Menghirup Manfaat Udara Pantai untuk Penderita Asma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pantai dan laut memang telah lama dipercaya sebagai tempat yang nyaman dan menyegarkan. Banyak orang pergi ke pantai tidak hanya untuk bermain, tapi juga menenangkan pikiran atau menghirup udara pantai yang khas. Tak hanya itu, beberapa ahli rupanya juga menunjukkan bahwa udara pantai punya manfaat yang baik untuk penderita asma. Baca terus untuk cari tahu apa saja efek yang diberikan udara dan air laut bagi penderita asma.

Benarkan udara pantai baik untuk penderita asma?

Hingga kini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari asma. Meski tak bisa disembuhkan, gejala asma dan kekambuhannya bisa dikurangi dan dicegah. Beberapa orang melaporkan bahwa mereka tak lagi mengalami serangan asma dan hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan gaya hidup dan pengobatan yang bisa membantu mengendalikan gejala-gejala asma.

Salah satu terapi pengobatan untuk asma dan gaya hidup yang mungkin sesuai adalah menghirup udara pantai atau laut. Namun, yang perlu diperhatikan, pastikan pantai dan laut yang Anda datangi adalah yang masih bersih, bebas dari polusi atau pencemaran, dan jauh dari kawasan industri.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli di Jerman dalam jurnal Practice and Clinic of Pneumology membuktikan bahwa ternyata hal ini bukan cuma sugesti saja. Udara pantai memang memiliki khasiat bagi kesehatan paru-paru.

Artinya, orang-orang dengan masalah pernapasan seperti asma bisa menikmati suasana laut sekaligus menjalani terapi untuk membantu meredakan gejala-gejala asma secara alami.

Manfaat udara pantai untuk asma

Berikut adalah berbagai manfaat dari udara pantai dan laut untuk penderita asma.

1. Kadar oksigen yang tinggi

mengatasi stres dengan bernapas dalam

Pantai dan laut terletak di dataran rendah yang memiliki kadar oksigen lebih banyak dari tempat-tempat di dataran tinggi seperti pegunungan. Ini karena gravitasi bumi menahan oksigen di permukaan bumi.

Maka itu, semakin jauh dari dataran dan permukaan air laut, tekanan udara dan kadar oksigen akan semakin berkurang. Inilah mengapa banyak orang merasa pusing, sesak napas, bahkan pingsan ketika berada di tempat yang tinggi. Penyakit akibat ketinggian ini banyak dialami oleh pendaki gunung. Mereka yang menderita asma berisiko mengalami serangan asma jika berada di tempat-tempat dengan kadar oksigen yang terbatas.

Jadi, berada di pantai dengan kadar oksigen yang melimpah di udara dan dekat dengan air laut bisa membantu penderita asma untuk bernapas lebih lega dan bebas, terutama jika Anda sering menghabiskan waktu atau tinggal di dataran tinggi.

2. Udara yang bersih

bernapas dengan hidung

Menurut seorang pakar alergi di University of Cincinnati College of Medicine, Jonathan A. Bernstein, angin yang bertiup di pantai bisa mengusir berbagai alergen dan agen penyebab iritasi. Direktur Allergy and Asthma Care of Brooklyn, Cascya Charlot juga menambahkan bahwa biasanya di pantai jumlah serbuk sari yang terbawa angin jauh lebih sedikit.

Ini berarti, udara laut yang bersih bisa membuat bernapas lebih plong, khususnya untuk orang yang asma atau masalah paru lainnya. Selain itu, sirkulasi udara di pantai dan laut juga lebih lancar dibanding kota-kota besar dengan puluhan gedung bertingkat atau daerah yang berbukit-bukit.  

3. Terapi alami untuk pernapasan

teknik pernapasan coronavirus covid-19

Udara yang Anda hirup di laut atau pantai mengandung tetesan-tetesan kecil air laut. Tetesan-tetesan ini kaya akan garam, iodin, dan magnesium. Ketiganya berfungsi sebagai aerosol yang akan merangsang reaksi imun pada organ-organ pernapasan.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di sebuah jurnal kesehatan Jerman, Prax Klin Pneumol membuktikan bahwa menghirup udara pantai dan air laut secara rutin bisa melemaskan otot-otot pernapasan serta mengurangi lendir yang menghalangi saluran pernapasan untuk penderita asma.

Semakin lama waktu yang Anda habiskan di pantai atau laut, fungsi paru-paru Anda akan semakin membaik. Jadi untuk Anda yang menderita asma, tak ada salahnya meluangkan waktu beberapa jam setiap minggu untuk menghirup udara dan air laut di pantai sebagai bentuk terapi alami atau latihan pernapasan untuk asma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Mengurangi Rasa Tidak Enak Badan saat Demam

Ketika demam menyerang, Anda pasti tidak enak badan. Mau istirahat atau makan jadi susah. Tenang saja, ini enam solusi yang tepat supaya Anda lebih nyaman.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Sehatkah Kalau Makan Makanan yang Sama Terus Setiap Hari?

Adakah dampak kesehatan tertentu jika kita makan makanan yang sama tiap harinya? Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Tips Makan Sehat, Nutrisi 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

9 Cara Jitu untuk Mengusir Semut Bandel di Rumah

Setiap rumah pasti ada semutnya. Apalagi rumah yang kotor. Jangan panik dulu, air lemon ternyata bisa jadi cara mengusir semut di rumah yang terjamin ampuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Saat Anda sakit, makan dan minum apapun jadi tak selera. Hal ini karena mulut dan lidah terasa pahit. Nah, ini dia alasan dan cara ampuh mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mencium bau badan

Kenapa, Sih, Kita Tidak Bisa Mencium Bau Badan Sendiri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
ciri dan gejala infeksi parasit

Mengenal Jenis-Jenis Parasit dan Penyakit Infeksi yang Disebabkannya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
badan sakit setelah olahraga

Badan Sakit Setelah Olahraga, Apakah Artinya Olahraga Anda Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit