Perlukah Orang Dewasa Dengan Diabetes Suntik Tetanus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Suntik tetanus diberikan untuk melindungi Anda dari penyakit tetanus. Tak cuma anak-anak, remaja dan orang dewasa pun juga dianjurkan untuk vaksin tetanus. Hal ini karena tetanus dapat terjadi pada siapa saja, terlepas dari usia dan bahkan kondisi penyakit yang Anda miliki. Beberapa penyakit yang memiliki risiko tinggi mengalami tetanus juga perlu melakukan vaksinansi. Lantas, apakah orang dengan diabetes termasuk kriteria tersebut? Simak jawabannya di sini.

Apakah diabetesi dewasa perlu suntik tetanus?

vaksinasi HPV pada pria gay

Imunisasi adalah hal yang penting bagi orang dengan diabetes. Ini karena diabetesi lebih mudah terinfeksi dan rentan terhadap komplikasi penyakit.

Diabetes, bahkan jika tidak ditangani dengan baik, dapat menganggu sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi. Sehingga diabetes lebih mungkin mengalami komplikasi yang lebih serius dibandingkan dengan orang tanpa diabetes, termasuk tetanus.

Tetanus adalah kerusakan saraf yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri bisa berkembang biak di tempat luka terbuka. Orang dengan diabetes rentan memiliki luka atau borok yang sulit sembuh. Karena itulah diabetesi pun menjadi rentan tehadap tetanus.

Untuk itu, diabetesi dewasa tetap perlu suntik tetanus. Diabetesi harus imunisasi tetanus jika belum mendapatkan vaksin dalam 10 tahun terakhir. Centers for Disease Control and Prevention menganjurkan untuk imunisasi tetanus sekali dan diulang setiap 10 tahun.

Selain suntik tetanus, vaksin apa yang diperlukan diabetesi?

terkena kutil kelamin

Selain suntik tetanus, diabetesi juga perlu diberikan vaksinasi lain yang berguna untuk mencegah komplikasi diabetes lainnya. William Schaffner, MD, seorang dosen kedokteran di Vanderbilt University School of Medicine mengatakan bahwa orang dengan diabetes perlu melakukan imunisasi karena lebih rentan terhadap komplikasi flu dan pneumonia.

Ada 5 jenis imunisasi yang perlu dipertimbangkan untuk dijalani oleh diabetesi, termasuk suntik tetanus. Jika Anda punya diabetes, diskusikan dengan dokter Anda tentang vaksinasi apa yang Anda perlukan.

Berikut 4 imunisasi lainnya yang dianjurkan untuk diabetesi.

1. Vaksin flu

Flu memang terdengar sepele, tapi bisa berbahaya bahkan menyebabkan kematian jika gejalanya dibiarkan. Flu adalah penyakit pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza.

Orang dengan diabetes berisiko tinggi memiliki komplikasi flu yang serius seperti pneumonia. Hal ini karena diabetesi memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah sehingga memperparah flu dan menyebabkan komplikasi seperti pneumonia. Sebab itu, diabetesi perlu mendapatkan vaksin flu setiap tahunnya.

2. Vaksin cacar

Vaksin zoster melindungi diabetesi dari cacar yang disebabkan oleh Varicella zoster. Virus ini bisa bertambah kuat seiring dengan kekebalan tubuh yang melemah. CDC menganjurkan imunisasi ini pada pasien di atas 50 tahun.

3. Vaksin pneumococcal

Vaksin pneumococcal berfungsi untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptocossus pneumoniae seperti pneumonia, meningitis (infeksi selaput otak dan sumsum tulang belakang), infeksi telinga, dan sepsis (infeksi darah).

Orang dengan diabetes perlu mendapatkan vaksin ini sekali sebelum usia 65 tahun dan dua dosis lagi setelah usia 65 tahun.

4. Vaksin hepatitis B

Orang yang memiliki diabetes atau penyakit lain yang menyebabkan menurunnya daya tahan tubuh rentan tertular hepatitis B. Untuk itu, diabetesi perlu mendapatkan vaksin hepatitis B.

Vaksin hepatitis B direkomendasikan untuk semua orang dewasa dengan diabetes berusia kurang dari 60 tahun. Namun, umumnya Anda telah mendapat vaksin ini sejak kecil, jadi tanyakan pada dokter Anda apakah Anda sudah diimunisasi atau belum.

Jika Anda berusia 60 tahun atau lebih, tanyakan pada dokter Anda apakah Anda perlu vaksin hepatitis B atau tidak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Selain Vaksin, Ternyata Ada 4 Cara Lain untuk Mengatasi Tetanus

Tetanus yang tidak diobati bisa menyebabkan otot kaku dan kejang. Berikut berbagai cara mengobati tetanus sesuai prosedur medis.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 November 2019 . Waktu baca 3 menit

Selain Karena Cedera, 6 Kondisi Ini Membuat Anda Perlu Mendapatkan Suntik Tetanus Rutin

Selain anak-anak, orang dewasa juga dianjurkan untuk mendapatkan suntik tetanus. Selain karena cedera, kapan suntik tetanus untuk orang dewasa diperlukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 24 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Prediabetes Tidak Bergejala, Tapi Waspadai 3 Perubahan Tubuh Ini

Pradiabetes terjadi saat kadar gula darah sudah lebih tinggi dari normal hingga menjurus diabetes. Seperti apa gejala pradiabetes? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diabetes, Health Centers 22 Januari 2019 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Penyebab Tetanus dan Cara Penularannya

Mungkin Anda sering mendengar jika tidak sengaja menginjak paku bisa menyebabkan tetanus. Sebenarnya apa saja sih penyebab tetanus?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 19 November 2018 . Waktu baca 2 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mencegah dan pencegahan diabetes

11 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 8 September 2020 . Waktu baca 9 menit
imunisasi dpt

Ketahui Manfaat, Jenis, dan Efek Samping Imunisasi DPT pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 5 Mei 2020 . Waktu baca 11 menit
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23 April 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengontrol diabetes

Diabetes Tidak Bisa Disembuhkan, Lalu Bagaimana Cara Mengontrolnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2019 . Waktu baca 5 menit