home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Anda Tidur Ngiler, Plus Tips Mengatasinya

5 Penyebab Anda Tidur Ngiler, Plus Tips Mengatasinya

Selain mendengkur, tidur ngiler juga menjadi keluhan banyak orang, mungkin termasuk Anda. Meskipun kelihatannya sepele, kebiasaan tidur ini bisa membuat Anda minder jika orang lain mengetahuinya. Tak hanya itu, mulut yang mengeluarkan air liur saat tidur ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Jadi, mari pelajari lebih dalam tentang kebiasaan tidur ini.

Apa itu ngiler?

mendengkur gejala GERD

Ngiler adalah keluarnya air liur dari mulut. Dalam istilah medis, kondisi ini Anda kenal dengan sebutan sialorrhea dan hypersalivation. Sebenarnya, keluarnya air liur dari mulut saat tidur adalah hal yang sangat normal. Pasalnya, mulut akan terus memproduksi air liur atau saliva, bahkan saat kita tertidur. Nah, penyebab ngiler saat tidur biasanya karena mulut yang terbuka ketika itu.

Saat tidur, otot-otot tubuh rileks, apalagi jika memasuki tahap tidur REM (repid eye movement). Otot area mulut pun juga sama, sehingga mungkin saja Anda tertidur dalam posisi mulut yang terbuka. Mulut terbuka saat tidur juga biasanya disebabkan karena tubuh ingin mendapatkan lebih banyak oksigen, sehingga dengan otomatis Anda bernapas dari mulut.

Air liur yang terus-terusan diproduksi tersebut tidak bisa tertelan semua karena Anda tertidur, akhirnya air liur terumpuk di mulut dan malah keluar, alias Anda mengiler.

Berbagai penyebab tidur ngiler

tidur tengkurap

Sialorrhea tidak terjadi tanpa sebab. Dengan Anda mengetahui penyebabnya, Anda akan lebih mudah untuk mengatasinya. Berikut ini adalah ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab tidur ngiler.

1. Kelelahan

Sebenarnya, kelelahan tidak bisa dibilang jadi penyebab langsung keluarnya air liur saat tidur. Lagi-lagi, ngiler saat tidur adalah hal yang umum terjadi, bahkan pada Anda yang tidak kelelahan sekali pun.

Namun, orang yang kelelahan lebih sering mengalami hal ini. Pasalnya, kelelahan bisa menandakan bahwa Anda sedang stres, depresi, atau bahkan akibat kekurangan tidur selama ini. Nyatanya, berbagai kondisi tersebut yang memicu ngiler saat tidur.

Beberapa ahli juga mengatakan bahwa jika kelelahan bisa disebabkan oleh kondisi yang disebut dengan teror tidur atau night terror. Nah, salah satu gejala teror tidur adalah ngiler saat tidur.

2. Posisi tidur tertentu

Hypersalivation bisa saja terjadi karena posisi tidur miring atau tengkurap. Posisi ini memungkinkan mulut Anda secara tidak sadar terbuka dan air liur keluar dari mulut. Sebaliknya jika Anda tidur dengan posisi telentang, meskipun mulut terbuka, air liur tidak dapat keluar dari mulut.

3. Sleep apnea sebagai penyebab tidur ngiler

Ngiler juga bisa disebabkan oleh sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan napas terhenti sebentar ketika tidur, akibat adanya penyumbatan pada saluran napas. Hal ini terjadi karena pengidap sleep apnea sangat mungkin membuka mulutnya saat tidur dan mendengkur.

4. Alergi dan infeksi

Jika tubuh Anda alergi terhadap sesuatu atau mengalami infeksi, mungkin menghasilkan lebih banyak air liur untuk mengeluarkan racun. Pada gilirannya, ini bisa membuat ngiler. Menurut situs Penn Medicine, ada beberapa kondisi berbeda yang dapat menyebabkan reaksi ini, yakni:

  • Alergi serbuk sari atau bulu binatang bisa membuat mata gatal, pilek, dan bersin serta produksi liur lebih banyak sehingga memungkinkan air liur keluar saat tidur.
  • Flu atau sinusitis menyebabkan penyumbatan sehingga membuat produksi lendir termasuk air liur jadi lebih banyak dari biasanya. Ketika tidur, saliva yang berlebihan ini bisa saja keluar dari mulut tanpa sadar.
  • Radang tenggorokan (faringitis) dan tonsilitis (radang amandel) menyebabkan kesulitan untuk menelan. Kondisi ini menimbulkan produksi air liur jadi meningkat sehingga sangat mungkin membuat seseorang ngiler saat tidur.

5. Efek samping obat-obatan

Anda mungkin tidak menyadari, jika penyebab tidur ngiler adalah efek samping dari obat-obatan yang Anda minum. Beberapa obat yang menyebabkan jumlah saliva meningkat di antaranya:

Cara menghilangkan kebiasaan ngiler saat tidur

aromaterapi untuk tidur nyenyak

Meski pada umumnya wajar, ngiler saat tidur bisa bikin malu hati ketika tertangkap basah oleh teman tidur. Belum lagi jejak liur yang mengering di pipi bisa menghiasi pagi Anda. Simak beberapa cara menghilangkan ngiler saat tidur yang bisa Anda coba.

1. Ubah posisi tidur

Jika Anda selama ini suka tidur menyamping atau tengkurap, kini waktunya coba mengubah posisi tidur favorit Anda. Coba biasakan tidur telentang dengan menyisipkan guling atau bantal tebal pada kedua sisi tubuh, dan di bawah lutut agar Anda tidak berguling pindah posisi di tengah malam.

Cari juga bantal tidur yang tidak terlalu keras atau terlalu tinggi. Leher tidak harus mendongak atau justru terkulai menunduk selama tidur, cukup menyangga hingga kepala tetap sejajar dengan punggung atas dan tulang belakang.

Posisi tubuh ini bisa menampung air liur di tenggorokan dan gaya gravitasi membantu mencegah air liur keluar merembes dari mulut.

2. Jalani pengobatan untuk kondisi Anda

Jika tidur ngiler yang Anda alami terkait dengan masalah kesehatan tertentu, mengikuti pengobatan dokter jadi pilihan paling bijak. Pasalnya, membiarkan radang tenggorokan, sleep apnea, atau alergi begitu saja, bisa menyebabkan gejala makin marah.

Tidak cuma kebiasaan ngiler yang jadi lebih sulit teratasi, kesehatan tubuh Anda juga terkena dampak negatifnya. Oleh karena itu, beri tahu dokter Anda gejala apa saja yang Anda alami, ikuti tes pemeriksaan, dan jalani pengobatan sesuai anjuran dokter.

Bila kebiasaan ngiler Anda dipengaruhi oleh obat dan ini cukup mengganggu, Anda bisa konsultasi ke dokter. Tanyakan kemungkinan untuk menggunakan obat lain yang risiko efek sampingnya lebih rendah.

3. Konsultasi ke dokter

Apabila Anda merasa liur yang keluar sangat berlebihan atau sangat mengganggu, sebaiknya konsultasi ke dokter. Apalagi jika sampai tidur ngiler yang Anda alami, muncul bersama gejala lain, seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan pada bibir atau wajah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Paula S. Barry, M. (2018, November 07). Why am i drooling? 4 causes of excessive drooling. Retrieved April 22, 2021, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2018/october/drooling.

Lakraj, A., Moghimi, N., & Jabbari, B. (2013). Sialorrhea: Anatomy, pathophysiology and treatment with emphasis on the role of botulinum Toxins. Toxins, 5(5), 1010-1031. doi:10.3390/toxins5051010.

Management of drooling of saliva. (n.d.). Retrieved April 22, 2021, from https://www.bjmp.org/content/management-drooling-saliva.

Nightmares and night terrors. (n.d.). Retrieved April 22, 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02257.

Foto Penulis
Ditulis oleh Aprinda Puji pada 10/05/2021
x