Fakta Soal Tes Mantoux untuk Mendeteksi Bakteri Penyebab TBC

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Juni 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu tes Mantoux?

Tuberkulosis adalah penyakit yang ditularkan melalui udara yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Orang yang diduga terkena infeksi bakteri ini disarankan untuk melakukan tes diagnosis untuk TBC.

Salah satu pengujian yang dilakukan untuk mendiagnosis penyakit TBC adalah Mantoux test. Tes ini dilakukan pada kulit sehingga disebut juga sebagai tes kulit TBC (tuberculosis skin test/TST).

Tes ini dilakukan dengan menyuntikkan cairan tuberkulin. Itu sebabnya, pemeriksaan TBC yang satu ini juga disebut sebagai uji tuberkulin.

Tes Mantoux merupakan metode pemeriksaan awal yang umum dilakukan untuk skrining atau deteksi awal penyakit TBC pada populasi tertentu. Menurut Dirjen Pelayanan Kesehatan RI, tes Mantoux atau uji tuberkulin dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya bakteri penyebab TBC  di dalam tubuh seseorang.

Tes ini juga sangat berguna untuk deteksi penyakit TBC sejak dini untuk orang yang akan bepergian ke negara dengan kasus TBC tinggi atau orang yang bekerja di fasilitas kesehatan.

Kapan saya perlu menjalani Mantoux test?

Mantoux test adalah suatu metode diagnosis atau pemeriksaan TBC yang dapat diikuti oleh siapa saja. Namun, tentunya terdapat beberapa faktor yang membuat Anda harus menjalani tes ini.

Jika Anda memiliki faktor yang membuat Anda berisiko tertular TBC yang terdapat seperti di bawah ini, sebaiknya Anda sesegera pergi ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan yang menyediakan uji tuberkulin:

  • Melakukan kontak yang cukup dekat dengan penderita TB aktif.
  • Tinggal di negara dengan kasus kejadian TBC yang tinggi, seperti negara-negara di Asia Tenggara, Afrika, dan Amerika Selatan.
  • Bekerja atau tinggal di panti, klinik, rumah sakit, penjara, atau penampungan yang terdapat penderita TB aktif.

Orang yang memiliki penyakit tertentu yang memengaruhi sistem imun tubuh, seperti HIV/AIDS, rheumatoid arthritis, dan diabetes perlu segera cek TBC.

Pencegahan & peringatan

Apa yang harus saya ketahui sebelum menjalani tes Mantoux?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hasil tes Mantoux hanya dapat menunjukkan apakah Anda memiliki bakteri tuberkulosis di dalam tubuh Anda atau tidak. Namun, Anda tidak dapat mengetahui jika bakteri tuberkulosis tersebut bersifat laten (tidak aktif menginfeksi atau memperbanyak diri) atau aktif.

Maka dari itu, ketika didapatkan hasil dari uji tuberkulin, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani beberapa tes tambahan. Jenis tes lanjutan yang dilakukan tergantung dari bagaimana hasil tes dan kondisi kesehatan Anda, seperti mengalami gangguan kesehatan yang dicurigai sebagai gejala TBC.

Selain itu, jika Anda sudah pernah mendapatkan vaksinasi TBC atau vaksin BCG, Anda masih boleh menjalani tes Mantoux ini, terlebih jika Anda memiliki faktor-faktor risiko terkena TBC. Hal ini dikarenakan seseorang yang sudah menerima vaksinasi pun masih berisiko terkena infeksi TBC, baik TB laten maupun TBC paru aktif.

Akan tetapi, pastikan Anda tidak melakukan vaksinasi untuk TBC, yaitu vaksin BCG dan tes Mantoux dalam waktu yang berdekatan.

Jarak waktu antara vaksinasi dan tes kulit yang terlalu berdekatan berpotensi mengakibatkan hasil tes tidak akurat. Ada baiknya Anda memberi jeda sekitar 1 bulan antara waktu vaksinasi dan tes kulit.

Hal yang sama juga berlaku jika Anda pernah menerima vaksinasi untuk penyakit yang disebabkan oleh virus, misalnya vaksin cacar. Anda setidaknya perlu menunggu selama 4-6 minggu sebelum menjalani tes Mantoux.

Proses

Apa yang harus saya lakukan sebelum menjalani Mantoux test?

Mantoux test berlangsung sangat sederhana dan cepat. Anda tidak perlu melakukan persiapan khusus. Sebelum memutuskan untuk menjalani tes kulit TBC, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu.

Pertama-tama, Anda harus memberi tahu dokter atau tim medis jika Anda pernah menderita tuberkulosis dan menjalani pengobatan TBC sebelumnya.

Selain itu, dokter juga biasanya akan menanyakan apakah Anda pernah menjalani tes Mantoux sebelumnya. Jika pernah, Anda perlu memberi tahu apakah ada efek samping atau reaksi yang parah setelah Anda menjalani tes, misalnya muncul luka, lenting, atau syok anafilaktik.

Tidak hanya itu, Anda juga perlu memberi tahu apakah Anda baru saja menerima vaksin BCG dalam waktu satu bulan ke belakang. Hal ini sangat penting karena vaksin BCG justru berpotensi membuat tes Mantoux menunjukkan hasil yang keliru.

Bagaimana proses tes Mantoux?

Tes Mantoux atau uji tuberkulin bisa jadi tampak menakutkan karena dilakukan dengan prosedur injeksi. Namun, tes kulit TBC ini sebenarnya cukup mudah dilakukan. Tes Mantoux biasanya akan dilakukan dalam dua tahap.

Pertama, dokter akan menyuntikkan sejumlah kecil larutan steril, yang mengandung tuberkulin. Tuberkulin adalah sebagian kecil protein murni yang berasal dari Mycobacterium tuberculosis. Jika seseorang terinfeksi TBC, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi terhadap cairan tuberkulin yang disuntikkan.

Suntikan biasanya dilakukan di lengan bawah bagian dalam. Ketika tes Mantoux dilakukan dengan benar, titik injeksi akan membentuk benjolan kecil  pada kulit, tapi bukan bagian kemerahan yang muncul juga akibat injeksi. Benjolan ini disebut dengan indurasi.

Tes kulit TBC tahap kedua harus dilakukan antara 48-72 jam setelah injeksi tuberkulin pertama dilakukan. Dokter akan memeriksa untuk melihat apa yang terjadi pada kulit dan bagaimana tubuh meresponnya.

Dalam tahap kedua tes Mantoux ini, dokter akan mengukur diameter benjolan indurasi di lengan bawah secara searah dengan diameter panjang tangan. Ukuran indurasi biasanya dicatat dalam satuan milimeter. Setelahnya, dokter mengajukan beberapa pertanyaan untuk memastikan kondisi kesehatan Anda.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani tes Mantoux?

Anda dapat kembali beraktivitas normal tepat setelah tes kulit TBC dilakukan. Namun, terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Hindari menggaruk atau menggosok bagian bekas suntikan tuberkulin.
  • Biarkan bagian bekas suntikan terbuka, jangan ditutupi dengan perban, plester, atau diolesi salep.
  • Jika muncul lenting di bekas suntikan yang menyebabkan rasa tidak nyaman, Anda dapat mengompresnya dengan air dingin.

Mantoux test adalah tes yang bersifat aman dan sangat jarang menimbulkan efek samping serius. Jika efek samping muncul, kondisi yang mungkin akan Anda rasakan berupa bengkak, kemerahan, lenting, dan rasa gatal. Efek samping pun hanya berlangsung untuk sementara waktu.

Pemeriksaan tindak lanjut mungkin diperlukan setelah memperoleh hasil uji tuberkulin. Dokter akan menjelaskan alasan dan metode pemeriksaan lanjutan apa yang diperlukan.

Apabila ternyata Anda mendapatkan hasil tes Mantoux positif, dokter mungkin akan meminta Anda menjalani tes X-ray atau rontgen dada. Dengan melakukan rontgen dada, dokter dapat melihat apakah Anda memiliki infeksi tuberkulosis berjenis TB laten atau penyakit TB aktif melalui gambaran kondisi paru-paru Anda.

Sebagai alternatif dari pemeriksaan X-ray dada, dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjalani tes CT scan. Hal ini dikarenakan hasil gambar yang diproduksi dari CT scan terlihat lebih detail dan jelas.

Jika hasil tes pencitraan rontgen dada menunjukkan adanya TB aktif, dokter juga mungkin akan meminta Anda menjalani tes laboratorium (BTA) yang mengambil sampel dahak atau lendir Anda.

Penjelasan dari hasil tes

Apa arti hasil tes Mantoux yang saya dapat?

Setelah 2-3 hari, hasil pemeriksaan tes Mantoux atau uji tuberkulin dapat memperlihatkan peluang Anda untuk terjangkit penyakit TBC.

Jika pada lokasi uji atau bagian yang disuntik hanya berwarna kemerahan saja tanpa indurasi atau benjolan, mungkin Anda negatif atau tidak terinfeksi bakteri TBC.

Sebaliknya, jika muncul benjolan merah, kemungkinan Anda telah terinfeksi bakteri tuberkulosis.

Menurut CDC, pembacaan hasil Mantoux test dapat diinterpretasi atau diklasifikasikan sebagai reaksi tuberkulin positif dengan syarat berikut ini.

1. Ukuran indurasi > 5 mm, hal ini berlaku untuk pasien dengan kondisi:

  • Memiliki HIV positif.
  • Berkontak dengan orang yang memiliki tuberkulosis aktif.
  • Pernah menderita TBC dan sudah dinyatakan sembuh
  • Penerima transplantasi organ dan pernah menerima obat imunosupresan, seperti siklofosfamid atau metotreksat.
  • Pasien yang menjalani terapi kortikosteroid sistemik jangka panjang (lebih dari enam minggu) dan mereka yang menggunakan dosis prednison sebelum 15 mg/hari atau setara.
  • Penyakit ginjal stadium akhir.

2. Ukuran indurasi > 10 mm, hal ini berlaku untuk orang yang merupakan:

  • Penduduk yang tinggal di negara-negara dengan kasus TBC tinggi, termasuk Indonesia.
  • Pengguna narkoba suntik.
  • Penduduk di tempat-tempat berisiko tinggi (misalnya di penjara, panti jompo, rumah sakit, tempat penampungan tunawisma).
  • Petugas lab dengan pasien tuberkulosis.
  • Orang dengan kondisi klinis yang menempatkan mereka pada risiko tinggi (misalnya, diabetes, terapi kortikosteroid jangka panjang, leukemia, penyakit ginjal tahap akhir, sindrom malabsorpsi kronis, berat badan rendah).
  • Anak-anak berusia di bawah empat tahun, atau anak-anak dan remaja yang terpapar orang dewasa dalam kategori risiko tinggi.
  • Bayi, anak-anak dan remaja yang terpapar orang dewasa dalam kategori risiko tinggi.

3. Ukuran indurasi > 15 mm, hal ini berlaku untuk pasien dengan kondisi:

Orang tanpa faktor risiko TB yang diketahui. Reaksi yang lebih besar dari 15 mm tidak mungkin disebabkan oleh vaksinasi BCG sebelumnya atau paparan dari lingkungan.

Penting untuk diketahui, tes Mantoux tidak mengukur tingkat kekebalan terhadap penyakit TBC, melainkan tingkat hipersensitivitas seseorang terhadap infeksi TBC. Hasil pemeriksaan tes Mantoux dengan tuberkulin juga memiliki sensitivitas yang rendah dibandingkan dengan metode diagnosis TBC lainnya, sehingga hasil tes belum seratus persen akurat.

Beberapa orang mungkin saja mendapatkan hasil tes yang keliru atau palsu karena memiliki beberapa faktor yang memengaruhi hasil tes tersebut. Berikut adalah beberapa kemungkinan tes Mantoux bisa membawa hasil palsu.

Hasil tes Mantoux positif palsu

Beberapa orang mungkin bereaksi terhadap tes ini sekalipun jika mereka tidak terinfeksi bakteri M. tuberculosis. Penyebab dari reaksi positif palsu ini dapat terjadi di antaranya karena beberapa hal berikut:

  • Adanya infeksi mikobakteria nontuberkulosis di dalam tubuh.
  • Menjalani vaksinasi BCG sebelumnya.
  • Melakukan metode tes Mantoux yang salah.
  • Melakukan interpretasi dari reaksi tuberkulin yang salah seperti kesalahan pengukuran atau pembacaan ukuran indurasi.
  • Menggunakan ukuran botol antigen yang tidak tepat.

Pada orang yang memiliki risiko rendah terhadap paparan bakteri TBC, hasil positif yang didapat kemungkinan besar adalah positif palsu.

Hasil positif palsu dapat disebabkan oleh adanya mikobakteria nontuberkulosis atau vaksin BCG sebelumnya. Vaksinasi sebelum BCG dapat menghasilkan hasil positif palsu selama bertahun-tahun kemudian.

Sebuah uji tuberkulin positif tidak berarti Anda memiliki infeksi menular (aktif). Seperti yang telah dijelaskan, uji tuberkulin tidak bisa menunjukkan jika infeksi aktif atau tidak aktif (TB laten).

Hasil tes Mantoux negatif palsu

Hasil tes Mantoux negatif biasanya menunjukkan bahwa individu tersebut tidak pernah terpapar M. tuberculosis. Namun, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan hasil negatif palsu, yaitu:

  • Mengalami anergi kulit (anergi adalah ketidakmampuan untuk bereaksi terhadap tes kulit karena sistem kekebalan tubuh yang lemah).
  • Terinfeksi TBC baru-baru ini (dalam 8-10 minggu paparan).
  • Terinfeksi TBC yang sudah sangat lama (menahun).
  • Berusia sangat muda (kurang dari enam bulan).
  • Melakukan vaksinasi virus (seperti campak dan cacar).
  • Memiliki penyakit TB ekstra paru.
  • Terjangkit beberapa penyakit virus (misalnya, campak dan cacar air)
  • Menjalani prosedur uji tuberkulin yang salah, seperti adanya interpretasi dari reaksi yang salah, dosis yang tidak memadai, dan injeksi obat lain yang tidak disengaja.

Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes Mantoux, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Spina Bifida

Spina bifida adalah salah satu jenis cacat tabung saraf. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan spina bifida di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 25 September 2020 . Waktu baca 13 menit

Segala Pengobatan Psoriasis, dari Obat Minum Hingga Terapi

Gejala dan frekuensi kekambuhan psoriasis memang dapat dikendalikan. Cari tahu berbagai obat dan pengobatan psoriasis di sini!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 11 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan psoriasis

Pencegahan Kambuhnya Psoriasis Melalui Perubahan Gaya Hidup

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 6 menit
hidup sehat dan bersih di rumah

Pentingnya Menerapkan Protokol Kesehatan untuk Melindungi Keluarga di Rumah

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 26 September 2020 . Waktu baca 5 menit
pantangan penderita psoriasis

Daftar Pantangan Makanan yang Patut Diperhatikan oleh Penderita Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
obat psoriasis alami

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit