3 Obat Diare yang Aman untuk Ibu Menyusui dan Cara Mengatasinya di Rumah

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/03/2020
Bagikan sekarang

Diare dapat menyerang kapan saja, termasuk saat ibu menyusui. Namun, cara mengatasi diare pada ibu menyusui tidak bisa sembarangan. Begitu juga dengan obat diare yang digunakan karena beberapa obat mungkin mengalir ke dalam ASI saat ibu menyusui. Lantas, apa obat yang aman untuk mengatasi diare pada ibu menyusui?

Pilihan obat diare yang aman untuk ibu menyusui

obat mercaptopurine
Sumber: walesonline

Diare adalah gangguan pencernaan dengan banyak penyebab. Umumnya, gangguan pencernaan ini disebabkan oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab diare. seperti E. colli.

Mengalami diare membuat Anda lebih sering BAB dari biasanya dengan feses lembek atau cair berair. Gejala diare juga dapat membuat Anda merasa lemas karena energi yang banyak terbuang.

Maka sebelum bertambah parah, segera obati diare dengan cara yang tepat. Berikut ini adalah beberapa pilihan obat diare yang aman untuk ibu menyusui:

1. Oralit

Oralit adalah obat pertolongan pertama yang aman untuk mengatasi diare pada ibu hamil. Oralit tersedia dalam sediaan serbuk yang harus dilarutkan dengan air matang atau dalam sediaan obat cair siap minum.

Larutan ini terbuat dari campuran garam, gula, dan air yang mengandung senyawa natrium klorida (NaCl), kalium klorida (CaCl2), glukosa anhidrat, dan natrium bikarbonat.

Obat ini bekerja mengisi ulang cairan dan kandungan elektrolit serta mineral dalam tubuh yang hilang akibat diare. Dengan kata lain, obat ini mencegah dehidrasi saat diare sekaligus mengatasinya pada ibu menyusui. Oralit akan mengembalikan kadar cairan tubuh dalam 8-12 jam setelah dikonsumsi.

Selain bisa dibeli di apotek, obat diare untuk ibu menyusui ini juga bisa Anda buat sendiri. Caranya dengan melarutkan 6 sendok teh gula pasir dan 1/2 sdt garam dalam 1 liter air. Aduk merata, dan minum segelas tiap 4-6 jam sekali.

2. Loperamide

Loperamide adalah obat diare generik yang memperlambat gerak usus agar menghasilkan bentuk feses yang lebih padat.

Ibu menyusui yang terkena diare biasanya diresepkan 4 mg obat loperamide dalam bentuk tablet telan, kapsul atau sirup untuk diminum tidak boleh lebih dari 16 mg dalam waktu 24 jam. Khusus untuk tablet kunyah, orang dewasa tidak boleh minum dosis obat diare ini lebih dari 8 mg per hari.

Beberapa merek loperamide di pasaran ada pula yang mengombinasikan obat ini dengan simethicone untuk mengatasi kram dan kembung saat diare.

Namun, National Health Service menyarankan ibu menyusui konsultasi ke dokter lebih dulu agar tahu berapa dosis obat diare ini yang tepat untuk kondisinya.

Jangan minum obat melebihi dosis karena berisiko memicu masalah jantung berupa aritmia. Selain itu, obat diare ini juga bisa menimbulkan efek samping melemahkan untuk ibu menyusui, seperti pusing, sakit kepala, sulit fokus, dan mual-muntah.

3. Kaopectate

Selain dua obat diare di atas, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat (CDC), juga merekomendasikan kombinasi kaolin dan pektin (Kaopectate) untuk mengatasi diare pada ibu hamil. BPOM RI juga mengizinkan obat diare yang mengandung kaolin untuk dijual bebas di pasaran.

Kaolin itu sendiri merupakan sejenis mineral alami sementara pektin adalah jenis sumber serat yang larut air.

Obat Kaopectate hanya diberikan untuk ibu menyusui apabila diare yang dialami parah (feses yang keluar hanya berupa air). Selain meringankan gejala, obat diare ini juga bisa mencegah dehidrasi serius.

Cara mengatasi diare pada ibu hamil di rumah

butuh minum air putih 8 gelas

Selain mengatasi diare dengan pilihan obat di atas, ibu menyusui juga bisa mengatasi gejala yang dihadapi dengan perawatan di rumah. Mengombinasikan penggunaan obat dengan perawatan alami dapat membantu pengobatan jadi lebih efektif. Lebih jelasnya, mari bahas satu per satu.

1. Minum air lebih banyak

Risiko dehidrasi pada ibu menyusui yang terkena diare dapat lebih tinggi karena tubuhnya akan lebih cepat kehilangan cairan. Tidak hanya dari feses yang keluar saat Anda terus bolak-balik BAB, tapi juga dari menyusui.

Jangan anggap sepele dehidrasi pada ibu menyusui. Kondisi ini menimbulkan gejala lemas dan pusing, sehingga berisiko membuat ibu menyusui terjatuh saat menggendong si kecil.

Meski begitu, jangan berhenti menyusui bayi meski Anda sedang diare. ASI adalah sumber makanan utama bagi bayi, yang juga mengandung antibodi untuk membantu melindungi bayi dari penyakit yang ibu miliki.

Nah untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi saat diare, ibu menyusui harus lebih sering dan lebih banyak minum air putih. Ibu menyusui juga bisa mencukupi kebutuhan cairan dengan buah kaya air, sup, atau jus.

2. Makan makanan yang mudah dicerna

Membenahi pola makan juga menjadi salah satu cara terbaik untuk mengatasi diare pada ibu hamil selain minum obat.

Diare menyebabkan pencernaan Anda meradang sehingga tidak bisa mengolah dan menyerap nutrisi makanan sebaik dulu. Maka selama masih sakit, perbanyaklah makan makanan yang tidak semakin memberatkan kerja usus.

Berbagai makanan yang paling direkomendasikan saat diare adalah pisang dan apel yang dihaluskan, nasi (bubur atau nasi tim), dan roti tawar. Makanan-makanan ini termasuk tinggi kalori tapi mudah dicerna oleh tubuh sehingga cepat untuk mengisi ulang tenaga. Diet khusus untuk mengatasi diare disebut dengan diet BRAT.

Selain keempat makanan tersebut, telur, daging ayam tanpa kulit, kentang, mie, selai kacang, ikan, dan alpukat juga dapat menjadi menu makan untuk ibu menyusui sementara minum obat diare.

3. Konsumsi probiotik

Probiotik merupakan bakteri baik yang bagus untuk menjaga kesehatan pencernaan. Makan makanan yang mengandung probiotik membantu menggantikan bakteri baik yang hilang di saluran pencernaan akibat bakteri penyebab diare.

Makanan probiotik yang juga baik untuk mengatasi diare pada ibu hamil adalah yogurt. Namun, pastikan untuk memilih produk yogurt rendah gula karena makanan tinggi gula bisa membuat diare makin parah.

4. Minum teh jahe

Teh jahe dapat dijadikan sebagai obat diare alami untuk ibu menyusui. Teh jahe membantu mengurangi jumlah bakteri jahat dalam usus sekaligus meredakan gejala mual, kram, dan kembung saat diare.

Anda bisa membuat minuman ini dengan merebus air dengan potongan jahe. Setelah mendidih, teh jahe siap Anda minum.

Kapan harus pergi ke dokter jika obat diare tidak juga ampuh untuk ibu menyusui?

cara memilih dokter internis terbaik

Diare biasanya berlangsung dalam 2 atau 3 hari. Namun, jika berlangsung lebih lama dari itu, segera periksa ke dokter. Apalagi jika buang air disertai demam, tubuh lemas, bibir kering, dan urin berwarna gelap.

Namun, Anda tidak perlu menunggu tanda-tanda demikian jika memang gejalanya sangat mengganggu Anda. Dokter akan melakukan pemeriksaan, memberi tahu kemungkinan penyebab, dan meresepkan obat diare yang tepat.

Ingat, ikuti rencana perawatan yang telah dokter rekomendasikan untuk ibu menyusui, entah itu dengan obat medis yang ada di apotek atau obat alami. Dengan begitu, Anda dapat kembali beraktivitas dan menyusi si kecil dengan nyaman.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
ibu menyusui positif coronavirus

Panduan Aman untuk Ibu Menyusui yang Positif COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21/04/2020
bakteri penyebab diare

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020