home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anak Senang Makan, Tapi Berat Badan Tidak Naik. Mungkinkah Gejala TB?

Anak Senang Makan, Tapi Berat Badan Tidak Naik. Mungkinkah Gejala TB?

Tuberkulosis atau TB merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang paling banyak terjadi di Indonesia. TB pada anak umumnya dapat terlihat dengan penurunan berat badan anak yang drastis. Penurunan berat badan ini diawali dengan menurunnya nafsu makan anak. Itu merupakan gejala umum yang dapat dilihat pada anak. Namun, untuk beberapa kasus tidak seperti itu. Anak masih bisa makan dengan porsi normal tapi berat badannya tidak naik, ada kemungkinan juga memiliki TB. Oleh karena itu, orang tua tetap harus waspada TB pada anak.

Pengaruh nafsu makan terhadap gejala TB pada anak

Gejala TB pada anak yang pertama kali dikenali oleh orang tua adalah pertumbuhan anak yang terhambat, sehingga tubuhnya jadi lebih kecil dari anak-anak sebayanya. Anak terlihat kurus dan nafsu makan berkurang.

Akan tetapi, tidak semua gejala yang terlihat seperti itu. TB pada anak juga tetap bisa terjadi jika anak tetap mau makan seperti biasanya, tapi berat badan tidak mengalami kenaikan atau justru menurun.

Kondisi ini memang jarang terjadi, namun orang tua tetap harus waspada. Mengenali gejala TB pada anak dapat membantu Anda untuk mengatasi penyakit ini lebih cepat.

Bagaimana bisa berat badan anak tetap atau turun padahal masih mau makan pada infeksi TB?

Pada dasarnya, kebutuhan kalori tubuh akan juga meningkat, jika seseorang memiliki penyakit kronis, seperti TB. Oleh karena itu, beberapa anak tetap memiliki nafsu makan yang normal, untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut. Hal ini memang bertolak belakang dengan gejala yang umum TB pada anak.

Namun di sisi lain, kebutuhan kalori ini tidak akan terpenuhi karena anak dan orangtua tidak menyadari bahwa sebenarnya asupan kalori yang biasanya anak dapat sehari-hari sudah tidak cukup untuk menutupi kebutuhan kalori yang seharusnya.

Infeksi pada tubuh membuat anak Anda membutuhkan asupan kalori lebih dari biasanya sehingga anak harus meningkatkan asupan nutrisinya. Tingginya kebutuhan kalori ini merupakan cara tubuh mendapatkan energi tambahan yang digunakan untuk menyerang infeksi. Kebutuhan kalori ini juga digunakan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Selain itu, nutrisi makanan yang dimakan oleh anak tidak digunakan dengan baik karena digunakan tubuh untuk menyerang infeksi yang dimilikinya. Sehingga berat badan anak tidak mengalami peningkatan meskipun nafsu makan anak cenderung normal.

Beberapa orangtua tidak menyadari hal ini, sehingga asupan makanan anak tidak ditambah lagi. Anak pun tetap kurus dan TB tetap ada di tubuh anak Anda tanpa Anda sadari. Jika anak Anda tidak mengalami kenaikan berat badan dalam waktu lama, segera periksakan keluhan ini ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

perkembangan bayi usia 47 minggu

Gejala lainnya TB pada anak

Selain berat badan yang tidak naik-naik atau pertumbuhan yang terhambat, orangtua wajib memerhatikan beberapa gejala tuberkulosis lainnya. Apa saja gejala dan ciri-cirinya? Berikut ulasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2013.

  • Demam yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu, meskipun demamnya tidak terlalu tinggi
  • Berkali-kali kena demam dalam kurun waktu beberapa minggu (panasnya naik-turun)
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh atau malah tambah parah selama lebih dari tiga minggu
  • Berat badan turun atau tidak naik selama dua bulan atau lebih
  • Anak terlihat lemas, tidak bertenaga, dan tidak seaktif biasanya
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (biasanya terlihat dari adanya benjolan di sekitar leher atau bawah rahang anak)
  • Tinggal di wilayah persebaran tuberkulosis atau berdekatan dengan orang yang baru saja terinfeksi dengan tuberkulosis

Bila anak menunjukkan ciri-ciri di atas, segera bawa anak untuk periksa ke dokter atau ke rumah sakit.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Parasites & Weight Loss https://www.livestrong.com/article/281804-parasites-weight-loss/ diakses 12 Oktober 2017.

Unexplained weight loss http://www.mayoclinic.org/symptoms/unexplained-weight-loss/basics/causes/sym-20050700 diakses 12 Oktober 2017.

Yield of Screening for TB and HIV among Children Failing to Thrive in Botswana https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3907793/ diakses 12 Oktober 2017.

Amankah Buah Hati Anda dari Tuberkulosis? http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/amankah-buah-hati-anda-dari-tuberkulosis. Diakses 12 Oktober 2017.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 13/10/2017
x