Waspadai TBC Pada Anak, Seperti Apa Gejala dan Pengobatannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Tuberkulosis (TBC) alias TB merupakan penyakit infeksi yang paling banyak menyebabkan kematian. WHO memperkirakan kematian akibat TB lebih banyak daripada kematian akibat malaria dan AIDS. Tidak hanya menyerang orang dewasa, TBC juga dapat terjadi pada anak. Diperkirakan 10-15% kasus TBC di Indonesia ditemukan pada anak berusia 0-14 tahun.

Perbedaan TBC orang dewasa dan TBC pada anak

TBC pada anak merupakan kasus unik dan mempunyai permasalahan yang berbeda dengan TB orang dewasa.

Laporan tuberkulosis pada anak di Indonesia pada tahun 2012 menyatakan jumlah kasus TB anak adalah sebanyak 8,2% dengan angka bervariasi antara 1,7-15,6% dari tiap provinsi. Perbedaan mencolok ini menunjukkan bahwa tidak mudah mengenali TBC pada anak karena gejalanya yang tidak khas seperti halnya gejala TBC orang dewasa.

Kadang kala orangtua melarikan anaknya ke rumah sakit karena gejala lain, yang sekilas seperti tidak ada hubungan dengan penyakit TBC yang merupakan penyebab kematian anak terbesar ke-empat di Indonesia. Oleh sebab itu, mari pelajari cara mengenali infeksi TBC pada anak agar putra-putri Anda dapat ditangani dengan pengobatan TBC yang tepat segera mungkin.

Dua cara deteksi awal TBC pada anak

Mengukur suhu tubuh anak TBC

Kasus TBC pada anak di Indonesia layaknya pucuk bongkahan gunung es di lautan, jumlah yang terdeteksi tidak mewakili angka sebenarnya. Hal ini disebabkan sering kali orangtua terlambat  mengenali gejala penyakit ini.

Sebenarnya ada dua pendekatan yang cukup mudah yang dapat kita lakukan sebagai deteksi awal TBC anak.

Pertama, investigasi terhadap anak yang melakukan kontak erat dengan pasien TB aktif, yaitu orang dapat menularkan penyakit tuberkulosis. Selain itu, investigasi juga perlu dilakukan pada anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan tanda klinis yang mengarah ke TB.

Anak yang kontak erat dengan pasien TB menular

Kontak erat yang dimaksud adalah anak yang tinggal serumah atau sering bertemu dengan pasien TB menular, misalnya anggota keluarga, tetangga, atau kerabat yang sehari-hari berinteraksi dengan anak. Laporkan segera bila di rumah Anda ada yang menderita TB paru menular, baik TB ekstra paru atau bentuk TBC lainnya.

Biasanya TB menular diderita oleh pasien dewasa yang hasil pemeriksaan dahaknya menunjukkan adanya bakteri penyebab TBC (biasanya disebut BTA positif). Walaupun anak tidak menunjukkan gejala sakit, Anda wajib memeriksakan anak pada dokter untuk melakukan skrining TB dan upaya pencegahan TBC.

Anak yang menunjukkan tanda dan gejala klinis

TBC pada anak merupakan penyakit infeksi sistemik. Bagian organ yang paling sering terinfeksi adalah paru, walaupun organ tubuh lain juga berpeluang terserang kuman ini, misalnya TB tulang.

Gejala klinis penyakit TBC pada anak dapat berupa gejala sistemik/umum TB paru ataupun gejala yang mengarah kepada gangguan organ lain yang ikut terinfeksi bakteri tuberkulosis.

Gejala umum TBC pada anak

Berikut adalah gejala-gejala yang umum ditemukan ketika tuberkulosis terjadi pada anak:

1. Nafsu makan berkurang atau hilang (anoreksia), disertai gagal tumbuh

Berbeda dengan orang dewasa yang gejala utamanya batuk lama, gejala pertama TBC pada anak yang dikenali orangtua adalah pertumbuhan anak yang lebih kecil dari seusianya. Anak pun terlihat lebih kurus dari anak-anak seusianya.

2. Permasalahan pada berat badan

Berat badan anak akan turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas. Atau, berat badan tidak naik dengan cukup.

Dalam beberapa kasus TBC pada anak, berat badan tidak naik dalam 1 bulan, walaupun anak telah menjalani upaya perbaikan gizi yang sesuai.

3. Lesu atau malaise

Anak terlihat malas dan tidak bertenaga melakukan kegiatan. Anak pun terlihat kurang aktif jika diajak bermain.

4. Batuk lama 3 minggu atau lebih

Batuk pada anak bersifat non-remitting. Ini artinya, batuk yang dialami anak tidak kunjung reda dan semakin lama semakin parah, maka bisa menandakan batuk TBC.

5. Demam lama (2 minggu atau lebih) dan/atau berulang tanpa sebab yang jelas

Demam umumnya tidak tinggi (badan hangat saja) dan berlangsung lama. Dapat pula disertai keringat malam. Demam yang dialami tidak disebabkan oleh demam tifoid (tipes), infeksi saluran kencing, atau malaria.

6. Keringat malam

Gejala ini tidak khas pada anak, namun dapat terjadi. Tapi kita harus perhatikan pula, bila hanya keringat malam saja tanpa disertai dengan gejala-gejala umum lain, ini mungkin bukan merupakan gejala spesifik TBC.

Gejala saat TBC menyerang organ tubuh lain pada anak

obat sakit kepala anak

Infeksi bakteri tuberkulosis pada anak tidak terbatas pada paru. Seluruh organ di tubuh dapat diserang oleh kuman ini. Oleh karena itu, gejala khusus juga akan timbul tergantung pada organ yang terkena. Di bawah ini adalah organ tubuh anak yang sering diserang infeksi TBC.

1. Tuberkulosis kelenjar

Tuberkulosis kelenjar menyerang kelenjar yang terdapat di daerah leher, dengan gejala pembesaran kelenjar getah bening yang banyak dengan diameter  ≥ 1 cm. Biasanya benjolan itu saling melekat sehingga berbentuk seperti kelereng yang berderet dengan konsistensi kenyal. Benjolan ini tidak nyeri.

2. Tuberkulosis otak dan selaput otak (meningitis TB)

Bakteri TBC juga gampang tersebar pada otak anak. Bila selaput otak yang terkena, anak akan menunjukkan gejala rewel, sakit kepala, kaku, sampai kejang. Hal ini terjadi akibat keterlibatan saraf-saraf otak yang terkena. Hati-hati bila anak cenderung diam dan mengantuk. Itu adalah tanda anak mengalami penurunan kesadaran

3. Tuberkulosis tulang

Tergantung dari bagian tulang yang terkena, seperti:

  • TB tulang belakang (spondylitis): penonjolan tulang belakang (gibbus).
  • TB tulang panggul (koksitis): pincang, gangguan berjalan, atau tanda peradangan di daerah panggul.
  • TB tulang lutut (gonitis): pincang dan/atau bengkak pada lutut tanpa sebab yang jelas.
  • TB tulang kaki dan tangan (spina ventosa/daktilitis): bengkak pada persendian tangan atau kaki

4. Skrofuloderma

Disebut juga tuberkulosis kulit. Gejalanya ditandai dengan adanya luka atau borok yang disertai dengan adanya fistula/jembatan kulit antar tepi luka (skin bridge). Biasanya, skrofuloderma pada anak disertai dengan demam karena proses infeksi yang berlangsung.

5. Tuberkulosis usus

Adanya gejala-gejala pencernaan, seperti kembung, diare, nyeri perut. Biasanya anak sangat rewel. Komplikasi TB usus adalah radang selaput perut yang biasa disebut peritonitis TB.

6. Tuberkulosis ginjal

Dicurigai bila ditemukan gejala gangguan pada organ ginjal yaitu gangguan buang air kecil, urin yang terlalu pekat, dan nyeri pinggang tanpa sebab yang jelas dan disertai kecurigaan adanya infeksi TB.

Pengobatan untuk TBC pada anak

Setelah terpapar bakteri TBC, anak lebih rentan mengembangkan kondisi TBC laten menjadi penyakit TBC aktif. TBC laten adalah kondisi ketika bakteri telah berada di dalam tubuh, namun tidak aktif berkembang biak.

Pengobatan pada kasus TB laten dan TB aktif biasanya dibedakan. Berikut penjelasannya berdasarkan situs Centers for Disease Control and Prevention:

1. Pengobatan TBC laten pada anak

Anak-anak dengan TBC laten biasanya akan menerima pengobatan dengan isoniazid-rifapentine selama 12 minggu. Obat alternatif yang mungkin diberikan untuk mengatasi TB laten pada anak adalah rifampin selama 4 bulan, atau isoniazid selama 9 bulan.

2. Pengobatan penyakit TBC aktif pada anak

Jika TBC laten telah berkembang menjadi penyakit TBC, anak diharuskan menjalani pengobatan selama 6 hingga 9 bulan. Obat TBC yang biasanya diberikan tidak berbeda jauh dengan obat-obatan TB laten, seperti isoniazid dan rifampicin.

Penting untuk diingat bahwa anak harus minum obat sampai habis dan sesuai dengan resep dokter. Jika tidak, anak berisiko mengalami kekambuhan ketika sudah beranjak dewasa, serta berpotensi terkena resistensi obat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Macam Pengobatan Alami untuk Mengatasi Gejala TBC

Beberapa bahan alami dapat digunakan sebagai obat herbal yang membantu mengatasi gejala TBC atau bahkan melengkapi pengobatan tuberkulosis.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan, TBC 10/06/2020 . Waktu baca 8 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Tidak Perlu Bingung Pilih Hewan Peliharaan untuk Anak, Ini 5 Tips dan Manfaatnya

Hewan peliharaan dan anak adalah gambaran yang menggemaskan. Namun, para orangtua perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih hewan untuk anak.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Parenting, Tips Parenting 10/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

square breathing

Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit
menyikat gigi bersama merupakan salah satu cara mendorong minat si kecil dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit