Asupan Vitamin D Rutin Dapat Mencegah Asma Kambuh, Benarkah?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Menurut World Health Organization (WHO), lebih dari 339 juta orang di dunia mengidap asma. Gejala asma seringnya kambuh dan muncul tiba-tiba. Hingga saat ini, kebanyakan obat asma hanya bersifat meredakan gejala dan membantu mengontrol gejalanya. Namun, vitamin D dari sinar matahari maupun suplemen makanan dilaporkan dapat membantu untuk mencegah risiko asma kambuh. Simak penjelasan lebih lengkapnya di bawah ini.

Manfaat vitamin D untuk mencegah asma kambuh

vitamin b untuk penderita diabetes

Vitamin D adalah salah satu vitamin yang bertanggung jawab untuk menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan. Asupan vitamin D yang cukup setiap hari bisa memperbaiki respons sistem imun terhadap zat yang memicu serangan asma. Hal ini dapat membantu meredakan respons peradangan yang berbahaya serta mengurangi gejala asma.

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kekurangan vitamin D sering kali dikaitkan dengan risiko serangan asma, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Maka itu, vitamin D dipertimbangan sebagai suplemen untuk mengatasi gejala asma serta menjaga fungsi paru secara keseluruhan.

Berikut adalah 2 manfaat utama vitamin D untuk orang dengan asma:

1. Menurunkan risiko serangan asma

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The Lancet Respiratory Medicine membuktikan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin D bersama dengan obat asma dapat mengurangi risiko serangan asma sebesar 50 persen. Penelitian ini mencakup 955 orang yang memiliki asma tingkat sedang dan membutuhkan steroid untuk obat asma mereka.

Setelah rutin mengonsumsi suplemen vitamin D, peneliti melaporkan bahwa frekuensi partisipan untuk bolak-balik ke rumah sakit dan rawat inap karena kambuhnya serangan asma parah kini jauh berkurang.

Penelitian lain yang terdapat di jurnal Cochrane juga menunjukkan hasil serupa. Studi yang berlangsung selama 12 bulan ini melibatkan 435 anak-anak dan 658 orang dewasa. Kebanyakan dari partisipan tersebut menderita asma ringan hingga sedang.

Para peneliti menemukan bahwa pemberian suplemen vitamin D mengurangi risiko serangan asma parah serta kunjungan pasien ke rumah sakit dari 6% menjadi 3%.

2. Mengurangi penggunaan obat asma

Selain mengurangi serangan asma serta frekuensi perawatan di rumah sakit, mengonsumsi suplemen vitamin D juga menurunkan penggunaan steroid untuk pengobatan asma.

Pemberian steroid ini biasanya digunakan untuk mencegah serangan asma, bukan meredakan gejalanya saat kambuh. Penelitian ini juga melaporkan bahwa tidak adanya efek samping dari suplemen vitamin D.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut apakah suplemen vitamin D ini dapat memberikan efek yang sama pada orang asma yang belum belum membutuhkan terapi steroid untuk mengontrol asmanya.

Selain itu, penelitian yang telah disebutkan di atas melibatkan partisipan yang sebagian besar memiliki asma ringan hingga sedang. Jadi, belum diketahui secara pasti bagaimana efek vitamin D pada pasien yang menderita asma berat atau parah.

Ditambah lagi, masih belum diketahui apakah suplemen vitamin D dapat menurunkan risiko serangan asma akut di semua pasien, atau hanya pada pasien yang memang kekurangan vitamin D.

Sumber vitamin D untuk penderita asma

manfaat vitamin c

Vitamin D bisa ditemukan dari berbagai macam hal. Akan tetapi, 80% vitamin D yang dibutuhkan tubuh berasal dari sinar matahari. Tubuh Anda akan memproduksi vitamin D secara otomatis ketika terpapar sinar matahari.

Menurut WHO, Anda hanya perlu terpapar sinar matahari setidaknya 5-15 menit di lengan, tangan, dan wajah, setidaknya dua sampai tiga kali dalam seminggu tanpa menggunakan tabir surya. Untuk wilayah Indonesia, waktu berjemur yang direkomendasikan adalah mulai pukul 10 pagi hingga jam 2 siang.

Selain sinar matahari, sumber vitamin D terbaik juga bisa Anda dapatkan dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Maka itu, penting untuk memasukan vitamin D dalam pola makan harian penderita asma. Beberapa makanan yang diketahui mengandung vitamin D tinggi adalah:

  • minyak ikan cod
  • salmon
  • tuna
  • sarden
  • kuning telur
  • hati sapi
  • susu
  • jamur kancing

Selain beragam makanan dan minuman yang sudah disebutkan di atas, Anda juga bisa mendapatkan asupan vitamin ini dari suplemen. Bagi sebagian orang, suplemen vitamin D mungkin dapat membantu mencukupi asupan vitamin tersebut yang dibutuhkan tubuh.

Jangan lupa, sebelum mengonsumsi suplemen, konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk mendapatkan petunjuk mengenai konsumsi suplemen tersebut dengan tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Daftar Makanan yang Direkomendasikan dan yang Harus Dibatasi Penderita Asma

Tidak banyak yang tahu bahwa apel dan pisang termasuk makanan terbaik untuk penderita asma, tapi tidak dengan kubis atau kol. Kenapa bisa begitu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 30 November 2019 . Waktu baca 8 menit

Kenali Tanda-tandanya, Ini Cara Pertolongan Pertama pada Serangan Asma

Serangan asma (eksaserbasi akut) bisa mengancam nyawa. Mengetahui pertolongan pertama asma membantu Anda mencegah kondisinya memburuk.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 28 November 2019 . Waktu baca 9 menit

Mengenal Peak Flow Meter dan Cara Pakainya untuk Penderita Masalah Pernapasan

Peak flow meter adalah alat yang berfungsi mengukur pernapasan. Nantinya, hasil ini bisa membantu mengevaluasi pengobatan. Bagaimana cara pakainya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Kesehatan Pernapasan, Sesak Napas 21 November 2019 . Waktu baca 7 menit

Jangan Asal Pilih, Ikuti 3 Langkah Ini dalam Memilih Inhaler untuk Anak

Anak dengan asma bisa mengggunakan inhaler untuk mengendalikan gejala. Supaya tidak salah, simak tips memilih inhaler untuk anak berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Anak, Parenting 1 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit
pola hidup sehat untuk penderita asma

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit