9 Penyebab Munculnya Bisul dan Benjolan di Bibir Vagina

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda menemukan bisul atau benjolan di bibir vagina saat sedang bercukur atau saat mandi. Anda selalu diajarkan untuk waspada bahwa benjolan apapun yang timbul di area genital bisa berbahaya. Anda mulai panik, berpikir bahwa benjolan itu merupakan gejala penyakit kelamin. Atau, Anda khawatir bisul yang Anda temukan mungkin semacam kanker. Kini Anda benar-benar panik, kemudian mulai membuka tab internet baru untuk mencari jawaban atas kegusaran Anda.

Terdengar familiar?

Mari kita telaah satu per satu ketakutan Anda mulai dari kemungkinan terburuk sampai penyebab paling umum dari bintil, kutil, maupun benjolan di bibir vagina Anda.

Mungkinkah benjolan di bibir vagina saya adalah…

1. Kanker vulva

Kanker vulva adalah kanker yang menyerang bagian luar sistem reproduksi wanita (vulva). Area ini termasuk bagian depan vagina, bibir vagina (labia), klitoris, dan kulit serta jaringan yang menutupi tulang kemaluan. Salah satu tandanya adalah kutil yang tumbuh pada vulva atau benjolan di labia yang diikuti oleh sejumlah tanda berikut: perdarahan setelah hubungan seks, sakit pada vulva, perubahan warna kulit, dan rasa gatal dan terbakar pada vulva yang bertahan lama.

Kecil kemungkinannya benjolan yang Anda temukan adalah tumor sel kanker. Kanker vulva termasuk langka, hanya menduduki 3-4% dari total kasus kanker alat reproduksi wanita. Jenis kanker ini adalah kanker kulit lambat, butuh waktu tahunan untuk berkembang. Perubahan prakanker biasanya dapat dideteksi dan diobati.

2. Herpes genital

Herpes genital pada perempuan umumnya tidak menimbulkan tanda dan gejala sama sekali (asimptomatik). Tapi, jika ada, herpes genital menyebabkan borok atau koreng, bukannya benjolan. Borok biasanya terasa gatal, panas terbakar, dan lumayan sakit. Borok awalnya berupa bentol kecil mirip gigitan serangga yang berubah menjadi luka melepuh yang terbuka dan terlihat seperti bisul. Jika Anda memiliki borok herpes genital Anda akan cepat menyadarinya karena rasa sakit dan ketidaknyamanan yang disebabkannya.

3. Kutil kelamin

Benjolan berdaging berukuran kecil yang padat, timbul, dan memiliki permukaan kasar bisa menjadi pertanda kutil kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Benjolan ini menyerupai kembang kol dan dapat tumbuh dalam kelompok. Anda bisa mendapatkan kutil kelamin melalui kontak kulit antar kelamin atau bahkan menyentuh alat kelamin dengan tangan yang membawa virus.

Kutil dapat tumbuh pada bibir vagina (labia), di dalam vagina, pada leher rahim, dan bahkan di sekitar anus. Benjolan mulai sebagai bintil seukuran butir beras merah muda atau cokelat. Beberapa kutil tidak menimbulkan rasa sakit dan hampir tidak terlihat, sementara yang lain dapat tumbuh dengan diameter lebih dari 7 cm. Beberapa kutil kelamin akan menyebabkan rasa gatal dan terbakar.

Tapi di sisi lain, kebanyakan orang yang mengalami infeksi HPV bisa tidak mengembangkan kutil sama sekali. Jika kutil kelamin muncul, hanya akan tampak dalam beberapa minggu, bulan, atau bahkan tahunan setelah Anda pertama kali terpapar kontak dengan virus.

4. Ulkus mole (chancroid)

Chancroid atau ulkus mole adalah infeksi genital yang disebabkan bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri menghasilkan luka terbuka alias koreng yang muncul pada atau dekat organ reproduksi eksternal. Koreng mungkin berdarah dengan mudah saat disentuh atau menghasilkan nanah menular yang dapat menyebar bakteri selama seks oral, anal, atau vagina.

Chancroid juga dapat menyebar antar kontak kulit dengan orang yang terinfeksi. Wanita dapat mengembangkan empat atau lebih benjolan merah di labia, di antara labia dan anus, atau di paha. Setelah benjolan menjadi borok, atau terbuka, Anda mungkin mengalami sensasi terbakar atau nyeri saat buang buang air kecil atau buang air besar. Borok memiliki titik pusat yang lembut berwarna abu-abu hingga kuning keabuan dengan ujung yang tajam dan jelas.

5. Sifilis

Selama tahap primer sifilis, ulkus yang biasanya menimbulkan rasa sakit berkembang di tempat di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Hal ini biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu dari paparan, tetapi dapat berkisar dari 10 sampai 90 hari. Pada wanita, ulkus dapat timbul pada bagian luar vagina atau di dalamnya. Ulkus biasanya tanpa rasa sakit dan tidak mudah terlihat. Anda bisa tidak mengetahui Anda memiliki ulkus jika itu tumbuh di dalam vagina atau di bukaan rahim (leher rahim).

Ulkus juga dapat muncul di daerah tubuh selain alat kelamin. Ulkus biasanya bertahan selama 3 sampai 6 minggu, dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan, dan dapat meninggalkan bekas luka tipis. Tapi meskipun ulkus telah sembuh, virusnya masih ada dan Anda masih bisa menularkan infeksi kepada orang lain.

6. Molluscum contagiosum

Pertumbuhan kutil atau kulit ekstra mirip tahi lalat yang timbul abnormal bisa diakibatkan oleh molluscum contagiosum, virus yang ditularkan melalui kontak kulit atau kontaminasi dari pertukaran barang pribadi, seperti handuk. Kutil pada awalnya berukuran kecil, padat, memiliki bentuk seperti kubah, tanpa rasa sakit, berwarna merah muda atau seperti daging. Kutil juga memiliki lesung di tengahnya, terlihat licin seperti lilin dan berkilau putih susu. Kutil akan menyebar di seluruh bagian tubuh, terutama akan banyak muncul di wajah, kecuali di telapak tangan dan kaki. Kutil akan berubah memerah begitu sistem imun tubuh Anda mulai memerangi virus tersebut, dan biasanya akan kebal terhadap pengobatan jika anda memiliki sistem imun yang lemah.

Penyakit kelamin tidak selalu menjadi penyebab kutil dan benjolan di bibir vagina. Ada beberapa kondisi kulit kronis yang dapat menghasilkan luka dan gejala mirip, seperti gatal, sensasi terbakar, dan nyeri.

Apa lagi yang dapat menyebabkan bisul dan benjolan di bibir vagina?

1. Vulvovaginitis

Vulvovaginitis adalah peradangan atau infeksi di sekitar bibir vagina (labia) dan area perineum. Ini adalah kondisi umum yang mempengaruhi wanita dan anak perempuan dari segala usia, dan memiliki berbagai penyebab. Candida albicans adalah infeksi jamur penyebab umum dari vulvovaginitis. Vulvovaginitis pada remaja perempuan dapat disebabkan oleh kadar estrogen yang rendah.

Vulvovaginitis akan memengaruhi sekitar 75 persen perempuan dalam hidup mereka. Infeksi jamur ini dapat menyebabkan rasa gatal dan keputihan berwarna putih kental yang mirip dengan keju cottage. Tanda lainnya adalah nyeri saat buang air kecil.

2. Dermatitis

Eksim mengacu pada kondisi kulit yang menyebabkan kulit meradang, bengkak, iritasi, dan gatal. Salah satu jenis eksim yang sering terjadi adalah dermatitis atopik (disebabkan oleh sensitivitas kulit terhadap alergen) dan dermatitis kontak (disebabkan iritan eksternal atau kimiawi).

Gejala yang berhubungan dengan dermatitis kontak alergi termasuk: kering, bersisik, kulit terkelupas, gatal-gatal, bisul yang basah mengalir atau lecet kering, kulit kemerahan, kulit berubah gelap atau kasar, sensasi panas terbakar dengan atau tanpa borok. gatal ekstrim.

3. Kista vagina

Kista vagina biasanya terbentuk ketika kelenjar kulit atau saluran keringat tersumbat, menyebabkan penggumpalan cairan atau bahan lain di bawah kulit. Kista sering terlihat seperti jerawat atau benjolan di bawah kulit. Jika berukuran cukup besar atau tidak tak nyaman, dokter dapat mengempiskan benjolannya. Memencet kista sendiri bukan ide yang baik karena dapat membuka gerbang bagi masuknya bakteri dan menyebabkan infeksi dan bernanah; biasanya diakibatkan oleh bakteri penyebab penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia.

Penyebab kista vagina tergantung pada jenisnya:

  • Kista inklusi adalah salah satu jenis yang paling umum dari kista vagina, biasanya sangat kecil dan terletak di dinding bawah vagina. Kista inklusi disebabkan oleh trauma pada dinding vagina. Misalnya, dari episiotomi (sayatan sukarela untuk memperbesar lubang vagina saat melahirkan)
  • Kista Bartholin adalah kista yang berisi cairan, terbentuk pada kelenjar Bartholin. Kelenjar ini terletak di kedua sisi bukaan ke vagina dan merupakan produsen cairan yang melumasi bibir vagina (labia)
  • Kista kelenjar Gartner terjadi ketika saluran dalam embrio berkembang tidak hilang seperti yang seharusnya ketika bayi lahir. Saluran yang tersisa ini dapat membentuk kista vagina di kemudian hari
  • Kista Müllerian adalah jenis umum lain dari kista vagina yang terbentuk dari struktur yang tertinggal ketika bayi berkembang. Kista ini bisa tumbuh di mana saja di dinding vagina dan seringnya mengandung lendir

Ingat bahwa hal terbaik yang dapat Anda lakukan jika Anda melihat atau mencurigai adanya benjolan di bibir vagina atau perubahan fisik apapun yang tampak tidak normal adalah berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk diperiksa dan mendapatkan diagnosis tepat. Dengan cara itu Anda akan memiliki ketenangan pikiran.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Kanker Vagina dan Kanker Vulva

    Kanker vagina merupakan kanker pada wanita yang dapat muncul dengan atau tanpa gejala. Pelajari lebih dalam penyakitnya berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 5 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

    Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

    Pernahkah Anda menemukan benjolan di penis Anda? Ada berbagai kemungkinan penyebab dari kondisi ini. Cari tahu dalam artikel berikut.

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

    7 Penyakit Kelamin yang Sering Menular Lewat Seks Tanpa Kondom (Plus Gejalanya untuk Diwaspadai)

    Seks tanpa kondom tidak hanya meningkatkan risiko Anda kebobolan hamil, tapi juga penularan penyakit menular seksual atau penyakit kelamin. Bakteri dan virus penyebab infeksi kelamin bisa bersarang pada cairan tubuh ...

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 29 Juli 2020 . Waktu baca 13 menit

    8 Jenis Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Ciuman Bibir

    Berciuman secara intim memiliki risiko kesehatan yang tidak bisa dianggap remeh. Yuk, ketahui apa saja risiko penularan penyakit akibat ciuman bibir.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 15 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Pendidikan seks cegah HIV/AIDS

    Pentingnya Edukasi Seksual dan Potensi HIV/AIDS pada Remaja

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
    Dermatitis Herpetiformis

    Dermatitis Herpetiformis

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
    uretritis non gonore

    Uretritis Non-Gonore

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    uretritis gonore adalah

    Uretritis Gonore

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Risky Candra Swari
    Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit