Mengenal Golongan Obat Diabetes Oral yang Sering Diresepkan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Mei 11, 2020
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sudah tahu bahwa diabetes tipe dua adalah penyakit yang tak bisa disembuhkan. Meski begitu, Anda masih bisa mengendalikan penyakit ini. Mengendalikan gula darah dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan minum obat. Namun, obat diabetes yang banyak mungkin akan membuat Anda bingung. Untuk itu, ketahui dulu berbagai macam golongan obat diabetes dan cara kerjanya berikut ini.

Golongan obat diabetes oral yang paling umum

Umumnya, setiap golongan obat diabetes yang diresepkan memiliki cara kerja yang berbeda. Mungkin, hanya sedikit atau segelintir orang saja yang memperhatikan kelompok obat yang mereka minum.

Padahal, mengetahui cara kerjanya bisa membuat Anda menjadi lebih paham dan dapat memperbaiki kedisiplinan Anda dalam  meminum obat dan gaya hidup penunjang lainnya. Memahami kelompok obat-obatan yang Anda minum juga membantu Anda memahami alasan dokter meresepkan beberapa obat diabetes sekaligus.

Beberapa golongan obat yang paling sering diresepkan untuk pasien diabetes, antara lain:

1. Golongan obat diabetes sulfonilurea

Golongan obat diabetes merupakan yang paling sering diresepkan untuk pasien kencing manis. Obat golongan sulfonilurea bekerja dengan cara membantu pankreas untuk memproduksi insulin lebih banyak.

Diabetes juga bisa terjadi akibat resistensi insulin, artinya tubuh tak lagi menanggapi kehadiran insulin yang membantu mengatur kadar gula darah. Nah, obat golongan sulfonilurea juga membantu tubuh untuk dapat merespons insulin dengan lebih baik. 

Golongan obat sulfonilurea hanya diperuntukkan untuk pasien diabetes tipe 2. Orang dengan diabetes tipe 1 tidak menggunakan obat ini, karena pada dasarnya, tubuh mereka tidak memproduksi insulin sama sekali.

Beberapa obat diabetes yang termasuk ke dalam golongan sulfonilurea, antara lain:

  • Chlorpropamide
  • Glipizide
  • Glyburide
  • Glimepiride
  • Gliclazide
  • Tolbutamide
  • Tolazamide

2. Golongan thiazolidinediones (glitazone)

Obat diabetes golongan thiazolidinediones memiliki nama lain glitazone. Golongan obat ini bekerja dengan cara menurunkan jumlah glukosa yang diproduksi oleh hati Anda. Obat ini juga meningkatkan kemampuan sel tubuh Anda dalam merespons insulin.

Golongan obat ini bisa memengaruhi siklus menstruasi dan memicu terjadinya ovulasi sehingga dapat meningkatkan peluang kehamilan.

Obat diabetes golongan ini juga diketahui dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Dokter Anda mungkin akan memantau fungsi jantung dan juga hati Anda ketika mengonsumsi obat ini.

Obat yang termasuk ke dalam golongan obat ini adalah:

3. Golongan biguanid

Sama seperti obat diabetes golongan glitazone, biguanid juga bekerja dengan cara menurunkan jumlah gula yang diproduksi oleh hati. Selain itu, golongan obat ini juga bekerja dengan cara menurunkan jumlah glukosa yang diserap oleh usus selama proses pencernaan. Dengan begitu, kadar gula di dalam tubuh tetap stabil. 

Obat golongan biguanid juga dapat membuat tubuh Anda menjadi lebih sensitif dalam merespons insulin. Obat yang termasuk ke dalam golongan obat ini adalah metformin.

4. Golongan inhibitor alfa-glukosidase

Obat diabetes yang masuk dalam kelompok ini bekerja dengan cara memecah makanan yang mengandung zat tepung (pati) dan memperlambat pencernaan sehingga penyerapan karbohidrat pun menjadi lebih lama.

Saat penyerapan karbohidrat melambat, perubahan zat pati (tepung) dalam karbohidrat juga menjadi lebih lambat. Hal ini memungkinkan proses perubahan pati menjadi glukosa berjalan perlahan-lahan. Hasilnya, kadar gula darah menjadi lebih stabil.

Obat golongan ini akan memiliki efek terbaik jika diminum sebelum makan.

Beberapa obat yang masuk ke dalam golongan obat ini adalah:

  • Acarbose
  • Miglitol

5. Golongan obat inkretin mimetik

Golongan obat diabetes ini dikenal juga dengan golongan pengobatan reseptor antagonis peptida mirip glucagon (GLP-1 — Glucagon like Peptide). Cara kerjanya adalah dengan merangsang sekresi (pengeluaran) hormon alami yang diproduksi oleh tubuh, yaitu inkretin. Itu sebabnya golongan obat ini disebut dengan golongan pengobatan inkretin mimetik.

Hormon inkretin adalah hormon yang dikeluarkan oleh usus pada saat makan. Hal ini meningkatkan produksi insulin dan menurunkan glukagon yang diproduksi oleh hati.

Obat ini juga bekerja dengan cara menurunkan selera makan dengan memperlambat pencernaan dalam lambung sehingga Anda merasa kenyang lebih lama.

Pengobatan dengan obat golongan inkretin mimetik bisa memicu masalah kanker tiroid. Informasikan kepada dokter jika Anda atau keluarga memiliki riwayat kanker tiroid.

Obat diabetes yang masuk ke dalam golongan GLP-1, antara lain:

  • Albiglutide
  • Dulaglutide
  • Exenatide
  • Liraglutide

6. Golongan SGLT-2 inhibitor

Golongan obat diabetes ini bekerja dengan cara menghambat penyerapan kembali glukosa yang dilakukan oleh ginjal. Akibatnya, glukosa akan dikeluarkan bersamaan dengan urine untuk menurunkan kadar gula darah.

Itu sebabnya, jika Anda hendak menjalankan tes urine tapi sedang minum obat golongan ini, informasikan kepada dokter Anda. Glukosa akan ditemukan dalam urine Anda ketika mengonsumsi obat ini.

Beberapa obat yang masuk ke dalam golongan pengobatan ini, yaitu:

  • Dapagliflozin
  • Canagliflozin
  • Empagliflozin

7. Golongan meglitinide

Obat yang termasuk ke dalam golongan obat ini membantu pankreas dalam tubuh Anda untuk memproduksi insulin lebih banyak. Akibatnya, pengobatan ini bisa saja menyebabkan kadar gula dalam darah Anda menjadi terlalu rendah. Tetap lakukan pemantauan kadar gula darah Anda untuk menghindari risiko hipoglikemia.

Contoh dari obat golongan ini adalah:

8. Golongan obat penghambat dipeptidyl peptidase-4  (DPP-4 Inhibitor)

Golongan obat ini terhitung baru di kelas pengobatan oral diabetes. Golongan obat ini dikenal juga dengan sebutan gliptin.

Golongan gliptin biasanya diresepkan untuk orang diabetes tipe 2, yang tak lagi ampuh dengan metformin dan golongan sulfonilurea, untuk mengontrol gula darah.

Obat ini juga diketahui merangsang produksi inkretin yang berguna untuk merangsang produksi insulin, terutama saat setelah makan.

Golongan obat ini diketahui dapat membantu menurunkan berat badan dan gula darah. Namun, obat ini juga diketahui berisiko untuk menyebabkan pankreatitis. Dokter Anda akan melakukan pemantauan pada fungsi hati ketika mengonsumsi obat ini.

Beberapa obat yang termasuk ke dalam golongan ini adalah:

Golongan obat-obatan diabetes yang telah disebutkan di atas, beberapa di antaranya dapat digunakan untuk pengobatan semua pasien diabetes, baik diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Namun, beberapa di antaranya tidak.

Setiap kelompok obat memiliki cara kerja yang berbeda untuk membantu kontrol diabetes yang Anda miliki. Konsultasikanlah dengan dokter Anda mengenai penggunaan obat yang paling tepat untuk Anda.

Haruskah penderita diabetes mengonsumsi obat-obatan?

Sebenarnya, ketika pada awal diagnosis, Anda mungkin sama sekali tak membutuhkan obat-obatan. Dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk melakukan perubahan pola makan (diet) dan olahraga untuk mengendalikan gula darah.

Apabila gula darah Anda terkontrol hanya dengan pola makan dan aktivitas fisik, umumnya Anda tidak perlu minum obat diabetes.

Melakukan kontrol gula darah dengan berbagai golongan obat diabetes akan dilakukan jika perubahan pola hidup tak lagi mampu membantu gula darah Anda berada dalam batas normal. 

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Orang tua sering kali enggan diajak untuk pindah karena tak mau meninggalkan segala kenangan di rumah lama. Bagaimana cara membujuknya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha

    Kapan Anda Perlu Periksa ke Dokter Spesialis THT?

    Bagaimana kita bisa mengetahui kapan harus periksa ke dokter spesialis THT? Apakah ada tanda khususnya? Simak ulasan berikut.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh Ulfa Rahayu

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Lakukan olahraga saat liburan bersama keluarga agar tetap bugar. Simak pilihan kegiatan hingga tips berolahraga sederhana di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fajarina Nurin
    Kebugaran, Hidup Sehat Mei 25, 2020

    4 Cara Jitu Mengubah Hati Sedih Kembali Jadi Senang

    Anda tidak boleh sedih terus-menerus karena ini dapat berdampak buruk pada kesehatan. Lantas, caranya mengubah hati sedih jadi senang? Baca di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Psikologi Mei 24, 2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Liburan Cuma di Rumah? Usir Rasa Bosan dengan 5 Kegiatan Seru Ini

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    6 Cara Mengatasi Nyeri Karena Growing Pain pada Anak

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Nabila Azmi
    Tanggal tayang Mei 25, 2020
    Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

    Joy of Missing Out (JOMO), Saat Anda Tidak Takut Melewatkan Tren

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang Mei 25, 2020