Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Penyebab Munculnya Benjolan seperti Bisul di Bibir Vagina

    9 Penyebab Munculnya Benjolan seperti Bisul di Bibir Vagina

    Pernahkah Anda mendapati ada benjolan di bibir vagina saat sedang bercukur atau mandi? Jika ya, cobalah untuk tenang. Waspada boleh, tapi jangan panik, ya.

    Anda mungkin berpikir bahwa benjolan ini merupakan gejala penyakit kelamin atau semacam kanker. Namun, faktanya, benjolan ini tidak melulu terjadi karena penyakit tersebut.

    Nah, daripada menerka-nerka, lebih baik mencari jawaban dari kegusaran Anda terkait penyebab dari benjolan di bibir vagina berikut ini.

    Apa penyebab benjolan di bibir vagina?

    infeksi vagina

    Jangan sepelekan benjolan di bibir miss V. Pasalnya, benjolan tersebut bisa jadi merupakan tanda dari suatu kondisi yang memerlukan perhatian medis, meski tidak semuanya demikian.

    Di bawah ini berbagai penyebab benjolan di bibir vagina yang harus diwaspadai.

    1. Kanker vulva

    Kanker vulva adalah kanker yang menyerang bagian luar sistem reproduksi wanita (vulva). Area ini termasuk bagian depan vagina, bibir vagina (labia), klitoris, dan kulit serta jaringan yang menutupi tulang kemaluan.

    Salah satu tandanya adalah kutil yang tumbuh pada vulva atau benjolan di bibir vagina yang diikuti oleh sejumlah tanda berikut:

    • perdarahan setelah hubungan seks,
    • sakit pada vulva,
    • perubahan warna kulit, dan
    • rasa gatal dan terbakar pada vulva yang bertahan lama.

    2. Herpes genital

    Herpes genital pada wanita umumnya tidak menimbulkan tanda dan gejala sama sekali (asimptomatik).

    Kondisi ini menyebabkan borok atau koreng, bukan benjolan. Borok biasanya terasa gatal, panas terbakar, dan lumayan sakit. Bahkan, dapat menyebabkan ketidaknyamanan.

    3. Kutil kelamin

    Benjolan berdaging berukuran kecil yang padat, timbul, dan memiliki permukaan kasar bisa menjadi pertanda kutil kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV.

    Benjolan ini biasanya muncul pada bibir vagina (labia), di dalam vagina, leher rahim, dan bahkan di sekitar anus. Bentuknya menyerupai kembang kol dan dapat tumbuh dalam kelompok.

    Anda bisa mendapatkan kutil kelamin melalui kontak kulit antarkelamin. Beberapa kutil kelamin akan menyebabkan rasa gatal dan sensasi terbakar.

    4. Ulkus mole (chancroid)

    Chancroid atau ulkus mole adalah infeksi genital yang disebabkan bakteri Haemophilus ducreyi. Bakteri menghasilkan luka terbuka alias koreng yang muncul pada atau dekat organ reproduksi eksternal.

    Koreng mungkin berdarah dengan mudah saat disentuh atau menghasilkan nanah menular yang dapat menyebarkan bakteri selama seks oral, anal, atau vagina.

    Wanita dapat mengembangkan empat atau lebih benjolan merah di labia, antara labia dan anus, atau paha.

    Setelah benjolan menjadi borok atau terbuka, Anda mungkin mengalami sensasi terbakar atau nyeri saat buang buang air kecil atau buang air besar.

    5. Sifilis

    Selama tahap primer sifilis, ulkus atau luka yang biasanya menimbulkan rasa sakit berkembang di tempat di mana bakteri masuk ke dalam tubuh.

    Hal ini biasanya terjadi dalam waktu tiga minggu dari paparan, tetapi dapat berkisar dari 10 sampai 90 hari.

    Pada wanita, ulkus dapat timbul pada bagian luar vagina atau di dalamnya.

    Ulkus biasanya tanpa rasa sakit dan tidak mudah terlihat. Anda mungkin tidak mengetahui memiliki ulkus jika itu tumbuh di dalam vagina atau bukaan rahim (leher rahim).

    6. Molluscum contagiosum

    Pertumbuhan kutil atau kulit ekstra mirip tahi lalat yang timbul abnormal bisa diakibatkan oleh molluscum contagiosum.

    Kondisi ini bisa ditularkan melalui kontak kulit atau terkontaminasi dari pertukaran barang pribadi, seperti handuk.

    Kutil kemudian dapat berubah menjadi benjolan yang akan menyebar di seluruh bagian tubuh.

    7. Vulvovaginitis

    Vulvovaginitis adalah peradangan atau infeksi di sekitar bibir vagina (labia) dan area perineum. Ini adalah kondisi umum yang mempengaruhi wanita dan anak perempuan dari segala usia.

    Candida albicans adalah infeksi jamur penyebab umum dari vulvovaginitis. Vulvovaginitis pada remaja perempuan dapat disebabkan oleh kadar estrogen yang rendah.

    Vulvovaginitis akan memengaruhi sekitar 75 persen wanita dalam hidup mereka.

    Infeksi jamur ini dapat menyebabkan rasa gatal dan keputihan berwarna putih kental yang mirip dengan keju cottage. Tanda lainnya adalah nyeri saat buang air kecil.

    8. Dermatitis

    Eksim mengacu pada kondisi kulit yang menyebabkan kulit meradang, bengkak, iritasi, dan gatal. Salah satu jenis eksim yang sering terjadi adalah dermatitis atopik.

    Hal itu disebabkan oleh sensitivitas kulit terhadap alergen, sedangkan dermatitis kontak disebabkan oleh iritan eksternal atau kimiawi.

    Gejala yang berhubungan dengan dermatitis kontak alergi termasuk:

    • kering atau bersisik,
    • kulit terkelupas,
    • gatal-gatal,
    • bisul yang basah mengalir atau lecet kering,
    • kulit kemerahan atau berubah gelap atau kasar,
    • sensasi panas terbakar dengan atau tanpa borok, dan
    • gatal ekstrem.

    9. Kista vagina

    Kista vagina biasanya terbentuk ketika kelenjar kulit atau saluran keringat tersumbat. Benjolan kista ini sering terlihat seperti jerawat atau benjolan di bawah kulit.

    Memencet kista sendiri bukan ide yang baik karena bakteri penyebab penyakit menular seksual, seperti gonore atau klamidia, dapat masuk. Penyebab kista vagina tergantung pada jenisnya, yaitu:

    • Kista inklusi.
    • Kista bartholin.
    • Kista kelenjar Gartner.
    • Kista müllerian.

    Cara mengatasi benjolan di bibir vagina

    mengatasi benjolan di vagina

    Benjolan di vagina seringkali tidak memerlukan perawatan. Namun, apabila Anda memang membutuhkan perawatan medis, biasanya hal ini ditentukan oleh penyebabnya.

    Namun, sebagian besar benjolan di bibir vagina dapat ditangani di rumah.

    Berikut adalah cara mengatasi benjolan di bibir vagina yang dapat Anda lakukan untuk membantu meringankan gejalanya.

    • Obat antibiotik.
    • Berendam air hangat.
    • Pembedahan drainase.
    • Marsupialisasi.

    Kesimpulan

    Hal terbaik yang dapat Anda lakukan jika melihat atau mencurigai adanya benjolan di kemaluan wanita seperti bisul dan tampak tidak normal adalah berkonsultasi dengan dokter. Hal ini dilakukan agar mendapat penanganan yang tepat.


    Pernah alami gangguan menstruasi?

    Gabung bersama Komunitas Kesehatan Wanita dan dapatkan berbagai tips menarik di sini.


    Kalkulator Masa Subur

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

    Kalkulator Masa Subur

    Berapa lama siklus haid Anda?

    (hari)

    28

    Berapa lama Anda haid?

    (hari)

    7

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Vagina problems http://www.nhs.uk/Tools/Pages/Vagina-problems-visual-guide.aspx accessed Oct 28, 2016

    7 possible causes of vaginal lumps. (2020, October 22). Netdoctor. Retrieved 16 Juni 2022, from https://www.netdoctor.co.uk/conditions/sexual-health/a27943617/vaginal-vulval-lumps/

    Vaginal bumps: Main causes and proven tips for prevention. (n.d.). Flo.health – #1 mobile product for women’s health. Retrieved 16 Juni 2022, from https://flo.health/menstrual-cycle/health/symptoms-and-diseases/vaginal-bumps-main-causes

    Vaginal sores and lumps. (2020, November 24). Harvard Health. Retrieved 16 Juni 2022, from https://www.health.harvard.edu/decision_guide/vaginal-sores-and-lumps

    What to do about lumps on the vagina or vulva. (2019, April 11). Symptom Checker, Health Information and Medicines Guide | Patient. Retrieved 16 Juni 2022, from https://patient.info/news-and-features/what-to-do-about-lumps-on-the-vagina-or-vulva

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui Jul 01
    Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto