Definisi

Apa itu urinary tract infection?

Infeksi saluran kencing atau urinary tract infection adalah infeksi yang terjadi jika terdapat bakteri pada organ saluran kencing. Saluran kencing adalah organ penghasil, penyimpan, dan yang mengeluarkan urin seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Secara khusus, kandung kemih dan uretra adalah organ yang paling sering terkena.

Seberapa umumkah urinary tract infection?

Urinary tract infection dapat terjadi pada semua orang tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Namun wanita lebih sering terkena dibanding laki-laki, karena wanita memiliki uretra yang lebih pendek sehingga wanita lebih rentan infeksi.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala urinary tract infection?

Gejala urinary tract infection yang paling umum yaitu sering buang air kecil (anyang-anyangan), nyeri saat kencing, aliran yang tidak dapat dikendalikan, urin keruh atau berbau, nanah atau darah dalam urin. Pasien, khususnya wanita akan merasa nyeri pada pubis. Dan juga, tergantung dari organ yang terinfeksi, gejala yang muncul dapat berbeda:

  • Jika infeksi pada ginjal, pasien dapat demam, mual, dan muntah atau menggigil atau nyeri punggung.
  • Jika infeksi pada kandung kemih, pasien akan merasakan tekanan pada pelvis depan (perut bawah), sering buang air kecil, dan kencing berdarah
  • Jika infeksi pada uretra, pasien akan merasakan nyeri saat kencing dan keluarnya cairan dari uretra

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala di atas, khususnya saat buang air kecil, Anda harus pergi ke dokter. Hubungi dokter Anda jika Anda tetap demam dalam 48 jam setelah konsumsi antibiotik atau gejala muncul kembali setelah konsumsi obat.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab urinary tract infection?

Penyebab paling sering dari urinary tract infection adalah bakteri Escherichia coli (E.coli) yang ditemukan pada usus, walaupun penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri jenis lain. Saat E. coli terdapat pada kulit atau dekat anus, bakteri ini dapat masuk ke saluran kencing dan berpindah ke tempat lain. Pada wanita, karena saluran kencing dan anus terletak berdekatan dibanding laki-laki, risiko infeksi menjadi lebih tinggi.

Bakteri mampu memasuki saluran kencing melalui kateter yang digunakan pada terapi medis, saat batu atau cacat lahir menyebabkan penyumbatan saluran kemih, atau saat berhubungan seksual.

Urinary tract infection juga dapat disebabkan oleh infeksi dari area lain ke ginjal. Infeksi saluran kencing tidak menular, namun berhubungan seksual saat Anda sedang terinfeksi dapat menyebabkan nyeri dan Anda harus menghindarinya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk urinary tract infection?

Ada banyak faktor risiko untuk urinary tract infection, yaitu:

  • Jenis kelamin: uretra wanita lebih pendek dibanding laki-laki, sehingga jalur bakteri menuju kandung kemih lebih pendek yang membuat wanita lebih mudah terkena penyakit ini dibanding laki-laki.
  • Aktivitas seksual yang tidak aman
  • Penggunaan kontrasepsi: wanita yang menggunakan diafragma atau spremisida berisiko lebih tinggi terkenan penyakit ini
  • Menopause: setelah menopause, penurunan kadar estrogen menyebabkan perubahan berkemih, sehingga lebih rentan terhadap infeksi
  • Saluran kencing yang tidak normal: bayi dengan malformasi saluran kencing tidak dapat mengeluarkan kencing dengan normal atau retensi urin pada uretra berisiko tinggi
  • Penyumbatan saluran kencing: batu atau pembesaran prostat dapat menyebabkan retensi urin di kandung kemih
  • Sistem imun lemah: diabetes dan kondisi lain menyebabkan sistem imun menjadi lemah dan meningkatkan risiko infeksi saluran kencing
  • Kateter: terjadi pada orang yang tidak dapat berkemih dan harus menggunakan kateter untuk berkemih. Hal ini dapat terjadi pada pasien di rumah sakit, pasien dengan neuropathy uncontrolled urinary function, dan kelumpuhan
  • Arah membersihkan saluran kencing: bila membersihkan anus terlebih dahulu, kemudian membersihkan saluran kencing, bakteri dari anus dapat berpindah ke saluran kencing dan menyebabkan infeksi saluran kemih.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk urinary tract infection?

Pasien biasanya mengonsumsi antibiotik selma 3-10 hari. Konsumsilah air untuk membantu mengeluarkan urin. Dan juga, minumlah jus buah dan vitamin C untuk meningkatkan keasaman urin yang akan sangat membantu, dan Anda harus menghindari alkohol serta kafein. Dokter akan memberikan obat pereda nyeri saat berkemih seperti phenazopyridine. Obat ini akan mengubah warna urin Anda menjadi jingga kemerahan. Antinyeri seperti asetaminofen, ibuprofen juga dapat digunakan. Pasien dapat berendam pada air hangat untuk mengurangi rasa tidak nyaman. Beristirahatlah yang cukup hingga demam dan nyeri mereda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk urinary tract infection?

Tes urin (urinalisis lengkap) dapat dilakukan. Sampel urin harus murni berasal dari urin, tidak tercampur dengan cairan tubuh lainnya. Untuk mendapatkan sampel urin, pasien harus mengambil aliran air kencing di tengah-tengah proses buang air kecil, yaitu aliran saat di tengah-tengah kencing (bukan aliran di awal kencing atau pun di akhir kencing). Urinalisis terkadang berhubungan dengan implantasi urin, atau tes yang menggunakan sampel urin untuk implantasi bakteri di laboratorium. Tes ini akan menjelaskan jenis bakteri penyebab infeksi saluran kencing dan obat yang paling efektif.

Jika dokter curiga infeksi saluran kencing menyebabkan penyakit saat ini, Anda akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan ultrasound atau CT scan untuk gambar yang lebih jelas. Pada beberapa keadaan, dokter dapat menggunakan kontras untuk mengklarifikasi struktur saluran kencing. Tes yang lain adalah dengan intravena pyelonefritis atau yang biasa disebut BNO IVP atau IVP, menggunakan x-ray dan pewarnaan untuk mendapatkan gambar. Sebelumnya, tes ini sering digunakan untuk merekam gambar saluran kencing, namun secara bertahap digantikan dengan ultrasound dan CT scan.

Jika Anda mengalami kekambuhan infeksi saluran kencing, dokter dapat menggunakan saluran panjang dan tipis dengan lampu untuk melihat dalam uretra dan kandung kemih. Lampu dimasukan ke uretra dan kandung kemih.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi urinary tract infection?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi urinary tract infection:

  • Minumlah 6-8 gelas air per hari. Air dan jus yang telah disaring membantu terapi infeksi saluran kencing.
  • Kebersihan. Setelah buang air kecil, wanita harus cebok dari depan ke belakang agar bakteri dari anus (belakang) tidak terbawa ke saluran kencing (depan). Hindari douching, yaitu membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan pembersih lainnya ke dalam vagina. Mandilah di shower dan kurangi berendam. Pakailah celana dalam terbuat dari katun dan hindari celana ketat.
  • Kurangi risiko. Wanita harus buang air kecil dan cebok sebelum dan sesudah berhubungan seks. Hindari pemakaian diafragma sperma dan spermisida.
  • Sering buang air kecil dan kosongkan kandung kemih Anda dengan sempurna.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda menggunakan kontrasepsi oral. Beberapa antibiotik dapat berinteraksi dengan pil pengontrol kehamilan.
  • Konsumsi antibiotik hingga sembuh sempurna. Dokter Anda dapat memberikan obat antibiotik untuk mencegah penyakit. Selalu habiskan antibiotik meskipun gejala sudah tidak dirasakan untuk menghindari resistensi antibiotik yang dapat mempersulit penanganan infeksi di kemudian hari.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: December 14, 2016 | Terakhir Diedit: December 14, 2016