home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Merawat Orang yang Menderita Tuberkulosis di Rumah

Panduan Merawat Orang yang Menderita Tuberkulosis di Rumah

Penderita tuberkulosis (TBC) diharuskan berada dalam ruangan yang tidak banyak melakukan kontak fisik dengan banyak orang untuk mencegah penularan yang lebih luas. Pasalnya, penularan penyakit TBC dapat terjadi dengan mudah lewat udara dan kontak dekat. Namun, penderita tuberkulosis sangat membutuhkan dukungan bahkan bantuan perawatan langsung dari orang terdekat. Nah, bagaimana jika salah satu anggota keluarga Anda mengidap penyakit ini? Seperti apa perawatan pasien penderita TBC yang perlu dilakukan di rumah?

Panduan perawatan penderita TBC di rumah

Cycloserine adalah

Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan menyerang paru-paru penderitanya.

Gejala tuberkulosis muncul akibat melemahnya fungsi sistem pernapasan dan berpengaruh pada penurunan kualitas hidup penderitanya.

Dalam kondisi parah, bakteri penyebab tuberkulosis juga dapat memengaruhi organ tubuh lainnya (TB ekstra paru) sehingga kondisi kesehatan penderitanya semakin menurun.

Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, para penderita tuberkulosis juga wajib mendapatkan pengobatan intensif yang menyeluruh.

Salah satunya dengan mengikuti cara minum obat TBC sesuai dengan jadwalnya.

Maka dari itu, penderita TBC membutuhkan bantuan perawatan dari orang terdekat, terutama anggota keluarga di rumah.

Untuk membantu anggota keluarga yang terkena TBC sekaligus meminimalisir risiko penularannya, diperlukan pengetahuan khusus seputar perawatan pasien tuberkulosis di rumah.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti saat merawat pasien TBC di rumah:

1. Sediakan ruangan khusus untuk pasien TBC

tata cara menjenguk orang sakit

Tidak semua penderita TBC harus menjalani perawatan secara isolasi, pasien TB paru aktif biasa bisa menjalani pengobatan rawat jalan.

Namun, untuk penderita TBC resistan obat (TB MDR) sebaiknya melakukan pengobatan di pusat rehabilitasi, atau jika terpaksa dirawat di rumah harus beristirahat dalam kamar isolasi khusus.

Salah satu tips perawatan penderita tuberkulosis di rumah adalah memastikan mereka tidak sembarangan keluar ruangan isolasi. Namun, bukan berarti Anda harus mengurungnya.

Pastikan Anda memberikan pemahaman mengapa Anda melakukan hal ini. Beri tahu bahwa Anda bukan mengasingkannya, melainkan membatasi kontak langsung untuk sementara waktu.

Ingatkan bahwa TBC merupakan penyakit menular. Membatasi kontak langsung akan membantu mengurangi risiko penularan penyakit kepada orang-orang di sekitarnya.

2. Gunakan masker

Tak hanya Anda yang bertugas menemani dan merawat pasien TBC, Anda juga perlu memperingatkan mereka yang ingin menjenguk untuk menggunakan masker atau pelindung wajah lainnya selama berada di ruangan tersebut.

Pastikan Anda selalu mengenakan masker ketika hendak berinteraksi dan masuk ke dalam ruangan pasien.

Sebaiknya Anda juga tidak memperbolehkan anak kecil ikut menjenguk ke dalam ruangan. Dengan begitu, setidaknya Anda dapat mencegah penularan bakteri TBC yang dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja.

3. Mengingatkan mereka untuk minum obat

Kotak obat agar tidak lupa aturan minum obat TBC

Selain memastikan tidak ada yang keluar masuk ruangan khusus sembarangan, perawatan penderita TBC di rumah dapat dilakukan dengan mengingatkan mereka untuk tidak lupa minum obat TBC.

Jika obat tuberkulosis tidak dikonsumsi dengan benar, efek resistansi atau kebal terhadap obat bisa muncul.

Itu sebabnya, jangan pernah bosan untuk mengingatkan dan memastikan mereka minum obat sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Akan lebih baik jika Anda bersedia membantu pasien dengan menjadi pengawas minum obat (PMO) TBC yang mengingatkan jadwal minum obat secara rutin.

Agar Anda tidak ikut lupa, Anda dapat membuat jadwal di kalender atau mengatur alarm di ponsel untuk mengingatkan diri sendiri dan pasien tuberkulosis.

Dengan begitu, mereka mungkin tidak akan melewatkan sesi minum obat yang sangat berperan penting dalam proses penyembuhan.

Anda juga bisa membuat catatan kecil yang diletakkan di tempat yang Anda mudah lihat dan di ruangan yang pasien TBC bisa lihat.

Selain itu, Anda juga perlu mengingatkan pasien agar tidak lupa untuk menghadiri sesi konsultasi rutin dengan dokter sesuai yang sudah dijadwalkan.

4. Mendengarkan keluh kesah

mendampingi pasangan penderita TBC di rumah dalam masa perawatan

Ambil bagian dalam perawatan di rumah pasien apa pun, termasuk penderita TBC memelukan kesabaran yang cukup tinggi.

Keadaan yang terbatas tentunya tak jarang membuat mereka frustrasi dan butuh teman curhat. Di sinilah peran Anda sangat dibutuhkan.

Selama proses penyembuhan yang mungkin berlangsung selama 6-8 bulan ini, akan ada saatnya pasien merasa lelah dan ingin berhenti menjalankan pengobatan.

Belum lagi stigma akan penyakit ini membuat pasiennya merasa ditolak dan diasingkan.

Meski terkadang Anda juga lelah, cobalah untuk bertahan. Dengarkan apa yang menjadi keluhan dan kesedihan mereka dengan sabar.

Jika dirasa waktunya tepat, cobalah untuk ingatkan kembali seberapa pentingnya menjalani pengobatan hingga tuntas. Tidak hanya untuk pasien, tapi juga orang di sekitarnya.

Hal ini mungkin dapat mendorong pasien untuk lebih bersemangat berkonsultasi dnegan dokter dan mengonsumsi obat-obatan.

Menghabiskan waktu dengan pasien tuberkulosis sejak awal setidaknya membuat mereka merasa mendapatkan dukungan dari orang terdekat selama menjalani pengobatan.

Jika Anda merasa kewalahan, perawatan anggota keluarga yang menjadi pasien TB di rumah dapat dilakukan dengan bantuan dari orang lain.

Dengan begitu, Anda bisa mendampingi dan mendukung mereka dengan baik.

Pengobatan TBC membutuhkan waktu panjang dan rumit. Itu sebabnya dukungan perawatan untuk TBC dari anggota TBC di rumah sangat berarti.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Tuberculosis (TB) Treatment: Background. Retrieved 16 March 2021, from https://www.who.int/tb/areas-of-work/treatment/background/en/

Home Isolation for Tuberculosis. Retrieved 16 March 2021, from https://www.healthlinkbc.ca/healthlinkbc-files/home-isolation-tuberculosis

Best practice for the care of patients with tuberculosis. Retrieved 16 March 2021, from http://www.cetl.org.uk/learning/tb/documents/best_practice_guide_en.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 16/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x