiensi vitamin B12.

Efek samping lain dari penggunaan obat ini yaitu dapat menimbulkan sakit kepala, sakit perut, diare, mual, sakit tenggorokan, pilek, dan pusing.

2. Proton pump inhibitors (PPI) dengan resep

Obat PPI yang diperoleh melalui resep dokter ini, biasanya memiliki kandungan dosis yang lebih tinggi ketimbang obat PPI yang dijual bebas.

Contoh obat proton pump inhibitors yang perlu resep dokter adalah esomeprazole (Nexium®), lansoprazole (Prevacid®), omeprazole (Prilosec, Zegerid®), pantoprazole (Protonix®), rabeprazole (Aciphex®), dan dexlansoprazole (Dexilant®).

Jenis obat-obatan PPI bisa membantu memulihkan maag beserta penyakit yang mendasarinya, contohnya tukak lambung maupun GERD. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan kadar asam lambung pada tubuh, sekaligus menghalangi bagian sel yang berperan sebagai penghasil cairan asam.

Obat ini paling baik dikonsumsi satu jam sebelum makan. Walaupun obat-obatan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik, obat ini juga dapat menyebabkan diare, sakit kepala, mual, dan kekurangan vitamin B12.

Itu sebabnya, Anda dianjurkan untuk memerhatikan aturan minum obat ini dulu sebelumnya. Biasanya, obat ini lebih disarankan untuk diminum saat keadaan perut sedang kosong atau sebelum makan.

3. Obat penguat sfingter esofagus bagian bawah

Baclofen (Lioresal®) adalah peregang otot dan obat antispastik yang digunakan untuk memperkuat sfingter esofagus (kerongkongan) bagian bawah. Dengan meminum obat ini, diharapkan katup kerongkongan di bagian bawah tersebut bisa lebih jarang berelakasasi atau mengendur.

Sebab ketika katup kerongkongan mengendur, dapat memudahkan asam lambung untuk naik ke kerongkongan. Pada akhirnya, kondisi tersebut bisa memicu timbulnya sensasi panas di dada disertai nyeri, yang dikenal sebagai heartburn.

Heartburn biasanya identik pada pengidap GERD, yang merupakan satu di antara berbagai penyakit penyebab maag. Akan tetapi, penting untuk diperhatikan bahwa efek samping obat bacoflen ini dapat menyebabkan kelelahan beserta mual.

4. Obat prokinetik

Obat prokinetik biasanya diresepkan dokter guna membantu agar proses pengosongan sistem pencernaan bisa lebih cepat. Selain itu, obat ini juga bekerja untuk memperkuat otot pada katup kerongkongan bagian bahwa agar tidak mudah mengendur.

Jenis obat prokinetik yang harus diperoleh melalui resep dokter meliputi bethanechol (Urecholine) dan metoclopramide (Reglan). Meski dipercaya dapat bekerja secara efektif untuk mengatasi maag karena asam lambung, tapi obat ini tetap memiliki efek samping.

Misalnya mual, depresi, kecemasan, kelelahan, lemas, diare, hingga ketidaknormalan pada gerakan fisik tubuh. Selalu patuhi aturan minum obat ini, dan konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang rutin minum obat-obatan tertentu. Pasalnya, obat prokinetik tidak boleh sembarangan diminum bersama jenis obat-obatan yang lain.

5. Antibiotik (obat asam lambung akibat infeksi bakteri)

Antibiotik tidak boleh diminum sembarangan. Itulah mengapa obat antibiotik hanya bisa didapatkan melalui resep dokter saja, tergantung dari penyebab yang mendasari kondisi Anda.

Jika munculnya maag disebabkan oleh adanya penyakit karena bakteri Heliobacter pylori (H. pylori), obat antibiotik baru akan diresepkan. Sama seperti tugas antibiotik pada umumnya, sebagai salah satu obat untuk mengatasi asam lambung, antibiotik ini berguna untuk membunuh bakteri.

Contoh antibiotik ini meliputi amoxilin (Amoksil®), klaritromisin (Biaxin®), metronidazole (Flagyl®), tinidazole (Tindamax®), tetracycline (Tetrasiklin HCL®) dan levofloxacin (Levaquin®). Jenis, dosis, lama waktu penggunaan antibiotik pun akan dipertimbangkan dengan baik oleh dokter.

Dalam kasus-kasus tertentu, dokter bisa meresepkan obat antibiotik selama dua minggu yang disertai dengan obat tambahan penurun asam lambung lainnya, seperti obat PPI.

6. Obat pelindung lapisan usus dan sistem pencernaan

Dalam beberapa kasus tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat yang berfungsi untuk melindungi lapisan usus dan sistem pencernaan. Obat ini disebut sebagai agen sitoprotektif, yang tugasnya yakni membantu menjaga jaringan pelindung sistem pencernaan dan usus.

Contoh obat ini termasuk sucralfate (Carafate) dan misoprostol (Cytotec), yang hanya bisa didapatkan atas rekomendasi dokter.

Mana jenis obat asam lambung yang harus dipilih?

Dirithromycin adalah obat

Mungkin kerap kali Anda masih dilanda kebingungan, mengenai jenis obat mana yang baik untuk mengobati asam lambung Anda. Sebenarnya, ini tergantung pada seberapa sering dan parah keluhan maag yang Anda alami.

Jika gejala asam lambung Anda tidak terlalu sering atau berat, obat tanpa resep mungkin bisa membantu mengurangi gejala asam lambung Anda.

Namun, jika Anda sudah menggunakan obat asam yang dijual bebas lebih dari dua minggu dan tidak mengalami penurunan gejala, segera konsultasikan pada dokter. Sebab, ini bisa membuat gejalanya justru semakin parah dan memburuk bila tidak segera ditangani.

Beberapa orang mungkin menggunakan kombinasi obat bebas dengan obat asam lambung dari dokter. Hanya saja, hal ini tidak selalu baik untuk dilakukan. Ini karena menggabungkan dua jenis obat tersebut dapat menyebabkan efek samping tertentu, seperti diare atau sembelit.

Maka itu, Anda dianjurkan untuk selalu konsultasikan dulu dengan dokter agar mendapatkan obat terbaik guna mengobati asam lambung Anda.

Penting untuk memerhatikan kemungkinan interaksi obat

Jika obat asam lambung untuk memulihkan maag yang Anda minum hanya ada satu jenis, mungkin tidak masalah. Namun, bila ada beberapa jenis obat maag yang diminum bersamaan, sebaiknya perhatikan kemungkinan interaksi obat tersebut dengan obat lainnya.

Berikut beberapa alasan mengapa penting untuk selalu mencari tahu risiko interaksi sebelum minum berbagai jenis obat-obatan:

  • Interaksi obat dapat memengaruhi cara kerja, sekaligus mengubah kadar obat tersebut di dalam darah.
  • Interaksi obat dapat memperbesar risiko munculnya efek samping dan keracunan.
  • Interaksi obat dapat semakin memperburuk kondisi kesehatan yang sedang Anda alami, dan bukan menyembuhkan.

Atas dasar itulah, mencari tahu jenis obat apa saja yang bisa diminum bersamaan, dan mana yang tidak boleh dikombinasikan bersama seolah menjadi hal wajib. Sebab dengan begitu, dapat menurunkan risiko Anda untuk mengalami masalah kesehatan yang lebih parah.

Memang, biasanya dokter atau apoteker sudah terlebih dahulu memastikan kalau kombinasi obat pereda maag yang diberikan aman. Akan tetapi, tidak ada salahnya untuk mengecek ulang dan melakukan kebiasaan ini pada jenis obat mana pun yang hendak Anda minum.

Bukan itu saja. Sebaiknya sampaikan juga pada dokter atau apoteker bila Anda sedang rutin minum obat-obatan bebas, meliputi vitamin, suplemen herbal, maupun suplemen makanan. Pastikan apakah vitamin dan suplemen tersebut aman untuk diminum bersamaan dengan obat asam lambung.

Baik itu obat maag yang dibeli bebas atau dengan resep dokter. Jangan sungkan untuk bertanya lebih lanjut dengan dokter atau apoteker, bila Anda memiliki kesulitan dalam memahami petunjuk penggunaan yang tertera pada label obat.

Di samping itu, interaksi antara beberapa jenis obat juga berisiko menimbulkan efek samping serius. Mulai dari masalah kesehatan yang lebih parah, cedera, hingga berakibat fatal. Meski begitu, sebenarnya tidak semua obat yang diminum bersamaan akan selalu mengakibatkan interaksi.

Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang mungkin dapat bekerja lebih baik di dalam tubuh ketika diminum bersama makanan, minuman, atau jenis obat lainnya.

Cara mencegah efek buruk dari interaksi obat

memilih obat alergi

Berikut tindakan yang sebaiknya dilakukan jika tidak ingin mengalami efek buruk dari interaksi obat, yakni:

  • Sampaikan semua daftar obat, vitamin, maupun suplemen apa pun yang sedang rutin dikonsumsi beberapa waktu belakangan ini.
  • Sampaikan pada dokter atau apoteker mengenai perubahan gaya hidup yang Anda jalani. Misalnya olahraga, asupan makanan, pola makan, serta asupan alkohol.
  • Tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai kemungkinan interaksi obat pada kombinasi obat yang akan Anda konsumsi.

Risiko terjadinya interaksi obat bisa semakin meningkat seiring dengan semakin banyaknya jumlah obat yang harus diminum. Maka itu, jika perlu Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter atau apoteker, untuk menghilangkan satu atau lebih obat yang tidak begitu perlu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

11 Prinsip Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Sehari-hari

Banyak kebiasaan sehari-hari yang tanpa Anda sadari dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut dan gigi. Begini cara mengakalinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 16 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bikin kopi yang sehat

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit