home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Asupan Vitamin D Rutin Dapat Mencegah Asma Kambuh, Benarkah?

Asupan Vitamin D Rutin Dapat Mencegah Asma Kambuh, Benarkah?

Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 339 juta orang di dunia mengidap asma. Gejala asma seringnya kambuh dan muncul tiba-tiba. Hingga saat ini, kebanyakan obat asma hanya bersifat meredakan gejala dan membantu mengontrol gejalanya. Namun, vitamin D dari sinar matahari maupun suplemen makanan dilaporkan dapat membantu untuk mencegah risiko asma kambuh. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Manfaat vitamin D untuk mencegah asma kambuh

vitamin b untuk penderita diabetes

Vitamin D adalah salah satu vitamin yang bertanggung jawab untuk menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan. Asupan vitamin D yang cukup setiap hari bisa memperbaiki respons sistem imun terhadap zat yang memicu serangan asma. Hal ini dapat membantu meredakan respons peradangan yang berbahaya serta mengurangi gejala asma.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kekurangan vitamin D sering kali dikaitkan dengan risiko serangan asma, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Maka itu, vitamin D dipertimbangan sebagai suplemen untuk mengatasi gejala asma serta menjaga fungsi paru secara keseluruhan.

Berikut adalah 2 manfaat utama vitamin D untuk orang dengan asma:

1. Menurunkan risiko serangan asma

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Respiratory Medicine membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D bersama dengan obat asma dapat mengurangi risiko serangan asma sebesar 50 persen. Penelitian ini mencakup 955 orang yang memiliki asma tingkat sedang dan membutuhkan steroid untuk obat asma mereka.

Setelah rutin mengonsumsi suplemen vitamin D, peneliti melaporkan bahwa frekuensi partisipan untuk bolak-balik ke rumah sakit dan rawat inap karena kambuhnya serangan asma parah kini jauh berkurang.

Penelitian lain yang terdapat di jurnal Cochrane juga menunjukkan hasil serupa. Studi yang berlangsung selama 12 bulan ini melibatkan 435 anak-anak dan 658 orang dewasa. Kebanyakan dari partisipan tersebut menderita asma ringan hingga sedang.

Para peneliti menemukan bahwa pemberian suplemen vitamin D mengurangi risiko serangan asma parah serta kunjungan pasien ke rumah sakit dari 6% menjadi 3%.

2. Mengurangi penggunaan obat asma

Selain mengurangi serangan asma serta frekuensi perawatan di rumah sakit, mengonsumsi suplemen vitamin D juga menurunkan penggunaan steroid untuk pengobatan asma.

Pemberian steroid ini biasanya digunakan untuk mencegah serangan asma, bukan meredakan gejalanya saat kambuh. Penelitian ini juga melaporkan bahwa tidak adanya efek samping dari suplemen vitamin D.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut apakah suplemen vitamin D ini dapat memberikan efek yang sama pada orang asma yang belum belum membutuhkan terapi steroid untuk mengontrol asmanya.

Selain itu, penelitian yang telah disebutkan di atas melibatkan partisipan yang sebagian besar memiliki asma ringan hingga sedang. Jadi, belum diketahui secara pasti bagaimana efek vitamin D pada pasien yang menderita asma berat atau parah.

Ditambah lagi, masih belum diketahui apakah suplemen vitamin D dapat menurunkan risiko serangan asma akut di semua pasien, atau hanya pada pasien yang memang kekurangan vitamin D.

Sumber vitamin D untuk penderita asma

manfaat vitamin c

Vitamin D bisa ditemukan dari berbagai macam hal. Akan tetapi, 80% vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari sinar matahari. Tubuh Anda akan memproduksi vitamin D secara otomatis ketika terpapar sinar matahari.

Menurut WHO, Anda hanya perlu terpapar sinar matahari setidaknya 5-15 menit di lengan, tangan, dan wajah, setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya. Untuk wilayah Indonesia, waktu berjemur yang direkomendasikan adalah mulai pukul 10 pagi hingga jam 2 siang.

Selain sinar matahari, sumber vitamin D terbaik juga bisa Anda dapatkan dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Maka itu, penting untuk memasukan vitamin D dalam pola makan harian penderita asma. Beberapa makanan yang diketahui mengandung vitamin D tinggi adalah:

  • minyak ikan cod
  • salmon
  • tuna
  • sarden
  • kuning telur
  • hati sapi
  • susu
  • jamur kancing

Selain beragam makanan dan minuman yang sudah disebutkan di atas, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari suplemen. Bagi sebagian orang, suplemen vitamin D mungkin dapat membantu mencukupi asupan vitamin tersebut yang dibutuhkan tubuh.

Jangan lupa, sebelum mengonsumsi suplemen, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan petunjuk mengenai konsumsi suplemen tersebut dengan tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

AAFA Explains: Can Vitamin D Help My Asthma? – Asthma and Allergy Foundation of America. (2018). Retrieved May 28, 2020, from https://community.aafa.org/blog/aafa-explains-can-vitamin-d-help-my-asthma

Vitamin D and Food Allergy – American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. (n.d.). Retrieved May 28, 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/vitamin-d-food-allergy

Pfeffer, P., & Hawrylowicz, C. (2018). Vitamin D in Asthma. Chest153(5), 1229-1239. https://doi.org/10.1016/j.chest.2017.09.005

Martineau, A., Cates, C., Urashima, M., Jensen, M., Griffiths, A., & Nurmatov, U. et al. (2016). Vitamin D for the management of asthma. Cochrane Database Of Systematic Reviews. doi: 10.1002/14651858.cd011511.pub2

Benetti, C., Comberiati, P., Capristo, C., Boner, A. L., & Peroni, D. G. (2015). Therapeutic Effects of Vitamin D in Asthma and Allergy. Mini reviews in medicinal chemistry15(11), 935–943. https://doi.org/10.2174/1389557515666150519110640

Menon, B., Nima, G., Dogra, V., Mittal, A., Kaur,  C., Mittal, U. (2014). Evaluation of vitamin D in bronchial asthma and the effect of vitamin D supplementation on asthma severity and control: A randomised control trial.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Andisa Shabrina Diperbarui 07/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x