Gejala Penyakit Asam Lambung Pada Pria dan Wanita Ternyata Berbeda

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit asam lambung adalah penyakit yang cukup umum ditemui dalam masyarakat. Akan tetapi, masih banyak orang yang mengabaikan berbagai gejala penyakit asam lambung yang muncul. Padahal, jika diabaikan penyakit ini bisa menimbulkan berbagai komplikasi yang fatal, misalnya penyakit barett esofagus hingga kanker kerongkongan.

Menurut sebuah penelitian terbaru di Australia, ternyata gejala penyakit asam lambung pada pria dan wanita berbeda. Mungkin karena perbedaan gejala inilah banyak orang jadi kurang awas dan tidak berobat. Simak informasi di bawah ini untuk mencari tahu perbedaan gejalanya.

Apa itu penyakit asam lambung

Penyakit yang juga dikenal dengan istilah refluks asam lambung (GERD) ini sering dikira maag. Pada dasarnya, maag adalah penyakit yang diakibatkan oleh meningkatnya produksi asam lambung sehingga menyebabkan peradangan. Sementara itu, penyakit asam lambung terjadi ketika asam lambung naik menuju saluran kerongkongan.

Secara umum, gejala dan keluhan penyakit asam lambung yang paling sering dilaporkan antara lain adalah nyeri dada, sakit untuk menelan, sakit tenggorokan, tenggorokan terasa kering dan mengganjal, mulut terasa asam, dan batuk atau sesak napas.  

Gejala penyakit asam lambung pada wanita

Sebuah studi di Australia yang dimuat dalam jurnal Archives of Surgery menemukan bahwa keluhan yang dilaporkan wanita dan pria terkait penyakit asam lambung ternyata tak sama. Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari 5.000 orang tersebut, gejala yang paling sering dialami wanita antara lain adalah:

  • Sulit menelan
  • Nyeri dada pada wanita lebih sering terjadi dibandingkan pada pria
  • Lebih riskan mengalami hernia hiatal (bagian atas perut menonjol sampai ke bagian pembukaan diafragma)
  • Penderita asam lambung wanita umumnya berada pada rentang usia yang lebih tua dari pria
  • Wanita obesitas cenderung lebih riskan mengalami penyakit asam lambung daripada pria obesitas

Gejala penyakit asam lambung pada pria

Berbeda dengan para wanita, penyakit asam lambung yang dialami para pria justru lebih rumit. Berikut adalah beberapa keluhan dan komplikasi yang paling sering dilaporkan oleh pria.

  • Lebih riskan mengalami gangguan otot spinchter kerongkongan bagian bawah (LES) yang melemah
  • Lebih riskan mengalami esofagitis (radang kerongkongan), barett esofagus, dan kanker kerongkongan
  • Gejala-gejala yang muncul pada pria cenderung lebih serius daripada para wanita, namun lebih jarang terjadi
  • Rata-rata pasien penyakit asam lambung berjenis kelamin pria usianya lebih muda daripada pasien wanita

Mengapa keluhan yang dialami pria dan wanita berbeda?

Para peneliti belum menemukan penyebab biologis mengapa wanita dan pria mengalami keluhan yang berbeda ketika diserang penyakit asam lambung. Pasalnya, jenis kelamin tidak memengaruhi sistem kerja (fisiologi) kerongkongan dan lambung Anda.

Namun, para ahli menarik kesimpulan bahwa perbedaan gejala penyakit asam lambung lebih diakibatkan oleh faktor sosial dan budaya. Menurut penelitian di Australia tersebut, kemungkinan wanita periksa ke dokter setelah mengalami gejala lebih tinggi daripada pria. Sementara itu, kebanyakan pria meremehkan atau mengabaikan gejala yang dialami, sampai kasusnya sudah cukup parah.

Ada beberapa hal yang memicu hal ini. Biasanya wanita memang lebih peka terhadap perubahan tubuh, rasa sakit, dan adanya keluhan-keluhan tertentu. Wanita juga cenderung lebih proaktif dalam mencari bantuan dari tenaga kesehatan. Sebaliknya dengan pria. Meskipun merasakan gejala dan keluhan akibat penyakit asam lambung, laki-laki lebih sering membiarkannya begitu saja. Hal ini bisa jadi karena pria takut didiagnosis, periksa ke dokter, atau terlihat lemah. Akibatnya, kemungkinan terjadi komplikasi pun jadi lebih besar pada pria.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit