Pertumbuhan dan perkembangan setiap anak memang berbeda-beda. Akan tetapi, beberapa masalah atau perubahan yang tidak wajar bisa menyebabkan gangguan pada anak bahkan hingga jangka panjang. Penting bagi orangtua untuk menyadari dan memeriksakan ke dokter berbagai gangguan pada perkembangan anak yang paling umum terjadi berikut ini.

Gangguan spektrum autisme

Gangguan spektrum autisme (GSA) adalah kelainan otak yang berdampak pada kemampuan komunikasi dan interaksi sosial anak.

Gejala gangguan spektrum autisme biasanya muncul di awal masa kanak-kanak. Anak-anak penderita GSA terlihat seperti hidup di dalam dunianya sendiri. Mereka tidak mampu mengembangkan hubungan emosional dengan orang lain di sekitar mereka.

  • Komunikasi dan bahasa. Anak penderita autisme memiliki kemampuan yang lemah untuk mengekspresikan diri sendiri dalam percakapan. Bicara mereka bisa jadi berulang atau memiliki kemampuan komunikasi verbal yang lemah. Mereka tidak mampu mengatur frasa dan kalimat atau pengucapan mereka mungkin tidak lazim. Dan mereka bisa terus berbicara dan menolak untuk mendengarkan saat bercakap-cakap dengan orang lain.
  • Interaksi sosial. Anak penderita gangguan spektrum autisme memiliki kemampuan komunikasi nonverbal yang lemah Komunikasi nonverbal termasuk gestur, bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. Karenanya, mereka kesulitan untuk menyampaikan pikiran dan perasaan mereka dengan orang lain. Mereka juga akan mengalami kesulitan dalam menjalin pertemanan, biasanya karena mereka tidak mampu memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.
  • Perilaku. Anak penderita autisme cenderung melakukan gerakan berulang seperti berputar-putar, mengayunkan tubuh, atau membenturkan kepala. Mereka terus bergerak seperti tidak bisa diam. Kelainan perilaku lainnya meliputi tidak bisa menghadapi perubahan dan hanya mau makan jenis makanan tertentu. Pengidap autisme juga
  • Panca indra. Kelima indra pengidap autisme biasanya sensitif. Mereka mungkin tidak kuat melihat cahaya silau, suara yang terlalu bising, sentuhan yang kasar, bau yang menyengat, atau rasa makanan yang terlalu tajam. 

Keturunan autisme dalam keluarga, masalah otak, jenis kelamin anak, atau usia orangtua ketika anak lahir dapat memicu munculnya autisme. Sayangnya, autisme merupakan kelainan seumur hidup. Namun, jika dideteksi secepat mungkin Anda bisa membantu anak menyesuaikan diri supaya bisa hidup lebih mandiri dan berkualitas. 

Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD)

Attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) adalah salah satu gangguan pada anak yang sifatnya kronis dan paling sering terjadi. Memiliki ADHD berarti otak tidak bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan ini biasanya muncul selama masa kanak-kanak dan bertahan hingga masa dewasa.

Gejala ADHD pada anak biasanya mulai timbul sebelum usia 12 tahun. Pada beberapa anak, gejala bisa tampak di usia tiga tahun. Gejala gangguan pada anak ini bisa berkisar dari ringan hingga berat dan bisa berbeda antara laki-laki dan perempuan. Anak-anak penderita ADHD mungkin menunjukkan tanda-tanda berikut ini.

  • Terlalu banyak bicara.
  • Sulit untuk mengatur aktivitas.
  • Sulit untuk tetap fokus
  • Lupa untuk melakukan hal-hal tertentu.
  • Tidak sabar menunggu gilirannya. 
  • Sering melamun.
  • Sering kehilangan barang.
  • Berlarian di saat yang tidak tepat.
  • Lebih suka menyendiri.
  • Sulit diberi tahu atau mengikuti arahan dari orang lain.
  • Sulit untuk bermain dengan tenang.

Cedera otak, keturunan, berat lahir yang ringan, penggunaan alkohol dan kebiasaan merokok selama kehamilan, kelahiran prematur, dan paparan terhadap polusi atau zat-zat berbahaya saat hamil dapat memicu ADHD pada anak. Meskipun tidak dapat menyembuhkan ADHD, pengobatan bisa meringankan gejalanya.

Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan menyebabkan anak memiliki rasa takut yang yang berlebihan pada hal-hal yang tidak lazim. Anak juga mungkin selalu merasa cemas dan tertekan pada situasi normal.

Anak-anak penderita gangguan kecemasan bisa mengalami ketakutan yang begitu dahsyat, yang tiba-tiba muncul tanpa peringatan. Contoh gangguan pada anak adalah gangguan obsesif-kompulsif di mana orang terus mengalami pemikiran dan perilaku yang seolah terobsesi dan mereka tidak dapat berhenti.

Gangguan bipolar

Gangguan bipolar, atau penyakit mania-depresi, adalah kelainan otak yang menyebabkan perubahan mood dan pergeseran yang tidak lazim pada tingkat energi dan aktivitas. Ada empat jenis gangguan bipolar, termasuk gangguan bipolar I, gangguan bipolar II, gangguan sikloptik (siklotimia), dan gangguan bipolar lainnya yang terkait baik secara spesifik maupun tidak.

Penderita gangguan bipolar mengalami episode mood: perubahan pada tingkat aktivitas, energi, dan pola tidur serta perilaku yang tidak lazim. Anak-anak yang mengalami episode mania bisa merasa sangat “melayang,” memiliki banyak energi, dan mereka bisa menjadi lebih aktif daripada biasanya. Anak-anak yang mengalami episode depresi bisa merasa sangat “terpuruk,” tidak atau hanya memiliki sedikit energi, dan mereka bisa menjadi tidak aktif. Anak-anak yang memiliki kombinasi dari kedua sifat ini mengalami kedua gejala, baik episode mania dan episode depresi.

Struktur otak, kelainan genetik, dan riwayat kesehatan keluarga dapat meningkatkan resiko gangguan pada anak yang satu ini. Gangguan bipolar tidak dapat disembuhkan. Namun, pengobatan tertentu bisa membantu meringakan gejala dan membantu anak mengendalikan perubahaan mood-nya dengan lebih baik.

Central auditory processing disorder (CAPD)

Central auditory processing disorder (CAPD), disebut juga gangguan proses auditori (CAPD), adalah masalah pendengaran yang timbul saat otak tidak berfungsi sebagaimana mestinya. CAPD dapat mengenai orang di segala usia, tetapi biasanya dimulai pada masa kanak-kanak.

Anak-anak penderita CAPD menunjukkan masalah jelas sejak usia dini. Mereka bisa mengalami kesulitan merespon terhadap suara, menikmati musik, memahami percakapan, mengingat petunjuk yang diberikan, berkonsentrasi, dan membaca serta mengeja.

CAPD bisa terjadi setelah masalah pendengaran yang berkepanjangan, atau kerusakan pada otak seperti cedera kepala, tumor otak, atau stroke. CAPD juga bisa diturunkan dalam keluarga.

Meskipun tidak ada obat penyembuh untuk CAPD, anak-anak bisa merasa lebih baik seiring waktu sebagaimana mereka belajar untuk mengatasi kondisinya.

Cerebral palsy

Cerebral palsy adalah kondisi dimana anak-anak memiliki kesulitan untuk bergerak dan mempertahankan keseimbangan dan postur.

Gejala cerebral palsy biasanya muncul selama masa taman kanak-kanak atau balita. Anak-anak bisa mengalami kekurangan koordinasi otot, kekakuan otot, gerakan yang lambat, sulit berjalan, keterlambatan perkembangan kemampuan berbicara dan sulit bicara, kejang, dan sulit makan. Mereka juga bisa mengalami sulit menelan dan menggenggam benda-benda seperti sendok atau krayon. Dalam beberapa kasus mereka bisa memiliki penyakit mulut, kondisi kesehatan mental, dan sulit mendengar atau melihat.

Gangguan pada anak yang sifatnya serius ini bisa disebabkan oleh perkembangan otak yang tidak normal atau kerusakan pada otak saat masih dalam masa perkembangan.

Anak-anak penderita cerebral palsy membutuhan perawatan jangka panjang. Obat-obatan dan terapi digunakan untuk membantu meningkatkan kemampuan fungsional mereka, meredakan nyeri, dan mencegah komplikasi.

Conduct disorder

Conduct disorder adalah gangguan perilaku dan emosi yang terjadi pada anak-anak dan remaja. Adalah hal normal bagi anak-anak atau remaja untuk memiliki perilaku abnormal. Namun, gangguan pada anak ini bisa dianggap sebagai conduct disorder jika berlangsung dalam waktu lama dan mengganggu kehidupan sehari-hari anak dan keluarganya.

Gejala conduct disorder bisa bervariasi, termasuk:

  • perilaku agresif terhadap hewan atau orang lain seperti berkelahi, bullying, menggunakan senjata, atau memaksa orang lain untuk melakukan aktivitas seksual
  • menggunakan alkohol atau narkoba
  • mencuri
  • memiliki rasa percaya diri yang rendah
  • mudah marah
  • melanggar peraturan

Menurut para ahli, gangguan perilaku dan emosi ini ada hubungannya status sosial ekonomi yang rendah, kehidupan keluarga kurang harmonis, kekerasan pada masa kanak-kanak, cacat bawaan, gangguan kecemasan, dan gangguan mood dari anggota keluarga yang dekat.

Pengobatan untuk conduct disorder bisa berhasil jika dimulai sejak dini. Baik anak-anak dan keluarganya harus terlibat. Pengobatan ini biasanya terdiri dari obat-obatan dan terapi psikologi. Obat-obatan bertujuan untuk mengobati beberapa gejala, serta penyakit mental lainnya seperti ADHD. Terapi atau konseling psikologi ditujuan untuk membantu anak mengekspresikan dan mengendalikan gejolak emosi seperti amarah. Orangtua juga bisa belajar cara membantu anak dalam mengatasi masalah perilakunya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca