Apa itu polip?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu polip?

Polip adalah pertumbuhan abnormal yang dapat terjadi di mana saja pada tubuh. Jaringan ini dapat tumbuh sendiri atau berkelompok. Ada beberapa polip yang sifatnya jinak dan ada juga yang bersifat ganas, atau akan berubah menjadi kanker.

Ada dua jenis polip, hiperplastik dan adenoma. Jenis hiperplastik umumnya tidak berisiko untuk kanker. Sedangkan jenis adenoma dianggap sebagai cikal bakal kanker pada usus besar.  Meskipun dalam kebanyakan kasus adenoma tidak berubah menjadi kanker.

Butuh pemeriksaan histologi jaringan yang dilakukan di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini gunanya untuk membedakan antara polip hiperplastik dan adenomatosa.

Jenis-jenis

Ada banyak jenis polip biasanya muncul pada usus, hidung atau rahim.

  • Pada usus: Kondisi biasanya muncul di usus dan rektum, terutama di bagian kolorektal. Biasanya kondisi tumbuhnya jaringan di usus ini tidak bersifat kanker, alias jinak. Orang yang lebih berumur berisiko lebih tinggi terhadap kondisi tumbuhnya jaringan di usus.
  • Pada hidung: Kondisi tumbuhnya jaringan ini sering ditemukan ada di sekitar sinus dan dapat menghambat sinus dan saluran hidung. Anda berisiko lebih tinggi terhadap kondisi apabila Anda memiliki infeksi sinus kronis, alergi, asma atau fibrosis kistik.
  • Pada rahim: Kebanyakan kondisi pada rahim ini tidak bersifat kanker. Wanita dari segala usia dapat mengalami polip rahim, namun kondisi ini lebih umum terjadi setelah usia 40 tahun.

Seberapa umum polip?

Polip sangat umum  terjadi pada orang dewasa dan dapat berkembang seiiring bertambahnya usia seseorang. Dalam kasus yang jarang terjadi, anak-anak dan remaja bisa terkena kondisi ini.

Diperkirakan bahwa rata-rata orang yang berusia 60 tahun dan tidak memiliki faktor risiko apapun ada peluang 25% mengalami kondisi ini.

Beberapa jenis polip lebih umum daripada jenis lainnya. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Kondisi ini dapat dihindari dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polip?

Gejala-gejala umum dari polip tergantung pada lokasi dimana jaringannya tumbuh:

Polip usus

  • Adanya darah di feses atau di tisue yang Anda gunakan untuk menyeka sehabis BAB, bisa menjadi tanda adanya peradarahan di dalam usus besar Anda.
  • Feses yang keluar berwarna hitam dan ada garis atau guratan merah. Ini bisa menandakan bahwa ada darah di dalam usus Anda.
  • Sembelit atau diare yang berlangsung lebih dari seminggu
  • Perut terasa sakit lebih dari satu minggu
  • Mengalami kelelahan atau sesak napas. Ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh Anda tidak memiliki cukup zat besi.

Polip hidung

  • Hidung tersumbat, dalam beberapa kasus, pasien mungkin sulit bernapas melalui hidung, menyebabkan masalah tidur.
  • Keluar lendir berlebih dari hidung.
  • Kemampuan indera penciuman menurun.
  • Postnasal drip, yaitu adanya perasaan lendir terus mengalir di bagian belakang tenggorokan
  • Nyeri di wajah
  • Sakit kepala
  • Keruh
  • Gatal di sekitar mata
  • Mengalami sleep apnea yang parah. Ini adalah kondisi yang serius di mana pasien berhenti bernapas selama tidur
  • Penglihatan ganda, ditambah dengan adanya riwayat kesehatan pasien yang memiliki sinusitis jamur alergi atau fibrosis kistik

Polip rahim

  • Jadwal menstruasi yang tidak teratur.
  • Aliran darah keluar lebih banyak saat menstruasi.
  • Tiba-tiba ada perdarahan atau bercak darah dari vagina di luar jadwal menstruasi
  • Adanya bercak atau pendarahan vagina setelah menopause
  • Mengalami tanda-tanda ketidaksuburan

Gejala polip rahim umumnya sering ditandai dengan jadwal menstruasi yang sering tidak teratur. Sebagian besar wanita umumnya mengalami menstruasi yang berlangsung empat hingga tujuh hari.

Siklus menstruasi wanita umumnya berjalan setiap 28 hari. Akan tetapi ada juga menstruasi yang dikatakan normal dengan kisaran siklus 21 hari hingga 35 hari.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab polip?

Ada beberapa penyebab polip. Pertama adalah karena mutasi gen. Mutasi gen ini dapat menyebabkan sel-sel atau jaringan abnormal tumbuh dengan cepat sehingga menyebabkan kondisi ini terjadi. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat muncul sebagai gejala atau komplikasi dari kondisi medis lainnya

Penyebab polip dapat bervariasi berdasarkan lokasi mereka. Misalnya, yang terjadi di tenggorokan biasanya disebabkan oleh cedera karena berteriak keras atau adanya kerusakan dari tabung pernapasan.

Berikut adalah beberapa penyebab umum:

  • Adanya peradangan di dalam tubuh
  • Tubuh kemasukkan benda asing
  • Ada kista
  • Ada tumor
  • Adanya mutasi pada gen sel usus
  • Adanya peradangan lambung kronis
  • Mengalami kelebihan estrogen

Beberapa dokter juga percaya bahwa makan makanan yang mengandung banyak lemak dan sedikit asupan serat bisa menjadi pemicu pembentukan polip. Selain itu,

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk polip?

Faktor risiko polip usus besar

  • Banyak mengonsumsi makan makanan tinggi lemak dan rendah serat
  • Anda berusia di atas 50 tahun
  • Anda memiliki riwayat keluarga polip usus dan kanker
  • Anda merokok, menggunakan tembakau, dan alkohol
  • Anda mengalami gangguan radang usus seperti penyakit Crohn
  • Anda termasuk dalam kategori berat badan obesitas
  • Anda jarang berolahraga
  • Anda memiliki kondisi diabetes tipe 2 yang tidak dikelola dengan baik
  • Ada memiliki infeksi perut bakteri
  • Anda mengalami familial adenomatous polyposis (FAP), suatu sindrom genetik yang jarang
  • Menggunakan obat reguler inhibitor pompa proton seperti Nexium, Prilosec, dan Protonix

Faktor risiko polip hidung

Kondisi tumbuhnya jaringan berlebih pada hidung lebih mungkin terjadi pada orang yang mengalami kondisi berikut:

  • Anda mengalami infeksi sinus yang sedang berlangsung
  • Anda punya alergi
  • Anda memiliki asma
  • Anda memilik cystic fibrosis
  • Anda punya sensitivitas terhadap aspirin

Faktor risiko polip rahim

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terkena kondisi ini adalah

  • Wanita yang mengalami obesitas
  • Anda yang menggunakan tamoxifen, pengobatan untuk kanker payudara
  • Anda menjalani terapi penggantian hormon pascamenopause
  • Ada riwayat keluarga sindrom Lynch atau sindrom Cowden (kondisi genetik yang terjadi dalam keluarga)
  • Kondisi ini berisiko terjadi pada wanita berusia antara 20 hingga 40 tahun.

Diagnosis

Bagaimana polip didiagnosis?

Untuk mendiagnosis polip ganas atau jinak, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Ada beberapa kekhawatiran, bahwa ukuran jaringan yang tumbuh dengan ukuran besar bisa menjadi kanker, kira-kira dengan ukuran lebih dari 1 inci. Ukuran yang lebih dari 1 inci sudah bisa meningkatkan adanya risiko kanker pada pasien.

Berhubung kebanyakan polip tidak menimbulkan gejala, maka dokter bisa memeriksa dengan beberapa cara berikut ini:

Diagnosis polip usus

1. Kolonoskopi

Pada pemeriksaan ini, dokter akan menggunakan tabung panjang, tipis, dan fleksibel. Pada tabung terdapat lampu cahaya dan kamera di ujungnya badannya. Fungsi cahaya dan kamera untuk melihat bagian dalam usus besar  atau hidung Anda.

Dokter akan mengambil sampel sel jaringan abnormal yang tumbuh. Lalu nantinya sampel akan dikirim ke laboratorium untuk menentukan apakah berisiko kanker atau tidak.

2. Kolonoskopi virtual.

Pemeriksaan ini juga dikenal sebagai CT colonography. Pemeriksaannya menggunakan sinar-X dan komputer untuk membuat gambar-gambar di dalam usus besar dari luar tubuh Anda. Dokter tidak dapat mengambil sampel jaringan abnromal selama tes ini.

3. Sigmoidoskopi fleksibel

Pada prosedur pemeriksaan ini, dokter akan meletakkan tabung tipis dengan lampu ke dalam anus atau rektum untuk melihat bagian bawah usus besar Anda. Jika Anda memiliki adanya tanda-tanda jaringan polip, dokter bisa langsung membuangnya

4. Tes tinja

Dokter Anda akan memeriksa sampel feses Anda untuk melihat ada atau tidaknya darah. Jika dia melihat sesuatu, Anda kemungkinan disarankan menjalani kolonoskopi.

5. Tes gambar saluran pencernaan bagian bawah

Sebelum melakukan tes ini, Anda akan dinanjurkan minum cairan berkapur yang disebut barium. Cairan ini akan membuat bagian usus besar Anda lebih mudah dilihat dengan sinar-X.

Diagnosis polip hidung

Polip hidung biasanya terlihat langsung bila di lihat ke dalam hidung. Jika dokter tidak dapat melihat adanya jaringan yang tumbuh abnormal, dokter bisa melakulan, tes pencitraan seperti sinar X atau USG hidung.

Sedangkan Untuk melihat apakah polip bersifat kanker atau tidak, diperlukan biopsi. Pada biopsi, sampel jaringan diambil dan dianalisa di bawah mikroskop.

1. CT scan

Tes ini dapat membantu dokter untuk menemukan adanya jaringan yang tumbuh hidung dan kelainan lain yang menandakan adanya peradangan kronis.

2. Tes alergi tusuk kulit

Pad ates ini, dokter akan mengantisipasi dan mencari dugaan adanya alergi yang menyebabkan jaringan abnormal tumbuh di dalam rongga hidung.  

3. Tes fibrosis kistik

Jika pasien masih berusia anak-anak atau balita, dokter akan menyarankan tes ini. Fungsinya untuk melihat adanya risiko penumpukan lendir yang bisa menyebabkan jaringan abnormal tumbuh pada saluran pernapasan, khususnya hidung.

Diagnosis polip rahim

1 .Ultrasonografi transvaginal

Ini dilakukan dengan cara menggunakan alat yang bentuknya seperti tongkat. Alat USG ini akan ditempatkan di dalam vagin dan memancarkan gelombang suara serta menciptakan gambar rahim bagian dalamnya.

Pada gambar,  dokter Anda mungkin melihat jaringan tumbuh yang dapat menandakan adanya polip uterus atau rahim. Ini terjadi apabila ada jaringan yang menebal di area endometrium.

2. Hysterosonography.

Prosedur ini adalah cara yang dilakukan dengan menyuntikan air garam (saline) ke dalam rahim Anda melalui tabung kecil. Tabung saline akan dimasukkan ke dalam rahim lewat vagina dan leher rahim Anda.

Air saline dapat memperluas rongga rahim Anda, yang memberi dokter gambaran yang lebih jelas tentang bagian dalam rahim Anda selama USG.

3. Histeroskopi.

Pada tes pemeriksaan ini dokter Anda memasukkan teleskop yang tipis, fleksibel, dan terang (hysteroscope) melalui vagina dan serviks ke dalam rahim Anda. Histeroskopi memungkinkan dokter Anda memeriksa bagian dalam rahim Anda.

4. Biopsi endometrium

Dokter Anda mungkin menggunakan kateter isap di dalam rahim untuk mengumpulkan sampel jaringan untuk pengujian laboratorium. Polip uterus dapat dikonfirmasi oleh biopsi endometrium, tetapi biopsi juga bisa melewatkan polip.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Perawatan dan pengobatan tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Di mana jaringan muncul
  • Jumlah jaringan yang tumbuh
  • Ukuran jaringan abnormal seberapa besar
  • Apakah jaringan yang tumbuhnya bersifat ganas atau tidak.

Pengobatan polip usus

Selama proses pemeriksaan untuk diagnosis kondisi jaringan di usus, dokter busa menggunakan kolonoskopi atau sigmoidoskopi untuk menghilangkan polip. Hal ini disebut polipektomi.

Jika jaringan terlalu besar untuk diambil dengan cara ini, pasien mungkin perlu operasi untuk menghilangkannya. Setelah keluar, seorang ahli patologi mengujinya untuk memeriksa apakah ini jenis jaringan ganas atau yang bersifat kanker.

Jika Anda memiliki kondisi genetik seperti poliposis adenomatosa familial, dokter Anda dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh usus besar dan dubur Anda. Itu cara terbaik untuk mencegah kanker usus besar bagi orang-orang dengan masalah kesehatan ini.

Jika Anda memiliki polip usus besar, ada kemungkinan besar kondisi ini akan kambuh dan jumlahnya bisa lebih banyak darinya nanti. Dokter Anda akan merekomendasikan agar Anda memiliki lebih banyak pemeriksaan skrining di masa depan.

Pengobatan polip hidung

Sinusitis kronis, dengan atau tanpa polip, adalah kondisi yang harus dibersihkan sepenuhnya. Tujuan pengobatan kondisi ini adalah mengurangi ukurannya atau menghilangkannya. Obat-obatan biasanya merupakan pendekatan pertama. Operasi juga terkadang diperlukan, tetapi mungkin tidak memberikan solusi permanen karena kondisi ini cenderung kambuh.

Obat-obatan

Obat yang digunakan obat-obatan, yang dapat membuat jaringan abnormal ini menghilang atau menyusut adalah:

  • Kortikosteroid hidung.

Dokter Anda kemungkinan akan meresepkan semprotan hidung kortikosteroid untuk mengurangi peradangan. Perawatan ini dapat mengecilkan polip atau menghilangkannya jaringan tumbuh sepenuhnya.

Kortikosteroid hidung termasuk obat  fluticasone (Flonase, Veramyst), budesonide (Rhinocort), flunisolide, mometasone (Nasonex), triamcinolone (Nasacort Allergy 24HR), beclomethasone (Beconase AQ) dan ciclesonide (Omnaris).

  • Kortikosteroid oral dan injeksi.

Jika kortikosteroid hidung tidak efektif, dokter mungkin meresepkan kortikosteroid oral, seperti obat prednison. Obat ini bisa digunakan sendiri atau  kombinasi dengan semprotan hidung.

Karena kortikosteroid oral dapat menyebabkan efek samping yang serius, Anda biasanya memakainya hanya untuk jangka waktu terbatas. Kortikosteroid injeksi dapat digunakan jika polip hidung parah.

  • Obat lain

Dokter juga dapat meresepkan obat untuk mengobati kondisi yang memicu peradangan kronis pada sinus atau saluran hidung.. Ini mungkin termasuk obat antihistamin untuk mengobati alergi dan antibiotik untuk mengobati infeksi kronis atau berulang. Desensitisasi dan pengobatan aspirin mungkin bermanfaat bagi beberapa pasien yang sensitif pada obat aspirin.

Polip rahim

Pada pengobatan khusus di rahi, dokter akan melakukan prosedur kuret di ruang  ruang operasi, prosedur ini dapat mendiagnosis dan mengobati polip. Dokter menggunakan alat logam panjang yang disebut kuret untuk mengumpulkan jaringan dari dinding bagian dalam rahim.

Alat kuret memiliki lingkaran kecil di ujungnya yang memungkinkan dokter untuk mengikis jaringan yang tumbuh. Jaringan yang tumbuh akan diangkat dapat dikirim ke laboratorium untuk pengujian untuk menentukan apakah ada sel kanker atau tidak.

Selain operasi kuret, kondisi ini juga dapat obat-obatan untuk mengendalikan pertumbuhan jaringan, alias agar tidak kambuh.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi polip:

  • Melakukan pemeriksaan rutin, memahami kondisi dan mengawasi perkembangan jaringan abnormal secara terperinci
  • Mengikuti aturan minum obat yang disarankan dokter. yang diberikan dengan tepat
  • Memiliki gaya hidup yang sehat seperti makan sehat dan olahraga rutin

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: April 10, 2019

Yang juga perlu Anda baca