Bahayakah Jika Terdapat Jerawat di Daerah Kewanitaan Vagina?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Masalah kulit pada kelamin, termasuk jerawat di vagina, umum terjadi. Meski begitu, kondisi ini tentu dapat menimbulkan rasa gatal dan sakit yang cukup mengganggu dan cukup mengkhawatirkan. Kenali penyebab dan cara mengatasi jerawat di area kewanitaan.

Penyebab jerawat di vagina

Gatal-gatal akibat iritasi vagina

Pada umumnya, jerawat disebabkan oleh pori-pori yang tersumbat. Kondisi ini dapat terjadi akibat beberapa hal, termasuk perubahan hormonal. Tidak hanya itu, ada faktor lainnya yang dapat memicu jerawat di area kemaluan wanita, seperti:

  • tidak menjaga kebersihan area kewanitaan dengan baik,
  • iritasi dari pelumas atau cairan tubuh lainnya, dan
  • stres berat.

Jerawat di vagina, tepatnya di daerah vulva, yaitu bagian terluar dari kemaluan yang dapat dilihat mata telanjang juga dapat terjadi karena rambut yang tumbuh ke dalam. 

Pada saat mencukur, mencabut, atau waxing rambut kemaluan, Anda mungkin berisiko mengalami pertumbuhan rambut ke dalam (ingrown hair). Kondisi ini dapat menyebabkan benjolan menyerupai jerawat berukuran kecil dan terasa gatal serta nyeri. 

Ada kalanya, benjolan tersebut berisi nanah atau disebut jerawat pustula. Hal tersebut membuat kulit di sekitar vagina Anda mungkin menjadi lebih gelap.

Selain beberapa faktor yang telah disebutkan, vagina yang berjerawat juga dapat dikaitkan dengan folikulitis. Folikulitis adalah infeksi dan pembengkakan folikel rambut yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • bercukur atau waxing,
  • menggunakan celana dalam yang ketat, serta
  • iritasi kulit akibat produk perawatan kulit, seperti sabun kewanitaan.

Penyebab lain jerawat di vagina yang perlu diperhatikan

infeksi jamur vagina akibat diabetes

Selain pertumbuhan rambut ke dalam dan folikulitis, ada berbagai penyakit kulit lainnya yang ternyata bisa menimbulkan jerawat di vagina. Bahkan, beberapa masalah pada kulit ini perlu mendapatkan perhatian. 

Moluskum kontagiosum

Moluskum kontagiosum adalah penyakit kelamin akibat infeksi virus yang ditandai dengan munculnya bisul seperti jerawat. Bisul ini dapat terjadi di area tubuh mana saja, termasuk area vagina. 

Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat Mollusca berukuran lebih kecil, tetapi lebih menonjol dan berwarna seperti daging. Selain itu, jerawat ini juga dapat berbentuk menyerupai mutiara dan memiliki lesung pipit di pusatnya. 

Acne inversa

Selain moluskum kontagiosum, acne inversa juga dapat menjadi salah satu penyebab munculnya jerawat di vagina. Peradangan kulit kronis yang memengaruhi kelenjar keringat di selangkangan dan di bawah payudara ini bukanlah kondisi yang umum. 

Vagina yang berjerawat dapat menjadi pertanda Anda mengalami acne inversa, terutama ketika terjadi berulang kali dan berisi nanah. Tidak sama dengan jerawat biasa, acne inversa tidak mudah sembuh dan dapat meninggalkan bekas jerawat

Perbedaan bisul dan jerawat di daerah vagina

Adakalanya orang sulit membedakan antara bisul dan jerawat karena sama-sama benjolan. Terlebih lagi, bisul dan jerawat yang terjadi di daerah vagina lebih jarang diperhatikan karena tidak sering terlihat layaknya jerawat di badan dan wajah. 

Begini, bisul adalah jenis infeksi kulit, sedangkan jerawat merupakan kondisi ketika kulit mengalami peradangan akibat bakteri. Selain itu, bisul biasanya bisa berisi nanah dan berukuran besar hingga menimbulkan gejala berupa demam dan rasa nyeri. 

Keduanya pun memiliki penyebab yang berbeda. Penyebab bisul termasuk folikel rambut yang tersumbat atau terinfeksi, bakteri, luka yang terbuka, hingga masalah kelenjar kulit. Sementara itu, jerawat disebabkan oleh pori-pori tersumbat atau produksi minyak berlebih. 

Jika Anda tidak dapat membedakan keduanya, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Pasalnya, bisul dan jerawat memiliki penanganan yang berbeda, sehingga perlu yakin apa yang tengah dialami oleh kulit Anda. 

Cara mengobati jerawat di bagian ini

Jerawat di vagina umumnya tidak berbahaya dan dapat diobati seperti jerawat di bagian tubuh lainnya. Sama seperti jerawat di wajah, usahakan untuk tidak memencet jerawat yang muncul di daerah kelamin atau vulva.

Memencet jerawat hanya akan menyebabkan infeksi semakin parah. Sebagai gantinya, cobalah mengompres area yang bermasalah dengan kain yang dicelupkan ke air hangat. Hal ini bertujuan untuk meringankan jerawat yang meradang. 

Selain mengompres dengan air hangat, Anda juga bisa berendam dengan air hangat sebanyak 1 – 2 kali dalam sehari. Jangan lupa untuk menepuk kulit dengan handuk lembut ketika area vagina basah. 

Amankah memakai obat jerawat di vagina?

vitacid cream

Bila Anda telah memeriksakan diri ke dokter, ia mungkin akan menganjurkan penggunaan salep atau krim untuk menghilangkan jerawat yang dialami. Salep atau krim ini dapat berupa antibiotik, antihistamin, atau obat anti jerawat. 

Meski begitu, sebaiknya hindari penggunaan obat jerawat yang dijual bebas untuk mengobati jerawat vagina tanpa resep dokter. Sebagai contoh, obat jerawat yang mengandung benzoil peroksida perlu digunakan dalam dosis rendah dan hanya diperuntukkan pada kulit luar. 

Jerawat di vagina biasanya bukan masalah yang serius. Namun, waspadalah ketika jumlahnya cukup banyak dan terjadi berulang. Langkah terbaik yang perlu dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin atau kandungan terkait masalah ini. 

Dengan begitu, dokter dapat memastikan apakah benjolan di daerah vagina adalah bisul akibat penyakit kelamin atau jenis jerawat biasa. 

Cara mencegah jerawat muncul di vagina

mencukur rambut kemaluan

Cara mencegah jerawat muncul di vagina mungkin akan sedikit berbeda dengan pencegahan jerawat pada umumnya. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda lakukan atau hindari jika tidak ingin daerah kewanitaan ditumbuhi jerawat. 

  • Hindari mencukur bulu dalam keadaan kering atau tidak mencukur sama sekali.
  • Gunakan gel atau krim cukur dan mencukur searah dengan pertumbuhan rambut.
  • Pakai alat cukur dengan pisau yang baru agar tidak terjadi infeksi kulit.
  • Selalu jaga kebersihan daerah kewanitaan dan pastikan daerah vulva selalu kering.
  • Ganti pakaian dalam dengan yang baru, terutama setelah berolahraga dan beraktivitas seharian.
  • Gunakan celana dalam berbahan katun yang nyaman dan lembut.

Jika Anda ragu dan merasa khawatir terhadap benjolan di sekitar area kewanitaan, konsultasikan ke dokter. Terlebih lagi jika Anda aktif secara seksual karena dikhawatirkan hal tersebut adalah pertanda dari penyakit menular seksual.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengendalikan Mood Swing Saat PMS

Sebentar marah, sebentar bahagia. Wanita mana yang tidak familiar dengan gejala PMS yang satu ini. Simak cara mengatasi mood swing saat menstruasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Kesehatan Wanita, Menstruasi 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Garam untuk Kesehatan yang Belum Anda Tahu

Meski bisa berbahaya jika dikonsumsi terlalu banyak, garam sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh manusia. Apa saja manfaat garam bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengubah Jam Tidur Ternyata Berpengaruh Pada Kesehatan

Apa yang terjadi pada tubuh saat jam tidur kita mundur 3 jam, atau waktu tidur berkurang 2 jam, atau jika kita mendadak menambahkan tidur siang 2 jam?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Hidup Sehat, Fakta Unik 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

8 Tanda Anda Sebentar Lagi Mau Haid

Tidak semua perempuan mengalami nyeri haid dan gejala PMS setiap bulan. Maka, kenali tanda-tanda menstruasi Anda sebentar lagi mau datang.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Menstruasi 29 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ganglion

Kista Ganglion

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
telapak kaki datar flat feet

Flat Foot (Telapak Kaki Datar)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
fakta sarapan bubur ayam

5 Fakta Menarik Seputar Sarapan Bubur Ayam

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
kloning manusia

Kloning Manusia, Benarkah Bisa Dilakukan? Simak 5 Fakta Unik Seputar Kloning

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 6 menit