10 Penyebab Nyeri Panggul yang Paling Umum

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Nyeri panggul bisa terjadi pada siapa saja, tapi memang lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Rasa nyerinya biasa terpusat di sekitar perut bagian bawah, termasuk di bawah pusar dan pinggul. Nyeri panggul mungkin terjadi tiba-tiba dan parah (akut), atau bisa ringan namun berlangsung berbulan-bulan (kronis). Berikut beberapa penyebab nyeri panggul yang paling umum.

Berbagai penyebab nyeri panggul yang paling umum

1. Radang usus buntu

Radang usus buntu atau appendicitis sering menyebabkan nyeri panggul terutama di sisi kanan bawah yang mungkin terjadi bersamaan dengan mual, muntah, dan demam. Rasa nyeri ini bisa semakin diperburuk dengan refleks batuk dan mengejan saat BAB.

Usus buntu yang tersumbat dapat pecah dan membahayakan nyawa. Maka, usus buntu sebaiknya cepat diangkat sebelum terlanjur menyebabkan infeksi dan mengakibatkan kebocoran usus.

2. Iritable bowel syndrome (IBS)

Iritable bowel syndrome (IBS) adalah peradangan pada usus besat yang bisa menyebabkan kram menyakitkan di daerah panggul dan perut bawah, sensasi kembung, serta sembelit atau diare yang terjadi terus-menerus. 

IBS merupakan masalah jangka panjang yang bersifat kambuhan sewaktu-waktu. Namun, perubahan pola makan tinggi serat dan mencukupi kebutuhan cairan dapat membantu mengendalikan gejalanya. Jika Anda memiliki IBS, dokter pada umumnya juga akan menyarankan untuk lebih rutin olahraga agar memperlancar pencernaan dan mengurangi stres.

3. Nyeri ovulasi

Ovulasi adalah masa pelepeasan sel telur dari indung ovarium. Proses ini bisa menyebabkan kondisi nyeri pada panggul yang disebut dengan mittelschmerz.

Rasa sakitnya biasa terjadi sesaat sebelum dan selama ovulasi, ketika selaput yang menutupi ovarium membentang untuk melepaskan sel telur. Darah dan cairan dilepaskan saat ovulasi juga bisa menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Rasa sakit ini bervariasi pada setiap wanita, dan mungkin berlangsung beberapa menit sampai berjam-jam. Meski begitu, nyeri saat ovulasi bisa sembuh sendiri tanpa pengobatan medis.

4. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel dan berkembang di tempat lain selain rahim. Kehamilan ektopik bisa terjadi di tuba falopi, dalam rongga perut, di ovarium (indung telur), atau leher rahim (serviks). Maka, kehamilan ektopik sering juga disebut sebagai hamil di luar kandungan. 

Kehamilan ektopik adalah penyebab nyeri panggul dan kram perut yang sangat menyakitkan dan biasanya hanya terpusat di satu sisi (tempat menempelnya sel telur tersebut). Gejala lainnya termasuk perdarahan vagina, mual-muntah, bahu dan leher terasa sakit, selangkangan terasa sakit, hingga kepala terasa berputar, pusing, dan sering ingin pingsan.

5. Penyakit kelamin

Beberapa penyakit kelamin menular seperti klamidia dan gonore bisa menjadi penyebab nyeri panggul pada wanita juga pria. Dua penyakit kelamin ini bisa terjadi secara bersamaan dan tidak selalu menimbulkan gejala. Namun, jika menimbulkan gejala umumnya Anda akan merasa sakit saat buang air kecil, dan cairan penis atau keputihan abnormal.

6. Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul (PID) adalah infeksi bakteri yang menyerang area panggul dan sekitarnya (rahim, serviks, ovarium, atau tuba fallopi) yang bersifat menular. PID bisa juga menjadi komplikasi dari penyakit kelamin, seperti gonoreKondisi ini dapat menyebabkan kerusakan pada saluran telur, ovarium, dan rahim.

Gejala radang panggul yang umum termasuk nyeri panggul yang menyebar ke perut, keputihan abnormal, dan nyeri saat berhubungan intim atau buang air kecil.

7. Endometriosis

Endometriosis adalah pertumbuhan jaringan lapisan dinding dalam rahim menjadi di luar rahim. Karena memiliki karakteristik yang sama seperti dinding dalam rahim, jaringan abnormal ini juga bisa menebal dan kemudian luruh ketika menstruasi tiba. Akan tetapi, darah yang luruh tidak bisa keluar melalui vagina. Akibatnya, sisa jaringan dan darah tersebut kemudian menumpuk di dalam tubuh menyebabkan kista dan perkembangan jaringan parut yang menyakitkan. 

8. Interstitial cystitis (IC)

Interstitial cystitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tekanan dan nyeri pada kandung kemih. Interstitial cystitis juga sering disebut sindrom nyeri kandung kemih. Penyakit ini bisa terjadi pada wanita dan pria.

Gejala interstitial cystitis termasuk nyeri panggul (bisa ringan hingga parah), rasa sakit saat buang air kecil, sering merasa ingin kencing (lebih dari 8 kali sehari), hingga sensasi kencing tidak tuntas (merasa ingin kencing sekarang juga, padahal Anda baru saja selesai).

Pada wanita, rasa sakit bisa menjalar hingga ke vagina dan bibir vagina. Sementara pada pria, rasa nyerinya bisa menyebar ke kantung zakar, testis, penis, atau area belakang kantung zakar.

9. Fibroid rahim

Fibroid adalah pertumbuhan tumor jinak di rahim. Sebagai akibatnya, Anda bisa merasakan tekanan atau sensasi berat/sesak/penuh pada perut bagian bawah. Fibroid jarang menyebabkan nyeri panggul yang terasa tajam, kecuali jika pertumbuhan tumor mulai menghambat suplai darah ke rahim dan lama-lama mematikan jaringan sekitarnya.

10. Penyebab lainnya

Selain berbagai kondisi yang sudah disebutkan di atas, masih ada beberapa penyebab nyeri panggul lainnya:

  • Sindrom kongesti panggul
  • Gejala PMS umum
  • Kista dan kanker ovarium
  • Infeksi saluran kemih
  • Batu ginjal
  • Vulvodynia
  • Penyakit Crohn
  • Diverticulitis
  • Fibromyalgia
  • Inguinal hernia
  • Kanker usus

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Fibroid Rahim Berbahaya Bagi Kehamilan?

Fibroid rahim memang tergolong sebagai tumor jinak. Namun, apakah fibroid rahim memiliki bahaya tertentu terhadap kesehatan ibu dan janin?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 10 Mei 2019 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Alami Mengatasi Gejala Endometriosis di Rumah

Memiliki endometriosis membuat Anda merasakan hari-hari berat saat haid. Agar tidak terlalu menyiksa, lakukan cara ini untuk mengatasi gejala endometriosis.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 30 Desember 2018 . Waktu baca 3 menit

Mioma Uteri (Fibroid Rahim)

Mioma uteri adalah sel otot rahim yang tumbuh secara abnormal, tetapi tidak memiliki sifat kanker. Apa saja gejalanya? Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 22 November 2018 . Waktu baca 11 menit

Hati-hati, Sakit Perut Bawah Bisa Jadi Tanda 5 Masalah Kesehatan Ini

Sakit perut bagian bawah bisa jadi pertanda masalah kesehatan serius, baik pada wanita maupun pria. Apa saja kemungkinan penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 November 2018 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala kista ovarium

Apakah Anda Mengidap Kista Ovarium? Cari Tahu Gejalanya di Sini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 16 September 2020 . Waktu baca 3 menit
fibroid rahim dan pcos

Apa Bedanya Fibroid Rahim dan Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 8 April 2020 . Waktu baca 4 menit
melahirkan normal setelah miomektomi

Masih Bisakah Menjalani Persalinan Normal Setelah Miomektomi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
pengobatan endometriosis

4 Pilihan Pengobatan untuk Endometriosis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit