Kadar gula darah yang tidak terkontrol dengan baik pada wanita hamil yang mengidap diabetes melitus tipe 1 atau tipe 2 dapat menyebabkan masalah bagi si ibu dan juga si bayi, misalnya:

Cacat lahir

Organ tubuh bayi terbentuk selama dua bulan pertama usia kehamilan, biasanya sebelum seorang ibu mengetahui bahwa dia sedang hamil. Gula darah yang sedang tidak dalam kendali dapat mempengaruhi organ-organ si bayi yang sedang terbentuk dan akan menyebabkan cacat lahir yang serius pada bayi seperti cacat otak, tulang belakang, dan jantung.

Bayi lahir besar

Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik menyebabkan kadar gula darah bayi meninggi. Bayi seolah “kekenyangan” dan akan tumbuh dengan ukuran besar. Selain menyebabkan ketidaknyamanan pada si calon ibu selama beberapa bulan terakhir kehamilan, bayi yang besar dapat menyebabkan masalah selama persalinan bagi ibu dan bayi. Misalnya si Ibu mungkin perlu melakukan C-section atau caesar untuk melahirkan bayi. Selain itu bayi dapat lahir dengan kerusakan saraf akibat tekanan pada bahu selama persalinan.

C- Section (Caesar)

C-section adalah operasi untuk melahirkan bayi melalui perut ibu. Seorang wanita yang diabetesnya tidak terkontrol dengan baik memiliki risiko yang lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan cara ini. Ketika bayi dilahirkan secara caesar, akan diperlukan waktu lebih lama bagi si ibu untuk pulih.

Tekanan darah tinggi (preeklampsia)

Ketika seorang wanita hamil memiliki tekanan darah tinggi, terdapat protein dalam urinnya, dan sering bengkak di jari tangan dan kaki untuk waktu yang lama, dia mungkin mengalami darah tinggi. Hal ini adalah masalah serius yang perlu diawasi dengan ketat dan ditangani oleh dokter. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada si calon ibu dan juga bayinya yang belum lahir seperti kemungkinan bayi lahir lebih awal dan pada si calon ibu dapat menyebabkan kejang atau stroke (pembekuan darah atau perdarahan di otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak) selama persalinan dan melahirkan. Wanita yang mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2 yang mengalami tekanan darah tinggi lebih sering daripada wanita yang tidak mengidap diabetes.

Lahir awal (prematur)

Jika bayi lahir terlalu dini, kelak ia akan mengalami banyak komplikasi, seperti masalah pernapasan, jantung, perdarahan ke otak, usus, dan juga penglihatan. Wanita pengidap diabetes tipe 1 dan tipe 2 diabetes lebih punya kemungkinan tinggi untuk melahirkan terlalu dini dibandingkan wanita yang tidak mengidap diabetes.

Gula darah rendah (hipoglikemia)

Pasien diabetes yang menggunakan insulin atau obat diabetes lainnya punya potensi terkena tekanan gula darah yang terlalu rendah. Gula darah rendah bisa jadi masalah yang sangat serius, dan bahkan fatal jika tidak ditangani dengan cepat. Gula darah rendah dapat dihindari jika pasien memantau kadar gula darah mereka dengan ketat dan menangani sejak awal.

Jika diabetes seorang pasien tidak terkontrol dengan baik selama kehamilan, bayinya bisa dengan sangat cepat mengalami gula darah rendah setelah lahir. Gula darah bayi harus diawasi selama beberapa jam setelah melahirkan.

Keguguran atau lahir mati

Keguguran adalah keadaan bayi mati sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Lahir mati berarti bahwa setelah 20 minggu, bayi meninggal dalam kandungan. Keguguran dan bayi lahir mati bisa terjadi karena berbagai alasan. Seorang wanita yang mengidap diabetes yang tidak terkontrol dengan baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran atau bayi lahir mati.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca