Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asma merupakan kondisi yang menyebabkan Anda sesak atau kesulitan untuk bernapas. Penyebab atau pemicu asma dapat berasal dari berbagai hal, terutama yang berhubungan dengan saluran pernapasan. Kondisi asma sebagian orang juga bisa kambuh saat udara atau cuaca sekitar memiliki temperatur dingin. Namun, apakah benar alergi udara dingin termasuk salah satu penyebab asma kambuh?

Asma dapat kambuh saat pengidap terpapar udara dingin

penyakit asma

Perubahan pada cuaca seperti udara dingin atau perubahan temperatur secara seketika memang dapat memicu asma pada sebagian orang.

Dalam kondisi normal, hidung dan mulut biasanya selalu menghangatkan udara yang Anda hirup sebelum mencapai paru-paru. Anda pun jadi mudah bernapas. Namun, saat udara dingin, tubuh jadi lebih sulit untuk menghangatkan udara yang masuk.

Ketika udara dingin masuk ke dalam saluran pernapasan, paru-paru bereaksi dengan cara mempersempit saluran udara. Saat cuaca dingin, udara jadi lebih kering dibandingkan udara pada temperatur normal. Maka itu, saluran pernapasan akan lebih mudah teriritasi. Akibatnya, asma jadi lebih mudah kambuh dan mungkin disertai batuk.

Hal ini didukung oleh hasil sebuah penelitian dari Tiongkok dalam jurnal Plos One pada tahun 2014. Dari penelitian tersebut, ditemukan peningkatan pada jumlah pasien di sebuah rumah sakit yang mengalami asma saat musim dingin.

Penyebab dan gejala asma yang kambuh saat terkena udara dingin

ciri-ciri asma

Udara dingin dapat memengaruhi gejala asma akibat beberapa hal berikut ini:

1. Udara kering

Menurut American College of Allergy, Asthma & Immunology, para peneliti awalnya percaya bahwa saat tubuh terpapar temperatur udara yang dingin, gejala asma akan kambuh. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa udara kering adalah penyebab yang sebenarnya.

Saluran pernapasan dilapisi oleh cairan tipis. Saat menghirup udara kering, cairan ini menguap lebih cepat dari biasanya dan tubuh kesulitan untuk mengganti lapisan tersebut.

Hal ini membuat saluran napas jadi kering. Hal ini menyebabkan saluran pernapasan mengalami iritasi dan pembengkakan sehingga memperparah gejala asma yang kambuh.

Udara kering juga menyebabkan saluran pernapasan memproduksi sebuah zat yang bernama histamin. Histamin merupakan zat yang juga diproduksi tubuh saat terjadi serangan alergi, sehingga menyebabkan timbul gejala asma ketika terpapar udara dingin, seperti mengi atau wheezing.

2. Udara dingin meningkatkan jumlah lendir

Saluran pernapasan juga dilapisi oleh lendir yang berfungsi untuk melembapkan dan mencegah partikel asing. Saat udara dingin, tubuh memproduksi lendir lebih banyak dan lebih kental dari biasanya.

Jumlah lendir yang berlebih ini menjadi penyebab Anda rentan mengalami pilek atau infeksi lain. Dengan kata lain,  produksi lendir bertambah saat tubuh terpapar udara dingin, sehingga gejala asma lebih mudah kambuh.

3. Anda rentan sakit dan berada dalam ruangan saat cuaca dingin

Udara dingin berisiko menyebabkan pengidap asma lebih rentan terkena penyakit lain. Beberapa di antaranya adalah pilek dan flu pada penderita asma. Penyakit-penyakit tersebut dapat memengaruhi keparahan gejala asma yang kambuh.

Udara dingin juga membuat orang-orang cenderung berada di dalam ruangan, yang mungkin terdapat debu, jamur, dan hewan peliharaan berada. Pemicu alergi (alergen) tersebut dapat menjadi penyebab asma kambuh pada sebagian orang saat udara lebih dingin dari biasanya.

Gejala asma karena udara dingin

Asma yang disebabkan oleh udara dingin dapat memicu gejala seperti:

  • Nyeri dada
  • Batuk
  • Merasa napas pendek
  • Sensasi sesak di dada
  • Mengi

Gejala tersebut cenderung muncul ketika seseorang terpapar udara dingin dan biasanya akan membaik ketika berpindah ke tempat dengan suhu yang lebih hangat.

Dengan demikian, Anda sekarang sudah mengerti bahwa asma dapat kambuh saat udara dingin. Cuaca dan temperatur yang dingin mengakibatkan udara menjadi kering dan hal ini dapat memperburuk gejala asma.

Selain itu, senyawa histamin juga diproduksi oleh tubuh ketika udara lebih dingin dari biasanya, sehingga terjadi reaksi alergi yang dapat menyebabkan asma kambuh.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Orangtua harus sigap untuk menangani anak yang sakit asma karena gejala penyakit ini mirip dengan masalah pernapasan lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 11 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

Asma anak dapat diredakan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ada di dapur. Ssst.. obat asma anak tradisional ini sudah dikenal sejak zaman dulu lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 19 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Tips Sehat 8 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

alergi susu

Alergi Susu, Bisakah Muncul Saat Dewasa dan Bagaimana Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 1 September 2020 . Waktu baca 5 menit
efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit