Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Jika Anda sering merasa ingin menggerak-gerakan kaki atau bagian tubuh lainnya saat sedang bersantai atau tidur, bisa jadi Anda mengalami restless leg syndrome. Kondisi restless leg syndrome atau biasa disebut RLS merupakan gangguan yang berhubungan dengan gerakan atau sensasi di tubuh Anda.

Biasanya, penderita mengalami rasa seperti kesemutan, menggelitik, rasa panas, gatal, atau rasa tidak nyaman pada bagian kaki, bahkan bagian tubuh Anda lainnya. Dengan menggerak-gerakan kaki atau anggota tubuh yang dirasa terkena gangguan, itu akan sedikit mengurangi rasa tidak nyaman yang diderita.

Biasanya, penderita akan mengalami kesuiltan untuk tidur di malam hari, serta mengakibatkan kelelahan siang hari karena kualitas tidur yang terganggu.

Gejala restless leg syndrome

  • Dorongan untuk selalu menggerak-gerakan  bagian tubuh yang dirasa tidak nyaman. Sensasi rasa tidak nyaman akan hilang selama anggota tubuh masih tetap digerak-gerakkan.
  • Rasa tidak nyaman semakin menjadi di kala sedang beristirahat, duduk dalam waktu lama, berkendara atau sedang berpergian dengan pesawat. Bagian tubuh akan mengeluarkan sensasi gatal atau tidak nyaman jika penderita mengistirahatkan tubuhnya.
  • Biasanya, keluhan makin menjadi pada waktu malam hari.

Siapa saja yang bisa terserang restless leg syndrome?

Umumnya, gangguan neurologis ini menyerang wanita hamil dan juga orang yang telah berusia lanjut. Dilansir WebMd, gangguan ini lebih cenderung menyerang wanita, untuk kasus  tingkat anak-anak dan remaja terkadang juga ditemukan gangguan yang menyerang mereka. Orang yang memiliki kondisi pernah diamputasi, dapat terserang restless leg syndrome terutama di bagian yang telah diamputasi.

Apa penyebab restless leg syndrome?

Peneliti menyatakan, penyebab gangguan restless leg syndrome dikarenakan zat kimia di otak, yaitu dopamine, tidak seimbang. Zat ini berfungsi untuk mengontrol motorik dalam otak kita guna menggerakan otot tubuh. Penyebab lainnya juga bisa disimak dibawah ini.

  • Penyakit  

Berdasarkan penelitian, RLS berkaitan dengan orang  yang menderita beberapa penyakit yang terkait dengan gagal ginjal, kerusakan saraf, diabetes, dan penyakit Parkinson. Sensasi restless leg syndrome juga bisa dialami bila tubuh Anda kekurangan zat besi.

  • Faktor keturunan

Peneliti juga mengemukakan bahwa orangtua yang memiliki masalah restless leg syndrome dapat berpotensi menurunkan gangguan kepada anaknya. Umumnya, terjadi jika orangtua telah berusia lanjut.

  • Pengaruh obat-obatan

Bagi Anda yang mengonsumsi obat-obatan dengan jenis seperti antidepresan, methamin (sejenis narkoba), dan obat mual juga dapat mempengaruhi munculnya gangguan restless leg syndrome.

Apakah RLS berbahaya? Bagaimana mengatasinya?

Gangguan ini sering kali berupa kesulitan untuk tidur ataupun tetap berbaring selama tidur. Tentunya keluhan tidur ini harus diatasi karena dapat berdampak buruk pada kesehatan dan kulaitas kehidupan sehari-hari. Kadar risiko yang diterima tergantung pada kualitas istirahat anda sehari-hari.

Cobalah untuk memperbaiki gaya hidup Anda dengan lebih banyak mengonsumsi makanan mengandung zat besi yang terkandung dalam sayur-sayuran, hindari rokok dan alkohol, berjalan-jalan sebentar sebelum tidur lalu pijat bagian tubuh yang terserang. Mulai lakukan meditasi dan yoga, karena stress dapat memperparah RLS Anda. Namun, jika sudah sangat mengganggu, Anda bisa berkonsultasi dan mendapatkan perawatan lebih lanjut dari dokter

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Sebelum terburu-buru mengambil obat, ikutilah tips-tips berikut untuk mengurangi nyeri haid Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

6 Trik Sederhana Agar Terbiasa Jalan Kaki Demi Tubuh yang Bugar

Jalan kaki adalah olahraga paling mudah, namun banyak yang malas melakukannya. Yuk, biasakan jalan kaki dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Olahraga Lainnya, Kebugaran 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
terapi oksigen pengobatan ppok

Terapi Oksigen untuk Mengatasi Masalah Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit