backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Vitamin D untuk Penderita Asma, Benarkah Efektif?

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

Vitamin D untuk Penderita Asma, Benarkah Efektif?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan ada 262 juta orang di dunia yang mengidap asma. Kebanyakan obat asma hanya bersifat meredakan dan mengontrol gejala. Namun, asupan vitamin D untuk penderita asma ternyata dilaporkan membantu mencegah kekambuhannya.  

Manfaat vitamin D untuk asma

vitamin untuk penderita asma

Vitamin D merupakan salah satu vitamin yang bertanggung jawab menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan. Mencukupi kebutuhan vitamin D harian bisa memperbaiki respons sistem imun terhadap zat yang memicu serangan asma

Selain itu, memperoleh asupan vitamin D dari sinar matahari, makanan, maupun suplemen juga bisa meredakan respons peradangan yang berbahaya serta mengurangi gejala asma.

Beberapa studi ilmiah telah membuktikan bahwa orang yang kekurangan vitamin D lebih berisiko mengalami serangan asma. Ini terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. 

Oleh sebab itu, asupan vitamin D dipertimbangkan sebagai suplemen untuk mencegah kambuhnya asma yang sekaligus dapat menjaga fungsi organ paru-paru secara keseluruhan.

Berikut ini penjelasan ilmiah dari manfaat utama vitamin D untuk penderita asma.

1. Menurunkan risiko serangan asma

Sebuah penelitian dalam jurnal The Lancet Respiratory Medicine (2017) membuktikan bahwa pemberian obat asma bersama asupan suplemen vitamin D berkaitan dengan penurunan risiko serangan asma. 

Studi ini melibatkan 955 pengidap asma tingkat sedang yang mengonsumsi obat mengandung steroid. Selain memberikan obat, para peneliti menambahkan suplemen vitamin D ke dalam rangkaian pengobatan.

Setelah konsumsi obat dan suplemen vitamin rutin, dilaporkan bahwa frekuensi partisipan untuk bolak-balik ke rumah sakit dan rawat inap karena kambuhnya serangan asma parah kini jauh berkurang.

Penelitian lain dalam jurnal Cochrane Database of Systematic Reviews (2016) yang melibatkan 435 anak-anak dan 658 orang dewasa yang mengidap asma ringan hingga sedang juga menunjukkan hasil yang serupa.

Studi ini menemukan pemberian suplemen vitamin D selama 12 bulan dapat mengurangi risiko serangan asma parah dan kunjungan ke rumah sakit hingga sebesar 3 persen.

2. Mengurangi penggunaan obat asma

Selain mengurangi serangan asma dan frekuensi perawatan di rumah sakit, suplemen vitamin D untuk penderita asma juga menurunkan penggunaan steroid dalam pengobatan asma.

Pemberian steroid ini digunakan untuk mencegah serangan asma, bukan meredakan gejalanya saat kambuh. Studi ini juga melaporkan bahwa tidak ada efek samping dari konsumsi suplemen vitamin D.

Namun, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk menjawab apakah suplemen vitamin D memberikan efek yang sama pada pengidap asma yang belum membutuhkan terapi steroid untuk mengontrol asmanya.

Selain itu, penelitian yang telah disebutkan di atas melibatkan partisipan yang sebagian besar memiliki gejala asma ringan hingga sedang. Jadi, belum diketahui secara pasti efek asupan vitamin D pada pasien yang menderita asma berat atau parah.

Ditambah lagi, belum diketahui apakah suplemen efektif menurunkan risiko serangan asma akut pada semua pasien atau hanya pada pasien yang kekurangan vitamin D saja.

Sumber vitamin D untuk penderita asma

Secara umum, 80% vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari sinar matahari. Tubuh Anda akan memproduksinya secara otomatis saat terpapar sinar matahari.

Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), anak-anak dan orang dewasa cukup terpapar sinar matahari selama 5–15 menit sebanyak tiga kali dalam seminggu.

Untuk wilayah Indonesia, waktu berjemur yang dianjurkan ialah pada pagi sejak matahari terbit hingga pukul 09.00 dan sore mulai pukul 15.00 hingga matahari terbenam.

Selain dari sinar matahari, sumber vitamin D terbaik untuk penderita asma juga bisa didapatkan dari makanan sehari-hari. Beberapa makanan tersebut di antaranya:

  • minyak ikan,
  • ikan tuna,
  • kuning telur,
  • hati sapi,
  • susu, dan
  • jamur kancing.

Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari suplemen. Suplemen vitamin D cukup efektif untuk mencukupi kebutuhan vitamin D dalam sehari.

Namun, sebelum mengonsumsi suplemen untuk asma, konsultasikan dengan dokter Anda untuk memperoleh petunjuk penggunaan yang aman dan tepat.

Adakah vitamin untuk penderita asma selain vitamin D?

suplemen penambah berat badan

Pengidap asma juga disarankan untuk memperoleh asupan vitamin C dan vitamin E. Keduanya memiliki sifat antioksidan untuk melawan radikal bebas dan stres oksidatif dalam tubuh.

Para peneliti memperkirakan, dengan mengurangi stres oksidatif pada paru-paru, hal ini mampu membantu mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk asma.

Anda bisa mengonsumi makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, tomat, dan sayuran hijau. Selain itu, vitamin E juga bisa Anda dapatkan dari alpukat, brokoli, dan kacang tanah.

Untuk lebih mudah mendapatkan berbagai vitamin tersebut, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen. Penting juga bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Kesimpulan

  • Sebagian peneliti memperkirakan ada hubungan antara tubuh yang kekurangan vitamin dan meningkatnya risiko kekambuhan asma.
  • Asupan vitamin C, D, dan E pada penderita asma tidak hanya membantu menurunkan risiko kekambuhan dan keparahan gejala, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  • Selalu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menambah asupan vitamin harian, terutama yang diperoleh dari konsumsi suplemen.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 07/09/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan