Kenali Tanda-tandanya, Ini Cara Pertolongan Pertama pada Serangan Asma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Asma eksaserbasi akut atau serangan asma adalah kemunculan gejala secara tiba-tiba yang memburuk dalam waktu cepat. Anda mungkin lebih sering menyebut kondisi ini dengan “asma yang kumat”. Kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi berbahaya dan mengancam nyawa. Pertolongan pertama bisa membantu mencegah asma semakin memburuk.

Itu sebabnya, penting untuk mengetahui hal yang memicu serangan asma, serta gejala agar dapat memberikan pertolongan yang tepat untuk mengatasi kondisi ini.

Penyebab serangan asma (eksaserbasi akut)

Sebelum memahami langkah pertolongan pertama ketika asma, penting bagi Anda untuk memahami apa itu asma eksaserbasi akut.

Asma eksaserbasi akut adalah kemunculan gejala yang memburuk secara tiba-tiba dalam kurun waktu relatif singkat. Itu sebabnya, kondisi ini disebut juga dengan serangan asma. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan asma muncul atau menjadi kambuh.

Namun, dikutip dari Mayo Clinic yang terjadi saat serangan asma adalah otot-otot saluran napas mendadak menegang. Tidak hanya itu saja, saluran napas jadi meradang dan membengkak ketika terpapar oleh faktor pemicunya.

Setiap orang mungkin memiliki faktor pemicu yang berbeda-beda. Apalagi kalau Anda mempunyai sistem kekebalan tubuh yang cukup sensitif ketika terpapar oleh pemicu serangan asma. Beberapa yang paling umum di antaranya:

  • Serbuk sari dari bunga, pohon, dan rumput.
  • Bulu binatang dan kecoa.
  • Asap rokok, asap kendaraan, dan pembakaran sampah, dan polusi udara.
  • Berada di tempat yang dingin.
  • Asam lambung naik karena penyakit GERD.
  • Kondisi psikologis atau kesehatan mental yang tidak stabil karena stres berat.
  • Melakukan olahraga atau aktivitas fisik yang berat.
  • Debu dan jamur yang beterbangan di udara lalu terhirup.
  • Sedang mengalami infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu, sinusitis, rhinitis kronis, dan bronkitis.
  • Obat antinyeri seperti aspirin dan ibuprofen, hingga obat beta blocker untuk penyakit jantung.
  • Tempat kerja tertentu yang mengharuskan pekerjanya terpapar polusi udara dan zat kimia setiap hari.

Berhubung ada banyak sekali faktor pemicu serangan asma, maka cara terbaik untuk menentukan penyebab pastinya adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Jadi, jangan hanya menduga-duga satu dari beberapa faktor yang sudah disebutkan di atas.

Gejala serangan asma yang paling umum

gejala serangan asma

Pada penderita asma biasa, gejala-gejala seperti mengi, batuk, dada terasa sesak, serta kesulitan bernapas sangat umum ditemukan. Namun, tingkat keparahannya bervariasi, mulai dari ringan hingga parah.

Ketika terjadi serangan asma akut, gejala-gejala yang disebutkan di atas hanya terjadi dalam waktu yang relatif singkat, tapi memiliki tingkat keparahan yang cukup serius. Itu sebabnya, kesigapan dalam memberikan pertolongan pertama pada diri sendiri ataupun orang lain yang kena asma sangat krusial.

Selain itu, kondisi serangan asma akut juga memiliki beberapa gejala tambahan, seperti:

  • Angka peak flow meter yang rendah atau menurun.
  • Badan sangat lemas, lesu, dan tidak bertenaga selama atau setelah berolahraga.
  • Otot leher dan dada menegang atau terasa kencang (retraksi).
  • Perubahan suasana hati, jadi lebih banyak diam atau mudah marah.
  • Muncul gejala-gejala mirip pilek atau alergi seperti hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.
  • Muncul kantong mata gelap.
  • Susah tidur di malam hari.
  • Merasa haus terus.
  • Mata gatal atau berair.
  • Sering berdeham.

Berbagai gejala di atas adalah yang paling sering dilaporkan pasien. Mungkin masih ada tanda-tanda lain yang belum disebutkan. Selain itu, penting untuk diketahui bahwa frekuensi, durasi, hingga tingkat keparahan serangan asma dapat berbeda-beda pada setiap orang.

Anda bisa saja mengalami serangan setelah sekian lama tidak kambuh dan serangannya pun cenderung muncul lebih sering dari sebelumnya. Sementara beberapa orang yang lain dapat mengalami serangan hanya di malam hari, saat terpapar udara dingin, atau setiap kali berolahraga.

Hal lain yang perlu diwaspadai; serangan asma dapat tiba-tiba bertambah parah dan melemahkan. Maka dari itu, bila sejak awal Anda sudah mengenali gejalanya, jangan ragu untuk segera melakukan pengobatan. Entah itu pakai obat asma atau berobat langsung ke dokter.

Gejala serangan asma yang harus dibawa ke UGD

bawang merah untuk asma pertolongan pertama pada asma

Kondisi ini berkali-kali lipat lebih melemahkan. Bahkan hingga dapat membuat penderitanya susah untuk beraktivitas seperti biasanya.

Berikut beberapa ciri-ciri serangan pada penderita asma yang perlu mendapatkan pertolongan pertama sesegera mungkin:

  • Sesak napas hingga membuat susah makan dan berbicara.
  • Kulit di antara tulang rusuk dan leher terlihat tertarik ke dalam ketika ingin mencoba mengambil napas.
  • Warna wajah berubah jadi kemerahan atau malah pucat
  • Bibir dan kuku berubah warna menjadi keputihan atau kebiruan.
  • Jantung berdebar sangat kencang.
  • Napas semakin memburu atau cepat.
  • Mengeluarkan banyak keringat saat berusaha bernapas.
  • Sulit atau bahkan tidak bisa sama sekali untuk berjalan.
  • Dirundung rasa panik dan gelisah yang sangat teramat.
  • Kehilangan kesadaran.

Jika Anda atau orang lain mengalami serangan asma parah seperti yang sudah disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis. Anda bisa menghubungi ambulans (119) atau langsung pergi ke UGD rumah sakit terdekat yang ada di sekitar.

Pertolongan pertama pada saat terjadi serangan asma

serangan asma eksaserbasi akut pertolongan pertama pada asma

Asma eksaserbasi akut bisa muncul kapan saja dan di mana saja. Itu sebabnya, bila Anda atau orang di sekitar Anda tiba-tiba menunjukkan gejala asma, sangat penting untuk mengetahui tindakan pertolongan pertama pada penderita asma.

Berikut panduan pertolongan pertama pada saat serangan asma kambuh.

1. Berhenti beraktivitas

duduk setelah olahraga pertolongan pertama pada asma

Bentuk pertolongan pertama yang terjadi pada saat serangan asma muncul tiba-tiba di kala beraktivitas adalah dengan segera berhenti untuk menenangkan diri.

Sesak napas tiba-tiba memang membuat panik. Namun, usahakan untuk mengalihkan pikiran Anda. Kepanikan justru semakin membuat Anda sulit bernapas lega.

2. Menjauh dari tempat ramai

tanda hipertensi paru

Bila serangan asma muncul pada saat di keramaian, pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah cari tempat yang agak sepi untuk menenangkan diri.

Memaksakan diri berada di tempat ramai justru akan membuat Anda semakin panik dan stres. Ini bisa memperburuk serangan yang Anda rasakan.

Jikalau memungkinkan, carilah tempat datar untuk duduk lalu longgarkan celana atau rok dan lepaskan beberapa kancing kemeja.

3. Atur napas pelan-pelan

sesak napas saat hamil

Gejala asma sering kali melemahkan karena membuat napas terasa lebih dangkal, cepat, dan tidak stabil.

Oleh karena itu, setelah berhasil menenangkan diri, pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan saat serangan asma datang adalah berusaha untuk mengatur napas pelan-pelan.

Lemaskan otot bahu dan leher Anda. Kemudian, ambil napas dari hidung dan tahan selama beberapa detik. Setelah itu kerucutkan bibir dan keluarkan napas secara perlahan lewat mulut.

Ulangi berkali-kali sampai napas Anda jadi lebih teratur.

4. Segera pakai obat-obatan darurat

pertolongan pertama pada asma serangan asma eksaserbasi akut

Serangan asma bisa terjadi kapan pun, di mana pun. Maka dari itu, Anda sebaiknya selalu siap sedia membawa obat darurat untuk pertolongan pertama mengatasi serangan asma.

Setelah duduk dan menenangkan diri, segera gunakan obat atau alat bantu pernapasan seperti inhaler asma yang Anda bawa. Jangan lupa untuk kocok dulu tabung inhaler beberapa kali supaya obatnya tercampur merata.

Semprotkan satu kali ke dalam mulut dan kemudian ambil napas panjang sebanyak empat kali. Berikan jeda waktu setidaknya 1 menit di antara setiap isapan saat Anda merasa perlu menggunakan lebih dari satu isapan.

Apabila dilakukan dengan tepat, cara ini efektif untuk membuat napas Anda lebih dalam dan mencegah asma kian parah.

5. Hindari pemicu asma

asma alergi bulu binatang pertolongan pertama pada asma

Serangan asma bisa tiba-tiba muncul jika Anda terpapar oleh faktor pemicu asma, seperti debu, bulu binatang, asap rokok, parfum, atau zat-zat kimia yang terkandung dalam produk kosmetik.

Jika memang Anda sensitif dengan hal-hal tersebut, sebaiknya jauh pemicunya saat itu juga. Bila faktor pemicu asma Anda adalah asap rokok, maka jauhi orang-orang yang merokok.

Segera cari udara segar supaya asapnya tidak semakin banyak terhirup. Bila Anda alergi atau sensitif terhadap udara atau debu, Anda bisa masuk ke dalam ruangan yang bebas dari semua itu.

Jika cara mengatasi ini tidak segera dilakukan, serangan asma dapat semakin buruk.

6. Minta pertolongan

pertolongan pertama pada asma serangan asma eksaserbasi akut

Jika semua cara mengatasi serangan asma di atas tidak juga meredakan gejala, sebaiknya segera cari pertolongan dari orang yang ada di sekitar Anda.

Minta orang di sekitar Anda untuk memanggil tenaga kesehatan dan ambulans supaya asma Anda cepat ditangani.

Cara mencegah kambuhnya asma

anemia ke dokter apa

Tak hanya, pertolongan pertama, penting pula bagi Anda untuk mengetahui cara mencegah asma kambuh. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Cara terbaik untuk mencegah terjadinya serangan asma adalah memastikan asma Anda terkontrol dengan baik sejak awal. Hal ini berarti mengikuti action plan, atau rencana aksi asma untuk asma. Rencana aksi asma sendiri merupakan instruksi tertulis yang disusun bersama dokter guna memantau gejala dan menentukan pengobatan asma terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Biasanya dalam rencana aksi asma terdapat nomor telpon yang bisa dihubungi, pemicu asma, tanda-tanda dan gejala asma, serta obat-obatan yang diperlukan.

Serangan asma dapat kambuh kapan saja. Maka pastikan Anda selalu membawa lembar catatan khusus tersebut beserta obat-obatan asma kemana pun Anda pergi. Tempatkan keduanya dalam sebuah wadah yang bening dan transparan sehingga bisa ditemukan dengan mudah sewaktu-waktu Anda membutuhkannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Oang dengan asma memiliki saluran pernapasan yang menyempit dan meradang, latihan pernapasan yang benar bisa mengurangi gejala sesak yang sering timbul.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Asma, Health Centers 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Asma, Health Centers 16/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Orangtua harus sigap untuk menangani anak yang sakit asma karena gejala penyakit ini mirip dengan masalah pernapasan lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 11/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
sesak napas dispnea

Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 9 menit
susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit