home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

10 Obat Asam Lambung Alami yang Bisa Anda Temukan di Dapur

10 Obat Asam Lambung Alami yang Bisa Anda Temukan di Dapur

Masalah refluks asam lambung tentu membuat aktivitas terganggu. Asam lambung naik menimbulkan sakit perut hingga sensasi terbakar pada dada (heartburn). Selain obat medis, Anda bisa memanfaatkan bahan alami untuk mengatasi asam lambung naik.

Anda bahkan tidak perlu repot mencarinya karena banyak dari bahan-bahan alami ini dapat ditemukan di dapur. Apa saja bahan-bahan tersebut dan seberapa ampuh khasiatnya? Simak informasinya berikut ini.

Obat asam lambung tradisional yang mudah didapatkan

minum teh herbal saat hamil

Penyakit refluks asam lambung (gastroesophageal reflux disease/GERD) terjadi ketika asam lambung naik kembali menuju kerongkongan. Kondisi ini kemudian menimbulkan sejumlah gejala yang sering kali perlu diatasi dengan obat-obatan.

Konsumsi obat GERD seperti antasida biasanya menjadi langkah pertama untuk mengatasi kondisi ini. Namun, jika Anda belum ingin minum obat dan gejala GERD masih tergolong ringan, bahan-bahan alami berikut mungkin bisa menjadi alternatifnya.

1. Jahe

Zat fenolik pada jahe diyakini bisa meredakan iritasi pada saluran cerna dan mencegah kontraksi otot lambung. Hal ini dapat mengurangi risiko naiknya asam lambung kembali ke kerongkongan. Artinya, kemungkinan refluks asam lambung bisa dihindari dengan konsumsi jahe.

Selain itu, tanaman herbal yang satu ini juga memiliki sifat antiradang yang baik untuk tubuh. Manfaat ini telah dibuktikan oleh para ahli melalui sebuah penelitian dalam jurnal Cancer Prevention Research pada 2011 silam.

Para ahli menemukan bahwa gejala peradangan dalam tubuh bisa berkurang setelah mengonsumsi suplemen jahe selama satu bulan. Ini karena sensasi hangat dari jahe dapat membantu menenangkan tubuh sekaligus mengurangi produksi asam lambung.

Tanaman herbal yang satu ini juga dapat mengurangi mual, mencegah nyeri otot, dan mengurangi pembengkakan pada tubuh. Keluhan ini biasanya dialami oleh orang-orang yang menderita GERD atau gangguan pencernaan sejenisnya.

Meskipun manfaat jahe sebagai obat asam lambung alami telah dibuktikan, para ahli masih membutuhkan analisa dan penelitian lebih lanjut. Mereka masih belum tahu pasti seberapa lama efek jahe dalam mencegah refluks asam lambung.

2. Minyak peppermint

Minyak peppermint adalah minyak esensial dari bunga dan daun peppermint. Selain menjadi agen penambah rasa dan aroma, minyak ini ternyata juga berpotensi sebagai obat alami untuk mengatasi sejumlah gangguan pencernaan, termasuk penyakit asam lambung.

Minyak peppermint sejak lama telah digunakan untuk meredakan mual, sakit perut, dan pencernaan yang kurang lancar. Saat ini, minyak peppermint menjadi salah satu obat herbal andalan untuk mengatasi keluhan akibat asam lambung dan sindrom iritasi usus besar.

Namun, studi tentang manfaat minyak peppermint untuk pasien GERD masih terbatas. Studi yang ada juga menggunakan minyak ini bersama minyak jintan. Jadi, belum jelas apakah manfaat tersebut betul-betul hanya berasal dari minyak peppermint.

Anda tetap boleh menggunakan minyak peppermint, tapi dengan jumlah sewajarnya. Anda juga tidak boleh mengonsumsi minyak peppermint bersamaan dengan antasida, sebab hal ini dapat meningkatkan risiko heartburn.

3. Daun selasih

manfaat daun perilla

Daun selasih sejak lama digunakan sebagai obat tradisional untuk mengatasi sembelit, diare, pencernaan tidak lancar, dan gejala penyakit asam lambung. Dalam pengobatan Thailand, tumbuhan ini dipercaya membantu mengatasi batuk, penyakit kulit, dan gangguan usus.

Khasiat daun selasih berasal dari senyawa terpenoidnya, terutama eugenol, thymol, dan estragole. Beragam senyawa ini membantu mencegah naiknya asam lambung dan mendorong pemulihan fungsi lambung dan kerongkongan yang mengalami iritasi.

Anda dapat menyeduh satu sendok teh daun selasih dalam secangkir air selama 10 menit. Anda juga bisa mengonsumsi 2 – 5 tetes minyak daun selasih sebanyak tiga kali sehari, atau meminum suplemennya dengan dosis maksimum harian sebesar 2,5 gram.

4. Licorice (akar manis)

gambar akar manis alias licorice yang bermanfaat untuk lambung

Tanaman lainnya yang bisa menjadi obat alami penyakit asam lambung adalah licorice alias akar manis. Tanaman ini digunakan untuk mengatasi penyakit yang beragam, dari pilek hingga gangguan pencernaan seperti penyakit hati dan refluks asam lambung.

Licorice bekerja dengan menenangkan lapisan lambung serta meredakan peradangan dan nyeri ringan akibat paparan asam lambung terus-menerus. Zat aktif dalam tanaman ini juga membantu mencegah kerusakan lambung dengan membuat lapisan pelindung.

Ada beberapa macam tanaman licorice. Licorice yang mengandung zat aktif glycyrrhiza tidak lazim digunakan karena memiliki efek samping serius. Sementara itu, jenis licorice yang umum menjadi obat tradisional adalah deglycyrrhizinated licorice (DGL).

DGL diklaim membantu meredakan gejala tukak lambung, sariawan, dan GERD tanpa efek samping yang sama seperti licorice dengan kandungan glycyrrhiza. Anda bisa memperoleh khasiat ini dengan meminum suplemen DGL berbentuk kapsul atau tablet.

5. Kunyit

kunyit obat asam lambung alami

Dalam pengobatan tradisional, kunyit dimanfaatkan untuk meredakan keluhan terkait peradangan seperti nyeri sendi, nyeri haid, gangguan fungsi hati, dan gangguan fungsi pencernaan. Ini karena kunyit memiliki sifat antiradang dan antioksidan.

Kunyit kini lebih banyak digunakan untuk mengatasi nyeri ulu hati akibat heartburn, luka lambung, dan radang saluran cerna. Sebuah studi pada 2019 menunjukkan khasiat kunyit sebagai obat alami asam lambung dan peradangan pada kerongkongan (esofagitis).

Sebagian besar sifat antiradang dan antioksidan kunyit berasal dari zat yang bernama kurkumin. Fungsi utama kurkumin adalah membantu melindungi lapisan lambung dari kerusakan akibat konsumsi obat pereda nyeri NSAID dan zat kimia lainnya.

Obat pereda NSAID diketahui dapat mengikis lapisan pelindung lambung. Dampaknya, tidak ada yang melindungi lambung dari paparan asam lambung terus-menerus. Tidak hanya situ, kurkumin pun menghambat pertumbuhan bakteri penyebab luka lambung.

6. Madu

madu obat asam lambung alami

Madu diyakini berpotensi menjadi obat alami penyakit asam lambung serta membantu melegakan kerongkongan yang nyeri akibat peradangan. Bahan alami ini dinilai kaya manfaat karena mampu bekerja sebagai zat antioksidan, antiradang, hingga antibakteri.

Banyak peneliti meyakini bahwa madu bekerja dengan banyak cara. Menurut salah satu studi dalam Indian Journal of Medical Research, madu kemungkinan meredakan gejala penyakit asam lambung dengan cara berikut.

  • Madu mencegah kerusakan sel-sel pada saluran pencernaan dengan menangkal dampak radikal bebas.
  • Tekstur madu sangat cocok untuk membentuk lapisan pelindung pada dinding kerongkongan.
  • Tekstur dan sifat madu membantu menetralisasi asam lambung.
  • Zat antiradang pada madu mengurangi peradangan pada kerongkongan.
  • Madu merupakan bahan alami yang mendukung manfaat pengobatan GERD secara medis.

Anda dapat memanfaatkan madu sebagai obat herbal penyakit asam lambung dengan mengonsumsinya secara langsung atau mencampurkannya ke dalam minuman. Sebisa mungkin, pilihlah madu alami tanpa bahan tambahan.

7. Chamomile

manfaat teh chamomile

Chamomile adalah salah satu bahan alami yang kaya zat antiradang. Zat ini membantu meredakan nyeri akibat peradangan yang terjadi pada organ. Bahkan, secangkir teh chamomile mungkin memiliki efek antinyeri yang mirip seperti obat pereda nyeri NSAID.

Berkat zat ini, chamomile dipercaya menjadi obat alami untuk gangguan pencernaan seperti penyakit asam lambung, diare, serta kolik. Bahan alami ini juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk sindrom iritasi usus besar.

Teh chamomile bermanfaat membantu meredakan gejala GERD dengan mengurangi tingkat stres. Stres adalah pemicu naiknya asam lambung. Mengonsumsi secangkir teh chamomile bisa membuat Anda lebih rileks sehingga mengurangi risiko asam lambung naik.

Pada dasarnya, teh chamomile aman dikonsumsi semua orang. Meski begitu, ada pula orang yang alergi terhadap minuman ini sehingga perlu berhati-hati. Orang yang alergi terhadap chamomile biasanya juga alergi terhadap tanaman atau makanan tertentu.

8. Jintan

jintan obat asam lambung alami

Jintan ternyata tidak hanya menambah aroma dan rasa hidangan, tapi juga berpotensi menjadi obat alami untuk penyakit asam lambung. Studi terkait khasiat jintan bagi penderita GERD memang belum banyak, tapi ada beberapa yang cukup menjanjikan.

Minyak jintan disinyalir dapat membuat otot usus halus lebih rileks. Ditambah dengan mentol, keduanya merupakan zat antiradang alami yang dapat membantu meredakan keluhan pada sistem pencernaan akibat naiknya asam lambung.

Menurut sebuah studi pada 2019, pemakaian minyak jintan dan mentol bisa membantu mengurangi gejala dispepsia pada 61% peserta. Dispepsia adalah kondisi yang secara awam dikenal sebagai maag. Banyak penderita dispepsia juga mengalami GERD.

Ada banyak cara untuk memperoleh khasiat jintan. Anda dapat mencampurnya dengan minyak pijat dan membalurkannya pada perut yang terasa nyeri. Atau, Anda juga bisa mengolah jintan sebagai bumbu masakan dalam menu sehari-hari.

9. Pisang dan melon

manfaat pisang

Ketika asam lambung naik, pH (tingkat keasaman) dalam lambung Anda akan menurun sehingga suasana lambung menjadi semakin asam. Kondisi asam tersebut biasanya dinetralisasi dengan obat antasida yang bersifat basa.

Sifat basa ternyata juga ada pada bahan makanan yang mudah diperoleh sehari-hari, seperti pisang dan melon. Seperti halnya antasida, makanan yang bersifat basa akan membantu menetralisasi asam lambung dan meningkatkan pH lambung seperti semula.

Kembalinya pH lambung akan ikut meredakan gejala seperti heartburn, sakit perut, dan sebagainya. Jadi, jika Anda mudah mengalami kenaikan asam lambung, jangan lupa sediakan pisang, melon, dan makanan bersifat basa lainnya di dapur Anda.

10. Susu tanpa lemak

susu memicu asma

Susu dianggap dapat mengatasi heartburn dan penyakit asam lambung. Eka Gupta, M.B.B.S., M.D., dokter spesialis gastroenterologi di Johns Hopkins Hospital, menyatakan bahwa hal ini bisa benar dan bisa pula keliru, tergantung jenis susu yang Anda gunakan.

Memang terdapat beberapa jenis susu. Ada susu whole milk, susu rendah lemak, dan susu skim tanpa lemak. Lemak bertahan lebih lama dalam lambung. Hal ini dapat memicu produksi asam lambung sehingga memperparah gejala GERD.

Sementara itu, susu tanpa lemak dapat berfungsi sebagai pembatas sementara antara lapisan lambung dengan asam lambung. Oleh sebab itu, apabila Anda ingin meredakan gejala GERD, sebaiknya pilihlah susu skim atau susu tanpa lemak sama sekali.

Sebelum memilih obat, Anda bisa meringankan gejala penyakit asam lambung dengan menggunakan bahan-bahan alami. Ada bahan-bahan makanan yang dapat dikonsumsi langsung maupun minyak esensial yang digunakan dengan cara dioles.

Bahan alami di atas bisa menjadi obat yang manjur. Meski begitu, tetaplah berkonsultasi kepada dokter jika keluhan berlanjut atau bertambah parah. Ini mungkin menandakan bahwa keluhan Anda berkaitan dengan penyakit lain atau penyakit yang lebih serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Peppermint Oil. (2020). Retrieved 21 December 2020, from https://www.nccih.nih.gov/health/peppermint-oil

Basil. (2015). Retrieved 21 December 2020, from https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-3652007

Basil – How It Works. (2015). Retrieved 21 December 2020, from https://www.peacehealth.org/medical-topics/id/hn-3652007#hn-3652007-how-it-works

Licorice. (2020). Retrieved 21 December 2020, from https://www.mountsinai.org/health-library/herb/licorice

GERD Diet: Foods That Help with Acid Reflux (Heartburn). (2020). Retrieved 21 December 2020, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/gerd-diet-foods-that-help-with-acid-reflux-heartburn

Kwiecien, S., Magierowski, M., Majka, J., Ptak-Belowska, A., Wojcik, D., Sliwowski, Z., Magierowska, K., & Brzozowski, T. (2019). Curcumin: A Potent Protectant against Esophageal and Gastric Disorders. International journal of molecular sciences, 20(6), 1477.

Math, M. V., Khadkikar, R. M., & Kattimani, Y. R. (2013). Honey–a nutrient with medicinal property in reflux. The Indian journal of medical research, 138(6), 1020–1021.

Haruma, K., Kinoshita, Y., Sakamoto, S., Sanada, K., Hiroi, S. and Miwa, H., 2015. Lifestyle Factors and Efficacy of Lifestyle Interventions in Gastroesophageal Reflux Disease Patients with Functional Dyspepsia: Primary Care Perspectives from the LEGEND Study. Internal Medicine, 54(7), pp.695-701.

Mahboubi M. (2019). Caraway as Important Medicinal Plants in Management of Diseases. Natural products and bioprospecting, 9(1), 1–11.

Zick, S. M., Turgeon, D. K., Vareed, S. K., Ruffin, M. T., Litzinger, A. J., Wright, B. D., Alrawi, S., Normolle, D. P., Djuric, Z., & Brenner, D. E. (2011). Phase II study of the effects of ginger root extract on eicosanoids in colon mucosa in people at normal risk for colorectal cancer. Cancer prevention research (Philadelphia, Pa.), 4(11), 1929–1937.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 14/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro