Zat Kimia pada Produk Pembersih Rumah Membuat Anak Rentan Terkena Asma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asma merupakan gangguan pernapasan yang paling banyak dialami anak-anak. Faktor risikonya begitu beragam, mulai dari kondisi genetik, riwayat alergi sebelumnya, hingga kualitas udara di rumah. Menurut sebuah penelitian terbaru, paparan produk pembersih rumah bahkan diduga berkaitan dengan risiko anak terkena asma.

Mendiagnosis asma pada anak tidaklah mudah. Banyak anak tidak menunjukkan gejala apa pun hingga akhirnya mengalami serangan asma pada usia tertentu. Begitu diamati, perkembangan asma ternyata sudah dimulai sejak anak masih sangat belia. Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk memahami apa saja faktor risikonya.

Produk pembersih rumah dan risiko asma pada anak

Anak laki-laki menggunakan inhaler asma untuk mengatasi batuk di malam hari pada anak

Paparan produk pembersih rumah sejak usia dini diyakini membuat anak lebih rentan terkena asma. Tim peneliti di Simon Fraser University, Kanada, melaporkan temuan ini dalam Canadian Medical Association Journal usai melakukan pengamatan jangka panjang.

Menurut Dr. Tim Takaro, pakar dalam penelitian tersebut, kaitan antara paparan produk pembersih rumah dan risiko asma sudah terbukti pada orang dewasa. Oleh sebab itu, mereka kini mencari tahu risikonya pada bayi dan anak-anak.

Bayi rata-rata menghabiskan 80-90% waktunya di dalam rumah. Selama waktu ini pula, mereka terpapar bahan kimia dari produk pembersih rumah yang Anda gunakan. Bahan kimia tersebut bisa saja masuk ke tubuh melalui kulit atau terhirup ke dalam paru-paru.

Penelitian tersebut menggunakan data dari 2.022 anak yang ikut serta dalam penelitian bertajuk CHILD Cohort Study. Para peneliti mengamati sebanyak apa paparan harian, mingguan, dan bulanan dari 26 produk kebersihan rumah yang paling sering digunakan.

Setelah dipelajari, anak yang sering terpapar produk pembersih rumah ternyata lebih berisiko terkena asma. Para peneliti mengambil kesimpulan ini setelah mengamati kondisi berikut pada anak begitu usianya mencapai tiga tahun:

  • Sebanyak 10,8% anak mengalami mengi, sedangkan anak yang di rumahnya jarang memakai produk pembersih rumah hanya 7,7%.
  • Sebanyak 3% anak mengalami mengi serta reaksi imun berlebihan, sedangkan anak yang jarang terkena produk pembersih rumah hanya 1,5%.
  • Sebanyak 7,9% anak mengalami asma, sedangkan anak yang di rumahnya jarang memakai produk pembersih rumah hanya 4,8%.

Para peneliti tidak menemukan kaitan antara produk pembersih rumah dan reaksi imun berlebihan pada anak yang menderita asma. Artinya, timbulnya asma tidak disebabkan oleh kesalahan pada sistem kekebalan tubuh anak.

Menurut mereka, asma terjadi karena anak-anak menghirup bahan kimia pada produk pembersih rumah. Bahan-bahan kimia tersebut merusak lapisan sel sistem pernapasan, kemudian menyebabkan peradangan dan mempersempit saluran napas.

Faktor lain yang memperparah asma pada anak

asma pada anak

Penyebab asma tidak diketahui secara pasti. Kondisi ini berawal ketika Anda terkena pemicu asma seperti debu, asap, dan sebagainya. Sistem imun pun merespons dengan reaksi peradangan dan pembengkakan pada saluran pernapasan.

Walaupun penyebabnya tidak diketahui, ada sejumlah faktor yang dapat memperparah kondisinya, seperti:

  • Terkena asap rokok, bahkan sejak janin berada dalam kandungan.
  • Adanya riwayat asma atau alergi dalam keluarga.
  • Adanya riwayat alergi sebelumnya, termasuk alergi makanan, alergi rhinitis, dan alergi pada kulit.
  • Menderita gangguan pernapasan, seperti sinus, rhinitis, atau pneumonia.
  • Mengalami obesitas, penyakit asam lambung, atau heartburn.
  • Tinggal di lingkungan dengan tingkat polusi yang tinggi.
  • Berjenis kelamin laki-laki.

Dalam penelitian tersebut, ada faktor pendukung selain paparan produk pembersih rumah yang bisa memperparah asma pada anak. Faktor-faktor yang paling berperan yakni riwayat keluarga dan paparan asap rokok.

Dampak produk pembersih rumah juga lebih parah pada anak-anak berusia tiga tahun yang berjenis kelamin perempuan. Para peneliti belum memahami penyebabnya, tapi mereka ingin menekankan kepada orangtua tentang hal ini.

Sementara itu, produk yang paling erat kaitannya dengan risiko asma yakni pengharum ruangan, deodorizer elektrik, semprotan debu, hand sanitizer antibakteri, dan pembersih oven. Produk-produk ini dikenal memiliki wangi yang kuat.

Demi mengurangi risiko anak terkena asma, tim peneliti menyarankan untuk membatasi penggunaan produk-produk mengandung pewangi. Bila perlu, sebaiknya ganti berbagai produk tersebut dengan produk lain yang tidak mengandung parfum.

Jauhkan pula anak dari paparan asap rokok serta polusi. Ajak anak aktif bergerak supaya paru-parunya terlatih bekerja secara optimal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

Asma anak dapat diredakan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ada di dapur. Ssst.. obat asma anak tradisional ini sudah dikenal sejak zaman dulu lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 19/12/2019 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Inhaler Asma Beserta Efek Samping dan Cara Pakai yang Benar

Tidak semua pengidap asma perlu pakai inhaler. Anda mungkin juga membutuhkan jenis obat semprot asma yang berbeda dengan pengidap asma lain.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 04/12/2019 . Waktu baca 11 menit

Penyebab Asma Pada Anak, dan 8 Pencetus Gejalanya yang Perlu Orangtua Tahu

Faktor penyebab asma pada anak ada banyak. Penelitian menyebut bahwa berat badan berlebih adalah salah satu faktor risiko yang jadi penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 01/12/2019 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat Sesak Napas yang Aman dan Manjur untuk Anak

Selain menggunakan obat medis dari dokter, Anda memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di dapur untuk mengatasi sesak nafas pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 21/11/2019 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Konten Bersponsor
infeksi saluran pernapasan anak

4 Penyakit Infeksi Saluran Napas yang Rentan Terjadi pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 16/04/2020 . Waktu baca 5 menit
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan bagi penderita asma

Apa Saja Pantangan bagi Penderita Asma?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 19/02/2020 . Waktu baca 4 menit
gejala asma pada anak ke dokter

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 11/01/2020 . Waktu baca 4 menit