Tips Bepergian untuk Penderita Alergi dan Asma di Masa PSBB Transisi

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, mungkin saja ada pekerjaan atau keperluan yang menuntut Anda pergi ke luar kota. Untuk pengidap asma dan alergi, perlu persiapan matang saat bepergian ke luar rumah, terutama di musim pancaroba.

Sebelumnya, simak dulu, yuk, hubungan antara musim pancaroba dengan alergi dan asma.

Musim pancaroba bisa memicu alergi dan asma

bepergian aman untuk penderita alergi

Musim pancaroba membuat cuaca sulit diprediksi. Terkadang begitu panas, tetapi tak lama hujan lebat turun. Perlu dipahami bahwa musim pancaroba dapat memicu kambuhnya alergi dan asma pada pengidapnya. Penting untuk penderita asma dan alergi untuk hati-hati saat pergi ke luar kota di musim yang tidak menentu. Apa hubungannya?

Perubahan cuaca tentunya berkaitan dengan perubahan temperatur, dari panas menjadi dingin atau sebaliknya. Perubahan temperatur yang mendadak berpengaruh pada jalur napas orang dengan alergi dan asma.

Pada kondisi cuaca panas maupun hujan, tanpa kita sadari ada polutan yang berterbangan dan masuk ke dalam saluran pernapasan. Mulai dari serbuk sari, jamur, debu, dan lainnya. Karena ukurannya sangat kecil, polutan ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Awalnya polutan terperangkap pada lendir yang terdapat pada hidung. 

Lendir ini berfungsi menahan zat-zat asing agar tidak masuk ke paru-paru. Ketika polutan tersebut berdiam dan mulai mengiritasi serta meradang di jalur pernapasan, lendir akan menebal dan menyebabkan batuk. Peradangan juga menimbulkan gejala alergi yang bisa disertai asma.  

Agar lebih waspada, kenali dulu gejala asma dan alergi di bawah ini:

Alergi

  • Bersin, hidung meler, dan hidung gatal (rhinitis alergi)
  • Mata merah dan berair
  • Mengi, sesak dada, sulit bernapas, serta batuk
  • Mata merah dan gatal
  • Tidak enak badan, mual, muntah, sakit perut, diare
  • Kulit kering, merah, dan pecah-pecah

Asma

  • Napas pendek atau sesak napas
  • Dada terasa sesak atau sakit
  • Mengi atau berbunyi saat menghembuskan napas
  • Susah tidur karena batuk-batuk
  • Batuk memburuk jika mengalami gangguan pernapasan, misalnya batuk pilek atau flu

Berbagai gejala di atas dapat hadir tanpa diduga sewaktu bepergian ke luar rumah. Apalagi jika yang muncul adalah gejala batuk-batuk, pastinya sangat mengganggu kegiatan Anda. Tidak hanya itu, musim pancaroba juga bisa memicu gangguan pernapasan seperti pilek dan flu, dengan batuk sebagai salah satu gejala yang umum.

Jangan biarkan batuk membandel mengganggu aktivitas Anda. Agar perjalanan berjalan dengan lancar, ketahuilah tips aman bepergian untuk penderita asma dan alergi.

Tips bepergian aman untuk penderita asma dan alergi

Meskipun ada kemungkinan gejala asma dan alergi kambuh, tentunya ada cara aman untuk bepergian. Jangan sampai gejala batuk yang menyertai juga mengganggu aktivitas selagi berada di luar kota. Berikut tips yang bisa dilakukan agar bepergian ke luar kota lebih nyaman dan bebas dari batuk yang membandel.

1. Menyiapkan obat-obatan

obat batuk sirup ibuprofen untuk anak

Agar bepergian tetap aman untuk penderita asma dan alergi, coba yuk selalu sediakan obat-obatan asma dan alergi Anda. Di samping itu, siapkan juga obat batuk spesifik untuk mengurangi batuk kering yang timbul karena asma dan alergi. 

Ketika timbul alergi, tubuh mengeluarkan senyawa H1 atau histamine 1 yang membuat sistem imun bereaksi berlebihan terhadap iritan dan timbul reaksi alergi. Gejalanya pun berupa batuk bahkan asma. Agar batuk bisa cepat reda dan tidak kian memburuk cobalah minum obat batuk dengan kandungan Dextromethorphan Hbr dan Diphenhydramine HCL.

Dextromethorphan Hbr bersifat supresan sehingga mampu meredakan gejala batuk dan melegakan tenggorokan yang meradang. Sementara itu, berdasarkan StatsPearl Publishing, Diphenhydramine HCL bekerja sebagai antihistamin untuk meredakan reaksi alergi. 

Obat batuk ini membantu perjalanan Anda lebih nyaman dan tidak lagi terganggu.

2. Jangan terlalu lelah

bepergian aman untuk penderita alergi

Jangan lupa untuk beristirahat cukup semasa perjalanan. Pasalnya, terlalu lelah bisa saja menimbulkan reaksi asma. Bila timbul asma, gejala batuk bisa mengganggu jadwal kegiatan yang Anda susun. Agar perjalanan tetap lancar, tetaplah beristirahat cukup.

Paling tidak, Anda perlu mencukupi waktu tidur 8 jam setiap malamnya. Saat tidur, Anda memberikan jeda tubuh beristirahat dan meningkatkan kerja sistem imun dalam mencegah infeksi penyakit, terutama yang berkenaan dengan sistem pernapasan di musim pancaroba.

3. Konsultasi ke dokter

dokter spesialis kulit dermatolog

Bila sudah minum obat, tetapi kondisi alergi dan asma tidak membaik disertai batuk-batuk, segera berkonsultasi ke dokter di klinik atau rumah sakit terdekat. Beritahu dokter mengenai keluhan dan berapa lama Anda mengalami kondisi ini.

Dokter akan merekomendasikan pengobatan dan perawatan yang tepat karena menyesuaikan keluhan Anda. Jangan lupa ikuti anjuran dokter, termasuk beristirahat cukup agar kondisi dapat membaik. Dengan begitu, Anda tetap bepergian dengan tenang meskipun memiliki alergi dan asma. 

4. Cari tahu rumah sakit terdekat

bepergian aman untuk penderita alergi

Mungkin saja Anda berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Ingatlah, supaya bepergian tetap nyaman dan aman untuk penderita alergi dan asma, selalu catat rumah sakit terdekat dari tempat yang Anda kunjungi.

Meskipun sudah menyiapkan obat-obatan, Anda tetap perlu mencatat di mana rumah sakit terdekat. Jika saja batuk akibat alergi atau asma mulai memburuk, Anda sudah tahu rumah sakit mana yang menjadi tujuan.

Ingat selalu empat poin di atas, agar trip Anda berjalan dengan lancar. Semoga sehat selalu!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mucohexin

PenggunaanUntuk apa mucohexin digunakan? Mucohexin adalah sebuah merek obat yang tersedia dalam bentuk sirup. Obat ini mengandung bromhexine sebagai kandungan utamanya. Bromhexine termasuk ke dalam golongan obat ...

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 16 September 2019 . Waktu baca 10 menit

Infografik: Bedanya Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Meskipun batuk sering dialami oleh siapa saja, Anda mungkin belum paham betul sebetulnya apa beda batuk berdahak dan batuk kering. Yuk, pelajari di sini!

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Batuk, Kesehatan Pernapasan 2 Mei 2019 . Waktu baca 1 menit

Obat Batuk untuk Bayi, yang Alami Atau dari Resep Dokter

Saat si kecil batuk, jangan asal memberinya obat yang ada di pasaran. Pasalnya, dosis dan jenis obat batuk untuk bayi berbeda dengan orang dewasa.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 16 April 2019 . Waktu baca 13 menit

Paratusin

Paratusin adalah obat batuk dan pilek. Cari tahu informasi tentang cara penggunaan, efek samping, keamanan, dan interaksi obat Paratusin di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Obat A-Z, Obat-obatan & Suplemen A-Z 13 Maret 2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pengencer dahak alami

Cara Mengatasi Dahak yang Mengganggu dan Tak Kunjung Hilang

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
anak batuk sampai muntah

Anak Batuk Sampai Muntah? Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 9 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bahan-bahan obat batuk alami

Ragam Bahan Tradisional sebagai Obat Alami untuk Batuk Kering dan Berdahak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24 Oktober 2019 . Waktu baca 9 menit
obat batuk untuk ibu hamil

Rekomendasi Obat Batuk Medis, Alami, dan Perawatan Rumahan untuk Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 Oktober 2019 . Waktu baca 14 menit