Waspada TBC Pada Alat Kelamin yang Membuat Mandul

Oleh

Penyakit tuberkulosis (TB, atau TBC) adalah penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di negara berkembang seperti di Indonesia. Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menular melalui udara, dan pada umumnya menyerang saluran pernapasan. Penyakit TB sendiri adalah penyakit infeksi kronis yang serius jika tidak diobati, bahkan berpotensi menyebar dan merusak organ lainnya. Tahukah Anda bahwa TBC pada alat kelamin juga mungkin terjadi? Ini disebut penyakit TB genital.

Apa itu TB genital?

TB genital adalah kondisi yang dialami penderita TBC jika kuman TB yang ada di paru-paru telah menyebar ke bagian organ genital. Masalah kesuburan atau bahkan kemandulan merupakan efek samping yang mungkin dialami. Penyebaran kuman TB ke area pelvis di mana organ genital berada membutuhkan waktu yang lama, namun proses infeksi sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga keberadaan TBC pada alat kelamin ini sangat sulit terdeteksi.

BACA JUGA: 9 Penyakit Kelamin yang Mungkin Anda Idap Tanpa Anda Sadari

Gejala TB genital lebih mungkin ditemukan pada perempuan karena ditandai dengan berbagai perdarahan abnormal dari organ genital, dan juga disertai dengan nyeri pada perut. Sedangkan pada laki-laki, gejala TBC pada alat kelamin memiliki kesamaan dengan infeksi saluran kencing lainnya, seperti mengeluarkan darah saat buang air kecil. Infeksi TBC pada alat kelamin tidak mempengaruhi kualitas sel reproduksi secara langsung, namun ia menyebabkan berbagai kerusakan pada organ genital dan sekitarnya terlebih dahulu.

TBC pada alat kelamin penyebab banyak wanita tidak subur

TB genital termasuk jenis penyakit TB ekstra-paru yang jarang, karena hanya menyumbang 9% dari total kasus TB ekstra-paru di dunia. Namun, TBC pada alat kelamin adalah penyebab dari 5-10% kasus kemandulan pada perempuan di dunia. Karena sulit ditemukan, diperkirakan total kasus TB genital hanya sekitar 8-10 juta kasus di dunia. Peningkatan kasus TB genital yang terjadi setiap tahunnya juga dipengaruhi pertumbuhan penderita HIV/AIDS, baik di negara maju maupun berkembang.

BACA JUGA: Apakah Pernah Aborsi Membuat Wanita Jadi Kurang Subur?

Bagaimana TB genital dapat terjadi?

Infeksi TB genital bermula dari penyakit tuberkulosis pada umumnya. Penderita TB terinfeksi kuman TB yang ada di udara, masuk ke saluran pernapasan dan mulai berkembang. Kuman TB lebih mungkin menyebar dan menginfeksi organ lainnya jika penyakit ini tidak ditangani, dan daya tahan tubuh penderita sedang menurun. Ini terjadi terutama pada  penderita HIV/AIDS yang juga mengalami TB. Orang sehat yang tidak memiliki riwayat penyakit TB juga dapat mengalami TB genital melalui kontak seksual dengan penderita TB.

BACA JUGA: Bisakah Tertular HIV Lewat Seks Oral?

Dampak TBC pada alat kelamin

Infertilitas adalah dampak utama dari penyakit TB genital baik pada laki-laki dan perempuan. Infeksi kuman TB menyebabkan gangguan yang bersifat menetap pada organ genital. Dampak TB genital hanya dapat diminimalisir dan disembuhkan jika infeksi TB pada organ reproduksi diobati sebelum terjadi obstruksi organ genital.

Pada perempuan, infeksi TB genital dapat bermula pada tabung falopi yang merupakan organ penting dalam proses menstruasi, dan dapat menyebar ke ovarium dan rahim. Obstruksi pada organ tersebut kemungkinan tidak akan sembuh. Ini menyebabkan siklus menstrusi yang tidak teratur dan terjadi perdarahan dengan warna dan konsitensi yang abnormal. Saat kerusakan bertambah parah, siklus menstruasi tersebut akan berhenti total meskipun belum memasuki masa menopause. Hal inilah yang menyebabkan seorang perempuan menjadi tidak subur.

Sedangkan infeksi TBC pada alat kelamin laki-laki dapat bermula dari ginjal yang berfungsi menyaring darah dari seluruh tubuh. Selanjutnya, infeksi akan menyebar ke ureter, kandung kemih, kelenjar prostat, skrotum, hingga penis. Bentuk kerusakan TB genital pada laki-laki berupa peradangan hingga kerusakan jaringan kulit organ genital. TB genital cenderung lebih sulit terdeteksi pada laki-laki karena memiliki gejala infeksi yang sama dengan infeksi parasit Treponema pallidum, virus dan jamur serta memerlukan pencitraan medik untuk mendeteksi inflamasi dini.

BACA JUGA: Tanda-Tanda Anda Mengidap Sipilis

Apa yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko TBC pada alat kelamin?

Pencegahan dan deteksi penyakit sedini mungkin adalah cara terbaik untuk menghindari obstruksi organ genital karena kuman TB. Pengobatan TB dengan tuntas dan hindari kontak seksual dengan penderita TB adalah langkah terbaik untuk mengurangi risiko TB genital. Pemeriksakan kesehatan organ genital saat Anda mencurigai ada kelainan atau rasa nyeri abnormal yang terlalu sering, juga akan membantu diagnosis dini perkembangan infeksi. Konsultasikan dengan dokter untuk memulai pengobatan antibiotik TB jika Anda curiga memiliki risiko terkena TB genital dan disertai dengan gejala infeksi pada organ genital. ­­­­­­

Share now :

Direview tanggal: Desember 3, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca