Apakah Penyakit Kanker Kulit Menurun dalam Keluarga?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 mins read
Bagikan sekarang

Penyakit kanker adalah salah satu masalah kesehatan yang paling banyak mengancam nyawa. Salah satu penyebabnya adalah faktor genetik atau keturunan. Ya, ketika ada salah satu anggota keluarga yang terkena kanker, Anda mungkin berisiko lebih besar untuk terkena kanker yang sama. Namun, apakah ini juga berlaku untuk kanker kulit melanoma? Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang kanker kulit melanoma

Mendeteksi kanker sejak dini

Penyakit kanker terjadi ketika sel-sel normal dalam tubuh berkembang secara abnormal dan tidak terkendali. Nah, hal ini juga dapat terjadi pada sel-sel kulit.

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang muncul ketika sel-sel melanosit (sel penghasil pigmen) tumbuh secara abnormal menjadi kanker. Hal ini ditandai dengan munculnya tahi lalat ciri kanker secara tiba-tiba, biasanya berwarna cokelat atau lebih gelap daripada warna kulit di sekitarnya.

Walaupun cukup jarang terjadi, kanker kulit melanoma dapat menyebar lebih cepat dan menyebabkan masalah yang serius pada organ tubuh lainnya. Baik pada wanita atau pria, melanoma paling banyak muncul di bagian leher, wajah, dada, punggung, bahkan di bagian mata (melanoma okular).

Penyebab utama munculnya melanoma adalah paparan sinar matahari yang berlebihan pada kulit. Namun, hal ini juga ditentukan oleh jenis kulit setiap orang. Faktor risiko kanker kulit melanoma akan meningkat pada orang yang berkulit putih dan memiliki rambut asli berwarna terang. Ini sebabnya, kanker kulit lebih banyak ditemukan pada keturunan kulit putih (ras kaukasian).

Jadi, apakah kanker kulit melanoma dapat diturunkan dalam keluarga?

ciri kanker kulit pada anak kanker kulit melanoma

Dilansir dari Verywell, para ahli masih terus menyelidiki pengaruh gen dari keluarga terhadap kejadian melanoma. Sejauh ini, mereka mengungkapkan bahwa faktor genetik hanya menyumbang satu persen dari semua kasus melanoma.

Ada tiga gen yang diketahui memiliki keterkaitan dengan kanker kulit melanoma, di antaranya sebagai berikut:

  • CDKN2A: Gen CDKN2A adalah penyebab paling umum dari pewarisan kanker kulit melanoma dalam keluarga. Gen ini menyebabkan sindrom familial atypical mole-melanoma (FAM-M) atau kanker melanoma turunan. Namun, tidak semua kasus melanoma disebabkan oleh mutasi gen CDKN2A.
  • MC1R: Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa gen MC1R (melanocortin-1 receptor) dapat meningkatkan risiko melanoma. Gen inilah yang menyebabkan seseorang memiliki rambut merah, kulit berwarna cerah, dan kulit yang peka terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV).
  • MDM2: Gen MDM2 berfungsi untuk menentukan seberapa banyak pembelahan sel akibat kanker. Mutasi Gen MDM2 lebih banyak ditemukan pada wanita pengidap kanker kulit melanoma usia 50 tahun ke bawah. Bahkan, mutasi gen yang satu ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan melanoma daripada paparan sinar matahari.

Maka, dapat disimpulkan bahwa melanoma dapat disebabkan oleh faktor keturunan yang memiliki gen penyebab melanoma. Hal ini tentu tidak dapat dicegah dengan cara apa pun, kecuali dengan pengobatan sesegera mungkin.

Perlukah tes genetik untuk mengetahui risiko kanker melanoma?

penyebab mati muda

Setelah mengetahui salah satu anggota keluarga terkena melanoma, Anda tentu tidak ingin terkena penyakit yang sama dan langsung mencari upaya pencegahan. Sebagai permulaan, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda memerlukan tes genetik atau tidak.

Tes genetik berfungsi untuk mengetahui seberapa besar perubahan gen dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko penyaki tertentu, termasuk melanoma. Tes genetik untuk melanoma sangat dianjurkan bila Anda:

  • Memiliki tiga atau lebih kanker melanoma yang tumbuh di permukaan kulit
  • Memiliki banyak tahi lalat yang mencurigakan, bentuknya tidak teratur, dan berwarna cokelat gelap atau hitam
  • Memiliki dua atau lebih anggota keluarga yang mengidap melanoma atau kanker pankreas

Hasil tes genetik melanoma yang positif dapat membantu dokter memantau perkembangan kanker kulit dalam tubuh Anda. Pasien yang berisiko tinggi terkena melanoma tentu memerlukan pemeriksaan kulit yang lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Namun, bila hasil tesnya negatif, Anda tak lantas bisa merasa bebas dari melanoma. Untuk mengurangi risiko kanker kulit melanoma, lindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari yang berlebihan dan lakukan pemeriksaan kesehatan kulit secara berkala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . 5 mins read

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . 5 mins read

Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . 5 mins read

Mimpi Buruk Saat Demam Tinggi? Inilah Penyebabnya

Waktu kecil atau bahkan saat dewasa, Anda mungkin pernah mengalami mimpi buruk saat demam atau sakit. Pasti sangat mengganggu, kan? Nah, ini dia alasannya!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 14/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

mutasi coronavirus

Mutasi Bikin Coronavirus Lebih Mudah Menular? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 mins read
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . 6 mins read
mata plus pada anak

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 5 mins read
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 mins read