Anda mungkin merasa khawatir ketika melihat benjolan kecil seperti jerawat muncul di area vagina. Namun, masalah kulit pada kelamin, termasuk jerawat di vagina adalah hal yang umum terjadi.
Anda mungkin merasa khawatir ketika melihat benjolan kecil seperti jerawat muncul di area vagina. Namun, masalah kulit pada kelamin, termasuk jerawat di vagina adalah hal yang umum terjadi.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal dan nyeri yang cukup mengganggu. Kenali penyebab dan cara mengatasi jerawat di area kewanitaan.
Pada umumnya, jerawat disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat. Kondisi ini dapat terjadi akibat beberapa hal, termasuk perubahan hormonal.
Selain muncul pada kulit wajah, jerawat ternyata dapat muncul di area vagina. Jerawat di vagina biasanya muncul di area terluar, tepatnya di daerah vulva dan labia.
Ada banyak hal yang menyebabkan munculnya jerawat pada vagina, seperti berikut ini.

Salah satu penyebab jerawat pada vagina adalah dermatitis kontak, yakni reaksi peradangan pada kulit setelah kontak langsung dengan zat pemicu alergi atau zat pemicu iritasi.
Zat pemicu alergi dan iritasi ini bisa berupa kondom atau pelumas, tisu pembersih kewanitaan, deterjen pakaian, produk mandi dengan zat pewangi, air mani, serta tampon atau pembalut wanita.
Folikulitis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh peradangan pada folikel rambut. Kondisi ini biasanya ditandai dengan benjolan merah kecil yang bisa disertai nanah.
Peradangan ini biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri yang dapat terjadi karena mencukur rambut kemaluan dengan menggunakan alat cukur yang tidak higienis.
Jerawat di vagina juga dapat dipicu karena penyakit moluskum kontagiosum, yakni infeksi kulit yang ditandai dengan bintik kecil berwarna putih hingga merah muda.
Mengutip Devon Sexual Health, moluskum kontagiosum yang muncul di area kelamin bisa ditularkan melalui kontak kulit ke kulit saat berhubungan seksual.
Namun, Anda juga dapat tertular oleh penyakit melalui kontak dengan benda terkontaminasi seperti handuk.
Hidradenitis suppurativa atau disebut juga dengan acne inversa adalah penyakit kulit yang ditandai dengan benjolan seperti jerawat yang berukuran besar di kulit.
Kondisi ini umumnya dimulai dari bintik seperti komedo dan berkembang menjadi benjolan berisi nanah dalam beberapa hari.
Selain di vagina, benjolan ini dapat muncul di ketiak, bagian bawah payudara, di sekitar anus, atau paha bagian dalam.
Infeksi menular seksual seperti herpes genital atau kutil kelaim juag bisa memicu munculnya benjolan mirip jerawat di vagina.
Herpes genital biasanya ditandai dengan benjolan atau lepuhan berwarna putih dan terasa nyeri. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks.
Sementara itu, ciri-ciri jerawat di miss v karena kutil kelamin biasanya ditandai dengan benjolan seperti daging kecil berwarna merah yang bergerombol mirip kembang kol.
Apakah benjolan di miss v berbahaya?
Benjolan seperti jerawat di bibir miss v biasanya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Jika benjolan tidak kunjung hilang atau bertambah besar, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter kulit.
Tidak berbeda dari jerawat pada wajah, jerawat yang muncul di area vagina juga dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Akan tetapi, jika jerawat di area kemaluan muncul karena kondisi medis tertentu dan tidak kunjung hilang, pengobatan medis bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya.
Simak berbagai cara mengobati jerawat di kemaluan wanita berikut ini.
Untuk membantu mengatasi jerawat pada area kemaluan, dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat-obatan.
Mengutip Cleveland Clinic, berikut obat untuk mengatasi jerawat di vagian.
Penting untuk membersihkan area vagina dan menjaganya agar tetap kering. Pasalnya, area vagina yang terlalu lembap bisa menjadi tempat ideal bakteri tumbuh.
Bersihkan bagian vagina yang terluar saja, seperti pada vulva atau bibir vagina dengan menggunakan air atau sabun tanpa pewangi. Setelah itu, keringkan dengan handuk bersih.
Sama seperti jerawat di wajah, usahakan untuk tidak memencet jerawat yang muncul di daerah kelamin atau vulva agar inflasi tidak semakin parah.
Cobalah mengompres area yang bermasalah dengan kain yang dicelupkan ke air hangat. Hal ini bertujuan untuk meringankan jerawat yang meradang.
Selain mengompres dengan air hangat, Anda bisa berendam dengan air hangat sebanyak 1 – 2 kali dalam sehari.
Artikel terkait
Cara mencegah jerawat muncul di vagina mungkin akan sedikit berbeda dengan pencegahan jerawat pada umumnya.
Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan atau hindari jika tidak ingin daerah kewanitaan ditumbuhi jerawat.
Jika merasa khawatir terhadap benjolan di sekitar area kewanitaan, konsultasikan kepada dokter, terlebih lagi, jika Anda aktif secara seksual. Jerawat pada miss v mungkin menandakan penyakit menular seksual.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Lancaster, J.B. (2020). Is it normal to get pimples near the vagina? Kids Health. Retrieved 24 June 2024, from https://kidshealth.org/en/teens/ingrowns.html
Feintuch, S., Dehn, B. (2017). What’s causing itchy bumps near my vagina? Healthy Women. Retrieved 24 June 2024, from https://www.healthywomen.org/content/article/whats-causing-itchy-bumps-near-my-vagina
I have a pimple near my vagina. (2017). Center for Young Women’s Health. Retrieved 24 June 2024, from https://youngwomenshealth.org/2017/04/19/i-have-a-pimple-near-my-vagina/
Folliculitis (2022). Penn Medicine. Retrieved 24 June 2024, from https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/folliculitis
What is Molluscum contagiosum (MC)? (n.d.). Devon Sexual Health. Retrieved 24 June 2024, from https://www.devonsexualhealth.nhs.uk/stis/molluscum-contagiosum-mc/
Versi Terbaru
02/07/2024
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)