Daftar Penyakit Kulit Menular dan Tidak Menular yang Umum

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Penyakit kulit ada banyak macamnya. Secara garis besar ada dua jenis penyakit kulit, yaitu yang menular dan tidak. Yuk simak macam-macam penyakit kulit berikut ini.

Jenis penyakit kulit menular

Penyakit kulit menular adalah masalah kulit yang mudah berpindah dari satu orang ke orang lainnya melalui kontak kulit. Selain kontak kulit, penyakit juga bisa menular lewat permukaan benda atau hewan yang telah terinfeksi.

Biasanya penyakit kulit yang menular disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan jamur. Berikut macam-macam penyakit kulit menular yang umum:

Kutu air

kutu air
Sumber: AAP News & Journals Gateway

Kutu air adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur dan biasanya menyerang sela-sela jari kaki. Infeksi ini kerap muncul pada orang yang kakinya sering berkeringat atau terus lembap.

Penyakit yang memiliki nama lain tinea pedis ini biasanya memunculkan berbagai gejala seperti:

  • Rasa gatal, terbakar, dan menyengat di antara sela jari kaki
  • Kulit kering dan bersisik di antara jari kaki dan menyebar ke telapak hingga samping kaki
  • Kulit mengelupas
  • Lepuhan kulit yang pecah hingga berdarah
  • Bercak merah tebal pada kulit yang bersisik
  • Area yang terinfeksi berbau tidak sedap

Jenis penyakit kulit ini mudah menular lewat permukaan benda yang terkontaminasi jamur seperti lantai, handuk, atau sepatu.

Impetigo

impetigo
Sumber: Mom Junction

Impetigo adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes pada lapisan luar kulit (epidermis).

Infeksi ini biasanya sering menyerang wajah, lengan, dan kaki. Anak-anak berusia 2 sampai 5 tahun termasuk yang paling sering menyerang penyakit ini.

Impetigo biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Bintik kemerahan yang bergerombol di sekitar hidung dan bibir
  • Munculnya luka lepuhan yang mudah pecah dengan cairan di dalamnya
  • Munculnya kerak kekuningan akibat luka lepuhan yang pecah
  • Luka terasa gatal dan sakit
  • Demam dan pembengkakan kelenjar getah bening jika masuk fase parah

Infeksi kutu air biasanya mudah menyebar dari kulit ke kulit. Untuk itu, menghindari kontak kulit dengan orang memiliki impetigo menjadi pilihan bijak untuk mencegah penularan.

Kusta

kusta
Sumber: Medical News Today

Kusta adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Bakteri ini tumbuh sangat lambat dan memakan waku hingga sekitar 20 tahun untuk bisa memunculkan gejala infeksi.

Bakteri menyerang saraf hingga menyeabkan pembengkakan di bawah kulit. Akibatnya, hal ini membuat area yang terkena kehilangan kemampuan untuk merasakan sentuhan bahkan rasa sakit.

Penyakit ini biasanya menyerang saraf, kulit, mata, dan selaput lendir. Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention berbagai gejala yang muncul akibat kusta, yaitu:

  • Bercak kulit yang terlihat lebih terang dibanding sekitarnya
  • Munculnya nodul atau benjolan pada kulit
  • Kulit menebal, kaku, dan kering
  • Munculnya bisul yang tidak sakit di telapak kaki
  • Pembengkakan atau benjolan di wajah atau telinga yang tidak sakit
  • Rontoknya alis atau bulu mata

Sementara itu, jika saraf sudah rusak gejala yang muncul yaitu:

  • Mati rasa pada area yang terserang
  • Lumpuh otot terutama di tangan dan kaki
  • Saraf yang membesar terutama di sekitar siku, lutut, dan sisi leher
  • Masalah pada mata yang bisa menyebabkan kebutaan

Para ahli belum mengetahui secara pasti bagaimana penyakit ini bisa menular. Namun, kemungkinan hal ini terjadi ketika pengidapnya batuk atau bersin di dekat orang yang sehat.

Ada kemungkinan bakteri terhirup dari tetesan air liur yang keluar saat batuk atau bersin. Namun tenang, jenis penyakit kulit ini tidak menular hanya dari:

  • Berjabat tangan
  • Berpelukan
  • Duduk bersebelahan
  • Dari ibu ke bayi
  • Melalui kontak seksual

Bisul

bisul
Sumber: Verywell Health

Bisul adalah infeksi kulit yang muncul ketika folikel rambut atau kelenjar minyak terinfeksi. Staphylococcus aureus termasuk bakteri yang biasanya menjadi penyebab bisul.

Bakteri ini masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit hingga akhirnya masuk ke kelenjar minyak. Wajah, leher, ketiak, bahu, dan bokong termasuk area tubuh yang paling sering terserang bisul.

Berikut berbagai tanda dan gejala saat seseorang terserang bisul, yaitu:

  • Benjolan merah yang keras dan sakit
  • Seiring waktu benjolan lebih lunak, besar, dan semakin sakit
  • Munculnya nanah di bagian atas bisul yang membuat permukaannya berwarna putih kekuningan

Bisul menular lewat kontak kulit ke kulit yaitu ketika pecah dan cairannya keluar. Oleh karena itu, jangan sesekali memencet bisul yang sedang meradang.

Selain bisa menyebar ke orang lain yang menyentuh cairannya, memencet bisul juga bisa menyebabkan komplikasi serius.

Cacar air

cacar air
Sumber: Verywell Health

Cacar air adalah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Jenis penyakit kulit yang satu ini sangat menular terutama pada orang yang belum pernah terserang penyakit ini dan belum pernah vaksin.

Cacar air biasanya muncul pada seseorang di usia anak-anak. Namun, tak menutup kemungkinan orang terserang penyakit ini di usia dewasa.

Berikut berbagai gejala yang biasanya muncul sebelum terkena cacar air yaitu:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Merasa tidak enak badan
  • Ruam lepuh yang gatal

Setelah ruam mulai muncul, ada tiga fase yang akan dilewati yaitu:

  • Benjolan merah muda yang mudah pecah
  • Lepuhan kecil berisi cairan yang juga mudah pecah
  • Kerak dan keropeng yang membuat kulit tampak dipenuhi luka hitam kecil di kulit

Virus cacar air bisa menular 48 jam sebelum ruam muncul. Setelahnya, virus akan tetap menular sampai semua lepuhan pecah dan mengeras.

Oleh karena itu, orang dengan cacar air sebaiknya tidak berkegiatan di luar ruangan terlebih dahulu. Pasalnya, risiko orang tersebut untuk menularkan penyakitnya pada orang lain sangat tinggi.

Kudis

kudis
Sumber: The Pediatric Center

Kudis atau scabies adalah jenis penyakit kulit penyebab gatal dan ruam yang diakibatkan gigitan tungau sarcoptes scabiei.

Pada orang yang pernah terkena kudis, infeksi muncul hanya dalam waktu 1-4 hari saja setelah gigitan. Namun, untuk orang yang baru pertama kali biasanya gejala muncul 2 sampai 6 minggu setelah terinfeksi.

Berikut berbagai tanda dan gejala kudis:

  • Ruam di sekitar lipatan kulit yang membentuk garis seperti terowongan
  • Gatal yang biasanya memburuk di malam hari
  • Luka terbuka karena pengidapnya sering kali menggaruk tanpa sadar
  • Kerak tebal di kulit, muncul ketika jumlah tungau di kulit mencapai ribuan

Tungau bisa dengan mudah menyebar ketika Anda melakukan kontak fisik dalam waktu yang lama. Tinggal bersama dengan pengidap scabies bisa membuat Anda berisiko tinggi terkena penyakit kulit yang satu ini.

Kurap

kurap
Sumber: Healthline

Kurap adalah infeksi kulit akibat jamur yang menyerang permukaan atas kulit. Penyakit ini biasanya ditandai dengan berbagai gejala seperti:

  • Munculnya ruam merah dan gatal yang berbentuk seperti cincin
  • Area pinggiran cincin yang sedikit terangkat
  • Rasa gatal pada ruam
  • Bercak tumbuh perlahan, bertambah besar, dan menyebar ke area lain di tubuh
  • Kulit merah dan meradang di bagian luar cincin tetapi terlihat normal di bagian tengahnya

Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar melalui kontak kulit ke kulit baik dari manusia maupun hewan. Oleh karena itu, rajin-rajinlah mencuci tangan terutama setelah memegang hewan dan bersentuhan dengan fasilitas umum.

Kutil

kutil
Sumber: Medical News Today

Kutil termasuk penyakit kulit yang muncul akibat virus. Virus membuat kutil mengalami pertumbuhan kulit berlebih. Virus menginfeksi lapisan atas kulit dan membuat pertumbuhannya menjadi sangat cepat. Penyakit ini kebanyakan disebabkan oleh human papillomavirus (HPV).

Berikut berbagai gejala yang muncul saat terserang kutil:

  • Muncul paling sering di jari, sekitar kuku, dan punggung tangan
  • Benjolan terasa seperti gundukan kulit yang kasar
  • Memiliki titik-titik hitam yang di atas permukaan kutil

Virus pada kutil sangat menular. Biasanya kutil menyebar melalui kontak kulit ke kulit atau melalui permukaan benda yang sudah tersentuh oleh kutil.

Jenis penyakit kulit tidak menular

Penyakit kulit tidak menular biasanya disebabkan karena gangguan autoimun, paparan alergen, dan berbagai penyebab lainnya. Maka, jangan otomatis menjauhi pengidapnya hanya karena takut tertular.

Berikut macam-macam penyakit kulit tidak menular yang banyak menyerang:

Panu

panu
Sumber: Men’s Health

Panu merupakan penyakit yang muncul ketika jamur di kulit tumbuh di luar kendali. Penyakit ini termasuk yang paling sering muncul di negara tropis, termasuk Indonesia.

Panu atau yang disebut juga dengan tinea versicolor ditandai dengan munculnya bercak pada kulit. Bercak panu biasanya memiliki tanda seperti:

  • Berwarna lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya
  • Bercak berwana putih, merah muda, merah, atau cokelat
  • Muncul di bagian tubuh mana pun
  • Kering dan bersisik
  • Terasa sangat gatal

Panu termasuk penyakit yang tidak menular. Pasalnya, jamur yang menyebabkannya memang ada di kulit setiap orang.

Dermatitis

dermatitis
Sumber: American Academy of Allergy Asthma & Immunology

Dermatitis adalah penyakit peradangan pada kulit. Penyakit ini memiliki banyak penyebab. Oleh sebab itu, tanda dan gejala yang muncul pun berbeda-beda.

Ada cukup banyak jenis dermatitis. Akan tetapi, tiga kondisi yang paling umum yaitu dermatitis atopik (eksim), dermatitis kontak, dan dermatitis seboroik.

Berikut berbagai gejala dermatitis sesuai jenisnya:

1. Dermatitis atopik (eksim)

Dermatitis atopik atau eksim termasuk penyakit kulit yang paling sering menyerang anak. Ruam merah yang gatal disertai kulit kering dan menebal menjadi tanda utama penyakit ini.

Kondisi ini biasanya paling sering menyerang lipatan kulit di tubuh. Eksim diduga kuat muncul akibat adanya kekeliruan pada sistem kekebalan tubuh dan riwayat keluarga.

2. Dermatitis kontak

Kondisi ini terjadi ketika kulit terpapar benda atau zat tertentu yang menyebabkan reaksi alergi dan iritasi. Tanda utamanya yaitu ruam yang gatal, menyengat, dan kadang seperti terbakar.

3. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik merupakan penyakit bercak merah dan bersisik pada kulit. Kondisi ini umumnya menyerang area tubuh yang berminyak seperti wajah, dada bagian atas, dan punggung.

Jenis penyakit kulit yang satu ini biasanya sering kali disamakan dengan ketombe. Padahal sebenarnya kedua kondisi ini sangat berbeda.

Psoriasis

psoriasis
Sumber: Medical News Today

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang membuat sel-sel kulit berproduksi terlalu cepat dan tak terkendali. Akibatnya, sel kulit menjadi terlalu banyak dan menumpuk di permukaan kulit.

Normalnya, kulit akan tergantikan selama satu bulan sekali. Namun, pada orang dengan psoriasis proses ini hanya terjadi dalam beberapa hari saja.

Hal ini membuat sel kulit menumpuk di permukaan hingga menyebabkan kerak. Jenis penyakit kulit yang satu ini ditandai dengan:

  • Bercak merah di kulit yang meradang dan sedikit terangkat
  • Munculnya sisik atau kulit yang berwarna putih keperakan
  • Kulit yang sangat kering hingga pecah dan berdarah
  • Kulit terasa sakit
  • Rasa gatal dan terbakar di pada kulit
  • Kuku menebal
  • Sendi bengkak dan kaku

Psoriasis paling sering menyerang tangan, kaki, dan leher.

Vitiligo

vitiligo
Sumber: GP Online

Vitiligo adalah masalah kulit yang muncul ketika tubuh kekurangan melanin. Melanin adalah pigmen pewarna pada kulit. Akibatnya, warna kulit menjadi tidak rata dan memunculkan bagian kulit yang berwarna lebih terang dari yang lainnya.

Vitiligo bisa muncul di bagian tubuh manapun. Namun biasanya penyakit kulit jenis ini paling sering mengenai leher, tangan, wajah, alat kelamin, dan lipatan kulit.

Penyakit kulit yang satu ini biasanya ditandai dengan:

  • Hilangnya warna kulit di bagian tertentu sehingga sebagiannya lebih pucat dan sebagian lagi lebih gelap
  • Tumbuhnya uban pada alis, bulu mata, dan rambut
  • Hilangnya warna pada selaput lendir misalnya mulut dan hidung
  • Hilangnya warna pada lapisan dalam bola mata

Vitiligo tidak bisa menular atau berpindah dari satu orang ke orang lainnya.

Rosacea

rosacea
Sumber: Medical News Today

Rosacea adalah penyakit kulit yang menyebabkan kemerahan pada wajah sehingga pembuluh darah terlihat dengan jelas. Penyakit ini biasanya lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Terutama wanita yang setengah baya berkulit putih.

Orang dengan rosacea memiliki tanda dan gejala yang cukup khas. Berikut ciri-cirinya:

  • Wajah merah, biasanya di bagian tengah
  • Pembuluh darah kecil di pipi dan hidung lebih terlihat bahkan membesar
  • Kulit wajah terasa panas dan nyeri jika disentuh
  • Mata kering dengan kelopak yang memerah
  • Ukuran hidung lebih besar dari biasanya akibat pembengkakan
  • Benjolan merah di wajah yang kadang berisi nanah

Berdekatan dengan orang yang memiliki rosacea tak akan membuat Anda tertular karena memang tidak menular.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca