Anak Senang Makan, Tapi Berat Badan Tidak Naik. Mungkinkah Gejala TB?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Tuberkulosis atau TB merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang paling banyak terjadi di Indonesia. TB pada anak umumnya dapat terlihat dengan penurunan berat badan anak yang drastis. Penurunan berat badan ini diawali dengan menurunnya nafsu makan anak. Itu merupakan gejala umum yang dapat dilihat pada anak. Namun, untuk beberapa kasus tidak seperti itu. Anak masih bisa makan dengan porsi normal tapi berat badannya tidak naik, ada kemungkinan juga memiliki TB. Oleh karena itu, orang tua tetap harus waspada TB pada anak.

Pengaruh nafsu makan terhadap gejala TB pada anak

Gejala TB pada anak yang pertama kali dikenali oleh orang tua adalah pertumbuhan anak yang terhambat, sehingga tubuhnya jadi lebih kecil dari anak-anak sebayanya. Anak terlihat kurus dan nafsu makan berkurang.

Akan tetapi, tidak semua gejala yang terlihat seperti itu. TB pada anak juga tetap bisa terjadi jika anak tetap mau makan seperti biasanya, tapi berat badan tidak mengalami kenaikan atau justru menurun.

Kondisi ini memang jarang terjadi, namun orang tua tetap harus waspada. Mengenali gejala TB pada anak dapat membantu Anda untuk mengatasi penyakit ini lebih cepat.

Bagaimana bisa berat badan anak tetap atau turun padahal masih mau makan pada infeksi TB?

Pada dasarnya, kebutuhan kalori tubuh akan juga meningkat, jika seseorang memiliki penyakit kronis, seperti TB. Oleh karena itu, beberapa anak tetap memiliki nafsu makan yang normal, untuk memenuhi kebutuhan kalori tersebut. Hal ini memang bertolak belakang dengan gejala yang umum TB pada anak.

Namun di sisi lain, kebutuhan kalori ini tidak akan terpenuhi karena anak dan orangtua tidak menyadari bahwa sebenarnya asupan kalori yang biasanya anak dapat sehari-hari sudah tidak cukup untuk menutupi kebutuhan kalori yang seharusnya.

Infeksi pada tubuh membuat anak Anda membutuhkan asupan kalori lebih dari biasanya sehingga anak harus meningkatkan asupan nutrisinya. Tingginya kebutuhan kalori ini merupakan cara tubuh mendapatkan energi tambahan yang digunakan untuk menyerang infeksi. Kebutuhan kalori ini juga digunakan untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.

Selain itu, nutrisi makanan yang dimakan oleh anak tidak digunakan dengan baik karena digunakan tubuh untuk menyerang infeksi yang dimilikinya. Sehingga berat badan anak tidak mengalami peningkatan meskipun nafsu makan anak cenderung normal.

Beberapa orangtua tidak menyadari hal ini, sehingga asupan makanan anak tidak ditambah lagi. Anak pun tetap kurus dan TB tetap ada di tubuh anak Anda tanpa Anda sadari. Jika anak Anda tidak mengalami kenaikan berat badan dalam waktu lama, segera periksakan keluhan ini ke dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

perkembangan bayi usia 47 minggu

Gejala lainnya TB pada anak

Selain berat badan yang tidak naik-naik atau pertumbuhan yang terhambat, orangtua wajib memerhatikan beberapa gejala tuberkulosis lainnya. Apa saja gejala dan ciri-cirinya? Berikut ulasan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2013.

  • Demam yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu, meskipun demamnya tidak terlalu tinggi
  • Berkali-kali kena demam dalam kurun waktu beberapa minggu (panasnya naik-turun)
  • Batuk yang tidak kunjung sembuh atau malah tambah parah selama lebih dari tiga minggu
  • Berat badan turun atau tidak naik selama dua bulan atau lebih
  • Anak terlihat lemas, tidak bertenaga, dan tidak seaktif biasanya
  • Pembengkakan kelenjar getah bening (biasanya terlihat dari adanya benjolan di sekitar leher atau bawah rahang anak)
  • Tinggal di wilayah persebaran tuberkulosis atau berdekatan dengan orang yang baru saja terinfeksi dengan tuberkulosis

Bila anak menunjukkan ciri-ciri di atas, segera bawa anak untuk periksa ke dokter atau ke rumah sakit.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

Baru-baru ini ilmuwan jepang menemukan rahasia cara sempurna memeiuk bayi. Bagaimana caranya agar bayi nyaman dan tenang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Parenting, Tips Parenting 25/06/2020 . 4 menit baca

Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

Membentak anak dapat memberikan dampak yang buruk. Apa akibat dari anak terlalu sering dibentak dan apa yang harus dilakukan orangtua?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Parenting, Tips Parenting 22/06/2020 . 8 menit baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . 5 menit baca

Berbagai Macam Pengobatan Alami untuk Mengatasi Gejala TBC

Beberapa bahan alami dapat digunakan sebagai obat herbal yang membantu mengatasi gejala TBC atau bahkan melengkapi pengobatan tuberkulosis.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan, TBC 10/06/2020 . 8 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . 6 menit baca
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 6 menit baca
gejala kanker paru dan tbc

Mengenali Perbedaan Antara Gejala Kanker Paru dan TBC (Tuberculosis)

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 4 menit baca
ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca