Peran Keluarga dalam Mengobati Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Pengobatan diabetes bisa terasa begitu sulit dan melelahkan sebab konsistensi adalah kunci utamanya. Mayo Clinic menyebutkan bahwa mungkin saja Anda sudah melakukan semua yang dianjurkan dokter, tapi gula darah tetap tinggi. Kalau sudah begini, Anda tentu membutuhkan dukungan dan peran dari orang terdekat, seperti keluarga agar pengobatan diabetes tetap berjalan dan Anda tidak putus asa

Pengobatan diabetes tiap orang berbeda-beda

Meski sama-sama berusaha menjaga kadar gula darah tetap normal, pengobatan diabetes yang dijalani masing-masing diabetesi tentulah berbeda.

Keluarga bisa mengambil peran penting dalam pengobatan diabetes dengan mengetahui kondisi dari pasien. Bisanya, perawatan orang yang diabetes sangat bergantung dengan gejala dan kondisi individual pasien.

Sebuah rencana perawatan diabetes yang berhasil pada satu orang belum tentu bekerja sama baiknya pada orang lain.

Koordinator Dalam Negeri PB PERKENI, Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo Sp.PD-KEMD, menyebut bahwa kolaborasi beberapa pihak diperlukan demi keberhasilan pengobatan penyakit kronis yang satu ini.  

“Apa pun tipe diabetes yang Anda miliki, obat saja tidak cukup. Dia (pasien) juga membutuhkan dokter yang mumpuni, akses, serta pencerahan,” kata Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo Sp.PD-KEMD saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (11/11). 

Konsistensi dan komitmen adalah kunci yang harus dipegang teguh oleh pasien diabetes. Pasalnya, penanggulangan kondisi tersebut membutuhkan waktu seumur hidup. Tak ada satu obat pun yang dapat menyembuhkan diabetes. Yang bisa dilakukan hanyalah mengendalikan diabetes. 

“Kalau sekolah terus capek, kan bisa mogok dulu kadang. Akan tetapi, kalau (pengobatan diabetes) penyakit kronis itu nggak boleh mogok. Jadi, pagi olahraga, terus minum obat, diet. Ini harus dilakukan terus-menerus. Kalau kita bisa melakukannya, kita bisa mencegah komplikasi,” sambungnya. 

Peran keluarga dalam pengobatan diabetes 

Konsultasi dan diskusi dengan dokter dan tim kesehatan sangat penting dalam pengobatan diabetes. Namun, ada hal yang tak kalah penting, yaitu peran keluarga untuk memberikan dukungan penuh saat pasien diabetes menjalani pengobatan. 

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA), dr. Sony Wibisono, Sp. PD., KEMD., FINASIM, menyebutkan bahwa sesi konsultasi dokter hanya dilakukan dalam waktu singkat. Sementara itu, kehidupan pasien yang sebenarnya dihabiskan bersama keluarga dan lingkungan luar. 

“Kontak dengan tenaga kesehatan dan yang tahu kesehatan itu penting sekali. Tapi waktunya berapa lama? Konsultasi dokter saja 15 menit paling lama. Setelah itu dia (pasien) pulang bertemu keluarga dan lingkungannya,” ujar dr. Sony Wibisono, Sp. PD., KEMD., FINASIM.

Ia menambahkan, “Edukator itu penting, karena ada yang menjembatani penjelasan dokter dengan pasien. Tapi setelah itu, siapa yang bertanggung jawab? Keluarga. Keluargalah yang mengingatkan, yang menganjurkan. Tidak hanya itu, orang dekat di luar keluarga juga ada.”

Jika semua pihak yang sering bersentuhan langsung dengan pasien paham betul kondisi diabetes dan bersedia ambil peran, pengobatan diabetes yang dijalankan akan berjalan dengan efektif. Pasalnya, pihak-pihak tersebutlah yang bertugas mengingatkan soal konsistensi Anda melakukan pengobatan diabetes.

“Kita hidup di rumah berapa lama? Ada juga lingkungan sekolah, kuliah, kantor, itu juga harus disosialisasikan bahwa (penyandang) diabetes itu berbeda (kehidupannya). Makan harus teratur, yang kedua teratur minum obatnya, yang ketiga harus berolahraga. Siapa yang mengingatkan? Kalau sama-sama mengingatkan, keluarga dan lingkungannya, tentu dapat lebih bagus,” pungkas dr. Sony Wibisono, Sp. PD., KEMD., FINASIM.

Share now :

Direview tanggal: November 11, 2019 | Terakhir Diedit: November 11, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca