Produksi asam lambung berlebih akan menimbulkan gangguan pada pencernaan. Naiknya asam lambung dapat disebabkan oleh kebiasaan kurang sehat atau masalah kesehatan tertentu, seperti gastritis atau GERD. Untungnya, asam lambung naik bisa diredakan dengan obat.
Apa obat asam lambung di apotek?
Asam lambung punya peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Namun, naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa menimbulkan sejumlah gejala.
Cairan yang bersifat asam ini bila terus-menerus naik ke kerongkongan bisa menyebabkan radang kerongkongan (esofagitis) dan GERD.
Kondisi ini dapat menimbulkan gejala gangguan pencernaan, seperti perut mulas, kembung, mual, panas di dada (heartburn), hingga mulut terasa pahit.
Konsumsi obat asam lambung yang tepat bisa mengatasi gangguan pencernaan tersebut.
Secara garis besar, obat terdiri dari dua jenis, yaitu over the counter (OTC) atau obat tanpa resep, dan obat resep dokter.

Antasida adalah salah satu obat bebas yang digunakan untuk menetralkan asam lambung.
Beberapa antasida mengandung simetikon, yaitu suatu bahan yang membantu menyingkirkan gas berlebih dalam tubuh.
Namun, konsumsi obat antasida saja tidak mampu menyembuhkan tenggorokan yang meradang akibat naiknya asam lambung.
Terlalu sering menggunakan obat antasida dapat menimbulkan efek samping seperti sembelit, diare, kram perut, dan terkadang masalah ginjal.
Obat histamin-2 (H-2) receptor blockers bekerja secara khusus untuk mengurangi peningkatan produksi asam lambung.
Obat H-2 receptor blockers ini bisa bertahan lebih lama di dalam tubuh untuk membantu meredakan gejala maag.
Beberapa contoh H-2 receptor blockers adalah cimetidine, ranitidine, dan famotidine.
Penurunan produksi asam lambung di dalam tubuh bisa bertahan hingga sekitar 12 jam setelah minum obat ini.
Ada dua jenis dosis obat H-2 receptor blockers, yakni dosis rendah yang bisa dibeli secara bebas dan dosis tinggi perlu resep dokter.
3. Proton pump inhibitors (PPI)
Proton pump inhibitors (PPI) bisa dibeli bebas di apotek.
Obat ini memiliki dosis yang lebih kuat ketimbang antasida dan H2 receptor blockers, misalnya omeprazole dan lansoprazole.
Obat PPI bekerja sangat efektif untuk menurunkan asam yang naik ke kerongkongan kembali ke lambung.
Aturan minumnya obat tersebut bisa Anda tanyakan kepada apoteker.
Hindari minum obat-obatan untuk mengatasi gejala asam lambung di luar dari anjuran yang diberikan.
Beri tahu dokter atau apoteker bila Anda sedang rutin minum vitamin, suplemen makanan, atau suplemen herbal untuk asam lambung.
Pastikan vitamin dan suplemen tersebut aman untuk diminum bersamaan dengan obat asam lambung.