Persiapan Sekolah untuk Anak yang Memiliki Asma

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020
Bagikan sekarang

Jika anak Anda memiliki asma yang dapat dikendalikan dengan baik, ia dapat pergi ke sekolah seperti biasa. Anak Anda juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan seperti anak-anak lainnya. Namun ingatlah bahwa asma anak Anda dapat kambuh saat ia di sekolah. Artikel ini membahas apa yang dapat Anda lakukan untuk memastikan kondisi asma anak terjaga di sekolah.

Komunikasi dengan guru dan pihak sekolah

Sangat penting untuk memberi tahu guru dan pihak sekolah tentang kondisi asma anak Anda.

Guru harus mengetahui bagaimana menangani anak Anda dengan obat jika ia mengalami asma berkelanjutan.

Beri tahu guru apabila ada perubahan kesehatan atau kondisi asma anak Anda.

Anak Anda mungkin akan memiliki guru baru setiap tahunnya, sehingga Anda dianjurkan berbicara pada pihak sekolah setidaknya satu kali sehari sebelum tahun ajaran dimulai. Bersiaplah untuk mengajari guru baru tentang kebutuhan asma anak Anda.

Pengobatan asma di sekolah

Guru harus mengerti rencana penanganan asma anak Anda dengan memberi obat asma apabila anak Anda mengalami episode asma. Berikan obat asma anak Anda kepada guru atau wali kelasnya di sekolah. Jelaskan penggunaannya dengan tepat. Pastikan instruksi diberikan, dan setiap obat dilabeli dengan:

  • Nama anak Anda
  • Nama obat
  • Jumlah dosis yang diperlukan
  • Nomor telepon dokter

Beri tahu guru untuk menyimpan obat di tempat yang sejuk dan kering, dan tidak dapat diraih murid-murid lainnya.

Saat anak siap membawa obat asma

Anak-anak yang lebih besar dapat membawa obatnya sendiri dan menggunakannya sendiri saat diperlukan. Anak Anda harus mengikuti peraturan sekolah, seperti mengisi formulir khusus untuk membawa obat-obatan. Anda mungkin perlu untuk memberikan salinan resep obat anak Anda ke sekolah.

Berikan pihak sekolah beberapa obat-obatan anak untuk cadangan.

Anda, anak Anda, dokter, dan sekolah harus memutuskan bersama apakah anak Anda sudah siap membawa obat-obatannya sendiri. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang perlu Anda pikirkan saat menentukan keputusan:

  • Apakah anak Anda siap akan tanggung jawab dalam membawa dan mengonsumsi obatnya?
  • Dapatkah anak Anda mengenali tanda-tanda peringatan saat ia akan mengalami serangan asma?
  • Apakah anak Anda tahu kapan dan bagaimana menggunakan obat?
  • Dapatkah anak Anda mengingat dan mengikuti peraturan sekolah tentang penggunaan obat?
  • Apakah Anda bersedia anak Anda membawa dan mengonsumsi obat sendiri?
  • Dapatkah Anda memastikan anak Anda selalu membawa obatnya?
  • Dapatkah Anda, anak Anda, dan pihak sekolah untukmelacak berapa kali anak Anda perlu mengonsumsi obat?
  • Apakah tersedia perawat sepanjang hari yang dapat membantu anak Anda mengonsumsi obat saat diperlukan?
  • Apakah peraturan sekolah tentang penyimpanan obat yang aman dan akses cepat saat diperlukan?
  • Apakah pegawai sekolah, terlatih untuk menangani kondisi darurat asma?

Mengenal tanda-tanda asma di sekolah

Jika anak Anda menggunakan peak flow meter, jelaskan penggunaannya pada guru anak Anda dan mintalah mereka untuk menggunakannya saat anak Anda merasa tidak enak badan. Tandai peak flow level yang normal pada anak dan jelaskan pada guru apa arti dari zona hijau, kuning, dan merah.

Berikan daftar tanda-tanda peringatan asma pada guru agar mereka mengerti kapan perlu memberi obat atau menghubungi dokter.

Pastikan guru tahu siapa yang harus dihubungi pada saat darurat. Berikan kontak alternatif. Pastikan orang yang dihubungi tahu apa yang harus dilakukan pada situasi darurat.

Mencegah pemicu asma di sekolah

Berikan daftar pemicu asma pada guru dan jelaskan seberapa penting untuk menghindarinya dari anak Anda di sekolah. Beri tahu juga alergi anak Anda.

Mungkin Anda dapat meminta guru agar anak Anda dapat menghindari debu atau kegiatan yang meliputi debu. Mintalah guru agar anak Anda dapat duduk jauh dari papan tulis. Debu dari kapur dapat memicu asma.

Jika anak Anda alergi terhadap hewan atau jamur, anak Anda harus menghindari hewan dan tanaman di kelas. Pada penitipan anak, karpet atau alas untuk beraktivitas dapat mengandung banyak debu. Bawakan anak Anda alas pribadi atau minta guru untuk memisahkan anak Anda dari alas anak-anak lain.

Mintalah kepala sekolah untuk memberi tahu Anda sebelum renovasi atau pengecatan sekolah. Bau yang kuat dari cat, asap, dan debu konstruksi dapat memicu asma. Anda dapat meminta anak Anda untuk tinggal di rumah selama beberapa hari pembangunan, saat bau dan debu paling banyak.

Pastikan kondisi asma anak Anda terkendali dan ia memiliki obat asma sebelum kembali ke sekolah.

Asma dan tidak masuk sekolah

Jika kondisi asma anak Anda terkendali, anak Anda tidak akan melewatkan hari sekolah karena asma. Namun dengan kondisi asma yang terkendali pun, anak Anda akan perlu untuk mengunjungi dokter lebih sering dari anak-anak lainnya. Hal ini dapat berarti bahwa anak Anda perlu tidak masuk sekolah.

Bicarakan dengan guru anak Anda tentang bagaimana ia dapat mengejar ketinggalan pelajaran. Anak Anda semustinya tidak dihukum karena tidak masuk sekolah akibat asma.

Tanyakan dokter kapan anak Anda dapat masuk sekolah dan kapan harus beristirahat di rumah karena gejala asma. Dokter dapat memberi Anda petunjuk yang spesifik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    7 Kiat Jitu Menghadapi Anak Tidak Mau Sekolah

    Sering kali anak tidak mau pergi ke sekolah karena berbagai alasan. Namun, jangan khawatir. Ada cara jitu membujuk anak agar mau pergi ke sekolah.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari

    Supaya Makin Klop, Biarkan Si Kecil Berinteraksi Dengan Sang Ayah Pada 4 Momen Ini

    Ayah adalah sosok yang penting untuk tumbuh kembang anak. Supaya hubungan ayah dan anak makin dekat, manfaatkan momen-momen berikut ini.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Sebenarnya, Program Keluarga Berencana (KB) Itu Apa, Sih?

    Program Keluarga Berencana (KB) yang dicanangkan oleh BKKBN terbukti turunkan angka kelahiran di Indonesia sejak tahun 1991. Apa lagi manfaatnya?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari

    Tips Melatih Anak Supaya Berani Berangkat Sekolah Sendiri

    Sekolah anak dekat rumah dan bisa ditempuh dengan sepeda atau jalan kaki. Namun, apakah bijak membiarkan anak pergi ke sekolah sendiri?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji

    Direkomendasikan untuk Anda

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Tips Mengajak Orang Tua Pindah ke Tempat yang Baru

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Dipublikasikan tanggal: 22/04/2020
    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Grup WhatsApp Keluarga Ternyata Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 29/02/2020
    Ortu Wajib Tahu, Inilah 5 Penyebab Anak Takut dan Stres dengan Sekolah

    Ortu Wajib Tahu, Inilah 5 Penyebab Anak Takut dan Stres dengan Sekolah

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 02/09/2019