Jerawat Batu: Ciri-Ciri, Cara Mengatasi, Hingga Pencegahannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Kemunculan jerawat batu (kistik) yang penampilannya lebih besar, keras, merah menyala, dan terasa lebih sakit dibandingkan jenis lainnya tentu cukup mengganggu. Jerawat ini kerap ditutupi dengan riasan agar tidak terlalu kentara. Simak penyebab dan pengobatannya.

Apa itu jerawat batu?

jerawat batu

Jerawat batu atau dikenal dalam dunia medis sebagai jerawat kistik adalah salah satu jenis jerawat yang cukup parah. Kondisi ini terbentuk jauh di dalam kulit yang disebabkan penyumbatan akibat penumpukan sel kulit mati. 

Jerawat kistik juga dapat muncul karena terperangkapnya bakteri di dalam pori-pori dan akhirnya menginfeksi kulit. Akibatnya, jerawat atau benjolan besar yang memerah dan berisi nanah pun terbentuk.

Beberapa orang dengan kondisi ini merasakan sakit ketika jerawat tidak sengaja tersentuh. Namun, tidak sedikit pula yang mengakui tidak mengalami nyeri saat menekan jerawatnya.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, peradangan di lapisan kulit terdalam dapat menyebar yang menyebabkan pori-pori pecah. Alhasil, peradangan menyebar ke jaringan kulit sekitarnya. Peradangan yang terlanjur menyebar luas dapat memicu kemunculan jerawat batu yang baru. 

Penyebab jerawat batu 

Pada dasarnya, penyebab jerawat batu sama dengan bentuk jerawat lainnya. Penyakit kulit tidak menular ini bermula dari penyumbatan pori-pori akibat kelebihan minyak (sebum), kotoran, dan sel kulit mati. 

Pori-pori yang tersumbat memudahkan bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak, sehingga menginfeksi jaringan kulit sekitarnya.

Ada beberapa faktor yang memicu penyumbatan pori-pori kulit sebagai berikut.

  • Genetik, membawa gen orangtua yang bermasalah dengan kulit berjerawat.
  • Mudah berkeringat menyebabkan tingkat kelembapan kulit tinggi dan bakteri lebih mudah berkembang biak.
  • Menggunakan produk kosmetik yang tidak sesuai, terutama bagi jenis kulit berminyak.

Salah satu hal yang membedakan jerawat batu dengan jerawat lainnya adalah peran hormon. Jerawat kistik sangat dipengaruhi oleh keseimbangan kadar hormon dalam tubuh, yaitu produksi hormon androgen yang berlebihan.

Hormon androgen adalah hormon yang mendukung fungsi organ seksual. Namun, androgen juga dapat merangsang kelenjar sebasea (minyak) untuk menghasilkan sebum. 

Kadar androgen yang berlebihan mengakibatkan kelenjar sebasea menjadi lebih aktif. Akibatnya, produksi sebum pun menjadi lebih banyak, sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat dan kulit berisiko mengalami jerawat.

Ketidakseimbangan hormon biasanya terjadi pada masa pubertas, menjelang menstruasi, hingga menderita sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Ciri dan gejala jerawat batu

Umumnya, ciri utama jerawat batu adalah benjolan merah besar menyerupai bisul. Jerawat ini memiliki tekstur yang lunak dan sering menimbulkan rasa sakit ketika disentuh. Meski begitu, rasa nyeri ini tidak terjadi pada semua orang. 

Selain benjolan merah yang besar, ada beberapa gejala lainnya yang mungkin menandakan Anda mengalami jerawat kistik. 

  • Benjolan besar merata tanpa memiliki puncak putih yang terangkat ke atas.
  • Nanah yang akan keluar setelah jerawat matang dan pecah.

Kondisi ini biasanya dijumpai di wajah. Namun, jerawat besar yang memerah ini juga dapat menyerang bagian lainnya yaitu jerawat di badan seperti di dada, punggung, dan area belakang telinga. 

Dari sekian banyak jerawat, jerawat kistik dapat bertahan selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Setelah pecah, jerawat ini juga memicu kulit untuk menghasilkan sel pigmen baru. 

Alhasil, bekas jerawat akan lebih lama hilang. Tidak hanya itu, warna kulit bekas jerawat juga akan menjadi lebih gelap.

Cara menghilangkan jerawat batu

salep jerawat

Apabila Anda merasa khawatir dengan kemunculan jerawat batu, sebaiknya konsultasikan masalah ini ke dokter. Awalnya, dokter akan mendiagnosis masalah kulit ini berdasarkan penampilan kulit Anda.

Jika bukan jerawat yang terlihat meradang, bekas luka berwarna merah mungkin akan terlihat. 

Setelah menentukan jenis jerawat apa yang tengah dialami kulit, dokter biasanya akan memberikan pilihan pengobatan untuk menghilangkan jerawat. Berikut ini beberapa perawatan yang biasa direkomendasikan dokter untuk jerawat kistik. 

Obat topikal

Pilihan obat topikal (salep atau krim) untuk jerawat biasanya tergantung pada usia, lokasi jerawat, dan tingkat keparahan kondisi Anda. Kebanyakan pasien akan menjalani perawatan jerawat yang memengaruhi perkembangan jerawat yang dialami. 

Berikut ini beberapa kandungan obat jerawat topikal yang biasa digunakan untuk menghilangkan jerawat batu. 

  • Benzoil peroksida untuk membunuh bakteri penyebab jerawat (propionibacterium acnes
  • Retinoid, terutama bagi pasien yang juga memiliki komedo
  • Asam azelaic untuk mengatasi masalah warna kulit yang tidak merata
  • Dapson yang biasa digunakan pada wanita

Selama pengobatan berlangsung, Anda disarankan untuk tidak memencet jerawat. Pasalnya, memencet jerawat hanya akan memperlambat proses penyembuhan kuit. Bahkan, kebiasaan ini juga dapat menyebabkan infeksi dan menimbulkan bekas luka yang sulit hilang. 

Antibiotik

Jika jerawat batu disebabkan oleh infeksi bakteri, artinya Anda membutuhkan antibiotik untuk mengatasi masalah ini. Antibiotik digunakan untuk mengurangi jumlah bakteri dan mengurangi peradangan. 

Sayangnya, obat ini tidak bekerja untuk menekan produksi minyak berlebih dan sel kulit mati. Oleh sebab itu, antibiotik tidak digunakan sebagai perawatan tunggal, melainkan obat tambahan.

Pada saat penggunaan antibiotik dilakukan, Anda juga perlu menggunakan benzoil peroksida agar hasilnya lebih optimal. Hal ini juga membantu mengurangi risiko terjadinya resisten antibiotik. 

Perlu diingat bahwa pengobatan jerawat dengan antibiotik hanya boleh digunakan dalam jangka pendek. Jika jerawat sudah membaik, pemberian antibiotik akan dihentikan.

Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

Terapi hormon

Selain kombinasi antibiotik dan obat-obatan lainnya, terapi hormon juga dilakukan untuk menghilangkan jerawat batu, khususnya untuk para wanita. Salah satu jenis obat untuk terapi hormon adalah spironolakton

Spironolakton biasanya digunakan pada wanita yang mengalami peradangan jerawat. Pasalnya, obat ini dapat mengurangi produksi minyak berlebih yang dapat menyumbat pori-pori. 

Meski terbilang efektif, penggunaan spironolakton memiliki berbagai efek samping, terutama bagi mereka yang mengalami penyakit tertentu. Sebagai contoh, penderita penyakit jantung, kanker payudara, dan serviks perlu berhati-hati terhadap obat ini. 

Isotretinoin

Isotretinoin atau lebih dikenal dengan accutane adalah obat yang biasa digunakan untuk mengobati jerawat kistik. Namun, penggunaan obat ini harus diawasi dokter. Pasalnya, penentuan dosis isotretinoin tergantung pada berat badan pasien. 

Metode ini akan direkomendasikan bagi Anda yang telah mencoba antibiotik dan benzoil peroksida, tetapi tidak mengalami kemajuan apa pun. 

Perlu diperhatikan bahwa penggunaan isotretinoin memiliki efek samping tertentu, seperti bibir pecah-pecah, nyeri sendi, hingga kerusakan hati. Jika Anda mengalami salah satu gejala, segera periksakan diri ke dokter spesialis kulit

Tidak hanya itu, isotretinoin juga tidak dianjurkan bagi ibu hamil karena dapat menyebabkan kelainan bawaan, bayi prematur, hingga kematian. Maka dari itu, sebelum digunakan oleh wanita, pastikan dulu bahwa dirinya tidak sedang hamil. 

Cara mencegah jerawat batu

baking soda untuk mencuci muka

Meski dapat sembuh dan hilang, jerawat yang membandel dapat kembali muncul, terutama bagi Anda yang memiliki kulit mudah berjerawat. Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah jerawat batu. 

  • Mencuci muka 1 – 2 kali dalam sehari.
  • Batasi makanan memicu jerawat, seperti cokelat dan produk susu.
  • Mandi segera setelah berolahraga.
  • Gunakan pelembap dan tabir surya, terutama di bagian wajah dan kulit yang terkena sinar matahari.
  • Tidur yang cukup.
  • Pakai produk kosmetik berbahan dasar air dan bebas minyak.
  • Hindari memegang wajah dengan tangan yang kotor.
  • Ganti sprei setidaknya satu bulan sekali.

Selain beberapa kebiasaan di atas, Anda juga perlu mengelola stres agar jerawat batu tidak kembali muncul. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk meredakan stres Anda, seperti melakukan hobi yang disukai atau rutin berolahraga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

Pori-pori wajah yang besar dan tidak rata bisa mengganggu penampilan. Masker alami bisa mengecilkan pori-pori, Anda bisa memilih sesuai dengan tipe kulit.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Penuaan

Setiap orang akan mengalami penuaan. Gaya hidup dan riwayat kesehatan membuat orang bisa mengalami penuaan lebih dini. Apa saja tandanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Lansia 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Cara Memanfaatkan Es Batu Untuk Wajah Lebih Cerah

Es batu tidak hanya menyegarkan tubuh saat diminum, namun es batu untuk wajah banyak manfaatnya. Es batu dapat mengatasi masalah pada kulit wajah Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit



Direkomendasikan untuk Anda

skincare anti-aging usia 50 tahun

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
tips waxing di rumah

Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
cara menghilangkan hitam di leher

Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit