Pernahkah Anda tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik beberapa jam setelah tidur? Bisa jadi Anda mengalami kondisi yang disebut sebagai night terror. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi gangguan tidur ini dalam ulasan berikut.
Pernahkah Anda tiba-tiba terbangun dalam kondisi panik beberapa jam setelah tidur? Bisa jadi Anda mengalami kondisi yang disebut sebagai night terror. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi gangguan tidur ini dalam ulasan berikut.

Night terror adalah gangguan tidur yang membuat seseorang terbangun dari tidur dan mengalami panik.
Kondisi yang juga disebut teror malam atau teror tidur ini umumnya berlangsung pada beberapa jam pertama setelah Anda tertidur.
Orang yang mengalami night terror merasa sangat ketakutan sehingga bisa berteriak, bernapas lebih cepat, berkeringat, bahkan menangis setelah terbangun dari tidurnya.
Night terror adalah gangguan tidur yang termasuk dalam golongan parasomnia, bukan sekadar mimpi buruk.
Parasomnia merupakan kumpulan gejala yang mengganggu saat seseorang hendak tidur, telah terlelap, atau ketika terbangun dari tidur.
Sementara itu, mimpi buruk terjadi pada dini hari ketika Anda telah tertidur pulas. Kondisi ini melibatkan pergerakan mata cepat serta mimpi yang tidak mengenakkan atau menyeramkan.
Gejala teror tidur bisa bervariasi pada tiap orang. Namun, secara umum, tanda dan gejala dari night terror meliputi:
Anda perlu menemui dokter bila mengalami gejala teror tidur yang berlangsung selama sebulan atau lebih. Kondisi ini bahkan bisa muncul berkali-kali dalam satu malam.
Beri tahu dokter bla Anda sampai menyakiti diri sendiri atau orang lain saat gejala ini timbul.
Berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan diagnosis dan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Anda akan melalui beberapa tahapan tidur ketika beristirahat pada malam hari.
Meski penyebabnya tidak diketahui pasti, para ahli menjelaskan bahwa night terror terjadi saat kesadaran Anda terjebak di antara tahapan tidur lelap dan bangun.
Dikutip dari laman Mayo Clinic, kondisi yang dapat menyebabkan night terror antara lain:
Siapa pun bisa mengalami teror tidur. Namun, Anda lebih mungkin mengalaminya bila memiliki anggota keluarga yang juga mengalami night terror atau tidur berjalan.
Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi akibat teror tidur adalah sebagai berikut.
Kebanyakan kasus night terror atau teror tidur umumnya tidak memerlukan tes untuk diagnosis.
Tes hanya dilakukan untuk mengesampingkan kemungkinan penyakit lain dan hanya diperlukan bila teror tidur berlangsung lebih dari sebulan atau berulang kali setiap malam.
Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bila orang yang mengalami kondisi ini memerlukan tes medis yang lebih mendalam oleh dokter.

Tidak ada pengobatan yang sepenuhnya bisa mengatasi teror tidur pada anak-anak. Gejala dari kondisi ini akan mereda dan hilang seiring dengan bertambahnya usia.
Namun, jika kondisi ini tidak membaik dengan sendirinya, Anda dapat melakukan pengobatan dengan cara berikut.
Apabila teror tidur berkaitan dengan kondisi medis atau gangguan mental tertentu, seperti sleep apnea atau depresi, pengobatan ditujukan untuk mengatasi masalah yang mendasarinya.
Jika stres atau kecemasan berkontribusi pada kemunculan night terror Anda, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan konsultasi dengan terapis psikologi.
Perawatan seperti terapi perilaku kognitif, hipnosis, biofeedback, dan terapi relaksasi dapat membantu mengurangi intensitas dan keparahan gejala.
Dalam beberapa kasus, episode teror tidur bisa muncul pada waktu yang sama tiap malamnya. Ini bisa ditangani dengan membangunkan Anda.
Contohnya, keluarga atau pasangan Anda dapat membangunkan Anda sekitar 15 menit sebelum waktu munculnya gejala. Setelah itu, Anda bisa terjaga selama beberapa menit sebelum tidur kembali.
Dokter biasanya tidak meresepkan obat-obatan untuk menangani night terror, terutama pada anak-anak.
Namun, dalam beberapa kasus, dokter mungkin mempertimbangkan penggunaan obat-obatan yang dapat membantu pasien tidur, seperti benzodiazepin atau antidepresan.
Teror tidur lebih umum terjadi pada anak-anak. Ketika si Kecil mengalami teror tidur, tenangkan dirinya dan berilah pelukan agar mereka merasa aman.
Biarkan pintu kamar terbuka dan jangan biarkan anak ketakutan sendirian. Cobalah ceritakan hal-hal yang menyenangkan dan membahagiakan untuk menghilangkan rasa takutnya.
Tidak ada cara untuk mencegah terjadinya night terror. Namun, beberapa langkah di bawah ini bisa membantu menurunkan risikonya.
Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai kondisi ini, konsultasi dengan dokter Anda untuk mendapatkan solusi terbaik.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Night terrors: Cause and tips for prevention. (2023). Sleep Foundation. Retrieved October 23, 2024, from https://www.sleepfoundation.org/parasomnias/night-terrors
Nightmares and night terrors. (n.d.). Stanford Medicine Children’s Health. Retrieved October 23, 2024, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=nightmares-and-night-terrors-90-P02257
How do I help someone with night terrors? (2024). Cleveland Clinic. Retrieved October 23, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/night-terrors
Sleep terrors (night terrors). (2021). Mayo Clinic. Retrieved October 23, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-terrors/symptoms-causes/syc-20353524
Night terrors. (2023). Nemours KidsHealth. Retrieved October 23, 2024, from https://kidshealth.org/en/parents/terrors.html
Leung, A. K. C., Leung, A. A. M., Wong, A. H. C., & Hon, K. L. (2020). Sleep Terrors: An Updated Review. Current pediatric reviews, 16(3), 176–182. https://doi.org/10.2174/1573396315666191014152136
Versi Terbaru
29/10/2024
Ditulis oleh Aprinda Puji
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri
Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari