Panduan Cara Pakai Peak Flow Meter untuk Penderita Asma

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Peak flow meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa lancar aliran udara yang mengalir dari paru-paru. Saat mengalami asma, saluran udara menyempit sehingga menghambat aliran udara. Sederhanya, alat ini mengukur kemampuan Anda untuk mengeluarkan udara dari paru-paru. Dengan bentuk yang kecil dan mudah digenggam, peak flow meter mudah dibawa ke mana-mana.

Kenapa perlu melakukan pengukuran kekuatan pernapas?

Peak flow rate atau aliran pernapasan maksimal merupakan parameter yang digunakan untuk menentukan kekuatan pernapasan. Peak flow rate diukur berdasarkan seberapa cepat udara dikeluarkan dari paru-paru ketika menarik napas dalam-dalam.

Memantau peak flow rate penting dilakukan dalam mengelola gejala asma sekaligus mencegah serangan asma. Dari hasil pengukuran dapat diketahui apakah asma terkendali atau justru memburuk.

Maka dari itu, terkadang hasil pengukuran juga kerap digunakan sebagai patokan untuk mengontrol pengobatan yang dijalani. Misalnya, apakah obat perlu ditambah dosisnya atau justru dihentikan konsumsinya.

Peak flow rate diukur menggunakan alat yang disebut dengan peak flow meter. Meski begitu, tak semua penderita asma perlu melakukan pengukuran menggunakan alat ini. Mereka yang dianjurkan biasanya merupakan penderita asma parah atau kronis.

Selain dari yang telah disebutkan, menurut Asthma and Allergy Foundation of America pengukuran kekuatan pernapasan melalui peak flow meter juga berguna bagi dokter dan penderita untuk:

  • Mengetahui faktor pemicu yang menyebabkan asma
  • Menentukan apakah memerlukan pertolongan darutat
  • Memahami dengan baik seberapa parah kondisi asma yang diderita

Cara menggunakan peak flow meter

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan peak flow meter.

  1. Sebelum digunakan, pastikan jarum pengukur (indikator) menunjuk angka nol atau angka terendah pada skala peak flow meter yang digunakan. Skala yang digunakan pada peak flow meter sendiri adalah  satuan liter per menit (lpm).
  2. Berdirilah tegap. Ambilah napas sedalam mungkin lalu tahan dan biarkan udara mengisi paru-paru Anda.
  3. Pastikan mulut Anda kosong.
  4. Dalam keadaan masih menahan napas, tempatkan corong peak flow meter di antara kedua bibir. Tempelkan bibir serapat mungkin pada corong.
  5. Dalam satu embusan napas, keluarkanlah udara sebanyak dan secepat mungkin. Pastikan Anda mengeluarkan seluruh udara yang tersimpan di paru-paru.
  6. Dorongan udara yang keluar dari paru-paru membuat jarum indikator bergerak, sampai ia berhenti pada angka tertentu. Anda telah mendapatkan hasil pengukuran pertama. Catatlah hasil tersebut dengan mencantumkan tanggal dan waktu.

Ulangilah seluruh langkah di atas sebanyak tiga kali. Pengukuran yang akurat menunjukkan angka peak flow rate yang berdekatan. Catat angka tertinggi dari hasil pengukuran tersebut

Pengukuran peak flow rate sebaiknya dilakukan setiap hari pada waktu yang sama. Dokter atau perawat kesehatan Anda akan menentukan waktu terbaik untuk melakukan pengukuran sesuai dengan konsisi kesehatan Anda.

Zona Peak Flow Rate

Setelah melakukan pengukuran, tempatkan angka tersebut pada diagram yang terbagi dalam tiga zona, yaitu hijau, kuning, dan merah. Diagram tersebut biasanya diberikan langsung oleh dokter. Namun, pada beberapa peak flow meter, indikator ketiga zona biasanya telah tertera langsung pada alat.

Jika berada dalam zona hijau (80-100%),  Anda sebaiknya melanjutkan konsumsi obat yang telah diberikan dokter. Pengukuran yang berada di zona kuning (50-80%) menandakan kondisi asma memburuk dan membutuhkan pengobatan tambahan.

Zona merah (di bawah 50%) mengindikasikan Anda membutuhkan penanganan darurat. Anda bisa meminum obat yang dianjurkan dokter sebagai langkah pertolongan pertama.

Menentukan angka peak flow rate terbaik

Setiap orang dengan asma biasanya memiliki kondisi yang berbeda-beda sehingga peak flow rate terbaik yang bisa dicapai pun berbeda. Angka peak flow terbaik dapat ditentukan dari hasil pengukuran tertinggi yang Anda lakukan selama 2 sampai 3 minggu ketika asma sedang terkendali.

Asma yang terkendali adalah ketika Anda berada dalam kondisi sehat dan tidak mengalami gejala asma sama sekali. Angka ini dapat menjadi pembanding dari perubahan hasil pengukuran saat asma kambuh.

Untuk mengetahui angka peak flow rate terbaik, lakukan pembacaan pengukuran peak flow meter pada saat:

  • Setelah bangun tidur atau siang hari
  • Setelah atau sebelum meminum obat
  • Memperoleh nilai peak flow baru, walaupun sama dengan yang ditunjukkan pada pengukuran di hari-hari sebelumnya.
  • Sebagaimana yang diinstruksikan dokter
  • Melakukan pengukuran paling tidak dua kali dalam sehari selama 2 hingga tiga minggu

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca