home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kepala Kliyengan Seperti Terasa Melayang? Mungkin Ini 5 Penyebabnya

Kepala Kliyengan Seperti Terasa Melayang? Mungkin Ini 5 Penyebabnya

Pernahkah tiba-tiba Anda mengalami kepala yang terasa seolah melayang atau ringan? Perasaan melayang di kepala atau dikenal dengan lightheadedness merupakan bagian dari kepala pusing, ada pula yang menyebutnya kliyengan. Kondisi ini bisa membuat seseorang merasa hampir pingsan.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan terjadinya kondisi ini? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Penyebab kepala terasa seolah melayang (kliyengan)

Kepala pusing dapat digambarkan dengan berbagai gejala, salah satunya kepala Anda yang terasa seolah melayang. Orang juga menyebutnya dengan kepala yang terasa ringan.

Munculnya sensasi tidak menyenangkan di kepala ini ternyata dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Berikut berbagai penyebab yang umumnya sering menyebabkan kepala terasa ringan.

1. Efek samping penggunaan obat

Setiap obat memiliki efek samping setelah diminum. Contohnya, seperti kepala terasa ringan dan melayang-layang.

Obat yang menimbulkan efek samping tersebut biasanya bekerja dengan menurunkan tekanan darah atau membuat Anda lebih sering buang air kecil (diuretik).

Jika efek samping tersebut membuat Anda tidak nyaman, lakukan konsultasi ke dokter. Minta dokter untuk memberikan obat lain atau menyesuaikan kembali dosisnya.

2. Dehidrasi

Efek samping penggunaan obat diuretik, ternyata tidak jauh berbeda dengan ketika Anda mengalami dehidrasi. Keduanya menandakan tubuh kekurangan cairan sehingga bisa memicu Anda merasa kliyengan.

Dehidrasi dapat terjadi ketika suhu udara terlalu panas dan Anda kurang minum. Bisa juga terjadi ketika Anda demam tinggi dan tubuh terus mengeluarkan keringat.

Tanpa cairan yang mencukupi, volume darah akan menurun. Akibatnya, darah yang mengalir ke otak akan berkurang dan menyebabkan kepala terasa melayang.

Untuk mengatasi kondisi ini, segelas air adalah solusi terbaik. Selain air, cairan tubuh juga bisa didapatkan dari makanan, seperti buah, sayur, dan sup.

Pada kondisi yang kritis, Anda mungkin memerlukan infus sampai kondisi Anda kembali stabil.

3. Tekanan darah menurun sementara

Sistem saraf otonom membantu tubuh untuk mengatur perubahan tekanan darah ketika Anda berdiri.

Seiring bertambahnya usia, sistem ini akan memburuk sehingga menyebabkan penurunan tekanan darah sementara.

Kondisi ini disebut juga dengan hipotensi ortostatik yang dapat menimbulkan kepala kliyengan.

Turunnya tekanan darah sementara ini biasanya bersifat jangka panjang. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena beberapa obat dapat mengurangi gejalanya, seperti fludrocortisone atau midodrine.

Konsultasikan lebih dahulu pada dokter sebelum Anda menggunakan obat ini.

4. Gula darah rendah

Glukosa adalah makanan utama bagi otak. Ketika asupan gula menurun, kadar gula darah akan ikut menurun.

Akibatnya, tubuh termasuk otak akan menggunakan energi sesedikit mungkin. Kondisi ini dapat menyebabkan kepala Anda tiba-tiba terasa seolah melayang.

Makan camilan atau minum jus bisa membantu Anda untuk menormalkan kembali gula darah.

Jika menurunnya gula darah terkait dengan diabetes, Anda harus rutin mengecek gula darah. Jangan lupa, untuk melakukan minum obat diabetes dan cek kesehatan secara rutin.

5. Serangan jantung dan stroke

Pada kasus parah, kliyengan bisa menjadi tanda serangan jantung atau stroke. Biasanya, gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau kelemahan di salah satu sisi tubuh akan menyertai.

Namun pada lansia, kepala yang seolah terasa melayang bisa menjadi gejala serangan jantung atau stroke.

Apalagi jika gejala tersebut sangat sering terjadi. Langkah yang paling tepat untuk mengatasinya adalah segera memeriksakan kesehatan Anda ke dokter.

Haruskah pergi ke dokter?

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Kepala kliyengan umumnya menyerang orang dewasa dan lansia. Meskipun tidak semua penyebabnya membahayakan jiwa, bukan berarti Anda boleh menyepelekannya.

Seorang asisten dosen bagian Penanganan Kegawatdaruratan di Harvard Medical School, dr. Shamai Grossman, menyatakan, “Jangan abaikan kondisi, sekalipun lightheadedness bukan disebabkan oleh penyebab serius. Ini bisa menyebabkan cedera serius karena terjatuh akibat keseimbangan terganggu.”

Jangan tunda konsultasi ke dokter, jika kepala terasa melayang yang Anda alami dibarengi dengan kondisi berikut:

  • Sakit dada hingga menyebar ke area lengan, leher, dan rahang
  • Mual dan disertai sakit kepala parah
  • Satu sisi tubuh terasa lemah, mati rasa, atau tidak mampu digerakkan
  • Detak jantung menjadi lebih cepat atau tidak teratur

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lightheaded? Top 5 reasons you might feel woozy. https://www.health.harvard.edu/diseases-and-conditions/lightheaded-top-5-reasons-you-might-feel-woozy. Accessed on May 15th, 2019.

What Causes Lightheadedness? https://www.verywellhealth.com/lightheadedness-1745408. Accessed on May 15th, 2019.

What causes lightheadedness? https://www.medicalnewstoday.com/articles/323717.php. Accessed on May 15th, 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 20/05/2019
x