Apakah Penyakit Kanker Kulit Menurun dalam Keluarga?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit kanker adalah salah satu masalah kesehatan yang paling banyak mengancam nyawa. Salah satu penyebabnya adalah faktor genetik atau keturunan. Ya, ketika ada salah satu anggota keluarga yang terkena kanker, Anda mungkin berisiko lebih besar untuk terkena kanker yang sama. Namun, apakah ini juga berlaku untuk kanker kulit melanoma? Berikut penjelasannya.

Sekilas tentang kanker kulit melanoma

Mendeteksi kanker sejak dini

Penyakit kanker terjadi ketika sel-sel normal dalam tubuh berkembang secara abnormal dan tidak terkendali. Nah, hal ini juga dapat terjadi pada sel-sel kulit.

Melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang muncul ketika sel-sel melanosit (sel penghasil pigmen) tumbuh secara abnormal menjadi kanker. Hal ini ditandai dengan munculnya tahi lalatĀ ciri kanker secara tiba-tiba, biasanya berwarna cokelat atau lebih gelap daripada warna kulit di sekitarnya.

Walaupun cukup jarang terjadi, kanker kulit melanoma dapat menyebar lebih cepat dan menyebabkan masalah yang serius pada organ tubuh lainnya. Baik pada wanita atau pria, melanoma paling banyak muncul di bagian leher, wajah, dada, punggung, bahkan di bagian mata (melanoma okular).

Penyebab utama munculnya melanoma adalah paparan sinar matahari yang berlebihan pada kulit. Namun, hal ini juga ditentukan oleh jenis kulit setiap orang. Faktor risiko kanker kulit melanoma akan meningkat pada orang yang berkulit putih dan memiliki rambut asli berwarna terang. Ini sebabnya, kanker kulit lebih banyak ditemukan pada keturunan kulit putih (ras kaukasian).

Jadi, apakah kanker kulit melanoma dapat diturunkan dalam keluarga?

ciri kanker kulit pada anak kanker kulit melanoma

Dilansir dari Verywell, para ahli masih terus menyelidiki pengaruh gen dari keluarga terhadap kejadian melanoma. Sejauh ini, mereka mengungkapkan bahwa faktor genetik hanya menyumbang satu persen dari semua kasus melanoma.

Ada tiga gen yang diketahui memiliki keterkaitan dengan kanker kulit melanoma, di antaranya sebagai berikut:

  • CDKN2A: Gen CDKN2A adalah penyebab paling umum dari pewarisan kanker kulit melanoma dalam keluarga. Gen ini menyebabkan sindromĀ familial atypical mole-melanoma (FAM-M) atau kanker melanoma turunan. Namun, tidak semua kasus melanoma disebabkan oleh mutasi gen CDKN2A.
  • MC1R: Sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa gen MC1R (melanocortin-1 receptor) dapat meningkatkan risiko melanoma. Gen inilah yang menyebabkan seseorang memiliki rambut merah, kulit berwarna cerah, dan kulit yang peka terhadap radiasi sinar ultraviolet (UV).
  • MDM2: Gen MDM2 berfungsi untuk menentukan seberapa banyak pembelahan sel akibat kanker. Mutasi Gen MDM2 lebih banyak ditemukan pada wanita pengidap kanker kulit melanoma usia 50 tahun ke bawah. Bahkan, mutasi gen yang satu ini memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengembangkan melanoma daripada paparan sinar matahari.

Maka, dapat disimpulkan bahwa melanoma dapat disebabkan oleh faktor keturunan yang memiliki gen penyebab melanoma. Hal ini tentu tidak dapat dicegah dengan cara apa pun, kecuali dengan pengobatan sesegera mungkin.

Perlukah tes genetik untuk mengetahui risiko kanker melanoma?

penyebab mati muda

Setelah mengetahui salah satu anggota keluarga terkena melanoma, Anda tentu tidak ingin terkena penyakit yang sama dan langsung mencari upaya pencegahan. Sebagai permulaan, Anda mungkin bertanya-tanya apakah Anda memerlukan tes genetik atau tidak.

Tes genetik berfungsi untuk mengetahui seberapa besar perubahan gen dalam tubuh yang dapat meningkatkan risiko penyaki tertentu, termasuk melanoma. Tes genetik untuk melanoma sangat dianjurkan bila Anda:

  • Memiliki tiga atau lebih kanker melanoma yang tumbuh di permukaan kulit
  • Memiliki banyak tahi lalat yang mencurigakan, bentuknya tidak teratur, dan berwarna cokelat gelap atau hitam
  • Memiliki dua atau lebih anggota keluarga yang mengidap melanoma atau kanker pankreas

Hasil tes genetik melanoma yang positif dapat membantu dokter memantau perkembangan kanker kulit dalam tubuh Anda. Pasien yang berisiko tinggi terkena melanoma tentu memerlukan pemeriksaan kulit yang lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Namun, bila hasil tesnya negatif, Anda tak lantas bisa merasa bebas dari melanoma. Untuk mengurangi risiko kanker kulit melanoma, lindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari yang berlebihan dan lakukan pemeriksaan kesehatan kulit secara berkala.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca