Banyak orang pergi ke pantai tidak sekadar untuk bertamasya, tetapi juga untuk menenangkan pikiran dengan menghirup udaranya yang khas. Bahkan, sejumlah studi juga menunjukkan bahwa udara pantai punya manfaat yang baik untuk pengidap asma.
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)
Banyak orang pergi ke pantai tidak sekadar untuk bertamasya, tetapi juga untuk menenangkan pikiran dengan menghirup udaranya yang khas. Bahkan, sejumlah studi juga menunjukkan bahwa udara pantai punya manfaat yang baik untuk pengidap asma.
Hingga saat ini, belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti dari asma. Meski tidak dapat disembuhkan, gejala asma dan kekambuhannya bisa Anda kurangi dan cegah.
Dengan perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat, beberapa orang melaporkan bahwa dirinya tidak lagi mengalami serangan asma.
Salah satu terapi pengobatan untuk asma ialah dengan menghirup udara pantai atau angin laut.
Sebuah penelitian yang cukup tua dan dilakukan oleh para ahli di Jerman dalam jurnal Practice and Clinic of Pneumology (1980) membuktikan bahwa hal ini bukan cuma sugesti saja.
Udara pantai memang punya manfaat bagi kesehatan paru-paru. Artinya, pengidap asma dapat menikmati suasana laut dan menjalani terapi untuk meredakan gejala secara alami.
Beberapa kalangan juga mengaitkan manfaat dari menghirup udara pantai untuk asma dengan haloterapi alias terapi garam (salt therapy).
Haloterapi melibatkan terapi menghirup uap garam sebagai obat asma alami. Menghirup garam berukuran kecil bisa membantu membuka saluran udara dan mencegah penumpukan lendir.
Manfaat terapi garam ini dibahas pada sebuah studi dalam jurnal Pediatric Pulmonology (2017).
Dalam penelitian ini, para peneliti hendak mengevaluasi pengaruh dari haloterapi dalam ruang garam dengan halogenerator terhadap kualitas hidup pada anak yang mengidap asma.
Hasilnya diketahui bahwa pemberian haloterapi memiliki beberapa efek menguntungkan pada kualitas hidup anak-anak pengidap asma ringan.
Meski begitu, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui lebih jauh manfaatnya pada pengobatan asma.
Selain pengobatan secara medis, menghirup udara pantai ternyata memiliki manfaat yang baik untuk pengidap asma. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai berbagai manfaat tersebut.
Pantai dan laut yang terletak di dataran rendah punya kadar oksigen lebih banyak dibandingkan dengan daerah di dataran tinggi. Hal ini karena gravitasi menahan oksigen di permukaan bumi.
Makin jauh dataran dari permukaan laut, maka makin berkurang kadar oksigennya. Ini mengapa banyak orang merasa sesak napas dan bahkan pingsan saat berada di tempat tinggi.
Mereka yang mengidap asma berisiko mengalami serangan asma bila berada di tempat-tempat dengan kadar oksigen yang terbatas.
Jadi, berada di pantai atau laut dengan kadar oksigen yang melimpah bisa membantu pengidap asma untuk bernapas lebih lega dan bebas.
Angin yang bertiup di pantai bisa mengusir berbagai agen penyebab alergi (alergen) dan iritasi (iritan). Selain itu, jumlah serbuk sari yang terbawa angin juga jauh lebih sedikit di pantai.
Ini berarti, udara laut yang bersih dapat membuat Anda bernapas lebih plong, khususnya jika Anda memiliki asma atau penyakit paru lainnya.
Selain itu, sirkulasi udara di pantai dan laut juga lebih lancar dibandingkan dengan kota besar dengan puluhan gedung bertingkat atau daerah yang berbukit-bukit.
Udara pantai yang Anda hirup mengandung tetesan kecil air laut yang kaya partikel garam, iodin, dan magnesium. Hal ini akan merangsang reaksi imun pada sistem pernapasan.
Menghirup udara pantai secara rutin dapat melemaskan otot-otot pernapasan dan mengurangi lendir yang menghalangi saluran pernapasan untuk pengidap asma.
Makin lama waktu yang dihabiskan di pantai, fungsi paru-paru Anda juga makin membaik.
Untuk Anda yang mengidap asma, tidak ada salahnya untuk meluangkan waktu beberapa jam dalam seminggu untuk menghirup udara pantai.
Hal ini bisa Anda jadikan sebagai terapi alami atau latihan pernapasan untuk mengobati asma.
Disclaimer
Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.
Ditinjau secara medis oleh
dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)
Tanya Dokter
Punya pertanyaan kesehatan?
Silakan login atau daftar untuk bertanya pada para dokter/pakar kami mengenai masalah Anda.
Ayo daftar atau Masuk untuk ikut berkomentar